
Sepertinya Hans tidak mengenal lelah,dalam mengucap syukur sebagai ucapan terimakasih kasih kepada Tuhan, begitupun dalam menjaga keadaan ceisya yang sudah mulai berangsur-angsur membaik bahkan sudah ada di rumah.
Hans siap mengantikan tugas menjaga sang buah hati bila ada di rumah,bahkan selalu terjaga semalaman untuk memberikan asi yang seharusnya tugas ceisya.
Ceisya sudah menyiapkan asi yang siap di panaskan bila di butuhkan sang buah hatinya, sebenarnya ada perawat yang sengaja di siapkan di rumah tapi Hans lebih memilih dirinya yang menjaga buah hatinya bila di rumah.
Sepertinya malam ini,bayi perempuan yang belum di beri nama itu sedikit rewel sehingga tidak nyaman dalam tidur malamnya.
"Sttt..jangan nangis ya,kasihan bunda harus istirahat..sayang mau apa biar sama ayah ya" Hans berbicara seorang diri tapi seperti di mengerti putrinya yang mulai terdiam dari tangisnya.
Hans memeriksa apakah dia mengompol atau dia lapar,bahkan mengecek suhu tubuhnya sepertinya Hans paham betul bila putrinya tidak nyaman apalagi sampai rewel.
Tapi semua yang Hans lakukan masih baik-baik saja,akal sehatnya masih mencari jawaban apa yang membuat putrinya rewel.
"Putri ayah ingin di gendong ya,sama ayah ayo siap ayah gendong"Hans sudah sangat mahir mengendong putrinya setelah belajar dari perawat.
Ternyata benar putri kecilnya ingin di gendong sang ayah,putri kecilnya terlihat tenang dalam gendongan sang ayah dengan punggungnya yang diusap lembut sang ayah.
Hans banyak berbicara dengan sang putri walaupun tidak ada balasan dari putrinya tapi sorot mata kecil itu seperti memahami tiap bait kata yang berisikan pujian pada Tuhan dan rasulnya serta pesan untuk menyayangi sang bunda.
Tidak lama putri kecil itu terlelap tapi tiap kali di letakkan dalam box miliknya dia kembali rewel,Hans seperti mengerti putrinya enggan jauh dari sisinya.
Hans mendekap tubuh mungil itu di dadanya dengan di tutupi selimut berharap tidak kedinginan,sofa yang bisa di gunakan ceisya menyusui buah hatinya jadi pilihan Hans untuk menyadarkan tubuh gagahnya yang mulai lelah.
Hampir menjelang pagi Hans masih dalam posisi yang sama, membuat ceisya yang baru bangun tersenyum dan mengabadikan momen itu dalam ponselnya untuk di jadikan story pagi ini 'suami hebat ku'.
__ADS_1
Ceisya yang berlahan menuju kamar mandi tapi tetap saja mata dan telinga Hans lebih waspada,dengan berbisik dia menyapa sang bidadari surganya dengan senyum manis diawal pagi.
"Assalamualaikum,sayang gimana istirahat mu malam tadi?"dengan malu ceisya membatalkan niat ke dalam kamar mandi lebih memilih menghampiri suami tercintanya.
"Waalaikum salam,mas alhamdulillah nyenyak bahkan terlewat pulas, terimakasih untuk terjaga semalaman untuk baby,maaf merepotkan ya"Hans bangkit dari duduknya dan mencium ujung kepala ceisya lembut dan tidak lupa mengecup bibir ceisya perlahan.
"Tidak harus berterimakasih ini sudah bagian dari tugas mas, sebagai ayah dan kenapa harus minta maaf tidak ada yang salah untuk semua ini bahkan mas senang bisa memberikan waktu mas untuk kalian orang yang berarti dalam hidup mas"satu tangan Hans memeluk ceisya yang juga memeluk Hans.
"I love mas"ucap ceisya dengan malu pada Hans.
"I love two angle"balas Hans yang kembali memberikan ciuman bergantian pada dua perempuan istimewa dalam hidup Hans.
