Sang Ajudan

Sang Ajudan
Hukuman Berat


__ADS_3

"Biarkan mereka masuk. " Teriak Raiz.


Adela menatap kesal ke arah Ibu Sukma dan Mila yang berjalan dengan angkuh nya dan segera menghampiri Adela dan Raiz , dengan mimik wajah yang memelas.


"Ada apa kalian kemari? " Tanya Raiz kesal.


"Raiz , Adela kami kemari menyusul Ayah kalian. Saat kesana Ayah katanya di bawa kemari. " Jawab Ibu Sukma.


"Benar, kami kemari menyusul Ayah. " Ucap Mila.


"Bukan nya kalian itu bukan lagi keluarga saya, Ayah sudah menceraikan Ibu. " Ucap Adela.


"Ibu ingin rujuk sama Ayah kamu, Ibu menyesal. "


"Terus terang saja, kemari mau uang berapa?" Tanya Raiz.


"Mas, kamu jangan macam - macam. " Ucap Adela gereget.


"Ah, Nak Raiz. Kami tidak perlu uang hanya perlu pengakuan saja. Kalau kami ini adalah keluarga kalian. "


"Keluarga yang bagaimana dulu, saat kaya di akui keluarga, saat miskin di jauhi. " celetuk Adela.


"Del, kami ini keluarga kamu. Jangan sombong lah, apa kamu tidak sadar siapa yang mengasuh kamu sejak kecil. " Ucap Mila.


"Saya sadar, siapa yang mengasuh saya sejak kecil. Dia, wanita serakah dan suka menjual harga diri demi uang. Saya sadar, tapi saya bukan Adela yang dulu, dan ingat kedua kaki kalian haram untuk masuk kedalam rumah kami. "


"Kamu kurang ajar Adela. " Tunjuk Ibu Sukma.


"Apa kamu nggak sadar, kamu sedang hamil tidak takut karma hah..!! " Bentak Ibu Sukma.


"Benar, karma akan datang pada kalian berdua. " Bentak Mila.


"Hey, mulut kalian yang kata - kata itu akan berbalik pada kalian. Yang istri saya katakan itu benar, kedua kaki kalian haram masuk kedalam rumah ini. " Ucap Raiz emosi.


"Kamu, baru menjadi orang nomer satu saja sombongnya bagaimana kamu . " Bentak Ibu Sukma.


"Saya seperti ini bukan sombong, tapi orang yang seperti kalian itu pantas di perlakukan seperti itu. Sudah di baik in malah kalian melunjak. Dan kenapa kalian siksa Ayah mertua saya hah..!! " Bentak Raiz.


"Menyiksa, itu pantas buat suami tidak berdaya seperti dia. " Bentak Ibu Sukma.


"Suami tak berdaya, urusan nya apa? Ayah saya bukan suami kamu lagi Sukma. " Ucap Adela.


"Kamu memanggil saya hanya nama, benar - benar durhaka. "


"Bu, kita kasih pelajaran saja perempuan seperti dia. "


"Andi, tolong panggil Polisi. Pasal kan mereka dengan bukti percakapan CCTV, kasus penganiayaan. " Ucap Raiz memberikan perintah.


"Baik Pak, saya akan segera hubungi kantor Polisi. " Ucap Andi segera pergi.


"Kalian...!!! " Tunjuk Ibu Sukma.


"Sony panggil mereka suruh aman kan kedua wanita g***la ini. " Ucap Raiz.

__ADS_1


"Selamat datang di sangkar macan. " Ucap Adela tersenyum.


Ibu Sukma dan Mila berusaha berontak, namun mereke dengan segera di amankan di sebuah pos.


Adela hanya merasakan kesal sehingga membuat perutnya merasakan sangat kencang.


"Kenapa Yank? " Tanya Raiz panik dan langsung menyuruh Adela untuk duduk.


"Kencang banget, efek tadi mungkin. " Jawab Adela.


"Minum dulu Yank, Yuna ambil minum. " Ucap Raiz.


Segera Yuna mengambilkan air mineral kemasan., dan memberikan pada Raiz.


"Minum dulu Yank. "


Adela pun menyedot air mineral kemasan, dan memberikan nya lagi pada Raiz. Kedua tangan Raiz memijat kaki Adela yang sudah terlihat bengkak.


"Istirahat saja ya, biar mereka yang urus Mas."


"Iya Mas, nanti jangan sampai mereka bebas."


