Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Bukti dari ketulusan cinta


__ADS_3

Dalam hubungan tidak akan selamanya baik-baik saja akan tiba waktunya ketulusan cinta itu di uji,di ibaratkan naik sebuah kendaraan kita akan melewati banyaknya tikungan,tanjakan begitu juga dengan turunan yang seringkali ada batu dan kerikil yang membuat goyah tapi sesekali jalan yang dilewati mulus dengan pemandangan alam yang menyejukkan mata, itulah lika liku hidup yang harus di jalani tapi dengan semua ujian itu membuktikan ketulusan cinta dari pasangan yang akan terus seiring sejalan menerima ujian itu dengan suka cita dan bisa melaluinya dalam keadaan semua akan baik-baik saja itu harapan semua pasangan.


Begitupun dengan ketulusan cinta hans dan ceisya harus melalui ujian terlebih dahulu dalam kehidupan,untuk bisa membuktikan pada dunia bahwa keduanya tidak bisa dipisahkan oleh rencana manusia.


Padahal baru saja kesehatan ceisya membaik dan hans pun akan kembali bertugas di tempat dinas awal tapi malam ini hans di minta indra harus menghadiri pertemuan yang sebenarnya hans hanya menemani indra,hans sendiri sebenarnya tidak ada kepentingan di tempat itu.


Flashback


Sebenarnya ini tidak begitu penting untuk ceisya dan hans tapi mau tidak mau pada akhirnya keduanya harus mengetahui juga sebab ini menyangkut hans sebagai suami dari ceisya dan hanya ceisya yang lebih tahu dari siapapun yang menyangkut kehidupan hans dalam keseharian maupun apa saja yang hans suka dan tidak dalam hal apapun terutama setelah keduanya di satukan dalam pernikahan.


Siapa yang tidak tahu elang lelaki pebisnis yang sukses di usianya,banyak gadis berharap menjadi pendamping hidupnya begitupun setiap orang tua yang tahu siapa elang berharap menjadi suami dari anak perempuannya yang menurutnya kehidupannya putrinya akan bahagia karena kebutuhannya akan terpenuhi bila bersamanya.


Dan salah satunya adalah ayah tiara yang ingin putrinya bahagia,dan tiara harus menerima perjodohan dari ayahnya karena keinginan memiliki menantu kaya dia rela menjodohkan anaknya dengan elang yang di lihatnya saat menjadi pasangan dansa pada pesta pernikahan mas tama yang menurutnya elang adalah lelaki yang cocok untuk anaknya.


Ayah tiara sengaja mencari tahu siapa elang dan bagaimana pula dengan keadaan keluarganya juga apa yang dimilikinya,seperti dayung bersambut keluarga elang dan elang sendiri menerima perjodohan itu karena sudah mencari tahu ada hubungan apa tiara dengan keluarga besar indra.


Tiara sendiri tidak tahu kalau dia akan menjadi bidak catur yang akan di jadikan pemain di dalam rencana elang untuk memuluskan rencana bisnisnya yang sudah menjadi pesaing indra group,memiliki ceisya sudah tidak mungkin pikir elang dan hanya tiara sosok yang pantas menjadi jembatan untuk mencapai kesuksesan itu pemikiran yang licik yang elang atur dengan sangat rapi.


Sebab elang tahu hubungan tiara sangat dekat dengan keluarga besar indra terutama dengan adhi dan ibunya,melalui tiara akan banyak informasi yang elang dapatkan melalui adhi tentunya.


Sebenarnya tiara sudah memohon pada orang tuanya terutama ayahnya untuk tidak menjodohkan dirinya dengan elang sebab tiara tidak suka dengan kepribadian yang elang miliki,tiara bisa tahu saat jadi pasangan dansa elang.


Dari perlakuan yang elang berikan pada tiara sangat kasar dan tiap tutur katanya selalu membanggakan dirinya yang memiliki segudang harta yang menurutnya tidak akan habis dimakan keturunannya.


Kembali ke tempat pertemuan


Seharusnya hal sepele ini tidak terjadi tapi memang sudah jalannya mau tidak mau harus di jalani,ini yang harus hans hadapi yang menurut hans dirinya harus mengikuti arusnya terlebih dulu.


