School Life Project

School Life Project
All Hope is Lost : chapter 2


__ADS_3

Hari kedua setelah invasi kepada bungker telah terlewati. Pagi hari ini terasa lebih damai dan tenang. Beberapa orang mulai berjalan-jalan di sekitaran alun-alun, ada yang menuju kembali kerumah mereka, atau melakukan aktifitas lain. Tentara dan pengendali lain terus waspada kalau ada serangan mendadak dari Insectanon.


Puing bangunan mulai dibersihkan, bangkai serangga dibakar dan mayat manusia dikuburkan. Sisa serangan lain seperti roket raksasa itu juga dihancurkan, senjata-senjata asing dan berteknologi tinggi disita oleh pihak militer untuk penelitian lebih lanjut. Siaran dari radio yang sudah jarang terlihat sekarang digunakan lagi.


Beberapa berita masih mengabarkan adanya serangan di suatu wilayah penting, seperti bandara militer, pangkalan perang, pelabuhan, maupun pabrik penghasil kristal pengendali. Dampaknya juga terasa di sekitar tempat-tempat tersebut. Pertahanan mereka mulai melemah dan meminta bantuan dari kota sekitar.


Berita lain tentang informasi terkini tentang Insectanon dan spesies yang menyerang sejumlah wilayah. Mereka menyiarkan tentang Cere Puroc dan menjelaskan bentuk fisiknya, dan memberikan perintah sekaligus peringatan untuk menjauhinya. Sesekali juga terdengar berita internasional yang sudah diterjemahkan, bahwa pesawat induk mereka masih mengudara di orbit bumi.


Sang Kapten mengadakan pertemuan sekali lagi untuk mencari para sukarelawan demi membantu melindungi lokasi-lokasi strategis yang akan diberangkatkan sesegera mungkin. Jonathan, Adrian, dan Iris menawarkan dirinya untuk membantu mempertahankan bandara militer Juanda di Surabaya karena lokasi tersebut cukup dekat.


Setelah terdata siapa saja yang menjadi relawan, mereka diberikan kristal pengendali untuk mengembalikan kekuatan mereka dan juga alat komunikasi. Data tersebut dilaporkan ke tempat yang akan mereka datangi kelak dan mereka meluncur ke lokasi.


Jonathan, Iris dan para pengendali yang dapat terbang telah sampai. Mereka melihat gejolak perang di udara. Terlihat skuardon pesawat tempur yang saling beradu tembak dengan para drone penjaga pesawat induk. Mereka menggunakan metode yang sama, yaitu meluncurkan Elg Blastea MK.


"Berbahagialah kalian! Bantuan telah datang!"


Terdengar ucapan itu dan dilanjutkan sorakan membuat semangat mereka kembali membara. Serangan darat dan udara mereka kerahkan sekali lagi. Melihat semangat juang manusia tumbuh kembali, Insectanon memperkuat serangan dan mulai memanggil bala bantuan.


Elg Divida dan Ra Elipd muncul dari suatu tempat dan mulai ikut menyerang. Elg Divida ini mirip seperti capung raksasa. Mereka terbang layaknya seperti pesawat, membawa beberapa kantung peledak yang siap dijatuhkan. Perintah mulai dikeluarkan untuk menginterupsi dan mengagalkan serangan mereka.


Ra Elipd juga mulai memasuki zona perang. Tubuh mereka mirip dengan Ra Sik dengan tambahan meriam biologis yang tumbuh di punggungnya. Bagi Insectanon, mereka seperti tank yang siap bertempur dan menggapai ambisi. Kulit mereka lebih keras dari Ra Sik dan berjalan lebih lamban.


Kedua jenis serangga ini mengacaukan ombak pertarungan, belum lagi ditambah Elg Blastea yang diluncurkan lebih awal. Ukuran mereka lebih kecil dan tidak dimodifikasi Seperti Elg Blastea MK yang hanya difokuskan untuk menghancurkan. Elg Blastea yang asli lebih lincah, dan melepaskan beberapa tembakan kuat dari tanduknya.


Jonathan dan Iris berpisah untuk mulai berpesta. Iris dan beberapa pengendali lain mendekati kawanan Elg Blastea yang meluncurkan tembakan meriam. Iris berhenti sejenak dan mulai memfokuskan energi angin, menghadapkan kedua telapak tangan kedepan, dan terlihat angin yang mulai mengumpul membentuk bola. Setelah dirasa cukup, dia menembakkan bola angin itu.


