
"Mas."
"Hem."
"Saya nggak bisa bayar hutang nya. "
Braaakkk
Adela kaget saat Raiz menaruh sendok nya dengan kasar di atas piring.
"Jadi kamu ingkar janji hah..?? " Bentak Raiz.
"Maaf, saya mencoba berhutang pada Bank tetap saja kurang. Ta - tapi saya janji akan lunasi hutang - hutang saya. " Ucap Adela menyakinkan.
"Caranya bagaimana? Kamu serahkan mahkota kamu pada saya gitu. " Ucap Raiz.
"Kalau itu cara Mas, saya rela karena saya istri Mas. " Ucap Adela.
"Cih, kamu ternyata murah. " Ucap Raiz mencibir.
"Maaf, kalau saya terjebak oleh akal saya sendiri dan kalau itu bisa menyelesaikan masalah ini saya rela. "
"Apa kamu yakin ingin membayarnya dengan itu? " Ucap Raiz.
"Kalau itu bisa buat melunasi nya. "
"Jadi harga kamu segitu? "
"Tapi saya tidak sanggup selama 2 tahun harus melunasi sebanyak hutang nya. "
"Adela, saya paham apa yang sedang terjadi pada kamu. Tapi kenapa hutang sebesar itu harus kamu yang menanggung, sedangkan kamu punya saudara kan yang untuk di ajak kerja sama. "
"Dia hanya saudara tiri. "
"Oh begitu,tapi dia juga kan ikut makan uang nya. "
"Jadi bagaimana Pak? Apa mau di tukar dengan yang saya maksud tadi. "Ucap Adela dengan bibir yang bergetar.
"Apakah kamu yakin akan menyerah kan nya pada saya? "
"Tidak menyerah kan nya juga memang seharusnya saya menyerah kan nya karena Mas suami saya. " Ucap Adela.
"Tapi itu ada di perjanjian kan? Jadi ya tidak masuk dalam hutang. " Ucap Raiz.
"Baik kalau begitu saya akan cari pekerjaan sampingan. "
"Kerja apa kamu? " Tanya Raiz yang sudah mulai curiga.
"Masih banyak yang mau dengan saya." Jawab Adela.
"Jangan macam - macam kamu. " Ucap Raiz yang mulai geram.
"Kenapa? saya kan bukan siapa - siapa nya Mas. "
"Baik, kamu boleh bayar dengan yang kamu punya. Saya akan pulang ke rumah. "
Adela tersenyum dan memiliki rasa takut apa yang tadi di bicarakan .
"Gawat, dia malah mau. Padahal tadi saya hanya asal bicara.Benar yang di katakan Mas Raiz saya memang pantas di sebut seperti itu. "
__ADS_1
"Nanti malam saya akan pulang, kamu dandan lah yang cantik. "
*****
Adela turun dari mobil yang di tumpaki bersama Sony dan Raiz, saat itu sudah berdiri seorang perempuan dengan mengenakan seragam PDH ASN nya.
"Assalamu'alaikum Mas. " Ucap nya langsung mencium punggung tangan Raiz.
"Walaikumsalam." Ucap Raiz.
Adela melihat papan nama di seragam nya bernama Anita, mata Anita pun langsung beradu pandang dengan Adela.
"Kamu kok nggak kasih kabar kalau mau kemari? " Tanya Raiz sambil masuk kedalam pendopo.
"Apa harus buat janji untuk calon istri nya. " Jawab Anita.
"Bukan begitu Yank, takut nya Mas lama kembali ke kantor. " Ucap Raiz.
Adela dan Sony berjalan di belakang mereka berdua, dan sampai di depan pintu ruang kerja Raiz, Adela di bawa Sony untuk menuju ruang pertemuan.
"Cantik juga, Ajudan nya Mas. " Ucap Anita.
"Wanita itu cantik bukan tampan kan. " Ucap Raiz sambil tersenyum.
Anita tersenyum ke arah Raiz, dan menggandeng lengan nya.
"Boleh dong saya kenal sama Ajudan cantik nya Mas? "
"Boleh, asal jangan di minta untuk pindah di instansi kamu saja. "
"Kalau kinerja nya bagus saya akan minta dia."
Adela mengintip Raiz dan Anita yang masuk kedalam ruangan kerja nya, dan ada rasa sedih dan bersalah di hati Adela.
"Jangan lah kamu menyimpan rasa pada nya, Raiz sangat mencintai Anita. Jangan sampai kamu jadi duri." Ucap Sony.
"Saya merasa sangat bersalah Mas, dan saya sudah jahat sama Anita. Saya melihat nya mereka saling mencintai, dan Mas Raiz melakukan ini semua hanya kasihan sama saya. " Ucap Adela.
"Kalau kamu semakin kesini paham, pergi lah segera tapi ingat kamu masih punya tunggakan. " Ucap Sony.
"Justru itu Mas, saya belum sanggup atas uang sebanyak itu. " Ucap Adela.