Semua berawal dari ketidak sengajaan seorang laki-laki yang menabrak hans saat akan mengambil minuman yang di sediakan kolega indra,bagi hans tidak masalah tapi mengakibatkan bajunya harus basah karena tumpahan air minum lelaki itu dan dengan bersikap santai hans memaklumi perbuatan lelaki itu yang terlihat merasa bersalah.


"Maaf..maaf mas,jadi mengotori baju mas" dengan sopan lelaki itu meminta maaf pada hans.


"Is ok,tidak masalah" balas hans yang kembali meletakan minumannya tanpa berpikir macam-macam karena situasi juga sangat ramai pikir hans,hans merapikan pakaiannya dan mengambil kembali minumannya.


Saat akan meminum minumannya hans sedikit curiga sebab ada bau yang tidak wajar pikirnya,tapi hans tetap mencicipi minuman itu untuk memastikan feelingnya benar dan tidak butuh lama memang ada yang sengaja memasukan obat dalam gelas minuman hans,tapi siapa yang ingin melakukan tindakan konyol ini dalam keadaan masih sadar hans mencari tahu sebab dia bukan lelaki yang dengan mudah ditaklukkan.


Hans merasakan pandangan matanya hampir kabur dan sakit kepala yang sangat dia rasakan akibat efek minuman yang dia minum itu.


"Secepat ini reaksinya" gumam hans dengan memegang kepalanya.


Hans berusaha menahannya dan bergegas mencari toilet untuk membasuh mukanya tapi dengan sengaja seorang yang sebenarnya tidak begitu dikenalnya mendekat ke arah hans dengan suara khas menggoda dan menawarkan diri pada hans untuk membantunya.


"Kenapa mas..biar saya bantu?" ujarnya dengan berpenampilan yang hans tidak suka sebab dengan pakaian sangat terbuka dan sangat seksi.


"Terimakasih..maaf saya bisa sendiri" ucap hans dengan tangan yang menunjukkan penolakan tidak ingin di bantu.


"Tapi mas.." penolakan itu tidak di perdulikannya malah semakin mendekat dan seperti ingin memeluk hans.


Walaupun pandangan hans sedikit kabur tapi hans masih bisa mengenali siapa wanita yang ingin memeluknya,dia tiara sangat jelas wajahnya di mata hans walaupun baru s3kali dirinya bertemu di acaranya pertemuan pernikahan mas tama.


Hanya satu yang ada di benak hans saat ini bagaimana caranya agar bisa secepatnya sadar dari pengaruh minuman yang dia minum agar tidak jatuh kepelukan tiara yang saat ini semakin menggodanya dengan alasan membantunya.


Bayangan wajah cantik ceisya sangat nyata hans ingat,sebab hans tidak ingin menyakitinya ceisya dan perlakuan dari tiara akan berdampak pada hubungan dengan ceisya tentunya.


Jalan satu-satunya hans harus menyakiti dirinya sendiri, yang hans lihat hanya kaca besar yang terpajang di atas wastafel dan ini yang hans lakukan dengan memukulnya dengan sangat kuat akibatnya kaca pecah dan suara yang sangat keras terdengar membuat tiara berteriak karena takut,tangan hans bersimbah darah akibat pecahan kaca.


Prang !!!!


Beberapa kolega mencari tahu berasal dari mana sumber suara itu,begitupun dengan indra sangat terkejut saat melihat tangan hans berlumuran darah segar,tapi yang hans lakukan itu membuat hans tersadar dari efek minuman yang telah membuat hans sedikit hilang kesadarannya.


Indra memerintahkan orang kepercayaannya membantu hans berbeda dengan tiara yang menangis dengan kepura-puraannya pergi berlari,dan memberi tahukan pada adhi bahwa hans melakukan hal yang tidak pantas padanya begitu tiba di rumah.

__ADS_1


Adhi dan ibunya tidak terima tiara dilecehkan oleh hans langsung mendatangi rumah dimana hans dan ceisya tempati tapi apa yang di dapat hans tidak ada di rumahnya hans sendiri masih berada di rumah indra saat ini.


Ceisya bukan gadis bodoh dia dengan cepat menghubungi hans yang masih belum pulih betul dari efek minuman dan menjelaskan kalau dirinya ada di rumah indra,ceisya meminta mas adhi dan ibunya langsung menemui hans di rumah indra dan ceisya pun turut serta.


