
Adela menahan rasa sesak di dada dan terasa sangat sakit, matanya terpejam sambil memegang dada nya.
Adela mencoba bangun untuk mencari obat, yang biasa dia pakai saat dada nya sakit dan sesak.
Beberapa butir pil dia telan dan rasa sakit di dada nya pun sedikit hilang, namun rasa lemas sangat terasa hingga duduk di lantai bersandar kan tempat tidur.
"Ya Allah kalau engkau mau mengambil nyawa saya sekarang, ambil sekarang. Jangan selalu menahan sakit yang tahunan seperti ini. "
Suara ketukan pintu terdengar, Adela dengan wajahnya yang sudah sedikit pias berjalan ke arah pintu.
"Dek, kamu sakit? " Tanya Irfan panik seketika Adela ambruk jatuh tepat di dada Irfan.
Dengan segera Irfan mengangkat tubuh Adela masuk kedalam kamar. Irfan pun melihat beberapa botol obat.
"Ada masalah apa kamu sampai seperti ini? Kamu itu tidak boleh memikirkan sesuatu yang berat bahkan mendengar kabar buruk pun. " Ucap Irfan.
****
Anita menunggu Raiz di dalam kamar pengantin, berkali - kali melihat cermin, Anita berdandan secantik mungkin untuk malam pertama nya. Dengan mengenakan pakaian tidur yang membuat pria yang melihat nya tergoda.
Ceklek
Raiz pun masuk yang masih mengenakan kemeja putih , Raiz melihat Anita yang sedang menatap nya.
Raiz berjalan mendekat ke arah Anita, dan duduk menyamping menatap ke arah tubuh Anita.
"Mas, malam ini kita sudah menjadi sepasang suami istri. Berarti kita sudah halal kan. " Ucap Anita sambil tangan nya bergeliya di sekitar kancing kemeja yang di pakai Raiz.
Tangan nya satu persatu membuka kemeja yang di kenalan oleh Raiz, namun tangan Raiz segera menghentikan tangan Anita saat akan membuka kancing ke empat.
"Maaf, Mas capek. Mas ingin mandi dulu." Ucap Raiz segera beranjak pergi meninggalkan Anita.
Anita hanya tersenyum penuh kekecewaan dan menatap punggung Raiz yang masuk kedalam kamar mandi.
****
__ADS_1
"Masih sakit? Kalau masih kita ke rumah sakit." Ucap Irfan.
"Sudah mendingan. " Ucap Adela.
"Kamu ada masalah apa? sampai penyakit kamu kambuh. "
"Bukan apa - apa. "
"Jangan bohong sama Abang dek, Abang tahu tentang kondisi tubuh kamu. Kamu itu tidak boleh mendapatkan kabar buruk atau menanggung beban yang berat. Dan kamu pun sampai sekarang pasti tak pernah cerita sama keluarga kamu, bahkan kamu seperti nya sudah tak memperhatikan penyakit kamu lagi. "
"Saya capek Bang, lebih baik apa kata takdir." Ucap Adela.
"Kamu nggak boleh begitu, ada Abang sekarang. Abang akan selalu ada buat kamu dek. " Ucap Irfan.
"Jangan tinggalkan saya Bang, terima lah saya apa adanya. "
"Dari dulu Abang sudah menerima kamu apa adanya, mulai sekarang kalau seperti ini lagi kamu harus segera kabari Abang."
"Iya Bang, makasih."
****
"Capek saya maklumi Mas, tapi cuek begini langsung tepar bagaimana nggak dongkol." Ucap Anita kesal.
****
"Loh Abang kok sudah ada disini lagi? Nanti di cari Pak Walikota. " Ucap Adela saat melihat Irfan sudah berada di kontrakan nya kembali.
"Abang ijin dek, kebetulan Pak Walikota sedang ada Acara keluarga, jadi Abang putuskan kesini. "
"Masuk Bang. " Ucap Adela.
"Kamu cuti berapa hari? "
"Saya di kasih satu bulan cuti, dan kerjaan nya ya makan tidur. "
__ADS_1
"Abang bawakan kamu soto Ayam, dimakan ya. "
"Abang sudah makan? " Tanya Adela.
"Belum, Abang ingin sarapan pagi sama kamu. " Jawab Irfan.
"Saya ambil mangkok ny dulu. " ucap Adela.
Adela makan bersama Irfan sambil lesehan, sesekali mereka berdua saling bercerita.
"Ehm.. dek, Abang ingin kita segera menikah saja. " Ucap Irfan.
"Saya ingin bertemu dengan kedua orang tua Abang dulu. "
"Abang akan antar bertemu dengan mereka. Dan Tenang saja, ayah bunda pasti setuju. Dan nggak usah khawatir. " Ucap Raiz.
"Abang sudah cerita kan sama mereka? " Tanya Adela.
"Sudah sayang, tenang saja. "
*****
"Maaf ya tadi malam Mas capek banget." Ucap Raiz sambil memegang kedua pundak Anita.
"Iya Mas, nggak apa - apa. " Ucap Anita.
"Kamu sekarang menjadi istri Bupati, kamu pun harus bisa mengemban nama baik suami dan harus bisa membaur dengan Masyarakat luas, kamu harus memiliki jiwa keberanian dan sosial. "
"Iya Mas, saya akan melaksanakan apa yang Mas tadi bilang. "
.
.
.
__ADS_1