"Makan nya jangan sok kamu bilang akan bayar, masih untung yang kamu paksa Raiz kalau orang jahat bagaimana. Saya mulai paham disini, jangan - jangan ini akal kamu untuk memeras nya dengan kedok kamu seorang ASN yang memang benar keluarga nya terlilit hutang. "
"Sumpah Mas, untuk hutang memang benar tapi tidak tahu tiba - tiba saya di paksa menikah untuk melunasi nya, dan saat itu ada Mas Raiz entah hanya berpikir yakin dia bisa menolong saya, dan sumpah saya tidak tahu dia seorang Bupati. "
"Terserah kamu, bagaimana caranya yang penting kamu cepat pergi menjauh dari Raiz. " Ucap Sony.
*****
"Nak, kamu kenapa nggak kasih kabar sama Ibu kalau kamu mau kemari. " Ucap Ibu Nuri menyambut Raiz.
"Saya hanya mampir setelah mengantar Anita tadi siang. " Ucap Raiz.
"Kamu mau makan atau mau langsung bertemu sama Adela? "
"Dia dimana Bu? "
"Sejak setelah selesai makan malam, Ibu tak melihat nya lagi. Mungkin sudah tidur karena capek. "
__ADS_1
"Saya ke kamar dulu bu. "
"Iya, kalau begitu Ibu Masuk kamar dulu. "
"Iya bu. " Ucap Raiz.
Dengan jantung berdegup sangat kencang, Raiz melangkah menuju kamar nya. Saat tangan nya sudah berada di pegangan pintu, detak jantung Raiz semakin berdetak kencang. "
"Slow Raiz, perasaan seperti ini hanya untuk Anita saja. " Ucap Raiz dalam hatinya.
Ceklek
Raiz kaget saat pintu kamar terbuka, terlihat Adela membuka pintu kamar nya dan mata mereka saling beradu pandang.
"Mas benar datang. " Ucap Adela.
"Iya, karena saya ingin menagih janji kamu." Ucap Raiz.
Adela menggeser tubuh nya yang menghalangi pintu kamar, lalu Raiz pun masuk kedalam kamar nya.
Raiz melepaskan jaket nya sembarang dan hanya menyisakan kaos dan celana jeans nya.
"Mas mau saya buatkan kopi? " Tanya Adela.
"Saya ingin langsung ke intinya. " Jawab Raiz.
Adela berjalan mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur, hingga menjadi remang - remang suasana kamar nya.
Detak jantung kedua nya berdetak sangat kencang, mata mereka pun saling beradu. Perlahan Adela membuka hijab yang melekat di kepala.
Mata Raiz menatap takjub saat kecantikan di balik kerudung yang menutupi nya selama ini. Rambut panjang terurai dengan menyisakan aroma wangi rambut.
Satu persatu kancing pakaian yang di gunakan Adela di lepas nya dan membuang pakaian bagian atas sembarang, dan berlanjut pada celana panjang yang di kenakan nya.
Raiz tak berkedip saat terlihat sempurna lekuk tubuh Adela yang hanya berbalut lingerie transparan.
Adela berjalan mendekat dan duduk di atas pangkuan Raiz hingga tubuh mereka sangat dekat. Perlahan Adela meraih tangan Raiz untuk menuntunnya menyentuh dirinya.
"Malam ini saya milik Mas, setelah itu saya akan pergi dari kehidupan Mas. Dan Mas Raiz akan tenang menjalankan hubungan dengan Anita. Saya akan rahasia kan semuanya, bila terjadi hal yang tak di inginkan saya pun akan bungkam. " Ucap Adela sambil berbisik ke telinga Raiz.
"Apa otak kamu sehat? " Ucap Raiz yang tiba - tiba membuat Adela melonggarkan peluk kan nya.
"Ma - maksud nya? "
"350 juta kamu bayar dengan cara seperti ini, bila bukan dengan saya apa kamu akan seperti ini pada pria lain. Kamu rela menanggalkan semuanya, dan percuma dengan hijab yang kamu gunakan. Dan apa kamu tidak malu dengan profesi kamu, dan kamu merendahkan begitu saja di mata seseorang pria. "
Adela pun bangun dari duduk di atas pangkuan Raiz, dan dengan segera mengambil pakaian nya yang berserakan.
"Saya hanya ingin segera melunasi nya, dan saya hanya ingin tidak jadi orang ketiga. " Ucap Adela yang sudah menahan malu.
"Bukan nya kamu sudah menjadi orang ketiga."
"Tapi saya tak ingin hubungan Mas dan Anita rusak. "
"Secara langsung kita sudah menyakiti Anita."
"Tapi itu karena saya Mas. "
"Kalau malam ini kamu jadi milik saya, kamu akan jadi janda. Dan ada pria yang ingin menikahi kamu, bagaimana kamu jelaskan padanya tentang mantan Suami kamu." Ucap Raiz.
__ADS_1
"Saya hanya akan katakan, bahwa mantan saya suami yang sangat baik, hanya kita tak pernah bisa bersatu."