Setibanya di rumah indra mereka masih di sambut baik setelah mendengarkan penjelasan adhi indra sangat marah besar pada adhi dan ibunya yang menurut mereka sangat sembrono dalam bertindak dengan marah indra meminta tiara datang bersama keluarganya saat ini juga untuk menyelesaikan masalah konyol ini yang seharusnya tidak terjadi.


Dan tidak lama tiara dan keluarganya datang, hans tidak bicara sepatah katapun hanya diam yang saat ini banyak bicara hanya indra dan ceisya,hans dibuat kagum dengan sikap dan kecerdasan ceisya.


"Kamu yakin hans melakukan hal yang tidak pantas itu !!" ucap tegas indra yang tidak percaya pada tiara.


Sebelum tiara datang kerumah indra,ceisya meminta tiara memakai pakaian yang sama saat kejadian dengan hans,tiara menyetujui permintaan ceisya.


"Sebenarnya saya hanya ingin membantunya tapi..mas hans melakukan hal itu.." tiara menangis memeluk bundanya.


"Benarkah mas hans melakukan hal yang tidak pantas itu pada mu?" tanya ceisya tanpa memperlihatkan wajah kesal apalagi marah.


"Pokoknya dia harus bertanggungjawab atas perbuatannya !!" mas adhi menunjuk hans dengan ucapan tegasnya terdengar.


Terlihat wajah kecewa dari ayah tiara pada putrinya,berbeda dengan ibunya yang sepertinya tahu ini permainan putrinya.


"Mas yakin mas hans melakukan hal itu?" ceisya bertanya balik pada mas adhi yang sangat terkejut sebab seperti bukan ceisya yang dulu dikenalnya menurutnya.


"Yakinlah..mana mungkin tiara mau menceritakan sesuatu yang aib untuk dirinya yang sebentar lagi akan menikah !!" balas mas adhi dengan wajah tegas sepertinya sangat kesal pada hans.


"Ok..apa yang akan kamu minta dari mas hans karena perbuatan yang mas hans lakukan padamu?" ceisya tidak kalah tegas dari mas adhi bertanya pada tiara.


"Saya minta dia menikah dengan saya" pinta tiara dengan terlihat wajah senang.


"Apa..tidak salah dengan apa yang kamu ucapkan?" tanya indra yang merasa dipermainkan bocah kemarin sore.


"Tidaklah kek..siapa lagi yang mau menikah dengan tia kalau semua orang tahu tia sudah di lecehkan seorang laki-laki" tiara berusaha menjelaskan keinginannya yang sebenarnya rencana busuknya.


"Ok..mas kamu siap menikah dengannya?" tanya ceisya tegas tapi terdengar lucu untuk hans yang hanya menunjukkan jari jempolnya tanda menyetujui rencana ceisya.


"Tidak kek..semua harus jelas hitam putihnya" hans terlihat senang dengan apa yang ceisya ucapkan ternyata anak manja telah berubah pikir hans yang menahan senyum.


"Kenapa kakek yang takut,ceisya saja santai saja" balas mas adhi yang tidak tahu apa yang direncakan oleh ceisya.


Tiara terlihat sangat senang dengan semua yang ceisya ucapkan yang menurutnya dia akan mendapatkan orang yang dia inginkan dan secara tidak langsung dia bisa membalas sakit hati mas adhi pada hans sekaligus mas adhi bisa mendapatkan kembali ceisya.


"Apakah pakaian ini yang kamu pakaian saat kejadian bersama mas hans?" tanya ceisya yang sudah berdiri memeriksa tiara dengan seksama dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Iya..memang ada yang salah masalah dengan pakaian saya" ucap tiara dengan menunjukkan rasa percaya dirinya.


"Dari penampilan kamu sudah bisa di tebak siapa sebenarnya yang bertujuan menggoda" dengan tegas dan senyum sinis ceisya pada tiara.


"Menurut kamu mas hans tergoda dengan kamu berpenampilan seperti ini ?" tanya lagi ceisya dengan memeriksa apa yang tiara pakai saat ini.


"Kakak ceisya bisa tanya pada mas hans" masih dengan percaya dirinya tiara berucap.


