Sang Ajudan

Sang Ajudan
Istri Ngidam


__ADS_3

"Yuna kamu handle semua kegiatan Ibu bisa?"


"Bisa Pak, tapi kalau yang harus Ibu yang hadir bagaimana? "


"Masa sih harus Ibu saja, apa kamu nggak lihat kondisi Ibu Adela. Bilang sama pihak yang mengundang Ibu nggak bisa datang, kalau mereka mau sama kamu lanjutkan kalau tidak ya sudah jangan datang lagi." Ucap Raiz merasakan jengkel.


"Sudah Mas, jangan keluarkan urat begitu. Jangan Mas bentak Yuna, memangnya apa. yang harus saya hadir? "


"Peresmian rumah singgah Ibu Pertiwi, kumpulan Ibu rumah tangga yang terkena KDRT, kasus perceraian seperti itu. Ibu kan jadi kan duta wanita daerah Pakis. " Ucap Hadir.


"Acara nya kapan? " Tanya Adela.


"Besok Bu. " Jawab Yuna.


"Yank, jangan macam - macam kamu datang kesana dengan kondisi macam begini. " Ucap Raiz kesal.


"Mas insya Allah kuat, ada Yuna. "


"Yuna, nanti tolong persingkat acara, hanya 30 menit di lokasi. " Ucap Raiz.


"Baik Pak. " Ucap Yuna.


"Mas, satu jam masa 30 menit. "


"Kamu mau menyiksa orang di sana , kalau kamu muntah, mual, pingsang apa tidak merepotkan. Kondisi kamu lemah, banyak cairan yang keluar. "


"Percaya nggak apa - apa. "


"Nurut suami atau nurut ego kamu? Pilih yang mana. " Ucap Raiz tegas.


Adela menatap ke arah Yuna dan mengedipkan mata pada Yuna.


"Baik Bu, saya akan konfirmasikan pada mereka, hanya bisa 30 menit hadir. " Ucap Yuna.


"Terima kasih."


"Sekarang, mas akan terus siaga sekarang sampai proses lahiran nanti. Tetap saja kalau kamu kenapa - napa Mas yang repot."


"Iya Mas, sudah dong jangan marah - marah terus, kepala ini sudah pusing jadi tambah pusing tahu Mas. " Ucap Adela yang terbawa emosi.


"Maaf, Mas hanya ingin kalian nggak kenapa - napa. "


"Jujur Mas, saya seperti orang sakit yang tidak berdaya. "


"Iya maaf, sekarang mau apa? Pengen makan apa? "Bujuk Raiz.


" Mau nasi goreng sea food, Tomyam sama bubur kacang. "


"Itu makanan berat semua Yank? "


"Kenapa, nggak boleh lagi. "


"Bukan begitu sayang, perut kamu muat ini?"


"Kalau nggak muat kan bisa Mas habis kan, gitu saja repot di bikin susah. "


"Ya sudah nanti Mas suruh Ajudan Mas. "


"Mas Raiz yang beli, jangan suruh orang lain."


"Kalau Mas yang beli bakalan heboh Yank."


"Mau merakyat tidak? "


"Mau lah, asal Mas juga dari rakyat biasa."

__ADS_1


"Ya sudah sana beli nggak pake lama."


"Iya tunggu ya. "


*****


Raiz turun dari mobil nya di tempat kuliner kaki lima, banyak yang mengerumuni Raiz bahkan minta photo saat Raiz membeli berbagai macam pesanan untuk Adela.


"Maaf ya, saya pamit. Terima kasih semuanya." Ucap Raiz pamit.


"Terima kasih Pak Bupati, sudah berkunjung kemari. " Ucap Salah satu warga.


Raiz hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya.


"Sony, nikmat nya punya istri sedang hamil. Perjuangan juga. "


"Saya nggak bisa merasakan nikmat, karena saya belum menikah. " Ucap Sony.


"Kamu itu kalau saya curhat, saya sedang curhat. " Ucap Raiz.


"Iya saya tahu bukan cerita. "


Ajudan Raiz hanya tersenyum sambil mendengar kan pembicaraan mereka yang saling melemparkan kata.


*****


"Astagfirullah, Ya Allah Yank. Bangun dong ini Mas sudah bawakan pesanan kamu."


