
Raiz berlari keluar mencari Adela, namun tak menemukan Adela. Mulai dari sisi kiri menuju sisi kanan.
"Cari siapa? " Tanya Sony
"Saya cari Adela, tapi nggak ada ya. " Jawab Raiz.
"Adela " Ucap Sony sambil mencari sosok Adela.
"Iya, dia tadi ada saya lihat tapi nggak ada sekarang. " Ucap Raiz.
"Mungkin dia pulang, mana ada hati seorang perempuan kuat melihat mantan pacar nya bersanding dengan anak pimpinan nya dan tak tahu kalau yang menikah dia. "
Raiz tetap mencari mata nya melirik kesana kemari dan saat itu terlihat Adela berjalan sendiri dan Raiz segera menghampiri Adela.
"Kamu habis nangis? " Tanya Raiz saat melihat wajah Adela yang sembab.
Adela hanya diam dan menatap ke arah Raiz, tanpa kata Raiz menarik Adela menuju ke suatu tempat yang tak bisa di jangkau orang.
"Sini tas kamu " Ucap Raiz.
"Untuk Apa Mas? "
Raiz membuka tas Adela, dan mengambil bedak milik Adela lalu membuka nya. Dan mempoles bedak tersebut ke pipi Adela.
"Mas ini apaan sih? " Tanya Adela bingung dengan sikap Raiz.
"Apa kamu akan terlihat sedih di depan dia, apa kamu tak ingin ucapkan selamat untuk nya biar terlihat rapuh. " Ucap Raiz lalu membedaki wajah Adela.
"Sakit hati nya, padahal Pak Andi tahu, Bang Irfan itu calon suami saya. Malah menerima Bang Irfan. "
"Tersenyumlah, lelaki itu bukan hanya dia saja. Kamu tahu lelaki yang di depan kamu ini adalah pria yang sangat mencintai kamu."
"Kita ini bukan siapa - siapa, kita juga tanpa status. "
"Saya akan menemani kamu untuk malam ini, hanya untuk mengucapkan selamat pada sang mantan. " Ucap Raiz.
"Hanya malam ini kan, hanya menemani naik ke atas pelaminan. "
****
Adela berjalan naik ke atas pelaminan bersama Raiz, dan tampak Pak Andi terlihat sedikit kikuk saat melihat Adela.
"Selamat Pak, atas pernikahan putri Bapak. " Ucap Adela.
"Maaf kan saya Adela. " Ucap Pak Andi dengan mimik rasa tak enak hati.
"Tidak perlu minta maaf, saya salut sama Bapak. sangat begitu apik menyimpan rahasia . " Ucap Adela menyindiri.
"Anak saya mencintai Irfan, dan orang tua mana yang tidak mendukung anak nya. "
__ADS_1
"Selamat, semoga anak bapak tidak di sakiti oleh suaminya . "
Adela lalu bersalaman dengan kedua mempelai dan tersenyum sinis.
"Kamu pasti tahu kan, siapa pria yang jadi suami kamu? " Tanya Adela pelan.
"Dia pria yang mencintai saya yang kamu rebut. " Ucap Kembali Adela dengan sinis.
"Maaf, saya mencintai nya dan saya pemenang nya. " Ucap Kinanti.
"Cinta yang kamu dapat itu telah menyakiti hati seseorang dan semoga saja kelak kamu atau anak kamu tidak di tinggal oleh pasangannya, dan karma tidak mengejar mu. " Ucap Adela.
Sorot mata Adela sangat tajam saat berada tepat pada wajah Irfan.
"Selamat Bang, semoga kamu bahagia. " Ucap Adela.
"Maaf kan Abang. "
"Cukup saya saja yang di sakiti, jangan sampai istri Abang di perlakuan seperti saya. Bagaimana pun, belajar lah mencintai nya. " Ucap Adela langsung turun dari atas pelaminan karena rasa dada yang semakin sesak. Dan melewati kedua orang tua Irfan begitu saja yang menatap sinis ke arah Adela.
"Anak nggak sopan. " Ucap Ibu kandung Irfan.
"Biarlah, sekarang dia tidak ada urusan lagi dengan anak kita. " Ucap Ayah kandung Irfan.
Adela duduk di dalam mobil sambil menyedot air mineral dalam gelas, yang di berikan oleh Raiz.
