
"Ayah... Ibu.. tolong....!!! " Teriak Mia saat dua orang pria menarik paksa kedua tangan nya.
"Tolong Nak Sony jangan bawa Mia ke kantor Polisi, dia masih tak mengerti apa - apa. " Ucap Ibu Sukma.
"Tak mengerti apa - apa maksud ibu, kalau jual berita dapat uang 50 juta itu maksudnya apa ya? " Ucap Sony.
"50 juta juga untuk berobat Ayah nya Adela bukan untuk senang - senang. " Ucap Ibu Sukma.
"Oh.. untuk berobat, saya tanya sama Bapak. Apakah benar yang di katakan istri Bapak? " Ucap Sony.
"Benar Nak Sony, Bapak sebenar nya sakit TBC, Bapak sendiri tidak tahu tentang uang itu " Ucap Pak Syarif.
"Ayah bilang tidak tahu? Kemarin Ayah bisa makan itu uang dari mana hah... itu uang yang 50 juta Mia dapat kan. Ini hukuman buat Adela yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup kita. Sudah sengsara malah cerai sama suaminya , dari mana kita dapat kan lagi uang untuk kita sehari - hari. " Bentak Mia.
"Mia, apa kamu lupa. Kuliah kamu sampai lulus Raiz yang membiayai kamu. Apa ini balasan kamu sama dia. Tidak ada orang sebaik dia Mia, dan Kamu Sukma menjadikan anak saya Sapi Perah, dan kamu membuat saya tidak punya harga diri. " Ucap Pak Syarif.
"Asal kamu tahu, suami penyakitan itu tidak berguna. Kalau di rumah ini tidak ada yang bisa di andalkan, saya sudah tinggal kan kamu. " Ucap Ibu Sukma.
"Apalagi anak kamu penyakitan sekarang, sebentar lagi juga dia akan pergi dari dunia ini." Ucap Ibu Sukma.
Plaaaakkkk
"Cukup kamu menghina anak saya, dan cukup kamu menyiksa anak saya. Dia sudah korban kan hidup nya, tenaganya kita tidak pernah peduli. Saya salah sebagai Ayah nya, dan kita salah semua nya. " Ucap Pak Syarif menyesal.
"Kamu baru menyesal sekarang hah... setelah anak kamu sakit? Saya capek hidup miskin seperti ini terus, saya capek. " Bentak Ibu Sukma.
"Kita cerai sekarang, saya talak kamu. " Ucap Pak Syarif.
"Hahahaha... kamu ceraikan saya, baik saya akan dapat kan lebih dari kamu. Sudah miskin penyakitan pula. Mia, ayo kita pergi. " Ucap Ibu Sukma.
"Maaf, dia harus kami bawa ke kantor Polisi atas pencemaran nama baik. Dan biaya kuliah sampai lulus Pak Raiz menarik nya kembali." Ucap Sony.
"Apa!!! di tarik? Nggak itu nggak boleh. " Ucap Mia.
"Maaf, kamu harus pertanggung jawab kan semua nya. Dan sebagai bentuk rasa kecewa nya Pak Raiz meminta kalian ganti rugi sebesar 100 juta kalau tidak Penjara akan menanti kalian berdua dan akan di masukan dalam pasal pencemaran nama baik, penipuan dan perdagangan manusia. " Ucap Sony.
"Kamu sungguh keterlaluan..!!! " Bentak Ibu Sukma.
"Bawa mereka ke kantor Polisi. " Suruh Sony.
"Ayah, tolong Ayah.. cepat panggil Mas Raiz dan Mba Adela. " Ucap Mia.
"Mas, jangan diam saja. " Bentak Ibu Sukma.
"Maaf, sudah cukup saya jadi orang tak berguna dan b****oh.Saya capek, bawa saja mereka terserah mau di apakan." Ucap Pak Syarif masuk kedalam rumah nya.
"Syarif.... kamu keterlaluan....!!! " Teriak Ibu Sukma.
*****
__ADS_1
"Ibu kenapa nggak bilang mau kesini? "
"Ibu kangen sama kamu. " Ucap Ibu Nuri.
"Lama ya bu nggak bertemu, Ibu sehat kan? " Ucap Adela.
"Alhamdulillah sehat, gimana penyakit kamu?"