Bola angin itu melesat cepat melebihi pengendali yang terbang mengarah kawanan Elg Blastea. Tepat di tengah kawanan serangga yang berusaha menghindar, bola angin itu meledak membesar, mengaduk Elg Blastea yang terperangkap didalamnya. Pengendali lain melemparkan bola api, tebasan angin, dan tombak cahaya untuk membunuh mereka yang terperangkap di dalam bola angin Iris.


Jonathan berkolaborasi dengan para pilot pesawat untuk menghalau drone yang berkeliaran di sekeliling pesawat induk. Mereka mengurangi jumlah drone yang berpotensi menggagalkan misi penghancuran pesawat induk. Sebagian drone itu juga meluncur ke sebuah truk pembawa misil yang dilindungi oleh kendaaran militer.


Para peneliti senjata berhasil mengimplementasikan misil mutakhir yang dapat menembus perisai pesawat induk mereka biarpun harus menurunkan efektifitas ledakan yang ditimbulkan secara signifikan. Namun ketika perisai mereka telah lenyap, penyerangan terhadap pesawat induk itu akan menjadi lebih mudah. Tidak hanya itu, misil ini bisa menampung kekuatan pengendalian yang bersifat eksplosif untuk menambah daya ledak.


Adrian mengawal truk V8 bersama tank dan kendaran anti udara untuk melaksanakan penyerangan terhadap pesawat induk. Ra Elipd dan tank manusia saling membalas tembakan. Adrian dan beberapa pengendali membuat dinding pertahanan untuk mengurangi kerusakan kendaraan militer dan melindungi truk pembawa misil agar sampai di jarak tembak.


"Serangan ini tidak boleh gagal! Jika misil ini berhasil menembus perisai mereka, maka perisai lain juga pasti tertembus!"


Ucapan pemimpin mereka sekali lagi membuat mereka bersorak dan bersemangat, berbanding lurus dengan semakin intensnya serangan Insectanon kepada truk tersebut. Mereka berhasil meluncurkan Elg Blastea MK untuk melakukan serangan balasan. Karena serangga raksasa itu terlalu berat, dia harus berhasil mendarat terlebih dahulu agar bisa nemembakkan meriam penghancurnya.


Jonathan dan Iris mendekati Elg Blastea MK, disusul dengan serangan yang sudah disiapkan. Jonathan terbang dengan membakar tubuhnya, yang kemudian diluncurkan api tersebut layaknya roket. Iris menciptakan cincin angin dan mengincar mini-gun yang menjaga serangga itu, agar lebih mudah didekati. Para pilot itu membantu menyerang dengan menghujani tubuh Elg Blastea MK dengan misil dan tembakan machine-gun yang terfokus pada meriam penghancurnya.


Serangan demi serangan diluncurkan, tetapi serangga itu berhasil mendarat dan langsung bersiap untuk menembakkan meriam penghancurnya. Jonathan berpikir untuk menahan tembakan itu sekali lagi. Dia merasa sanggup karena telah mengkonsumsi kristal pengendali dan tidak selemah sebelumnya. Kali ini dia juga ditemani Adrian yang sudah melayangkan bongkahan kristal untuk mengurai serangan dan perisai angin dari Iris. Jonathan bersiap dengan menumbuhkan sepasang sayap api lagi dan menutupi bagian depan.

__ADS_1


Tembakan itupun diluncurkan, kristal Adrian berhasil mengurai energi yang terpusat dan kemudian mulai ditahan oleh Jonathan. Perisai angin ditambah dengan sayap api itu berhasil menahan meriam penghancur tersebut. Orang-orang kembali bersorak atas keberhasilan mereka, lalu melanjutkan misi mereka.


Truk V8 itu berhasil di posisi menembak dan mulai bersedia. Adrian, Iris dan Jonathan tidak sabar menunggu misil itu untuk segera ditembakkan. Tiba-tiba saja muncul pengendali api yang bersinar menuju ke truk itu. Seorang cewe dengan rambut pendek berwarna merah dengan seragam sekolah SMA. Terlihat dia sedang berdialog dengan militer disekitarnya sebelum melakukan sesuatu.


Cewe itu mentransfer sebagian kekuatannya, yaitu api dan cahaya, kedalam misil untuk memperkuat daya ledaknya. Sesaat kemudian, misil tersebut menjadi bersinar dan bersiap untuk diluncurkan. Jonathan yang lain kembali membuka celah agar misil itu berhasil menuju kapal induk Insectanon dan menembus perisainya. Para drone itu terbang di titik tertentu untuk menghalangi misil itu menyentuh perisai.


