Sang Ajudan

Sang Ajudan
Kelahiran Kembar Tiga


__ADS_3

Raiz yang semakin sibuk, kunjungan ke berbagai kecamatan. Dan Adela yang stop kegiatan rutin karena kehamilan nya yang menginjak usia 9 bulan.


Perut yang semakin besar, dan tubuh yang semakin berubah semenjak masa kehamilan.


"Bu, setiap hari seperti semakin susah jalan. "


"Namanya juga orang hamil, apalagi kembar tiga. " Ucap Ibu Nuri.


"Tinggal menunggu waktu saja bu, mudah - mudahan saja bisa normal. "


"Amin, suami kamu sekarang kunjungan di kecamatan mana? "


"Katanya kecamatan Rambatan, sama kecamatan Wiluh. " Ucap Adela mengusap perut nya.


"Maaf Bu, Bapak obat nya sudah mulai habis." Ucap Perawat yang merawat Pak Syarif.


"Kamu beli ya di Apotek biasa, atau pesan online saja? "


"Pesan online juga nggak apa - apa. "


"Bapak nya sedang apa? "


"Tidur Bu. " Ucap Yanti, perawat Pak Syarif.


"Kalau sedang tidur, kamu saia yang beli. Barang kali kamu ingin keluar mau beli jajanan. " Ucap Adela.


"Benar Bu nggak apa - apa? "


"Iya, nih uang nya buat beli obat sama jajan nya kamu. " Adela memberikan beberapa lembar uang warna merah.


"Terima kasih Bu. "


"Hati - hati. "


"Ayah kamu, Ibu lihat sedikit ada perubahan."


"Benar Bu, alhamdulillah. semua sedikit demi sedikit gerak. Tinggal bicara nya saja yang belum normal. "


"Kita nya harus benar - benar telaten juga dan memberikan semangat. "


"Benar Bu. "


******


"Anak Papah gimana seharian sama Mamah, nggak rewel kan? " Raiz mengusap dan mengecup perut nya.


"Alhamdulillah Mas nggak rewel, tinggal menunggu saja ini. " Ucap Adela.


"HPL nya sekarang Yank, belum ada tanda - tanda? "


"Belum Mas, belum ada tanda - tanda mulas. "


"Kalau sampai besok atau lusa kita periksa saja. "


"Kan ada yang sampai maju ada yang mundur. "


"Tapi kayak nya lihat kamu sudah sesak begitu. "


"Namanya juga orang hamil Mas. "


"Semoga saja lancar proses persalinan nya."


"Amin...!!! "


******


"Yank, kamar nya cocok kan. Tinggal anak - anak kita lahir mereka kumpul disini. "


"Mas, baby kita belum tahu jenis kelamin nya. Kemarin kan kata Mas kejutan saja. Yang penting sehat semua. "


"Iya, Mas ingin kejutan. "


"Akh... sudah nggak sabar Mas. " Adela memeluk tubuh Raiz sambil memandang box bayi yang berjejer dengan nuansa warna cat pastel dengan gambar animal, dan beberapa gantungan mainan di atas nya.


Aaawwwww


"Mas, Awwww....!!! "

__ADS_1


"Yank, kenapa? Mau melahirkan? " Tanya Raiz panik.


"Mas... ini mau keluar. " Jawab Adela.


"Kita ke rumah sakit sekarang. "


"Mas, sakit banget. "


"Kita ke rumah sakit, Yuna, Andi siapkan semuanya kita ke rumah sakit. "


*****


Aaawwwww


"Mas... sakit....!!! " Teriak Adela.


"Iya sayang, yang kuat ya.. " Ucap Raiz menyemangati Adela saat sedang mengejan.


"Terus Bu dorong..!! " Ucap Dokter kandungan.


Aaaaaaaaa


"Mas, nggak kuat. "


"Bisa Yank, kamu bisa. "


"Sakit tahu.... Aaaaaaaaaa. "


"Terus Bu dorong, sedikit lagi sudah terlihat rambut nya. "


Aaaaaaaaaaaa


Adela terus mengejan hingga mencengkram rambut Raiz, dan bahkan menggigit pundak nya.


"Mas.....!!!! "


"Terus yank, yang kuat...!!! "


"Teras terus dari tadi, coba kamu gantian Mas yang mengejan. " Ucap Adela kesal.


"Sedikit lagi Bu, itu sudah terlihat rambut nya." Ucap Dokter kandungan.


Aaaaaaaaaa


Aaaaaaaaa


Owwwaaaa....


"Alhamdulillah..!!! "


Dokter kandungan menangkap sosok mungil yang keluar, tangisan nya yang sangat kuat. Rasa harus bahagia terlihat pada Raiz.


