Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Sisi lain Q


__ADS_3

Proses belajar mengajar sudah mulai berlangsung selepas MOS berakhir,hari sabtu di gunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler sekolah dan Q memilih mengikuti eskul yang di sangat disukai cewek banget.


Eskul ini belum pernah Q coba,ini hal baru yang membuat Q sangat antusias sekali.


"Serius kamu ga tahu ini apa?"Ina seakan tidak percaya dengan apa yang saat ini di lihatnya.


"Serius lah,memang kenapa kalau saya ga tahu?"dengan muka polosnya yang ditampakkan oleh Q.


"Ha..ha..ha,selama ini kemana saja non?"Ina tertawa dan meminta kejelasan pada Q yang jelas-jelas dia anak cewek tulen tapi tidak bisa membedakan tepung terigu sama tepung beras.


"He..ko mirip bedak bayi ya"dengan polosnya Q berucap yang membuat Ina mengoleskan tepung pada salah satu pipi Q.


"Ya..ini memang mirip bedak bayi non..biar cantik pakai ini dulu"ucap Ina yang membuat Q cemberut dengan mulut monyong tapi tetap manis menurut Ina.


"Ini dapur bukan tempat bermain ya !!!"tegur guru yang membimbing eskul dengan bertolak pinggang.


Ina merasa bersalah pada Q tapi tidak dengan Q yang merasa senang di kerjain oleh Ina yang tertunduk dengan rasa bersalah juga takut.


"Maaf"Ina berucap dengan tertunduk merasa bersalah.


"Lain kali jangan kalian ulangi lagi !"perintah Bu Anna yang terkenal bawel.


"Ayo kita mulai ingat memasak itu seni jadi harus gunakan hati dan rasa kalian !"bu Anna mengingatkan.


"Iya bu "siswa berucap bersamaan dengan memperhatikan bu Anna yang mulai mencampur bahan-bahan.


Dalam eskul kali ini membuat makanan penutup berupa aneka puding yang jelas-jelas banyak di sukai oleh semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa.


"Bu..kenapa punya saya belum mengeras ya?"dengan polosnya Q bertanya dengan tangan tetap mengaduk agar-agar yang masih dimasak.


"Cantik kamu belum pernah memasak agar-agar?"bu Anna bertanya pada Q yang menggaruk kepala karena malu.


"Maaf belum pernah bu" Q menjawab apa adanya.


"Non,ini akan mengeras setelah dingin"Ina menjelaskan yang membuat Q terdiam.


Ina banyak menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan masak masakan juga seluk beluk dapur yang membuat Q banyak menganggukan kepalanya tanpa banyak protes.


"Maaf ini pertama kalinya saya mengenal dapur"dengan malu Q menjelaskan membuat Ina tertawa tapi juga iba dengan Q.


"Ga.. masalah saya akan bantu dan akan menjawab apapun yang kamu tanyakan"Ina menepuk pundak Q yang tersenyum senang.


"Terimakasih untuk semua bantuannya" Q membalas dengan memberikan senyum manisnya.


"Coba kalian lihat hasil kerja kalian !"perintah bu Anna dengan penuh semangat.


"Woh..Sha,punya mu berhasil dan sesuai harapan"ucap Ina yang melihat keberhasilan Q.


"Benarkah..?!" Q tidak menyadarinya yang dia tahu hanya mengikuti instruksi bu Anna.


"Ok.. sekarang coba kalian cicipi untuk mengetahui soal rasanya !"bu Anna kembali memerintahkan.


"Ehhmm,enak tapi kurang e..ehm banyak"goda Ina yang membuat Q malu juga senang sebab untuk pertama kalinya dirinya berada di dapur untuk membuat sebuah karya yang belum pernah dilakukan selama ini.


"Biasa aja kali non..tidak harus jadi malu,lihat pipimu memerah karena rasa malu mu"Ina menggoda Q yang masih merasakan bahagia.


"Ina.."Q bersembunyi di punggung Ina yang membuat Ina bingung.


