
"Raiz, lihat itu. Bukan nya Anita. " Tunjuk Sony.
"Kenapa? " Tanya Raiz.
"Dia seperti nya mobil nya mogok." Jawab Sony.
"Lantas? "Ucap Raiz.
" Daerah sini jauh sama bengkel. "Ucap Sony.
" Biarkan saja lah, pasti sudah menghubungi mobil derek."
Mobil Raiz melewati mobil Anita, dan saat itu Anita tahu namun mobil Raiz melewatinya.
"Raiz, kamu masih ingat kan. Kalau Anita itu adik kelas saat kita SMA. "
"Terus?"
"Kamu ingat, dia sering di bully. Kita ini Pahlawan nya, dan kita berpisah saat kita jalan masing - masing, di pertemukan lagi saat ada suatu acara. "
"Saya baru dekat saat itu, waktu SMA kamu kan yang dekat. "
"Tapi bagaimana juga dia bagian dari kita. "
"Pak tolong putar balik. " Ucap Raiz.
Sony dan Raiz turun dari mobil, dan mobil Patwal pun ikut putar balik.
"Mobil nya kenapa? " Tanya Sony.
"Nggak tahu, tiba - tiba mogok. " Jawab Anita.
"Biar saya periksa." Ucap Sony.
Raiz hanya diam bersandar di samping mobil, sedangkan Sony sibuk memperbaiki mobil milik Anita.
"Mas apa kabar? " Sapa Anita.
"Baik." Ucap singkat Raiz.
"Selamat ya atas pernikahan kalian."
"Terima kasih. "
Anita mengusap perut nya yang sedikit terlihat dan tersenyum ke arah Raiz.
__ADS_1
"Seandainya ini anak kamu, pasti saya tidak begini. " Ucap Anita.
"Sony, apanya yang rusak. " Teriak Raiz.
"Seperti nya harus panggil derek, ada kabel yang putus dan sedikit bau asap. " Ucap Sony lantas menghubungi pihak bengkel.
"Kamu dari mana sih? "
"Saya habis mengantarkan berkas kepindahan saya, sekarang tidak di Bapeda lagi saya di Dinas pengairan kecamatan Boa."
"Jauh itu. "
"Iya, saya nanti pindah kesana. Saya malu kalau masih dilingkungan kabupaten. Keluarga juga sudah nggak peduli."
"Terus status anak kamu nanti di luar sana bagaimana? " Tanya Sony.
"Mungkin yang mereka tahu, ini anak sama Pak Bupati. " Jawab Anita.
"Jangan asal bicara kamu, kalau sampai dengar di telinga Adela bisa marah dia." Ucap Raiz.
"Begitu ya, maaf. " Ucap Anita tersenyum kecut.
"Kalau sudah datang kita langsung pulang." Ucap Raiz lantas masuk kedalam mobil nya.
"Terima kasih." Ucap Anita.
*****
"Bu, besok nanti ada kegiatan menghadiri acara Drama Wanita. " Ucap Yuna.
"Acara nya jam berapa? "Tanya Adela.
" Jam 10 siang, di gedung kesenian." Jawab Yuna.
"Terima kasih infonya. "
"Sama - sama bu. "
Adela lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi Raiz dan panggilan nya pun tersambung.
"Assalamualaikum Mas, sudah sampai mana?"
"Walaikumsalam, Mas lagi di jalan. " Ucap Raiz dari seberang.
"Oh, yaudah. Ehmmmm... Mas I love you, kangen cepat pulang. " Ucap Adela sambil tersenyum.
__ADS_1
"I love you too sayang. "
Sedangkan di tempat yang berbeda, setelah menerima telepon dari Adela, Raiz tersenyum sendiri di dalam mobil.Kejadian tersebut saksikan oleh Anita yang melihat nya dari kaca spion.
"Sekarang Mas bahagia ya, berbeda waktu dengan saya dulu. " Celetuk Anita.
"Jelas lah, cinta yang sebenarnya bukan cinta pengkhianatan. " Ucap Raiz.
"Nggak jauh berbeda Mas kamu sama saya, kita sama - sama pengkhianat cinta."
"Saya bahagia dengan pernikahan ini, semoga rasa bahagia saya bisa juga kamu bahagia juga. "
"Saya tidak bahagia, saya merasakan sedih saat ini. Melihat kamu bahagia rasanya hati ini ingin menangis sejadi - jadinya."
"Menangis nggak ada yang melarang kamu, kalau kamu ingin menangis silahkan bila itu membuat kamu lega. "
Anita menunduk dan seketika terisak, dan di dalam mobil pun diam saat Anita menangis.
***
"Terima kasih sudah mengantar pulang. " Ucap Anita.
"Jadi kamu tinggal sama siapa? " Tanya Sony.
"Sekarang hanya sama bibi, kadang saya tengah malam mengidam sering nya minta sama bibi untuk buatkan sesuatu. " Jawab Anita.
"Sony, kita harus segera pulang. " Ucap Raiz.
"Anita, kami permisi dulu ya. " Ucap Sony.
"Hati - hati. " Ucap Anita.
Mobil yang di tumpangi Raiz pun pergi meninggalkan Anita yang masih berdiri hingga mobil hilang dari pandangan nya.
"Saya menyesal Mas, menyesal. "
.
.
.
.
.
__ADS_1