"Bagaimana mas..?" kali ini ceisya bertanya pada hans yang hanya bisa tertunduk menahan senyum yang menandakan tiara terlalu percaya diri.


"Cukup mas..sya mengerti itu sudah mewakili jawaban mas" ucapan ceisya membuat hans ingin sekali memeluk ceisya karena gemas.


"Boleh aku tanya apa yang telah mas hans lakukan padamu,sehingga kamu menuduh mas hans telah melecehkan mu?" kali ini pertanyaan ceisya menyudutkan tiara yang terlihat mati kutu.


"Dia berusaha memeluk saya!" jawab tiara dengan suara ragu.


"Oh..yah,apakah itu yang sebenarnya?" ceisya semakin menyudutkan tiara.


"Ok..kalau benar itu yang mas hans lakukan padamu" kali ini ceisya berusaha mencium tiap bagian tubuh tiara begitupun pakaian yang tiara kenakan.

__ADS_1


"Apa sih kak" tiara merasa tidak nyaman dengan apa yang ceisya lakukan.


"Ok.." ceisya berucap singkat tapi penuh makna.


Kali ini ceisya berpindah pada hans dan ceisya melakukan hal yang sama seperti pada tiara,dan ceisya dapat menyimpulkan bahwa tiara berbicara bohong.


"Sebelumnya aku minta maaf terutama pada om dan tante selaku orang tua dari tiara dan tanpa mengurangi rasa hormat pada ibu dan mas adhi tapi ini fakta yang sebenarnya yang akan aku sampaikan, yang pertama adik tiara berbicara bohong yang kedua semua fakta yang adik tiara ucapkan tidak sesuai kalau memang mas hans memeluk tiara pasti akan tercium bau parfum yang sama dengan mas hans pakai saat ini dan kalau memang mas hans secara sadar ingin memeluk tiara secara paksa kenapa mas hans melukai dirinya dan maaf di luar sana ada dokter yang akan memeriksa tiara untuk memastikan apakah benar secara medis mas hans telah melakukan pemaksaan untuk melecehkan tiara" penjelasan dari ceisya semua masuk akal dan seorang dokter masuk berniat memeriksa tiara tapi tiara dengan menangis menolak dan menggakui perbuatannya yang dengan sengaja menggoda hans karena tidak ingin jodohkan dan dengan lancangnya tiara mengungkapkan keadaan ceisya selama ini di rahasia kan oleh hans dan indra.


"Kak ceisya apa tidak kasihan pada mas hans sedangkan kak ceisya sendiri tidak akan memberikan keturunan untuk mas hans karena kondisi kakak ceisya yang sudah tidak akan bisa memiliki keturunan akibat dari keguguran yang lalu !" ucap tiara dengan suara lantang yang membuat indra marah besar.


"Lancang sekali mulut mu,pantaskah itu keluar dari mulut seorang gadis dari keluarga yang di sebut baik" dengan marah indra menyuruh keluarga tiara keluar dari rumah mewahnya.


"Maafkan putri saya tuan indra,maafkan saya yang salah mendidiknya" ucap ayah tiara yang sangat malu pada indra dan berpamitan pulang dengan menarik tangan tiara kasar.


Hans yang hanya bisa memeluk ceisya yang sudah menangis karena sedih dengan apa yang baru saja di dengarnya,apalagi dari orang yang berniat jahat pada suaminya.


"Kamu juga keluar, kenapa tidak kalian pikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak apalagi kita semua adalah keluarga" usir indra pada adhi dan ibunya dengan tegas.


Kini tinggallah indra dan ceisya juga hans yang berusaha menenangkan ceisya yang masih kecewa dengan apa yang telah didengarnya.


"Dengarkan sayang..maafkan kakek juga mas mu kami berdua tidak ada maksud untuk menutupinya dari mu tapi menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskannya pada mu sayang" pinta Indra yang duduk di antara hans dan ceisya.


"Maaf sebelumnya kek..alangkah baiknya biar saya saja yang menjelaskan pada sya sebab kesalahan sepenuhnya dari saya secara pribadi" permintaan hans di kabulkan indra dan hans minta ijin pamit pulang.