Menjelang sore eskul berakhir,Q belum juga di jemput oleh pak Dul tapi tidak membuat Q kesal dia memilih menikmati waktu di depan gerbang sekolah tepatnya di halte sekolah.


Aktivitas lalu lalang lalu lintas membuat Q tidak bosan untuk menunggu pak Dul menjemput dirinya yang saat ini banyak siswa menunggu bis untuk pulang.


"Jangan bang..ini untuk makan kami "rengek anak laki-laki usia anak sekolah dasar dengan penampilan lusuh membawa Koran untuk di jual.


"Berikan atau..!"gertak lelaki remaja yang seharusnya masih sekolah dengan penampilan celana sobek-sobek,yang mengepalkan tangan siap menayangkan pukulan.


"Iya..bang..iya"anak lelaki kecil mengeluarkan uang dari dalam sakunya.


"Lama..!"bentak lelaki remaja yang langsung merebut uang dari tangan lelaki kecil yang pasrah.


Pemandangan ini sangat tidak nyaman yang Q lihat,hati nuraninya tergerak untuk menolong lelaki kecil yang tertindas tapi Q ingin lelaki remaja itu tidak lagi menindas yang lemah.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu" Q tahu akan ada perlawanan dari lelaki remaja karena tidak suka dengan kehadiran dirinya.


"Sok..jadi pahlawan kamu !"bentak lelaki remaja yang tidak sendirian.


"Tidak bang..saya hanya ingin membantu yang lemah saja " dengan santai Q membalas tapi dengan posisi siaga.


"Cuma cewek..kenapa harus takut !" bisik lelaki yang lain yang terdengar oleh Q.


"Sha..kita masuk ke sekolah saja.."Ina merasa takut akan diperlakukan kasar oleh lelaki yang memaksa meminta uang.


"Mereka baik ko..na,hanya caranya meminta mereka sedikit tidak biasa"ucap Q pelan ada Ina yang gemetar.


"Kak..itu uang saya"rintih anak lelaki kecil pada Q yang mengerti haknya terampas.


"Bisa kembalikan uang itu bang pada pemiliknya" pinta Q sopan tanpa memaksa.


"Kembalikan..!, sesuatu yang sudah ada di tangan kami itu milik kami,kamu tahu itu !!" dengan tersenyum sombong lelaki itu berucap.


"Abang bisa saya kasih lebih tapi kembalikan ini milik..anak!"kini giliran Q yang berucap tegas terdengar.


"Ha..ha sombong sekali kamu,berapa yang kamu punya !" lelaki itu dengan tegas mengertak Q yang diiringi tawa oleh beberapa orang kawannya.


"Berapa yang Abang minta?" Q membalas dengan tidak kalah tegas.


"Ok..sepuluh kali lipat dari uang yang akan saya kembalikan"lelaki itu menyodorkan uang milik anak lelaki penjual koran.


"Kamu hitung na !"pinta Q pada Ina yang takut menerima uang yang terlihat uang kertas yang terlihat lusuh dengan uang logam yang jatuh tercecer.


'Menyusahkan..ih' Ina bergumam dalam hati dengan kasar menghentakkan kakinya karena kesal.


"35.500..Sha.."Ina menyerahkan uang milik anak lelaki pada pemiliknya.


"Ok..coba kamu hitung berapa 10 x lipatnya?" Q bertanya pada lelaki yang mengertak dengan bingung berusaha menghitung.


"Woi..berapa coy..?"dengan menggaruk kepalanya dia bertanya pada kawan-kawannya.


"Tahu..kamu berapa ?"lelaki yang lain saling melemparkan yang membuat Q tersenyum.


"Kami hanya butuh untuk makan sepagi ini kami semua belum makan"jawab lelaki berbadan kurus yang menenteng ukulele usang.


"Benar hanya untuk makan ?" sepertinya Q hanya meminta kepastian dari mereka.


"Ya..kami hanya ingin makan"yang lain menambahkan dengan tertunduk lesu.


"Ok..kalian semua ikut saya !" Ina di buat bingung dengan sikap yang diambil Q.