"Bagaimana perasaannya? " Tanya Raiz.
"Masih sakit. " Jawab Adela.
"Sudahlah, jangan memikirkan pria yang sudah tak mungkin lagi kembali sama kamu."
Adela menoleh ke arah Raiz yang kini sedang duduk di samping nya.
"Mas mudah ya bilang lupakan, kamu sendiri saja Mas sama saya nggak bisa lupa. Semuanya butuh proses, mungkin hanya sama Anita Mas tak butuh proses hanya hitungan detik. " Ucap Adela kesal.
"Kan cinta Mas sama kamu itu besar.
" Mending Mas nggak usah menghibur dengan segala gombalan nya, disini saya kecewa sama Pak Andi dan saya kecewa nya Bang Irfan tak bilang kalau dia akan menikah sama Kinanti. Dengan enteng hanya karena cinta rela menyakiti hati seorang. "
Raiz duduk bergeser dan merapat kan tubuh nya hingga sangat dekat dengan Adela.
"Mau nggak kalau Mas sebagai pengganti sakit hati kamu? " Tanya Raiz dan Adela menoleh ke arah Raiz hingga kini wajah mereka jaraknya sangat berdekatan.
"Jangan sekarang Mas. " Ucap Adela.
"Kenapa? " Tanya Raiz kembali.
"Saya takut untuk menjalin cinta, saya hanya ingin fokus sama sakit saya. " Jawab Adela.
__ADS_1
"Biarkan Mas akan menemani kamu disaat seperti ini, biarkan Mas ikut rasakan yang apa yang sedang kamu rasakan. Biarkan Mas menjadi pengobat rasa kecewa dan sakit hati kamu, walau obat nya dulu pernah membuat kamu kecewa. "
"Mas nggak pernah buat kecewa atau sakit hati saya, kita kan memang harus seperti itu. Saya hanya orang keti... " Ucapan Adela terputus saat jari telunjuk Raiz menempel pada bibir Adela.
"Jangan bilang lagi kamu orang ketiga, Mas nggak suka. Kamu bukan orang ketiga saat ini. "
"Tapi awal mula nya saya Mas. "
Cup
Mata Adela membulat sempurna saat Raiz mencium bibir Adela.
"Sekali lagi bilang orang ketiga, ciuman itu akan lebih parah lagi. " Ucap Raiz dengan menahan tawa nya.
"Nggak sopan, dasar pemimpin nggak punya akhlak. " Ucap Adela dengan wajah cemberut nya.
"Nggak punya akhlak kan sama kamu Adela, yang sebentar lagi menyandang status istri Bupati Pakis. "
"Ih... siapa lagi yang mau, di terima saja belum. Sekarang sudah bilang sebentar lagi jadi istri nya Mas. "
*****
"Saya hamil, lihat di keterangan nya saya hamil 14 minggu. " Ucap Anita pada Anwar.
"Maaf itu bukan anak saya. " Ucap Anwar.
"Kamu bilang ini bukan anak kamu, ini anak sama kamu bukan sama Raiz. "
"Saya kan tidak tahu, kalau kamu sama Raiz bisa saja jadi anak. "
Plaaaakkk
"Kamu tahu, saya yakin ini anak kamu. Karena sama suami saya yang dulu tidak pernah menikmati layaknya suami istri. Kamu harus tahu, Raiz tidak pernah buang di dalam tapi di luar. Hanya kamu Anwar yang membuang nya di dalam. " Ucap Anita emosi.
"Kalau tahu di masukan di dalam, kenapa kamu tidak pakai obat pencegah kehamilan. Kenapa kamu polos begitu saja. "
"Kamu kan bilang akan cerai kan istri kamu si Lola. "
"Maaf, saya tidak jadi cerai kan Lola. Dia juga sedang hamil. "
"Hamil..!!! "
"Iya hamil, jadi saya lebih memilih nya dari pada kamu. "
"Kamu jahat Anwar, kamu jahat.. kenapa kamu tega rusak hidup saya. "
Anita terisak menangis saat tahu Ayah dari anaknya tak ingin bertanggung jawab.
"Kalau kamu pintar, minta pertanggung jawaban dari mantan suami kamu. Tinggal bilang kamu hamil anak nya, beres kan. " Ucap Anwar tersenyum mengejek.
__ADS_1