Elg Blastea MK itu ditangani oleh seorang cowo yang tetiba muncul dibawah tubuh serangga itu. Dia berambut hitam dan berkacamata dengan seragam yang sama seperti cewe itu. Kekuatan pengendaliannya mulai tampak dan membuat badai es. Kombinasi pengendalian angin dan es tersebut berhasil membekukan beberapa bagian tubuh dan senjata Elg Blastea MK, melambatkan proses isi ulang meriam penghancur.


"Elg Blastea sudah dilumpuhkan dan tidak akan mengganggu untuk sementara waktu! Ketua, lakukan peluncuran segera!"


"Baik!"


Aba-aba dan hitung mundur sudah mulai dilaksanakan. Cewe itu kembali mengepakkan sayap apinya dan menuju ke lokasi Jonathan. Dia terbang dengan meluncurkan panah cahaya yang dibuatnya, menghancurkan drone yang menghalangi arah misil tersebut. Jonathan tersenyum sinis dengan pertunjukan itu.


Cewe itu mendekati Jonathan, "Kamu ketua OSIS kan? Salah satu yang sudah sekelas mutan, kenapa kekuatanmu menyedihkan seperti ini?" ucapnya menghina.


"Yah, aku hanya malas untuk berlatih, ketua OSIS dari SMA Jaya Abadi." balas Jonathan.


"Heh! Pantas saja kota Sidoarjo porak-poranda, ketuanya aja malas-malasan seperti ini!"


"Terima kasih atas pujiannya! cewe! sok! jago!"


Pertemuan mereka yang terkesan saling benci membuat mereka mulai beradu kekuatan. Siapa yang lebih banyak menghancurkan drone itu dialah pemenangnya, atau itu ide yang mereka pikirkan untuk saling berunjuk gigi. Para pilot pesawat mulai merasa terintimidasi oleh serangan kedua orang itu dan mengambil jarak.


Adrian berhasil mengumpulkan energi tersebut, dan melakukan gerakan Uppercut, sebuah tinjuan mengarah vertikal keatas. Serangan tersebut memunculkan duri kristal besar dan menikam bagian yang beku dan menembus sampai sisi diatasnya. Dia lalu meregangkan tangannya sejajar dengan bahu, seolah memperagakan sebuah ledakan yang besar. Duri kristal yang terdapat di dalam tubuh Elg Blastea MK itu pecah, menjadi kepingan yang lebih kecil dan keluar dari segala arah.


Tubuh serangga itu mulai terjadi konsleting dan membuatnya berhenti menyerang.


"Terima kasih mau membantu, wakil OSIS dari SMA Jaya Abadi." ucap Adrian sambil meluluhkan baju kristalnya.


"Aku hanya mengikuti Indira, itu saja." balas cowo itu dengan membenahi posisi kacamatanya.


Di lain lokasi, perlombaan antara Indira, ketua OSIS dari SMA khusus di kabupaten Surabaya melawan Jonathan, mantan ketua OSIS dari SMA khusus di kabupaten Sidoarjo semakin memanas. Dasarnya mereka berdua memang menggunakan api. Indira mengeluarkan jurus andalannya, yaitu ratusan panah api dan cahaya yang mengejar apapun yang dikehendakinya, dengan mudahnya menghancurkan sebagian besar drone.


Jonathan juga tidak mau kalah, dia menembak secara beruntun beberapa peluru api yang membakar apapun yang dilintasinya. Beberapa Drone berhasil menghindari timah panas tersebut, namun terbakar.


Indira melihat hal itu dan tertawa, "Ayolah! Apa kekuatanmu hanya sebatas itu?"


Jonathan tersinggung terhadap ejekan itu, tapi dia masih tetap fokus dengan perlombaannya. Dia memadamkan pistol api di tangan kanan, lalu mengarahkan tangan kearah drone yang terbakar itu dan meledakkannya. Ledakan itu membuat percikan bola api yang menyambar ke drone yang lain, membuat ledakan berantai terus menerus sampai tidak ada drone yang tersisa.


Jonathan menyombongkan dirinya, "Aku hanya melakukan trik kecil tadi, jangan senang dulu."

__ADS_1


Indira mengerutkan dahinya dan membuat sayap apinya membara lebih panas. Tidak terima dengan kekalahannya, dia menyerang Jonathan dengan meluncurkan jurus andalannya. Jonathan terkejut dan berusaha menghindari serangannya dengan gerakan zig-zag di udara.


Cowo itu melihat perilaku kekanak-kanakan ketuanya yang mulai kambuh, "Adrian, tolong maafkan Indira ya. Dia selalu melakukan itu kalau bertemu si Jo." dan menepuk jidatnya sendiri.