"Serius kamu Sha..?"Ina meminta penjelasan pada Q yang hanya berjalan mengandeng tangan anak penjual koran yang sama dengan Ina bingung.


Tidak jauh dari gedung sekolah yang letaknya strategis di pusat keramaian ada kedai siap saji yang di gemari semua kalangan dengan ayam sebagai menu andalannya.


"Ayo..masuk kalian boleh makan sepuasnya..saya yang bayar" dengan senyum khas yang dimiliki Q mengajak semua lelaki yang umurnya tidak berbeda dengan dirinya untuk masuk.


"Pesan apapun yang kalian mau tapi syaratnya harus kalian habiskan..tidak boleh tersisa sebab diluar sana banyak orang yang membutuhkan makanan yang lain makan..ok" terdengar tegas tapi tidak menyinggung.


Mereka hanya bisa terdiam tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh seorang Q yang berparas cantik dan natural tapi terlihat begitu elegan tanpa memperlihatkan dirinya dari kalangan orang berada.


"Ayo..katanya kalian belum makan.."Ina hanya bisa memandangi Q yang memiliki sisi lain di balik sikap masa bodohnya.


"Mbak..tolong berikan mereka menu terbaik"pinta Q pada pelayan yang bingung dengan apa yang di lihatnya.


"Tenang mbak saya yang akan membayarnya" Q bisa mengerti dengan penampilan mereka yang lusuh bisa diartikan tidak memiliki cukup uang untuk membayar makanan yang akan mereka pesan.


Qiandra Mettasha mengeluarkan benda pipi yang bisa di gunakan sebagai transaksi untuk meyakinkan pelayan bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan terbaik dan Qiandra yang akan membayarnya.


"Siap mbak.."dengan sedikit malu pelayan menyiapkan pesanan.


"Silakan kalian nikmati dan pilih tempat ternyaman untuk kalian.." Q mempersilakan mereka semua makan termasuk anak lelaki penjual koran yang tidak percaya bisa makan di tempat yang tidak pernah di bayangkan oleh dirinya selama ini.


"Sha..kamu ga merasa diperalat oleh mereka" Ina sepertinya memastikan temannya baik-baik saja.


"Ha..ha na, mereka hanya butuh makan dan saya bisa memberinya apa masalahnya"Ina tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

__ADS_1


Qiandra Mettasha kembali memesan beberapa kotak makanan yang membuat Ina tidak percaya dengan apa yang Qiandra lakukan.


Setelah beberapa lama mereka sudah menghabiskan semua pesanan yang mereka pesan tanpa ada sisa sesuai permintaan Q dan membuat Q sedang.


"Karena kalian menghabiskan semua makanan kalian..saya beri tambahan ini"Q memberikan setiap anak dua kotak yang berisikan dua menu makanan di setiap kotaknya.


"Ini untuk kalian bawa pulang" Q membahagiakan kotak yang di bantu oleh Ina.


"Tapi maaf hanya ini yang bisa saya bagi untuk kalian.." ucap Q dengan tersenyum.


"Ini sudah lebih dari cukup kak.."anak penjual koran lebih dulu mengungkapkan apa yang telah lakukan untuk dirinya.


"Iya..mbak ini sudah cukup kami dan maafkan atas sikap kami pada mbak..terimakasih untuk makanan yang mbak berikan untuk kami"salah satu lelaki yang seumuran dengan Q mewakili teman-temannya berterimakasih pada Q.


"Tidak usah sungkan saya hanya bisa memberikan ini..kapanpun kalau kalian lapar dan saya ada di dekat kalian panggil saja saya akan memberikan kalian makanan yang cukup untuk kalian.." Q memberikan senyum tulusnya.


"Sekali lagi maaf hanya bisa memberikan ini" Q membungkuk sedikit badannya tanda menghormati mereka yang susah seperti teman tidak ada perbedaan.


'Gila nih anak,padahal mereka secara strata di bawah dirinya tapi sikap redah hatinya bisa bikin kagum' Ina hanya bisa berbicara dalam diam dengan sikap Q yang di luar dugaannya.


