
"Mas, masih cuti? " Tanya Adela setelah pulang dari rumah sakit mereka langsung tinggal di rumah dinas.
"Masih, nanti lusa Mas baru mulai beraktivitas lagi. " Jawab Raiz sambil menyisir rambut Adela.
"Mas, makasih sudah perhatian. "
"Sama - sama sayang, kan Kamu istri Mas. "
"Baru kali ini saya bisa tersenyum seperti ini, menatap di cermin melihat wajah sendiri yang tampak bahagia. Kemarin - kemarin bukan wajah ini yang saya lihat."
Raiz memeluk tubuh Adela dari belakang, dengan lembut Raiz menciumi tengkuk leher nya.
"Bagi Mas, kamu dari kemarin wajah nya tetap sama, cantik dan ceria. Walah kondisi kamu sedang tak sehat. "
"Bagi, bagi orang lain bagaimana?"
"Biarin aja orang lain, yang penting buat Mas sendiri. "
"Sayang, Mas ingin mengumumkan pernikahan kita nanti, dan Ajudan pun Mas akan ganti. "
"Harus cowok ya, jangan cewek kecuali saya."
"Iya Ibu Raiz, tenang saja. Yang Ajudan cewek itu hanya kamu seorang selain itu tidak boleh."
"Benar ya awas kalau bohong. "
"Iya sayang. "
******
"Terima kasih yang sudah hadir atas undangan saya, dengan memanggilnya kalian semua saya hanya ingin memberitahu bahwa saya sekarang telah menikah lagi, dan pasti kalian tahu siapa wanita yang menjadi pendamping hidup saya. " Ucap Raiz sambil menoleh ke arah Adela dengan menggenggam erat tangan nya.
"Wanita yang dulu pernah hidup bersama dan gagal, kini kita di takdir kan bersatu kembali. " Ucap Raiz sambil tersenyum.
"Selamat Bapak Ibu, semoga kalian selalu menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah. " Ucap salah satu staf.
"Amin.. terima kasih. " Ucap Raiz.
"Pak, untuk Ajudan apakah masih tetap Ibu? " Tanya salah satu kepala Dinas.
"Mau nya sih begitu, tapi itu nggak akan ya karena nanti akan ada pengganti istri saya. "
Adela hanya tersenyum saat berhadapan dengan mereka yang menatap nya pun ikut berbahagia.
"Semoga kalian semua menerima kehadiran saya sebagai Ibu Bupati dengan baik, insya Allah saya akan membantu dan mendukung segala kegiatan suami saya untuk kemajuan kabupaten Pakis." Ucap Adela.
"Terima kasih Yank. "
"Sama - sama Mas. "
*****
"Kalian makan yang banyak, Ibu sengaja membawa nya dari rumah. " Ucap Ibu Nuri sambil menuangkan lauk dan nasi untuk Raiz dan Adela.
"Cukup Bu, nanti gampang nambah. " Ucap Raiz.
"Kalian harus habis kan. "
"Adela mungkin hanya sedikit Bu, karena tubuh saya masih belum bisa menyesuaikan."
"Nggak apa - apa nak, yang penting tubuh kamu dapat asupan gizi. "
__ADS_1
"Terima kasih bu. "
"Sama - sama. "
"Bu, tinggal lah di sini bersama kami. " Pinta Raiz.
"Nggak nak, Ibu lebih nyaman tinggal di rumah kamu. Hanya rumah itu yang paling nyaman untuk Ibu, disana Ibu akan menanti kelahiran anak - anak dari kalian."
"Tapi Ibu sendiri. "
"Biasanya kan Ibu selalu sendiri, dan Ibu juga nggak enak sama Papah kamu nanti dia akan sungkan datang kemari. "
"Papah, setelah Mamah pergi Papah tidak pernah kemari dan kami seperti jauh. "
"Jangan di ambil hati, watak Papah kamu memang seperti itu. "
"Saya tidak meminta Papah sama Ibu rujuk, tapi rukun lah karena usia kalian tak lagi muda. Apalagi yang harus di masalah kan, malu kalian itu adalah calon kakek dan nenek bagi anak - anak kami. "
"Ibu dari suku tidak pernah membenci Papah kamu, hanya dia seperti menganggap Ibu ini musuh besar nya. "
"Raiz sebagai anak akan berusaha memperbaiki keadaan, dan mungkin Papah juga pada Adela masih ada ketidaksukaan nya. "
*****
"Mas, berarti saya cuti sementara mendampingi Mas sebagai Ibu Bupati. "
"Iya dong, karena nanti akan banyak kegiatan. Tapi kalau capek jangan di paksa, bisa di handle. "
"Mas, saya takut mengecewakan. "
"Nggak akan, kamu pasti bisa. "
"Tapi Mas, saya takut mengecewakan Mas. "
"Nanti Mas selalu ada belakang saya kan?"
