Sang Ajudan

Sang Ajudan
Berita Bohong


__ADS_3

Adela menahan mual yang sangat hebat sehingga wajahnya bersembunyi di balik punggung Raiz.


"Hamil berapa bulan? " Tanya Pak Kusumo.


"Masuk 2 bulan. " Jawab Raiz.


"Pah maaf ya, kalau sedang mual begini. " Ucap Adela.


"Iya nggak apa - apa. "


"Nak, kamu istirahat saja di kamar. " Ucap Ibu Nuri.


"Nggak Bu nggak apa - apa. " Ucap Adela.


"Benar nak, nggak apa - apa masuk kamar saja istirahat. " Ucap Pak Kusumo.


"Ke kamar saja, nanti mas nyusul." Ucap Raiz.


"Saya masuk kamar dulu ya mas. "


"Iya."


Pak Kusumo tersenyum saat Adela masuk. kedalam kamar nya, dan mengapa Raiz putra nya.


"Dia hidup dengan jantung Mamah kamu, Papah terasa sangat dekat dengan Mamah kamu. " Ucap Pak Kusumo.


"Karena Mamah ada dalam tubuh istri saya Pah. " Ical Raiz.


"Papah pun merasakan debaran jantung nya, Papah kangen sama mamah kamu. "


"Mamah sudah bahagia Pah. "


"Raiz, Papah minta maaf. Papah banyak salah sama Adela. Papah malu nak, malu sama dia."


"Adela itu tidak pernah dendam sama Papah, dia tidak pernah membahas sikap Papah selama ini. Sebelum Papah minta maaf, pasti Adela sudah maaf kan Papah terlebih dahulu."


"Terima kasih Raiz, terima kasih. "


****


"Bagaimana sudah lega? "


"Walau bukan dari Adela langsung saya lega, dari pertemuan tadi dia tidak mempermasalahkan saya. "


"Mas, Rais tidak salah pilih sama Adela. Anak kita itu sudah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Jadi biarkan mereka bahagia, dan Mas pun di sisa hidup harus bahagia."


"Maaf saya Nuri, maaf kan saya. "


"Tak ada yang perlu di maaf kan lagi, kita ini sudah tua. Yang seharusnya banyak mendekatkan diri pada yang maha kuasa, dan membuang semua beban yang memaksakan kita memikirkan nya. Jadi biarkan diri kita ini menikmati hidup. "


"Nuri, apakah kita bisa membangun suatu hubungan layak nya keluarga utuh untuk anak kita. "


"Mas, seperti nya kita lebih baik begini. Dan kita pun seperti ini saja sudah membuat Raiz bahagia. Kita ini sudah tua, jangan meminta hal yang aneh - aneh. Kita jadi keluarga tapi saya tak ingin ada ikatan. Cinta saya hanya untuk Raiz Mas, kamu sudah saya kubur dalam - dalam. Maaf kan saya Mas. " Ucap Ibu Nuri tersenyum.


"Iya, Mas paham kenapa kamu begini. Maaf kan Mas ya. "


"Iya Mas, sekali lagi kamu sudah saya maaf kan."


*******


Aaarrrggghhh


Raiz melepaskan semua energi cinta nya saat setelah bertarung dengan Adela. Raiz sedikit panas dingin saat istri nya itu terlihat sangat menggoda, apalagi Adela sangat pintar dalam permainan.


"Maaf sayang kalau tadi sakit. " Ucap Raiz sambil mengusap perut Adela.

__ADS_1


"Nggak sakit kok, enak. " Ucap Adela.


Raiz tertawa geli lantas mencium kening Adela dan turun ke bibir.


"Masih mual? " Tanya Raiz.


Adela menggelengkan kepalanya sambil menyerusuk ke dalam leher Raiz, dan bahkan tangan Raiz kini mengusap punggung polisi istri nya.


"Tubuh kamu enak loh Mas bau nya. " Ucap Adela.


"Oh iya? "


"Iya, seperti ini sangat enak. Apalagi mual nya hilang saat menyentuh tubuh kamu. Begini terus ya biar nggak mual. "


"Iya, tapi Mas nggak bisa begini terus. "


"Kalau tidur sekarang jangan pakai baju, begini saja. "


"Terus ibu nya bagaimana? "


"Ya pakai baju lah Mas kan dingin. "


"Ya nggak adil dong. "


"Pakai baju dinas malam yang tipis ya. "


"Nah itu baru sip. "


******


"Ibu terima kasih sudah berkunjung. " Ucap Ibu Panti.