Sepanjang perjalanan pulang hans tidak di perdulikan oleh ceisya,tapi hans yang banyak akal ada saja cara yang dia perbuat berharap ceisya tidak marah padanya.


Hans sengaja menekan luka di tangannya dengan otomatis darah kembali mengalir dari luka yang masih belum kering dan hans berpura-pura merintih kesakitan.


"Auw..."hans mengimbaskan tangannya pura-pura sakit.


"Ih..mas tangannya berdarah" ceisya langsung memegang tangan hans yang terluka dan meminta pada hans untuk bergegas sampai di rumah untuk mengobati lukanya.


"Ayo..mas cepat sepertinya lukanya serius deh" pinta ceisya terlihat khawatir dengan keadaan luka hans.


Benar saja begitu tiba di rumah hans langsung dibantu ceisya mengobati luka di tangan hans,kejadian yang telah lewat seakan terlupakan oleh keduanya yang sudah saling menggoda.


"Boleh mas minta waktunya sayang" pinta hans yang sudah membersihkan diri dan keduanya sudah berada di atas kasur yang terbilang sangat nyaman.


"Tentu boleh apa sih yang ga boleh untuk mas" balas ceisya dengan berbaring di dada hans yang berbaring dengan satu tangan mengusap kepala ceisya dengan lembut.


"Mas akan jelaskan apa yang di ucapkan tiara tadi,itu tidak sepenuhnya benar dan sepertinya dia telah salah dengar sebab tidak dari sumbernya,kalau sya mau tahu ini fakta sebenarnya dokter menjelaskan pada mas setelah proses keguguran itu sya mengalami banyak pendarahan dan secara otomatis dokter meminta pada mas untuk memberikan waktu pada rahim sya untuk beberapa waktu beristirahat terlebih dahulu dan selama itu sya harus menjalani pengobatan agar rahim sya siap kembali digunakan dalam keadaan sehat dan kuat untuk menerima penghuninya itu yang sebenarnya sayang bukan sya tidak bisa hamil" penjelasan hans masuk akal menurut ceisya dan memandang hans dengan tersenyum.


"Sya jangan senyum seperti ini bikin mas gemas" ucap hans membuat ceisya menyembunyikan wajahnya didada hans dengan tertawa menggoda.


"Sya.." panggil hans pada ceisya yang membuat ceisya malu.


"Sya ga menggoda ya mas" ceisya berucap masih dengan bersembunyi di dada hans.


"Tapi mas tergoda loh.." ucapan hans membuat ceisya makin malu.


"Ih..mas ga sadar apa tangan masih terluka nih" ceisya menunjukkan luka di tangan hans tapi balasan jawaban dari hans bikin ceisya mati kutu.


"Kan masih ada tangan yang satunya dan yang kerjakan bukan tangan sya" balas hans dengan senyum menggoda ceisya yang sudah tidak bisa membalas ucapan hans.


"Gimana sya siap?" goda hans yang benar-benar hanya menggoda.


"Ih..ga ah,sya ga tega lihat tangan mas" ceisya dengan mengusap tangan hans yang terluka.


"Ya..udah lain kali aja" keduanya tertawa bersama sebelum kedua terlelap dalam mimpi.


Ciuman sebelum tidur pun hans berikan pada ceisya dengan lembut membuat ceisya berbisik pada hans "sya sayang mas" dan hans membalasnya dengan mengucapkan "mas juga sayang sya" dan ciuman kembali mendarat di bibir ceisya kali ini dengan sedikit ada balasan dari ceisya yang membuat keduanya ada keinginan yang lain tapi hans tidak ingin memaksakan ceisya yang dari awal tidak ingin melakukan itu setelah melewati masa pemulihannya.

__ADS_1


Sebenarnya ceisya kasihan pada hans yang sudah lama tidak menyalurkan hasratnya tapi saat ini kondisi hans tidak dalam keadaan nyaman itu yang jadi pertimbangan ceisya saat ini.


Rasa pengertian dan mengerti keinginan pasangan ini yang keduanya miliki sehingga tidak muncul salah faham dalam hubungan hal seperti ini yang membuat hubungan awet sehingga tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan tentunya dengan saling komunikasi dan saling jujur pada pasangan ini rahasia dan kunci kelanggengan sebuah rumah tangga.


__ADS_2