"Kalau tanpa obat saya nggak mungkin bisa menahan nya. "
"Kamu sekarang sedikit kurus, apa tambah parah? "
"Saya ini perlu donor jantung, tapi saya serahkan sama yang di atas bu, kalau saya masih di ijinkan umur panjang pasti akan dapat donor jantung nya. "
"Nak, kembali lah sama Raiz. Dia sudah cerai sama Anita. Ibu ingin kamu rujuk sama Raiz. "
"Ibu selalu yang terdepan mendukung hubungan saya sama Mas Raiz. Sekarang saya belum memikirkan itu, saya ingin fokus pada hidup saya bu. "
"Raiz masih mencintai kamu, dan sebaliknya kamu juga. Apa salah nya kalian bersatu kembali. "
"Entah lah Bu, apa nantinya saja. "
*****
"Bagaimana mereka? " Tanya Raiz saat Sony sudah kembali dari kota tempat Adela berasal.
"Bagus, mereka harus di gertak seperti itu. Kalau mereka bilang maaf dan tobat saja lantas pergi jauh - jauh saya akan lepaskan mereka. "
"Mereka keras kepala, dan tak mau di salah kan. "
"Lanjut kan saja, biar mereka merasakan bagaimana dingin nya tidur di balik jeruji besi."
"Berkas pengajuan cerai kalian sudah masuk." Ucap Sony.
"Saya minta cepat proses nya, jangan pakai sidang lagi langsung ketuk palu saja. "
"Baik, saya akan urus semuanya. "
"Sony, apakah ini cara kami kembali? " Ucap Raiz.
"Apa kamu yakin akan rujuk? "
"Saya mencintai nya, apapun terjadi pada dia. Saya akan tetap bersama dia di sisinya. "
"Perjuangan kan cinta kamu. "
"Carikan donor jantung untuk dia. "
"Akan saya usahakan. "
__ADS_1
******
Ceklek
Adela membuka pintu, dan melihat seorang pria yang mengenakan masker serta kacamata hitam. Adela tahu siapa di balik masker dan kacamata hitam tersebut.
"Mas bawakan makanan untuk kamu. " Ucap Raiz sambil menunjukkan beberapa kotak.
"Ngga usah repot - repot Mas. " Ucap Adela.
"Apa Mas nggak di suruh masuk? "
"Masuk." Ucap Adela.
Raiz duduk di atas karpet tebal lantas membuka semua kotak yang di bawanya.Terlihat ada beberapa kue basah, lauk pauk dan nasi.
"Ini buatan Vera, kamu kangen kan masakan buatan nya. "
"Terima kasih Mas. "
"Kapan jadwal chek up lagi? "
"Baru kemarin chek up, obat nya juga masih. "
"Mulai sekarang Mas akan jaga kamu, kalau ada apa - apa jangan sungkan hubungi Mas. "
"Seperti nya tidak perlu Mas, selama nya kita tidak akan pernah bersatu. "
"Mas sudah cerai sama Anita, mungkin cara kita kembali seperti ini."
"Saya tidak mau, Mas buang waktu bersama saya. Adela yang sekarang sakit parah, sering keluar masuk rumah sakit. Beda dengan yang dulu sakit tapi nggak separah ini. Bukti nya saja Bang Irfan meninggalkan saya , Mas apa mau bersanding dengan wanita yang rapuh seperti saya. "
"Mas nggak peduli, Mas akan memberikan semangat untuk kamu. Sekarang Mas sedang cari donor jantung untuk kamu."
"Mas, kita memang saling mencintai. Tapi sampai kapan pun kita tidak bisa bersama. Umur saya juga tidak tahu kapan berakhir, mendapatkan donor Jantung pun bila tubuh saya baik - baik saja saya akan sehat, tapi bila tidak saya tidak mungkin bisa bertahan. "
Raiz memegang tangan Adela dan mengusap punggung tangan nya.
"Biarkan Mas jadi orang terakhir yang akan mendampingi sisa hidup kamu, ijinkan Mas kembali masuk di kehidupan kamu. Mas akan tegar dan kita harus sama - sama ikhlas bila suatu saat nanti kita akhirnya berpisah juga."
.
.
.
.
.
__ADS_1