Sang Ajudan

Sang Ajudan
Maaf Kan, Saya salah...!!!


__ADS_3

"Kalian itu ya.. awas saja kalau Raiz tahu, kalian semua akan di mutasi kan. " Bentak Ibu Sukma saat mereka bertiga di aman kan di pos penjagaan.


"Ada apa ini? " Tanya Anita saat baru turun dari mobil nya baru pulang Dinas.


"Maaf Bu, mereka bertiga mengaku mertua Pak Raiz dan mereka pun mengaku keluarga dari Ibu Adela. " Jawab salah satu Petugas Pos.


Anita menatap mereka, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan Anita tersenyum ke arah mereka.


"Maaf, kalian mau cari siapa? " Tanya Anita.


"Maaf, kami ini keluarga nya Adela, ingin bertemu dengan Adela dan Raiz. " Jawab Pak Syarif.


"Adela tinggal di kontrakan, nggak jauh dari area Pendopo hanya dua belokan dari sini. Kalau mau bertemu bisa minta antar petugas dari sini. " Ucap Anita.


"Hah.. istri Bupati tinggal di Kontrakan? Nggak salah apa. " Ucap Mia.


"Saya tinggal di pendopo di rumah Dinas. Yang tinggal di kontrakan itu ya Adela. " Ucap Anita.


"Mia, seperti nya ada yang tidak beres. " Bisik Ibu Sukma.


"Begini saja, kami ingin bertemu sama anak dan menantu kami. " Ucap Pak Syarif.


"Maaf Pak, istri Pak Raiz itu saya, bukan Adela. Sedangkan Adela itu hanya seorang Ajudan. "


"Ajudan..!!! " Ucap Ibu Sukma kaget.


"Lihat ini, photo pernikahan mereka beberapa bulan lalu. Ini Photo Mas Raiz saat itu datang bersama Mba Adela. " Tunjuk Mia menunjukkan photo - photo Adela dan Raiz.


Anita tertegun dan kaget saat melihat beberapa photo pernikahan Raiz dan Adela. Matanya tampak berkaca - kaca. Saat melihat tanggal di bawah photo tersebut.


"Mari kalian masuk. " Ajak Anita.


****


"Jelaskan Mas...!!! " Bentak Anita pada Raiz di depan kedua orang tua Raiz dan keluarga Adela.


"Raiz, apa benar yang di ceritakan Anita dan mereka? " Tanya Ibu Laila.

__ADS_1


"Iya, Adela mantan istri saya. Kami menikah sebelum dia jadi Ajudan saya. " Jawab Raiz.


Sedangkan Pak Kusumo hanya diam sambil menghembuskan asap rokok nya.


"Pah, anak kita. " Ucap Ibu Laila.


"Maaf , papah sudah tahu dari tadi. Maaf Papah merahasiakan nya agar tak bocor ke publik. Kalau sampai bocor, akan berpengaruh pada pemilihan umum nanti. " Ucap Pak Kusumo.


"Papah tega, dan kamu Raiz juga tega. Kamu sakiti Anita. Kamu bohongi Anita. " Bentak Ibu Laila.


"Maaf." Ucap Raiz.


"Jadi Mas, kamu sebelum menikah dengan saya kamu menikah dengan Adela. Wanita yang kamu bilang tak bisa kamu lepas dan lupakan itu adalah Adela. Jadi selama ini saya di bohongi oleh kalian. " Ucap Anita.


"Maaf, tapi itu fakta nya. Pernikahan kami awal nya kontrak, tapi lama - lama kami timbul nya rasa. Kami saling mencintai tapi kami rela berpisah, karena Adela menyuruh saya untuk kembali pada kamu Anita. Kamu tahu, dia sadar sudah jadi orang ketiga, dia rela pertaruhkan perasaan nya demi saya untuk kembali sama kamu. Jujur, saya tidak bisa lupa dengan Adela, tapi saya belajar untuk kembali mencintai kamu. "


"Jadi kalian telah menipu kami. " Ucap Pak Syarif.


"Maaf kan saya Yah, asal Ayah tahu. Adela meminta tolong sama saya karena kalian memaksa nya untuk menikah dengan pria yang tidak di cintai nya dan harus melunasi hutang kalian. Adela itu hatinya menangis hanya kalian uang saja yang di ingat. " Ucap Raiz.