"Iya sayang, kamu akan selalu ada di depan Mas. Dan Mas akan selalu mendorong kamu untuk maju dan membantu segala kesulitan nya."
******
"Mas hari ini pakai batik ya? " Tanya Adela saat menyiapkan pakaian untuk Raiz.
"Iya, oh iya karena Mas belum dapat kan Ajudan untuk sementara Sony akan merangkap jadi Ajudan nya Mas selain juru bicara Bupati. "
"Memang nya nggak ada ya? "
"Ada tapi perempuan, katanya kamu nggak mau. Jadi belum ketemu sama Ajudan laki - laki. "
Adela membantu memakai kan baju Batik ke tubuh Raiz dan mengancingkan nya.
"Mas ada rapat rutin, nanti mungkin pulang setelah maghrib. Soalnya setelah rapat ada kunjungan ke salah satu pertanian, pembukaan wisata agro."
"Iya, nanti kabari saja kalau Mas sudah selesai kegiatannya. "
Raiz menarik tubuh Adela hingga memeluk pinggang nya, dagu Adela Raiz angkat dan mencium bibir nya hingga menggigit, Adela mengalunkan kedua tangan nya dan membalas ciuman yang di berikan oleh suaminya hingga saling berbalas dan saling *******.
"Sudah akh.. nanti kebablasan, Mas berangkat dulu ya. " Ucap Raiz.
"Hati - hati. " Ucap Adela sambil mencium punggung tangan Raiz.
****
__ADS_1
"Sony rasanya saya ini nggak bisa lama - lama meninggalkan Adela di rumah. "
"Kenapa, dia sakit lagi. " Ucap Sony.
"Nggak, saya kangen terus sama dia. " Ucap Raiz.
"Yaelah Pak, kirain apa. Ini tugas Bapak masih menumpuk, urusan sama Ibu nanti malam ya." Ucap Raiz menunjukkan beberapa agenda.
"Saya ajukan cuti ya. "
"Maaf Pak Bupati, ini hanya urusan pribadi Bapak bukan darurat jadi mungkin cuti Bapak akan di tolak sama Pak menteri dalam negeri."
"Jadi apa dong biar di ijin kan? "
"Kecuali ada yang meninggal dunia dan sakit, kalau Bapak mau bisa pilih salah satunya." Ucap Sony sambil tersenyum.
"Asem banget, kamu saja pilih salah satu itu." Ucap Raiz kesal.
Hahahahah
"Sabar bro, tinggal beberapa jam lagi kamu pulang, selesaikan dulu urusan nya baru urus masalah ranjang. "
Hahahahah
"Bisa aja ya kamu. " Ucap Raiz tertawa.
*****
"Bu, makan malam nya sudah siap. " Ucap Vera.
"Makasih ya vera, tapi saya akan tunggu Bapak pulang. " Ucap Adela.
"Baik bu, permisi. "
"Iya, silahkan."
Hingga jam 9 malam Raiz belum juga pulang, bahkan Sony pun sama. Beberapa kali ponsel tak bisa di hubungi.
Tepat jam 10 malam Raiz pulang bersama Sony, Adela langsung menyambut suaminya. Terlihat wajah lelah suaminya hingga terlihat lingkaran hitam di kedua bawah matanya.
"Sayang belum tidur?" Tanya Raiz.
"Nunggu Mas pulang, dan makan malam juga sudah di siapkan dari tadi. Mas mau makan dulu atau mandi dulu? " Jalan Adela kembali bertanya.
"Mas, mandi dulu ya. "
"Saya hangatkan dulu masakan nya, kasihan kalau suruh Vera barang kali mau istirahat."
"Nggak usah di hangatkan, siapkan air panas saja buat mandi nya Mas. "
"Ok siap. "
.
.
.
.
.
__ADS_1
.