Sang Ajudan

Sang Ajudan
Demi Keluarga


__ADS_3

"Apa...!!! " Ucap kaget seorang wanita.


"Cepat katakan Mas, apa benar kamu memiliki anak dari perempuan lain? " Bentak Lola pada Anwar.


"Cepat katakan Pak Anwar, kalau tidak saya laporkan Bapak ke Polisi atas kasus pel*c*han." Bentak Andi Ajudan Raiz.


Anwar hanya dia tak berkutik, sedangkan Lola mengusap perut nya yang sudah tampak besar.


"Ibu tahu, karena suami ibu menghamili Ibu Anita , nama mantan suaminya tercoreng karena menganggap anak yang di kandung mantan istrinya itu adalah anak dari Pak Raiz. Asal harus tahu saja Pak Anwar, ini sangat merugikan kehidupan Pak Raiz dengan istri. Saya sudah siapkan surat perintah penahanan Bapak, dan polisi sudah siap membawa Bapak yang kini sedang menunggu di luar. " Ucap Andi yang membenarkan ada tiga Polisi yang sedang menunggu di luar.


"Kamu tidak main - main, pilih penjara atau menikahi Ibu Anita? " Ucap Andi.


"Lola maaf kan saya. " Ucap Anwar.


"Kamu jahat Mas, kamu jahat...!!! Hiks.. hiks... hiks.. saya minta cerai. " Ucap keras Lola.


"Nggak Lola, saya tidak akan menceraikan kamu. Selamanya kamu tetap istri saya. "


"Apa saya akan mau di madu? maaf, saya tidak mau. Dan jangan pernah kamu berharap bisa bertemu dengan anak kita. "


"Jangan Lola, Mas mohon. "


"Jadi bagaimana Pak? "


"Saya lebih memilih di penjara dari pada menikahi wanita itu. " Ucap Anwar.


Plaaaakkk


Lola menampar salah satu pipi Anwar hingga memerah, dan menatap tajam.


"Kamu sungguh kejam Mas, melukai dia hati wanita sekaligus. Saya paham sekarang, mungkin benar dan yakin ini keputusan yang tepat. " Ucap Lola pergi dari rumah nya.


"Lola... tunggu Lola....!!! " Teriak Anwar.


"Pak Polisi, bawa pria ini. Dan tutup semua usahanya segel permanen. " Ucap Andi memerintah.


"Jangan, tolong jangan segel. Karena itu sumber mata pencarian saya. "


"Bapak lebih mementingkan diri sendiri, tanpa mementingkan orang lain. Di saat genting seperti ini, baik kasus ini akan saya masukan berita terviral." Ucap Andi memberikan ancaman.


"Bagaimana, mau pilih yang mana? "Tanya Andi.

__ADS_1


" Jangan saya mohon. " Jawab Anwar.


*****


Anita terisak saat Raiz berkaki-kali membentak nya atas sikap yang dia lakukan, dan berkali-kali juga Raiz dan Anita adu mulut.


"Sekarang saya akan pertemukan kamu dengan Anwar. " Ucap Raiz dengan nada melemah.


Anita menatap ke arah Raiz dengan mengusap perutnya.


"Dia harus menikahi kamu, anak kamu harus memiliki pengakuan dari Ayah nya. Masalah rumah tangga Anwar itu urusan dia, dan kamu mau jadi istri ke berapa pun itu urusan kamu. Urusan saya hanya menghentikan sandiwara kamu di depan orang banyak tentang saya Ayahnya. Kamu kan tahu saya sudah punya istri dan akan memiliki seorang anak, rumah tangga kamu terganggu oleh cara kamu menyebutkan siapa Ayah nya. Dan saya juga tidak mungkin menutupi aib kamu selamanya. Dan masalah rumah tangga kita pun kalau tidak di cegah bisa bocor kemana - mana. " Ucap Raiz.