Adrian menanggapi hal itu dengan santai, "Hahaha! Tenang saja, Nathan sudah terbiasa dengan perilaku Indira. Kamu tenang saja, Surya."


Serangan lain dari Indira berupa laser api ditembakkan ke arah Jonathan. Bukannya dihindari, Jonathan malah menerima serangan dan menahannya dengan sayap api. Ledakan lasernya membuat asap yang padat dan berangsur-angsur memudar, menampakkan Jonathan dengan kedua tangannya dipinggang seraya menyombongkan dirinya.


"Kau masih Tier IV dan berani menyerangku? Yang benar saja!" ejek Jonathan.


Dua cincin angin melayang kearah ke arah mereka dan membuat ledakan angin. Untung saja mereka berdua berhasil menghindari serangan yang menurut mereka itu lemah. Keduanya menoleh ke arah pangkal serangan. Ternyata Iris yang terlihat emosi setelah melihat mereka berdua melakukan hal konyol.


"KITA INI SEDANG BERPERANG! INI BUKAN PERMAINAN!" Teriak Iris dan berhasil menyadarkan mereka berdua.


Tidak hanya itu, misil bercahaya sudah berada dekat dengan posisi mereka. Misil itu melintas diantara keduanya dan tertahan sesaat di perisai kapal induk sebelum berhasil menembusnya. Jonathan dan Indira saling menatap tajam dan membuat ide gila lagi. Mereka terbang ke arah lubang yang dibuat misil itu dan bertaruh siapa yang dapat menghancurkan pesawat induk itu.


Sekali lagi Iris berteriak, "DASAR KETUA OSIS BODOH!"


Kedua orang itu tidak menghiraukan teriakan Iris dan terus berkompetisi. Jonathan membuat pistolnya jadi sepasang lagi dan mulai membakarnya, sedangkan Indira mengumpulkan kekuatannya di sayap. Setelah misil itu menyentuh kapal induk Insectanon dan meledak, keduanya melepaskan serangan.


Dua tembakan timah panas dari Jonathan yang kemudian saling berputar dan menyatu menjadi tombak api besar. Tembakan laser dari mata api yang tercipta di sayap Indira juga melaju sangat kencang. Keduanya menyentuh pesawat induk itu bersamaan dan berhasil menghancurkan menjadi berkeping-keping. Ledakan dari pesawat induk tersebut sangatlah kuat dan berhasil melontarkan mereka. Untungnya mereka berhasil mengendalikan diri dan berhenti terpental lebih jauh.


Sorakan para militer, pengendali dan penyiar informasi sangatlah meriah. Mereka berhasil menembus perisai pesawat induk Insectanon yang berarti uji coba mereka sukses. Dengan ini, manusia selangkah lebih dekat dengan kemerdekaan. Jonathan dan Indira memutuskan untuk mendarat dan ikut menyambut kesuksesan ini, diikuti oleh para pilot dan pengendali lain.


Mereka saling bertemu di lapangan terbuka, Adrian bersama Surya, Indira yang senantiasa memberikan tatapan intimidasi terhadap Jonathan, dan tinju angin dari jarak jauh Iris yang tiba-tiba bersarang di pipi Jonathan membuatnya kehilangan keseimbangan sejenak.


Iris masih marah karena merasa khawatir dengan tingkah Jonathan dan kemudian memarahi Indira, sedangkan Adrian hanya tertawa santai. Surya merasa lega Indira tidak terluka.


Sesaat kemudian, kemarahan Iris mulai mereda dan Indira kembali mengintimidasi Jonathan.


"Kali ini aku menang, Jo! Pesawat itu meledak karena laserku!"


Jonathan menghadap ke Iris, "Apakah kau melihat hal itu Iris?"


"Kalian mengeluarkan serangan yang sama kuatnya kok." jawab Iris.


Jonathan kali ini menoleh ke Indira dengan ekspresi sombong, "Kau dengar itu? Itu artinya draw! Tidak ada pemenang! Jangan asal klaim seenaknya!"


Indira tidak terima dengan hal itu dan membuat alasan, "Heh! Kalau saja tidak diganggu oleh cewe kecil ini, aku sudah berhasil menghajarmu tadi!"


"Apa? Kecil?" Iris menggembungkan pipinya dan mulai memukul manja ke Indira.

__ADS_1


Surya memotong momen keceriaan mereka, "Ehem, sepertinya Indira dan Jo dipanggil oleh pak jendral disana. Aku harap kalian tidak dimarahi." dan menunjuk kearah seseorang yang menghadap ke mereka dari kejauhan.


__ADS_2