Ceisya berpamitan pada Hans untuk membersihkan diri dan Hans siap membantunya sebab kondisi ceisya masih belum bisa bergerak banyak masih sedikit banyak perlu bantuan orang sekitarnya.
Sebenarnya ceisya enggan mendapat bantuan dari Hans walaupun dia suaminya,wajarlah bila dirinya merasa risih tapi bukan seorang Hans yang tidak bisa menyakinkan ceisya bahwa dirinya hanya berniat membantu tidak keluar dari koridor lainnya.
Ceisya di buat takjub oleh suami hebatnya yang masih bisa santai bahkan cenderung tenang dalam membantu dirinya yang masih dalam proses pemulihan.
"Tenang sayang semua akan ada waktunya" goda Hans yang membuat ceisya sembunyi di balik punggung sang suami.
"Kirain..masih bisa sabarkan?"tambah ceisya dengan tertunduk malu.
"Iya..lah masih sabar boleh lihat kalau sayang ga percaya" ceisya makin di buat malu oleh Hans.
"Mas..ih"Hans sebenarnya hanya menggoda tidak bertindak lebih.
__ADS_1
Hans memang lelaki yang diidamkan semua wanita kalau saja stoknya banyak tapi sayang tuhan selalu tidak banyak memberikan stok seperti Hans barang kali limited edition kalau dalam istilah barang.
Tidak hanya badan ceisya yang di berikan pelayanan oleh Hans, tapi juga sarapan penuh dengan gizi lengkap sudah tersedia di meja makan dan Hans sendiri membersikan sang putri yang sudah bangun.
"Sayangnya bunda sudah cantik..sini sama bunda"pinta ceisya pada Hans yang senang melihat ceisya semakin sehat.
"Mas mau sarapan dulu atau mau ada acara lain?" tanya ceisya yang tahu seperti apa kesibukan suaminya.
"Mas ingin sarapan dulu saja dan memanjakan bunda sama putri ayah"ucap Hans membuat ceisya senang sebab Hans akan selalu memanjakan dirinya bila ada di rumah.
Disaat hari libur Hans menghabiskan waktunya untuk keluarga kecilnya, semua tugas sudah dia berikan pada sang ajudan terkecuali tugas yang sangat mendesak dan mengharuskan dirinya hadir itu pengecualian untuk dirinya.
Kebahagiaan ceisya seakan lengkap, memiliki suami yang selalu ada dengan rasa setianya juga kasih sayang yang tulus bahkan tidak diragukan lagi memiliki cinta hanya untuk ceisya ditambah kehadiran buah hati yang sangat manis dan cantik menjadi pelengkap dalam keluarga kecilnya.
Hans juga sangat memperhatikan semua asisten rumah tangganya dia memperlakukan mereka layaknya keluarga, mereka semakin nyaman bekerjasama dengan pemilik rumah seperti Hans dan ceisya.
Pernah ceisya sedikit cemburu pada Hans karena asisten rumahnya membicarakan Hans di belakang ceisya, mereka memuji sikap Hans terhadap ceisya dan dengan caranya ceisya mengadu pada Hans yang di balas hanya tertawa oleh Hans.
Bagi Hans biarlah mereka membicarakan dirinya tapi dirinya tetap milik sang istri lahir dan batinnya,mau dari mana ceisya menikmati tanpa penolakan dari Hans.
Memang Hans suami hebat, ceisya akui itu dia ada dimana dirinya membutuhkan dia akan ada tanpa harus di minta.
Bagi Hans,suami itu harus bisa menempatkan diri di manapun dengan demikian istri akan nyaman ada didekatnya,dan makin sayang tentunya.
Hans sangat tahu seperti apa tipe istrinya yang terlahir dari keluarga yang memiliki segalanya ada dan serba tersedia dengan tanpa batasan sangat wajar bila besar rasa gengsinya untuk menunjukkan rasa cemburunya bahkan lebih menunjukkan rasa jual mahalnya.
__ADS_1