"Kenapa sampai kamu mencari Anwar Mas, kenapa susah payah begitu? " Ucap Anita.


"Ini adalah masalah saya bukan masalah kamu. " Ucap Kembali Anita.


"Karena kamu mengganggu kehidupan rumah tangga kami, kalau kamu tidak bicara di luar saya Ayah nya mungkin saya nggak akan sampai mencari dia. Dan saya calon orang tua, punya rasa empati. Saya akan jadi saksi di pernikahan kalian, kedua orang tua kamu pun sudah tahu tentang penemuan Anwar. " Ucap Raiz.


"Sony, apakah sudah siapkan pernikahan untuk Anita? " Tanya Raiz.


"Sudah di siapkan, dan Om Tante sedang perjalanan menuju kemari. " Jawab Sony.


"Takdir yang merubah adalah kita, mungkin memang kita tidak berjodoh. Katakan maaf pada Adela, memang saya bukan terbaik untuk kamu Mas. "


"Masa lalu kita sudah lama terkubur, kita jangan pernah gali masa lalu yang sudah terkubur dalam - dalam. Sekarang, cobalah untuk menata hidup baru bersama Anwar. Demi anak kamu, anak yang kamu kandung perlu kasih sayang Ayah nya bukan mencari kasih sayang saya yang bukan Ayah nya. Karena kasih sayang saya hanya milik istri dan anak - anak saya. "


*****


Raiz langsung memeluk tubuh istri nya, saat Adela menyambut Raiz yang pulang dari Boa. Senyum merekah dan usapan sayang pada perut Adela.


"Bagaimana Mas? " Tanya Adela.


"Alhamdulillah beres. " Jawab Raiz.


"Alhamdulillah, masalah kita sudah selesai. " Ucap Adela.


"Anita sudah menikah dan kedua orang tua nya pun hadir. Mas jadi saksi pernikahan mereka, kalau mau bukti ada photo nya. " Ucap Raiz membuka ponselnya namun Adela menahan nya.


"Sudah cukup, saya percaya kok. " Ucap Adela .


"Kenapa nggak mau lihat Yank? "

__ADS_1


"Nggak usah Mas, saya percaya kok. Saya nggak mau melihat momen orang yang ingin merusak kebahagiaan kita. " Ucap Adela.


Raiz tersenyum dan mengecup singkat bibir tipis Adela yang telah menjadi candu nya.


*****


"Kemarin Papah kamu minta Ibu rujuk. "


Raiz dan Adela menatap ke arah Ibu Nuri, dan lalu saling berpandangan mata dengan Raiz.


"Tapi Ibu tidak mau." Ucap Ibu Nuri.


"Kenapa? " Tanya Raiz.


"Kita sudah tua Raiz, dan Ibu sudah lama tidak memiliki rasa pada Papah kamu. Ibu lebih enak seperti ini tanpa beban." Jawab Ibu Nuri.


"Kalau saya satu sih terserah Ibu sama Papah, Raiz sebagai anak hanya bisa mendukung kedua orang tua nya dan keputusan pun ada di tangan kalian berdua, sedangkan saya sebagai anak hanya bisa berdoa yang terbaik saja. " Ucap Raiz sambil menggenggam tangan Adela.


"Ibu sudah putuskan, silahturahmi tetap berjalan baik karena adanya kamu dan calon cucu yang sedang di kandung oleh Adela. "


"Bu, terima kasih. Sejak awal ibu selalu memberikan yang terbaik buat saya. Baiknya Ibu menggantikan sosok Ibu saya yang sudah lama meninggal dunia. " Ucap Adela.


"Sama - sama nak. "


*****


"Mas coba bagus deh ini? " Tunjuk Adela pada Raiz menunjukkan berbagai model pakaian bayi.


"Anak kita belum tahu jenis nya apa, laki - laki atau perempuan. " Ucap Raiz.


"Pasti perempuan akh. "


"Kita lihat nanti laki - laki atau perempuan."


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2