"Dan saya mohon jangan lakukan hal yang seperti tadi tidak baik untuk kalian,sebab saya tahu kalian anak-anak yang baik tidak seharusnya melakukan hal itu" mendengar apa yang Q ucapkan mereka tertunduk malu.


Selepas berpamitan pada Q mereka meninggalkan kedai yang jelas tidak tahu kemana hanya menyisakan Q dan Ina yang menyelesaikan pembayaran.


"Terimakasih mbak..sudah melayani kami dengan baik"kembali Ina di buat kagum oleh sikap Q yang seharusnya pihak kedai yang berterima pada dirinya.


"Kami yang berterimakasih karena mbak sudah berkunjung ke kedai kami..saya harap mbak berkunjung lagi di lain waktu"pinta salah satu pelayan dengan ramah pada Q dan Ina.


Selepas keluar dari kedai Q baru menyadari kalau pak Dul akan mengkhawatirkan keadaannya, dengan berlari Q menarik tangan Ina yang hanya bisa pasrah mengikuti langkah Q tidak bisa ditolaknya.


"Ayo..na, pasti pak Dul mencari ku" ucap Q yang mencari keberadaan pak Dul.


"Sha..Sha,pak Dul ga akan pulang sebelum kamu ikut dengannya"Ina menghentikan Q yang masih mengkhawatirkan pak Dul.


"Tapi kasihan pak Dul pasti menunggu lama"balas Q yang masih dengan langkah tergesa-gesa.


'Sebenarnya siapa sih yang jadi majikan,ko bisa ya...Sha..Sha' Ina kembali membatin.


Dari jauh terlihat pak Dul melambaikan tangannya pada nona mudanya yang membalas dengan senyuman manis miliknya.


"Sudah siap pulang Q.."ucap pak Dul pada Q dengan sopan.


"Maaf sudah membuat pak Dul menunggu"Q merasa bersalah pada pak Dul.


"Bapak kira masih didalam"pak Dul menggaruk kepalanya buang tidak gatal.


"Suah dari tadi pak saya keluar tapi ada urusan yang harus di selesaikan..sekali maaf ya pak"Q menjelaskan pada pak Dul.


"Ina..sebaiknya kamu pulang bareng saja biar pak Dul antar kamu sampai rumah ok.."Ina tahu dirinya hari ini tidak di jemput oleh supirnya.


"Baiklah..lagian saya juga takut kalau harus menunggu taksi bila mengingat kejadian tadi" Ina berucap dengan muka seperti ketakutan.


Berbeda dengan Q yang langsung memberikan isyarat pada Ina berharap mengecilkan suaranya khawatir didengar oleh pak Dul yang akan merasa bersalah pada tuan yang memberikan tanggungjawab pada dirinya untuk menjaga Q selama di luar rumah.


"Apa..?"tanya Ina polos tanpa dosa.


"Pak Dul"Q berucap pelan dan di mengerti oleh Ina.


"Maaf.."balas Ina dengan memelas.


"Pak..kita ke rumah Ina dulu ya"pinta yang di sanggupi oleh pak Dul yang hanya mengangguk paham atas permintaan nonanya.


Baik Q maupun Ina hanya diam menikmati pemandangan lalu lintas sore yang akan menjelang malam,tapi ada yang cukup membuat nyaman keduanya sebab besok hari libur untuk merilekskan tubuhnya dengan bermalas-malasan sepanjang hari bila tidak ada perjalanan dengan keluarga.


"Non..Ina ini benar alamat rumah non..?"pak Dul menanyakan pada Ina yang terkejut karena melamun sepanjang perjalanan.


"Iya..maaf pak saya melamun"Ina bersiap untuk turun dan berpamitan pada Q juga tidak lupa berterima pada pak Dul yang sudah mengantarkan sampai rumahnya.


"Dah..sampai ketemu lagi"ucap Q sebelum meninggalkan kediaman Ina yang melambaikan tangan.


Sepanjang jalan pulang Q bisa menebak apa yang akan di tanyakan oleh orang tuanya dengan sikap yang telah diambilnya terhadap anak jalanan.

__ADS_1


__ADS_2