
"Bagaimana pertanyaan yang pernah saya utarakan sama kamu tempo hari? " Tanya Sony pada Anita.
Anita menundukkan kepalanya sambil memainkan jarinya.
"Maura pasti butuh sosok Ayah, saya siap jadi Ayah sambung nya. " Ucap Sony kembali.
"Apa kamu mau bersanding dengan janda dan anak nya penyakitan? " Tanya Anita.
"Saya tidak akan menolak nya, karena saya mencintai kamu berarti saya pun mencintai anak nya. " Kawan Sony.
"Apa kamu tidak canggung, kalau saya adalah mantan istri sahabat kamu sendiri? "
"Tidak, karena dia sudah memiliki kebahagiaan. Bahkan nama kamu pun sudah tidak ada lagi di pikiran nya bahkan di hati."
Anita menatap ke arah Sony, begitu pun juga Sony menatap ke arah nya.
"Kalau kamu serius sama saya, apakah kamu mau berjuang bersama demi Maura bukan demi saya? "
"Apapun yang kamu minta, pedulinya saya pada Maura karena rasa sayang dan cinta sama Maura sebagai anak saya sendiri, dan begitu besarnya cinta saya sama kamu. " Ucap Sony menyakinkan.
"Bagaimana, apakah kamu mau menerima lamaran saya? "
Anita menatap kedua mata Sony, mencari keseriusan yang apa di ucapkan nya.
"Anita, apa kamu menerima saya? "
Anita menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Sony, karena merasakan bahagia Sony menarik tubuh Anita kedalam dekapan nya dan mencium pucuk kepalanya.
"Terima sayang, terima kasih. Mas akan memberikan kebahagiaan yang tidak pernah kamu dapat kan dari Raiz dan Anwar. Sekarang kamu akan merasakan nya mulai detik ini. " Ucap Sony.
Anita mengeratkan pelukan nya dan meneteskan air matanya saat Sony lebih mengeratkan pelukan nya.
"Jangan pernah tinggal kan saya, apapun yang terjadi. " Ucap Anita.
"Pasti sayang, kita harus segera menikah. Agar kita berjuang bersama, nanti Mas akan temui kedua orang tua kamu. Bagaimana hubungan kamu dengan keluarga renggang, Mas akan satukan kalian kembali."
__ADS_1
"Terima kasih Mas, terima kasih. "
******
"Sudah mulai kampanye ya Mas? " Tanya Adela.
"Iya sayang, dan Mas kan lolos pendaftaran juga sudah, administrasi nya juga beres. " Jawab Raiz.
"Alhamdulillah, satu periode selesai Mas lanjut ke maju untuk dua periode.Semoga masih di percaya . " Ucap Adela.
"Amin.. mudah - mudah an sayang, dan seandainya tidak terpilih lagi nggak apa - apa kan? " Tanya Raiz.
"Ya nggak apa - apa lah, masa mau paksa rakyat. Berarti kepercayaan mereka hanya sampai disini. Malah saya jujur lebih suka Jadi orang biasa, tidak membawa beban yang berat. "
"Apa kamu mau Mas mundur saja? "
"Jangan Mas, untuk maju kedua kalinya ini kan bukan kemauan Mas pribadi juga kan, atas dorongan orang - orang sekitar, partai bahkan rakyat juga. "
"Terima kasih sayang, kamu sudah mendukung pencalonan Mas maju dua periode. "
"Semoga Mas bisa mengemban amanat Rakyat, dan semoga selalu amanah. "
"Apapun nanti hasilnya, kita harus terima."
"Iya sayang, itu pasti. "
******
Anita dan Sony duduk berhadapan dengan Raiz dan Adela, acara makan malam dirumah Dinas Raiz sangat berbeda.
Pertemuan antara mantan, membuat Adela tampak diam dan lebih memilih memainkan ponsel nya.
"Adela, saya kemari bukan membawa kisah masa lalu. Tapi saya kemari sebagai calon istri Sony. Saya tahu kamu tampak tak nyaman, tapi percaya lah saya tidak ada maksud ingin mendekati suami kamu. " Ucap Anita.
Raiz memegang paha Adela, dan menatap ke arah istrinya lantas Adela meletakkan ponsel nya di atas meja makan.
__ADS_1
"Kapan kalian menikah? " Tanya Adela.
"Insya Allah lusa besok kami menikah. " Jawab Sony.
"Mendadak sekali. " Ucap Raiz.
"Kami tidak ingin menunggu lama - lama, kami ingin segera halal. " Ucap Sony.
"Semoga kalian bahagia. " Ucap Adela.
"Amin.. terima kasih atas doa nya. " Ucap Anita.
"Kalian minta hadiah pernikahan apa dari kami? " Tanya Raiz.
"Kami tidak ingin hadiah, hanya kehadiran kalian saja itu adalah sebagai hadiah buat kami. " Jawab Sony.
"Benar, kehadiran kalian sangat berharga. Saya pun sudah belajar melupakan masa lalu, ada masa depan yang harus saya jalani bersama Mas Sony. Dia membawa berkah bagi saya dan memberikan apa yang tidak pernah saya rasakan, cinta nya begitu sangat besar dan tulus.Takdir kami seperti ini, di pertemukan dengan cara seperti ini. Saling menjelajahi asmara. " Ucap Anita.
"Maaf kan saya Anita, mungkin cemburu saya terlalu besar. " Ucap Adela.
"Sudahlah, kita mulai sekarang lupakan, Mas Raiz bagi saya adalah saudara, kakak, yang patut untuk jadi panutan. " Ucap Anita.
"Maafkan saya sekali lagi, terima kasih sudah mengenalkan pada saya arti rasa cinta yang tulus sesungguhnya. " Ucap Adela.
"Kita saat ini bukan musuh, tapi kita keluarga." Ucap Anita.
Raiz dan Sony tersenyum melihat kedua wanita yang mereka sayangi kini terlihat saling melemparkan senyum.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Yang belum mampir karya baru mampir ya...