Sang Ajudan

Sang Ajudan
Hanya Masa Lalu ( Hati Cemburu)


__ADS_3

" Malam banget Mas? " Tanya Adela sambil membuka satu per satu kancing pakaian Raiz.


"Tadi habis mengantar pulang Anita dulu. " Jawab Raiz, seketika tangan Adela terhenti saat pada kancing pakaian terakhir dan melanjutkan lagi.


"Mas hanya di dalam mobil nggak mampir, dan saat itu ada Sony, supir dan pengawal. "


"Saya percaya kok sama Mas. " Ucap Adela tersenyum sambil melepaskan pakaian Rai yang melekat di tubuh nya.


"Sayang." Raiz memeluk tubuh Adela.


"Jangan takut Mas akan berpaling dari kamu sayang."


"Iya Mas, saya percaya kok. "


"Terima kasih sayang. "


Adela melepaskan pelukan Raiz lalu mengecup kening nya dan Raiz membalas kecupan nya.


"Saya siapkan air hangat nya dulu."


"Terima kasih. " Ucap Raiz tersenyum.


Raiz membaringkan tubuh nya sesaat di atas tempat tidur sambil menunggu Adela yang sedang menyiapkan air hangat.


"Mas, sudah siap. "


"Iya, makasih Yank. "


"Sama - sama. "


Adela mengambil ponsel milik Raiz, dan iseng membuka ponsel suaminya yang sebelum nya sudah tahu password ponsel nya.


Adela memeriksa semua isi chat suaminya yang kebanyakan chat dari para pejabat, dan chat an milik nya. Saat membuka status di salah satu postingan, Raiz masih menyimpan nomer Anita.


Imam yang telah saya paling kan kini menjadi milik nya


Adela hanya menatap kesal dan saat itu Raiz keluar dari kamar mandi dan melihat Adela sedang memegang ponsel nya.


"Ada pesan atau telepon? " Tanya Raiz sambil menuju ke arah lemari pakaian.


"Ngomong apa saja sama Anita? " Tanya Adela.


"Nggak ngomong apa - apa, memang nya ada apa? " Jawab Raiz kembali bertanya.


"Nih lihat. " Tunjuk Adela.


Raiz pun membaca postingan Anita lalu memberikan nya kembali ponsel milik nya pada Adela.


"Sudah malam kita tidur ya, Mas capek. "

__ADS_1


"Jawab dulu, apa saja yang kalian bicarakan."


"Mas kan sudah jujur, tadi itu Mas nggak sendiri. Kamu bisa cari tahu sama mereka. "


"Bisa aja kali mereka di join."


"Demi Allah Yank, Mas nggak bohong."


"Terus kenapa bikin status begini."


"Ya.. mungkin karena dia menyesal saja."


"Intinya mau minta balikan? "


"Kalau dia mau, apa kamu siap Mas dua kan?"


"Ceraikan saja saya. "


"Mas juga nggak mau sayang, kenapa bisa sama Anita tadi karena permintaan Sony untuk menolong dia. Saat itu jauh dari sana sini, dia mogok mobil nya posisi sedang hamil muda. Mobil nya di bawa sama derek dan kita mengantarkan nya pulang.'


" Benar nggak bohong?"


"Sumpah sayang, Mas nggak bohong."


"Awas saja kalau bohong. "


"Iya nggak akan bohong sayang, kita tidur yuk sudah malam. "


"Jatah apaan? "


"Ih.. pura - pura nggak ngerti. "


"Itu loh jatah begini. "


"Begini apa? " Tanya Raiz yang sudah tahu arah pembicaraan Adela.


"Ya begini itu loh Mas. " Jawab Adela malu.


"Yang seperti apa dulu, coba praktekan." Ucap Raiz.


"Itu loh Mas, begini ah kelamaan. "


Adela langsung mencium bibir Raiz, sang suami tahu bahwa istri nya sedang mode on hanya diam menikmati permainan nya saat merasakan Adela ingin di balasnya Raiz pun langsung membalas Adela, hingga mereka berdua sama - sama terbang melayang ke langit ke tujuh. "


******


"Gara - gara kamu antar Anita kemarin, si Anita jadi baper. " Ucap Raiz.


"Baper bagaimana? " Ucap Sony.

__ADS_1


"Kamu baca kan status nya tadi malam. "


Sony mengambil ponsel nya dan membaca status Anita yang di posting semalam.


"Tahu kan? " Ucap Raiz.


"Ya nggak tahu kalau dia jadi begitu."


"Makan nya, kalau sama saya jangan ajak - ajak, sudah tahu Ibu Negara sekarang itu seperti mata - mata dan polisi berjalan."


"Sorry, tapi bukan salah saya dong. Kalau mau marah sama orang nya, dan kamu kenapa juga masih simpan nomer nya. " Ucap Sony.


"Nggak kepikiran kesana. " Ucap Raiz.


"Hapus lah, jangan sampai gara - gara masih menyimpan nomer mantan nanti nya bisa jadi bumerang. "


"Kamu jelaskan pada Adela tentang yang kemarin. "


"Dari kamu saja sudah cukup kalau Adela itu percaya sama kamu. "


"Tolong kalau Anita meminta apapun tentang saya jangan kamu kasih."


"Siap tenang saja." Ucap Sony.


*****


"Mas makan dulu. "


Ibu Nuri meletakkan beberapa makanan di atas nakas kamar tidur Pak Kusumo. Pria yang kini telah ditinggal pergi untuk selamanya oleh Ibu Laila, lebih banyak diam dan menyendiri di kamar.


Ibu Nuri hanya diam berdiri menatap ke arah mantan suaminya yang kini sangat terlihat semakin tua dan tak gagah.


"Kamu jangan perhatian sama saya, kondisi apapun saya tidak akan pernah bertekuk lutut sama kamu. " Ucap Pak Kusumo.


"Terserah Mas mau bilang apa, saya kemari hanya tahu kabar dari salah satu Asisten rumah tangga Mas. Semenjak di tinggal pergi Mba Laila Mas lebih banyak mengurung diri di kamar. Mas, keadaan tak akan kembali. Terima lah takdir, mba Laila juga melakukan nya dengan ikhlas dan sadar. Dia kini sidak bahagia Mas disana, jadi Mas harus kuat dan bangkit lagi. Apa Mas tak memikirkan Raiz putra kita, dia kini bahagia Mas. "


"Bahagia dan lupa pada Papah nya, dia lebih memilih hidup dengan perempuan yang membuat Laila meninggal dunia."


"Bukan Adela yang salah, disini tidak ada yang salah. Karena ini semua keinginan mba Laila. Saya mohon Mas, terima lah Adela, dalam tubuh Adela ada detak jantung mba Laila yang berdetak sangat sempurna. Raga nya telah tiada tapi jiwa nya masih ada Mas. Ada Pada diri Adela, cinta Mba Laila akan di berikan dari Adela pada Mas sebagai menantu yang menyayangi nya seperti Ayah kandung nya sendiri. Jangan membuat mereka bersedih, jangan membuat mereka kecewa sama kamu Mas, jangan rusak kebahagiaan mereka. Demi Raiz demi mba Laila di surga dan demi Adela buka demi untuk saya. "


Pak Kusumo menangis dengan memegang dada nya, tangisnya keras seperti meluapkan segala yang ada di dalam tubuh nya yang selama ini mengganjal di hati.


"Maaf kan saya Nuri, hiks.. hiks.. maaf kan saya. "


"Saya dari dulu sudah memaafkan Mas, sebelum Mas minta maaf. "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2