
--Awal kelas satu SMA--
"Hei Nathan, bagaimana kalau aku mencalonkan diri jadi ketua OSIS?" tanya Rina berseri-seri.
"Bagus dong! Bukannya itu salah satu impianmu?" Jawab Jonathan santai.
"Tahu tidak, ada calon lain yang sama kuatnya seperti aku, dia anak kelas sebelah. Namanya Aisyah."
"Hoo, dia dan kamu nilainya selalu beradu tinggi. Bagus kan kalau begitu? Lawanmu sepertinya seimbang."
"Nathan, kamu tidak tertarik menjadi OSIS?"
"Nah... aku tidak tertarik hal seperti itu. Merepotkan tau."
"Merepotkan atau malas? Aku sudah lama mengenalmu, Nathan." respon Rina sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Iya deh iya, aku emang malas ikut begituan." gerutu Jonathan.
Terdengar suara bel berbunyi. Jonathan mengajak Rina untuk kembali ke kelas dan kembali belajar. Mereka memang selalu bersama, bukan karena mereka berdua tidak punya teman, tapi karena salah satu dari mereka memendam rasa cinta.
Rina memutuskan untuk menjadi Ketua OSIS bersaing dengan Aisyah. Mereka berdua adalah murid yang cerdas segala hal. Nilai eksak dan cara berkomunikasi yang baik sebagai bahan penilaian juga dilewatinya dengan mudah.
Sampai suatu ketika, saat pemilihan ketua OSIS baru, pak Indra sebagai ketua sekolah mendadak memilih Jonathan sebagai ketua. Rina dipilih sebagai wakil dan Aisyah sebagai bendahara. Rina dan Aisyah yang awalnya tidak terima dengan keputusan ini mencoba mencari alasannya. Namun pak Indra tidak memberikan jawaban yang memuaskan.
Rina kemudian menanyakan alasannya ke Jonathan. Jonathan sendiri juga tidak mengerti kenapa dia dipilih tanpa bicara kepadanya.
--Beberapa hari setelah itu, di atap sekolah--
"Ahaha, aku sendiri juga tidak tahu Rina. Mereka pasti punya alasan dibalik itu kan?"
"Aku sudah tanya ke pak Indra, tapi jawabannya tidak memuaskan! 'Ini keputusan terbaik dari kami, para guru.' Para guru bagaimana? Orang yang tidak mendaftar bisa jadi ketua OSIS?! Coba pikir secara logis!"
__ADS_1
"Sudah, Sudah. Setidaknya kamu jadi wakil OSIS ku. Bukannya itu bagus?"
Mendadak wajah Rina memerah. "I-iya sih." Rina berucap dengan suara pelan, "Semoga aku bisa terus di sisimu selamanya." sambil senyum-senyum sendiri.
Jonathan yang mendengar bisikan itu bertanya, "ada apa Rina?"
"Aaah! Tidak-tidak! tidak ada apa-apa! Sungguh!" jawab Rina sambil membuang wajahnya.
"Kadang-kadang kamu aneh deh Rina! Tapi dengan begini, kita jadi terus bersama kan?"
Rina kemudian memberanikan diri menghadap ke Jonathan dan mendekatkan wajahnya. "Kalau begitu, janji ya! Kita akan lulus bersama!" Jawab Rina tegas dan serius.
"Te-tentu saja kita akan lulus bersama! Siapa juga yang mau tinggal satu tahun!" Ucap Jonathan yang wajahnya mulai memerah.
Tiba-tiba sesosok cewe muncul dari pintu masuk atap sekolah. Tidak lain adalah Aisyah.
__ADS_1
"Kalian ya, setidaknya ruang OSIS dibuka dulu baru kencan! aku jadi ga bisa masuk ruangan nih!" goda Aisyah.
Jonathan dan Rina tersipu malu dan kemudian tertawa bersama. Aisyah menghampiri mereka dan meminta kunci ruang OSIS, kemudian meninggalkan mereka berdua sambil berucap "Dasar anak muda zaman now."