Adela menggeliatkan tubuh nya dan membuka mata nya saat melihat Raiz membawa nampan berisi pesanan nya.


"Mas makan. " Ucap Adela dengan suara khas bangun tidur.


"Apa, Mas yang makan? "


"Astagfirullah, Yank Mas sudah bela - belain kamu loh, ini masa semua Mas yang makan."


"Nurut nggak , kalau nggak nurut saya teriak nih Mas KDRT. "


"Ya Allah, dosa apa saya punya istri seperti ini."


"Kenapa Mas, nggak mau nggak suka? "


"Jadi kamu ngerjain Mas?? " Ucap Raiz kesal.


"Mas bentak saya, Mas ngajak ribut sama saya hah...!!! " Bentak Adela yang sudah memuncak kemarahan nya.


"Tapi ini kan Yank, mubazir. "


"Ya makan nya makan itu semua, nggak mau saya teriak Mas KDRT. "


"Jangan begitu Yank, kamu tega sama Papah nya calon anak kita. " Ucap Raiz memelas.


"Ini juga permintaan anak Papah loh. " Ucap Adela.


Raiz mengusap perut Adela lalu mengecupnya.


"Jangan kerjain Papah sayang, kalau begini Papah sedih. "


"Sudah Mas, jangan banyak drama habis kan semua." Ucap Adela.


"Iya Mas makan. " Ucap Raiz menurut.


Raiz memakan semua yang Adela ingin kan, hingga mangkuk terakhir berisi bubur kacang yang membuat perut Raiz sudah kenyang.


"Kenapa? " Tanya Adela.

__ADS_1


"Sumpah Yank, kenyang. " Jawab Raiz.


"Habis kan nggak? " Ucap Adela.


"Yank, kenyang. "


"Mas tahu kan, banyak orang di luar sana tidak bisa menikmati makanan seperti ini. Mas seharusnya bersyukur bisa makan enak seperti ini. "


"Mas bersyukur Yank, tapi ini perut sudah tidak bisa menampung."


"Tinggal 5 sendok lagi kan, mubazir. "


Raiz dengan terpaksa meneruskan makan bubur kacang nya hingga habis tak tersisa.


******


Raiz bolak balik ke toilet karena perut yang sakit dan mulas, hingga terkuras habis tenaganya. Sedangkan Adela hanya berkacak pinggang dengan rasa kesal melihat sangat suami.


"Bisa jaga tubuh nggak sih? " Bentak Adela.


"Yank, ini gara - gara kamu. Mas suruh habiskan semua makanan kamu. " Ucap Raiz.


"Oh jadi gara - gara saya, nggak ikhlas. "


"Yank, ampun ya.. Mas menyerah. Sudah ya jangan ajak ribut terus. " Ucap Raiz yang terlihat lemas.


Adela duduk di samping Raiz yang sedang berbaring di tempat tidur, dan Adela mengusap perut Raiz.


"Minum obat ya, nanti saya ambil kan." Ucap Adela pelan.


"Iya ambilkan obatnya. " Ucap Raiz.


Raiz meminum obat yang di berikan oleh Adela, setelah merasakan efek obat nya perut Raiz mulai sedikit membaik.


"Maaf Ya Mas, kalau istri Mas nakal. " Ucap Adela.


"Calon anak Papah dendam apa sih nak sampai Papah di buat begini " Ucap Raiz gemas.


"Senang aja puas ngerjain Mas, kalau begini Mas terlihat begitu sangat sayang sama saya dan dede utun."


"Nggak di gini in Mas tetap sayang sama kalian, tapi jangan lagi - lagi seperti ini.Lihat Mas begini, kalau Mas sakit kamu kan Yank yang repot. "


"Nggak kok, kan ada Ajudan nya Mas, terus ada Asisten, ada Ibu. Nggak repot kok. "


"Terus kamu nya ngapain? " Tanya Raiz .


"Shopping lah, sekarang saja minta shopping sama Mas, beli tas branded, baju baru, perhiasan, sepatu masih banyak deh." Jawab Adela.


"Besok ya, sekarang Mas lemas. "


"Nggak, harus sekarang. "


"Tapi Ya.."


"Nggak ada tapi, kalau nolak saya teriak lagi Mas KDRT. "


"Asem... kamu Yank... ngerjain Mas terus... ya salam... !!! " Ucap Raiz sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2