"Sama - sama bu, maaf baru kemari lagi. Dan saya tidak sama Bapak karena Bapak sibuk." Ucap Adela.


"Tidak apa - apa, Bapak juga masih rutin menjadi donatur tetap disini. Oh iya Bu, kemarin juga Ibu Anita menyumbang berbagai macam sembako dan alat tulis. Saya ngga tahu Ibu Anita hamil anak Bapak, jadi ini sih balapan ya bu. '


"Benar, sekarang kan menginjak 5 bulan jalan. Pas cerai nggak tahu Ibu sedang hamil. "


"Seperti nya ada yang salah paham disini, Bapak juga waktu dulu nggak akan ceraikan mantan istri nya kalau memang sedang hamil. Tapi bukan anak Bapak loh. "


"Masa Bu, Bapak nggak ngaku. Maaf ini ya Bu barang kali lancang. "


"Kalau anak nya lahir, bisa di cek anak siapa nya. "


"Walau Ibu Anita nggak bilang , kami sih sudah pada yakin anak Bapak soalnya Ibu Anita kan belum nikah lagi atau sudah nikah apa ya bu hanya kita tidak tahu saja. "


"Terima kasih Bu, atas informasinya. Tolong masalah ini jangan bicara sama orang luar, ini soalnya sasaran empuk. "


"Insya Allah saya amanah Bu. "


"Terima kasih. "


*****


"Bapak mana? " Tanya Adela saat sampai di pendopo.


"Bapak ada di dalam sedang menerima tamu." Jawab Ajudan Raiz.


"Kalau sudah selesai, suruh temui di ruangan saya. "


"Baik Bu. "


Setelah Adela pergi Raiz keluar mengantarkan tamu nya hingga sampai teras saat itu Ajudan Raiz berbisik menyampaikan pesan dari Adela.


"Saya kesana dulu, kalau ada yang cari saya sama kamu dulu. "

__ADS_1


"Baik Pak. "


*****


"Sayang, gimana tadi suasana Panti? Pasti tanya Mas. " Ucap Raiz sambil memeluk tubuh Adela.


Dengan kedua tangan nya, Adela mendorong tubuh Raiz.


"Mas, jawab jujur sama saya. "


"Menjawab apa sayang? "


"Saat cerai sama Anita, saat itu Mas tahu dia hamil atau tidak? "


"Dia nggak lagi hamil, kan Mas nggak pernah masukin ke dalam tapi di luar itu juga baru sekali. "


"Luaran sana, dia bilang itu anak nya Mas. Dan mungkin dia menutupi aib nya. "


"Kalau itu anak Mas, kamu secara logika hitung dari cerai ke hamil. Dan tahu sendiri itu anak mantan pacar nya, dia nggak tahu kemana. "


"Terus apa tanggapan Mas, bila media tahu dan menanyakan status nya. "


"Mas no komen. "


"Benarkah, Mas tidak ingin ikut bersandiwara juga. "


"Mas nggak akan ikut permainan Anita, mengikuti permainan sama istri sendiri saja sudah capek di tambah mantan istri. Mau lihat suami kamu gantung diri di bawah pohon Asem. "


"Ya nggak Mas, takut nya Mas kan pasti mengikuti permainan dia. "


"Percaya sama Mas, anak itu bukan anak Mas tapi anak Anwar. Kita bisa cek saat anak itu lahir kalau kamu mau. "


"Maaf Mas, kalau saya selalu cemburu bila mendengar masa lalu. "


"Nggak apa - apa, Mas paham kok. Sekarang jangan dengar kan gosip murahan lagi, dan kita sama - sama fokus pada calon anak kita dan fokus pada rumah tangga kita. "


"Iya Mas, maaf ya. "


Raiz mencium bibir Adela dan Adela pun membalas ciuman bibir Raiz sehingga mereka saling *******.


*****


"Soni, kita ke Boa. " Ucap Raiz yang sudah siap di dalam mobilnya.


"Hanya berdua? " Tanya Sony.


"Kita urus si Anita, dan kita cari dimana pria bernama Anwar sebelum kabar ini merebak kemana - mana. " Jawab Raiz.


"Sedikit selentingan sudah masuk area pendopo. " Ucap Sony.


"Minta bantuan seseorang cari dia. " Pinta Raiz.


"Kamu kenapa repot - repot sih? "


"Kalau sampai dia tidak di temukan, Anita semakin mengada - ngada di luar sana. Dan akan menjadi berita besar, saya tidak ingin rumah tangga kamu hancur gara - gara satu wanita. "


"Kita meluncur kesana. "


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2