"Pasti, mereka tidak akan bebas. Karena Mas akan naikan kasusnya. "


"Saya masuk dulu. "


"Iya sayang. "


*****


Raiz menyerah kan bukti CCTV dan percakapan bahkan photo luka lebam di tubuh Pak Syarif.


"Silahkan periksa, dan bila perlu bukti lebih detail bisa visum luka korban." Ucap Raiz.


"Ibu bagaimana, kita bakal di penjara." Bisik Mila setengah takut.


"Sudah tenang saja, kita nggak akan di penjara. " Bisik Ibu Sukma.


"Baik Pak, kami akan periksa. " Ucap Polisi.


Raiz tersenyum pada kedua nya, dan menyangga kedua tangan nya di meja sambil menatap Ibu Sukma dan Mila.


"Kalau kalian tidak jahat, saya pun tak balas kejahatan kalian." Ucap Raiz.


"Kami tidak akan pernah memaafkan kalian." Bentak Ibu Sukma.


*****


"Dengan bukti ini sudah jelas Pak, kami juga perlu visum kondisi korban."


"Baik, besok bisa visum. " Ucap Raiz.


"Bisa Pak, dan sementara mereka belum kami tetap kan sebagai tersangka. Tapi kami akan amankan di sini. "

__ADS_1


"Iya kalau di lepas takut nya berbuat onar lagi."


"Tenang Pak Bupati, mereka aman."


"Terima kasih. "


Sedangkan di dalam sel tahanan, Ibu Sukma dan Mila merasakan kesal. Dan terus berbuat keributan di dalam sel, dengan berteriak dan memukul jeruji besi.


****


Anak Yatim piatu pun sudah pada datang, dan sedang mendengar kan ceramah dari Ibu Ustadzah Fatimah. Adela duduk berdampingan dengan Raiz dan beberapa undangan Kadis, Kabid, ketua DPRD, dan para pejabat lain nya. Dan warga sekitar pendopo.


Setelah selesai memberikan ceramah, Raiz dan Adela memberikan beberapa kata, dan di lanjutkan pemberian santunan bagi anak yatim piatu, dan berbagai sembako untuk warga.


"Ibu - Ibu, Bapak - bapak dan adik - adik semua, di persilahkan untuk mencicipi hidangan yang sudah di sediakan oleh kami." Ucap Yuna yang sebagai MC di acara syukuran.


"Alhamdulillah, acaranya lancar Mas. " Ucap Adela.


"Alhamdulillah, mereka sangat menikmati."


"Ayah, pasti Ayah senang kan melihat ini semua. " Ucap Adela sambil memijat kedua punggung Pak Syarif.


Pak Syarif tersenyum dengan mengangguk kan kepalanya, Ibu Nuri dan Pak Kusumo pun hadir di acara.


"Sukses terus nak, berkah selalu. " Ucap Pak Kusumo Pada Raiz.


"Amin, alhamdulillah Pah. Terima kasih sudah selalu mendukung Raiz dalam segala hal. "


"Doa Papah selalu ada untuk kamu, doa Papah hanya satu yaitu kamu bahagia dunia akhirat. "


"Amin, terima kasih kembali Pah. "


****


"Jadi bagaimana Mas? " Tanya Adela.


"Besok Ayah di visum, karena bukti real nya juga perlu. " Jawab Raiz.


"Mudah - mudahan mereka kapok. "


"Iya, mereka harus di beri hukuman. Agar otak serakah nya hilang. "


"Jujur Mas, saya juga merasakan kasihan. Tapi kalau di biarkan malah tambah melunjak."


"Makan nya, di dalam penjara biar mereka sadar. Kalau tidak sadar berarti memang harus di asing kan di buang yang sangat jauh dari negara ini. "


Adela beralih duduk di kedua paha Raiz dan mengalungkan kedua tangan nya , lantas mengecup bibir suaminya.


"Mau di sayang nggak malam ini? " Ucap Adela dengan jemarinya memainkan kancing pakaian Raiz.


"Mau lah, siapa sih yang nggak mau di sayang. " Raiz merapatkan tubuh Adela dengan terhalang perut nya yang sudah besar.


Raiz menarik tengkuk leher Adela dan mencium bibir nya, kini mereka pun saling membalas.

__ADS_1


"Mas yang main ya..!! "


"Siap sayang tancap...!!! "


__ADS_2