"Cukup Raiz, Papah nggak suka kamu membela dia. Sekarang mereka itu bukan siapa - siapa nya kamu, dan Sony kamu bungkam mereka yang tahu. Jangan sampai masalah ini bocor di ruang Publik. " Ucap Pak Kusumo.


Plaaakkk


Plaaakkk


"Ayah." Adela memegang kedua pipinya saat Pak Syarif menampar nya.


"Kamu kenapa membohongi kami , kamu kenapa tidak jujur sama kami kalau kamu sudah bercerai. Kamu membuat kami malu, apalagi kamu orang tak punya Adela. " Ucap Pak Syarif.


"Maaf kan saya Ayah, Ibu, Mia. Tapi saya akan segera menikah sama Bang Irfan. " Ucap Adela.


"Irfan yang orang tua nya menghina kami, kamu tahu kalau kamu tak menikah dengan orang kaya bagaimana kami bisa hidup. Gaji kamu saja kurang. " Bentak Ibu Sukma.


"Insya Allah Bu, ada rejeki. Bang Irfan menerima apa yang ada pada saya. Dan menerima kalian semua. Lihat saya sudah di lamar, dia akan melamar resmi dan menemui Ayah Ibu. " Ucap Adela.


"Ayah kecewa sama kamu. " Ucap Pak Syarif.

__ADS_1


"Pantas, kamu tak sekarang sering terlambat kirim uang ternyata kamu sudah cerai dari Raiz. " Ucap Ibu Sukma.


"Jadi benar, kamu sudah memeras anak saya, dan keluarga kamu juga matre. " Bentak Pak Kusumo.


"Saya tidak memeras nya pak , saya niat membayar hutang saya tapi saya nggak sanggup 2 tahun harus lunas. " Ucap Adela.


"Apa kamu bayar dengan milik kamu Adela? " Ucap Anita.


"Sumpah, saya tidak menjual dengan apa yang dimaksud sama kamu. "


"Dasar kamu pe******ur."


Plaaaakk


Ibu Sukma menampar Adela, hingga tersungkur dan Raiz akan menolong nya tapi Pak. Kusumo melarang nya.


"Kamu melangkah menolong dia, berarti kamu menyakiti kedua kali nya. Karena dia hubungan kamu sama Anita hancur. " Ucap Pak Kusumo.


"Maaf, ini semua salah saya. Maaf kan saya. " Ucap Adela.


"Ayok Yah, kita pergi dari sini. Kita tidak punya anak seperti dia. " Ucap Ibu Sukma menarik tangan Pak Syarif. Dan di ikuti oleh Mia.


"Sebelum kalian pergi jauh, dan tak ingin melihat saya lagi. Saya minta maaf sebelum Allah mencabut nyawa saya. Dan saya pun minta maaf pada kalian, bila semuanya berasal dari saya. Maafkan saya, biar jalan saya di alam kubur lancar dan terang. Ayah, Ibu, Mia kalian harus tahu saya ini sakit, dan membutuhkan donor jantung. Maaf kalau uang nya selalu berkurang. Tapi saya janji akan usahakan untuk kalian semua. Dan tolong maaf kan saya, Ayah bila saya meninggal nanti kuburkan saya di sebelah makam Ibu. Mas Raiz, terima kasih hal terindah saya mencintai Mas, walau cinta kita tak bisa bersatu tapi saya bahagia. Anita, kamu jangan marah dengan suami kamu, kami ini masa lalu. Saya pun sudah memiliki pendamping hidup. "


Anita merangkak ke arah kedua kaki Pak Kusumo dan bersujud di kedua kakinya.


"Maaf Pak, saya sudah membawa anak bapak dalam masalah saya. Maaf kan saya. "


"Adel kamu bangun. " Ucap Raiz.


"Saya memang pembawa masalah, dan maaf kan saya Anita. " Ucap Adela pun berjalan merangkak dan bersujud di kedua kaki Anita.


"Adela hentikan...!! " Bentak Raiz dengan mengepalkan kedua tangan nya.


"Maaf... maaf kan... saya...!!! "


"Bangun Adela...!!! " Bentak Raiz.

__ADS_1


Adela tetap bersujud di kedua kaki Anita tanpa bergerak sedikit pun.


"Adela kamu dengar Mas nggak?Cepat bangun...!!!


__ADS_2