
Areta terus menangis di dalam pelukan Adela, demam tinggi yang membuat Areta tak bisa tenang.
Usia yang baru 2 minggu, Areta harus di bawa ke rumah sakit, sedangkan Arumi dan Dewa harus bersama Nenek nya dan Banyak sister yang mengasuh kedua nya.
"Gimana demam nya sudah mending? " Tanya Raiz.
"Mendingan tinggal hangat saja, tapi masih rewel. " Jawab Adela.
"Kata Dokter tadi kenapa? "
"Katanya hanya demam biasa kena flu, untung Arumi sama Dewa nggak tertular. Kalau tertular bakalan rewel mereka. "
"Ya sudah, kata dokter di rawat dulu kan? "
"Iya di rawat, soalnya hampir 39 demam nya. Mamah nggak mau kenapa - napa. "
"Iya, kalau sudah demam tinggi itu khawatir nanti step walau awal mula dari flu. "
"Padahal di rumah nggak ada yang flu. "
"Kan cuaca sayang, apalagi anak bayi masih rentan. "
"Ehm.. Pah, nggak apa - apa kan Arumi sama Dewa di tinggal sama Mamah dulu? "
"Nggak apa - apa, terus kalau Mamah pulang Areta bagaimana? "
"Iya juga sih. "
"Tenang saja, ada ibu di rumah. "
"Iya Mas. "
Raiz berjalan keluar dari kamar rawat Areta, saat itu Raiz melihat Anita tengah duduk menangis di samping kamar rawat Areta.
"Anita."
Anita mendongak ke atas dan dengan segera menghapus air matanya.
"Mas kok ada di sini? " Tanya Anita.
"Anak saya di rawat. " Jawab Raiz.
"Sakit apa Mas? "
"Demam tinggi, kamu siapa yang sakit? "
"Anak saya Mas. "
"Sakit apa? "
"Anak saya, sakit jantung Mas. Dia sejak lahir memiliki kelainan jantung. " Ucap Anita terisak menangis.
"Suami kamu mana? "
"Suami saya kembali sama istri tua nya, dia sudah tidak mau membiayai Maura semenjak sakit. Tadi nya masih perhatian, tapi makin kesini dia berbeda Mas. "
"Jadi Anwar kembali sama istri nya dulu. "
"Iya, Lola berusaha merebut Mas Anwar dari saya. "
"Seperti kamu merebut dari nya. "
"Ini karma saya Mas. "
__ADS_1
"Disini kamu sama siapa? "
"Sama Pengasuh saja, orang tua sudah jauh Mas. Saya berusaha mendekati tapi mereka seperti tidak menganggap saya. "
"Yang sabar ya. "
"Iya Mas, terima kasih. "
"Kalau begitu saya keluar sebentar. "
"Mas."
"Iya."
"Maaf kan saya. "
"Sudahlah, itu bagian masa lalu kita. Sekarang jalan kita sudah berbeda, kamu yang kuat ya. "
"Iya Mas, terima kasih. "
*****
"Jadi anak Anita bersebelahan sama kamu? " Tanya Sony.
"Iya, anaknya sakit jantung. " Jawab Raiz.
"Kasihan sekali dia, pasti Anita sangat sedih. " Ucap Sony.
"Apa yang dia ambil pasti akan kembali ke pemilik nya, dia pasti selalu menangis. " Ucap Raiz.
"Raiz, ijin kan saya mendekati Anita. "
Raiz menatap ke arah Sony dan dengan wajahnya serius Raiz menatap Sony secara intens.
"Maaf kan saya, kalau saya salah. "
"Jadi diam - diam kamu mencintai kekasih saya saat itu. "
"Maaf kan saya. "
"Apakah kamu ingin memperjuangkan dia? "
"Ijinkan saya menjadi obat nya. "
"Kenapa minta ijin sama saya, dia itu masa lalu saya. "
"Tapi bagaimana pun, dia mantan istri dari sabahat saya. Kalau cinta saya bersambut, saya akan bawa dia jauh dari hadapan kamu. Saya akan memulai hidup baru bersama nya."
"Kamu akan pergi begitu, pergi jauh demi membawa mantan saya? "
"Bagaimana pun, saya tidak ingin melukai hati sahabat saya. "
"Pergilah, coba kamu ambil hatinya. Tapi jangan pernah pergi meninggalkan saya hanya karena cinta yang sama." Ucap Raiz.
"Terima kasih. " Ucap Sony.
*****
"Anak Anita ada di ruang sebelah. " Ucap Raiz.
"Kok tahu? " Ucap Adela tak suka.
"Jangan salah paham, tadi pas Mas keluar dia sedang duduk. "
__ADS_1
"Terus? "
"Ya Mas sapa, dan ngobrol. "
"Sudah itu saja. "
"Iya sayang, nggak ada lagi. "
Adela menatap kesal dan meletakkan Areta yang sudah tertidur pulas.
"Mau, jangan cemburu dong. Papah sudah nggak ada rasa lagi sama Anita. " Ucap Raiz sambil memeluk Adela dari belakang.
"Mantan tetap saja Mantan, ada rasa cemburu. " Ucap Adela.
"Cemburu nya nggak ada artinya. "
"Kata siapa nggak ada artinya, perasaan curiga kan perlu. "
"Anita kan sudah punya anak, Mas juga punya anak. Masa Mas balikan sama Anita. "
"Bisa saja Mas, kalau sudah balikan Anak sih di nomer dua kan bahkan di lupakan. "
"Sudah akh, jangan ngomong ngaco. Anita itu target nya Sonya sekarang. "
Adela segera melepaskan pelukan Raiz dan menatap ke arah nya.
"Jangan ngaco. " Ucap Adela.
"Anwar kembali sama istri pertama nya, Anita kini sedang sendiri. Sony sebenarnya menyimpan rasa sejak dulu, sejak Anita jadi kekasih Mas. "
"Mas Sony cinta sama Anita? "
"Iya, dia cinta sama Anita. Sony meminta ijin sama Mas, untuk mendekati nya. "
"Seperti mimpi, saya masih nggak percaya. "
"Mas juga sama nggak percaya tadinya. "
"Dunia itu sempit ya, mantan sahabatnya di kejar sama Sahabat mantan suaminya. "
"Mas ijinkan dia, bahkan ini bukan urusan Mas lagi. Karena itu bagian dari masa lalu, masa lalu yang sudah terkubur dalam - dalam. Hanya ada istri cantik, ibu dari ketiga anak - anak Mas, wanita yang melahirkan dari benih cinta Mas yang di berikan sama kamu sayang. "
Raiz mencium bibir Adela, saling berbalas dan saling *******.
"Jangan pernah kamu cemburu berlebihan, karena Mas tidak akan pernah meninggal kamu atau berpaling dari kamu sayang. "
"Janji."
"Janji sayang. "
.
.
.
.
.
.
Karya Baru Sudah Up.... cek Profil ya...
__ADS_1