"Bayi pertama Perempuan. "


"Alhamdulillah ya Allah, yang pertama perempuan yank. "


Aaaaaarrrrggg


"Mulas lagi....!!! " Teriak Adela.


"Terus yank, kalau misalnya tak kuat bilang ya. " Ucap Raiz.


Adela terus mengejan, hingga nafas nya naik turun, Raiz terus menyemangati istri nya yang sedang berjuang.


"Ayo Bu, terus semangat. Sedikit lagi Bu sudah terlihat lagi. "


Adela kembali mengejan, hingga dorongan kuat terjadi keluar bayi perempuan. Perawat segera membantu untuk membersihkan bayi.


Rasa mulas pun terasa lagi, kini kedua tangan Adela mencengkram kedua sisi tempat tidur.


Aaaaaaaaa


Adela sekuat tenaga merasakan ada dorongan kuat keluar, tangisan kencang bayi terakhir laki - laki. Senyum lelah terukir di wajah Adela.


Raiz pun sujud syukur atas kelahiran tiga anaknya sekaligus secara normal.


"Alhamdulillah sayang, kamu hebat. " Raiz mengecup kening Adela yang terasa sangat lemas.

__ADS_1


*****


Seisi kamar ramai akan Ibu Nuri dan Pak Kusumo melihat ketiga cucu nya, mereka berdua berebut saling berganti memegang ketiga anak dari Raiz dan Adela.


"Satu jagoan, dua bidadari. Lengkap sudah cucu kakek. "


"Cucu saya juga Mas, bukan cucu kamu saja."


"Lihat, saya yakin yang laki - laki mewarisi bakat dari kakeknya. "


"Memang nya bakat apa Mas? Bakat seperti apa yang patut di turun kan." Ucap Ibu Nuri mencibir.


"Bakat luar biasa yang saya turun kan pada Raiz juga. "


"Halah, pede banget. "


"Sudah, jangan berantem. Kasihan anak - anak kami mau istirahat. Nanti rewel satu rewel semuanya." Ucap Raiz.


"Mau kalian kasih nama siapa? " Tanya Pak. Kusumo.


"Siapa yank namanya? " Tanya Raiz.


"Yang perempuan, Arumi Sekar Mahadewi, Areta Sekar Mahadewi, yang laki - laki adiknya Mahadewa Arjuna. " Jawab Adela.


"Bagus namanya, semoga nama - nama nya membawa keberuntungan." Ucap Ibu Nuri.


"Amin... ya Allah. " Ucap Raiz.


******


Raiz melihat ketiga anaknya tertidur pulas di ruang anak, terlihat dari kaca ketiga bayi kembar nya tidur saling ber genggaman tangan.


"Lucu sekali kalian, semoga kelak kalian selalu bergandengan tangan terus. Sebagai saudara yang rukun."


*****


Adela menyusui Arumi dan Dewa kanan kiri secara bergantian dengan Areta. Sesekali ketiga nya di bantu sufor.


"Anak - anak Papah pada lahap ya minum susu nya. " Raiz mengusap ketiga pipi anaknya secara bergantian. Bahkan Dewa menggeliat saat merasakan sentuhan dari Papah nya.


Areta tertidur dahulu, tidak dengan Arumi dan Dewa yang masih membuka kedua matanya.


"Mas, sudah dikasih tahu besok pulang? " Tanya Adela.


"Sudah Sayang, nanti akan ada Sony di sana."


"Mas, ada pesan. Dari salah satu media, dia ingin mewawancarai kita tentang kelahiran ketiga baby kita. " Ucap Adela.


"Kiriman pesan nya ke siapa? " Tanya Raiz.


"Dari Yuna, mungkin datang ke rumah. Karena nggak ada media yang memiliki nomer Yuna." Jawab Adela.


"Atur saja, mereka datang saat acara Aqiqah saja. "


"Nanti saya kasih tahu Yuna nya dulu mas. "


"Iya sampaikan saja pesan nya."


*******


"Lantai atas kenapa di tutup ya? "


"Lantai atas sudah di booking sama Pak Bupati, karena kemarin istrinya melahirkan." Ucap Perawat.


"Oh." Ucap Anita tersenyum sedih.


"Yank, yuk sudah dapat obat nya. " Ajak Anwar pada Anita setelah memeriksakan putra nya yang sakit panas.


"Iya Mas. "


"Kamu pasti sangat bahagia Mas, saya pun sekarang memiliki kebahagiaan. Kita bahagia dengan jalan kita masing - masing. Masa lalu kita kini sudah terlupakan, untuk selamanya. " Ucap Anita dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


.


Karya baru besok up pagi


__ADS_2