Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Belajar dari masa lalu


__ADS_3

Keluarga kecil Hans yang hangat lebih memilih waktu untuk kebersamaan bila berkumpul di rumah dari pada ke luar rumah,terutama Q yang sadar waktunya habis di luar rumah dengan aktivitas yang melelahkan dari tekwondo,berkuda dan aktif di sekolah semua di lakukan seijin Hans dan ceisya.


Pertemuan keluarga besar Indra masih rutin diadakan begitupun dengan ceisya dan Hans selalu menyempatkan hadir dalam pertemuan itu, hubungan kekerabatan masih terjalin baik walaupun ada sedikit ketidak nyamanan untuk pihak-pihak tertentu tapi tidak dengan ceisya dan kakak lelaki ceisya yang memilih menjaga jarak untuk kebaikan hubungan kekerabatan.


Tradisi yang di jalankan Indra selaku kakek masih dijalankan oleh mas Adhitama dan mas adhianta selaku sepupu ceisya dalam memberikan pendidikan pada penerusnya, dengan memanggil guru privat ke rumah berbeda dengan putri tunggal ceisya yang memperoleh pendidikan dengan bersekolah seperti pada umumnya anak-anak bersekolah.


Banyak pelajaran yang Hans dan ceisya ambil dari masa lalu yang dialami oleh ceisya,memang tidak semuanya buruk tapi sangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian dan cara pandang ceisya,hal seperti ini yang ceisya tidak ingin dialami oleh putrinya.


Hans mendukung keinginan ceisya yang positif menurut pendapat Hans yang sangat tahu pentingnya kita berinteraksi dengan orang luar memang tidak sepenuhnya baik di luaran sana tapi sedikit banyak bisa membentuk menjadi pribadi yang kuat dan mampu memecahkan setiap permasalahan yang akan di hadapi dalam kehidupan ini yang tidak mudah.


Ceisya sangat berharap pada putrinya untuk tidak mengulangi kejadian seperti masa lalu dirinya yang harus jatuh cinta pada sepupunya, ceisya beruntung kakek dan ayahnya menjodohkan dirinya dengan Hans, lelaki yang istimewa dalam banyak hal.


Istana Indra di gunakan sebagai tempat pertemuan sebagai mana biasanya, terdengar tawa canda diantara garis keturunan Indra yang saat ini saling bertukar cerita.


Qiandra Mettasha adalah buyut dari garis keturunan Indra yang lebih banyak diam bukan berarti dia tidak mengenal kerabatnya,ada banyak hal yang Q tidak nyaman bila bercengkrama dengan keluarga besar kakek buyutnya yang Hans dan ceisya tahu.


Didikan yang Hans berikan pada Q lebih mencerminkan kesederhanaan dan apa adanya tidak harus jadi orang lain,Hans selalu berpesan tunjukkan prestasi bukan reputasi.


Qiandra Mettasha selalu menjaga nama baik Hans dalam tiap langkah kakinya, Qiandra lebih banyak dikenal di lingkungan luar keluarga besar kakek buyutnya sebagai pribadi yang hangat dan tidak membedakan ini poin yang Hans sangat suka dari putrinya.


"Ayo..gabung sana,kebiasaan nempel terus sama bunda"goda mas Adhitama pada Q yang hanya tersenyum santai.


"Sudah gede juga..masih manja sama bunda" mas Adhitama masih menggoda Q yang enggan menjauh dari wanita yang dihormatinya.


"Kenapa dengan putri mu,dek..?" tanya mas Adhitama pada Ceisya untuk mencari tahu.


"Mungkin kecapean mas, sebab baru selesai menjalani ujian"ceisya hanya mencari alasan.


Begitupun dengan Hans yang hanya jadi pendengar dalam pertemuan kali ini yang menurut dirinya akan ada waktunya untuk dirinya turun memberikan pendapatnya atau akan langsung turun kelapangan nanti pada waktunya.


Pertemuan masih berlangsung yang menurut Q sangat lama waktu berjalan, ingin rasanya Q meninggalkan tempat yang tidak disukainya tapi rasanya tidak mungkin sebab akan mempermalukan kedua orang tuanya.


Rasa lapar menghampiri Q yang sebenarnya enggan untuk bangkit dari tempat duduknya yang menurutnya disini tempat ternyamannya saat ini tanpa ingin berpindah kemanapun,tapi rasa lapar ini tidak bisa ditahan lagi.


Dengan sangat terpaksa Q melangkahkan kakinya menuju meja yang menyediakan beberapa menu makanan dengan beberapa pilihan,bisa saja Q meminta tolong pada bundanya tapi hal itu bukan kebiasaan dirinya yang biasa mandiri.


"Mau kemana sayang..?" ceisya bertanya pada Q yang memberikan isyarat mengusap perutnya, membuat ceisya menggelengkan kepalanya.


Terlihat banyak menu pilihan dimeja yang membuat Q memilih, sebenarnya bisa saja Q mengambil semua yang dia mau tapi dirinya selalu diingatkan oleh Hans,ambil makanan secukupnya tidak boleh berlebih sebab di luar sana banyak orang yang tidak seberuntung kita, hanya kalimat sederhana tapi bermakna dalam yang Q yakini sangat bermanfaat untuk dirinya dengan harapan tidak menyia-nyiakan makanan yang tuhan berikan sebagai rikzi pada kita.


"Hai..Q "sapa salah satu cewek,anak dari sepupu bunda ceisya pada Q yang membalas dengan tersenyum.


"Bergabunglah disini.."ucap yang lain pada Q yang dengan sangat terpaksa menyetujui permintaan mereka.


Menu makanan yang dipilih Q lebih menarik dari pada mendengar mereka bergosip yang Q tidak mengerti apa yang saat ini mereka perbincangkan yang terlihat sangat serius dan heboh,sebab dari perbincangan itu mereka begitu histeria dan menggebu-gebu.


'Dean Bramastyo, sepertinya nama itu tidak asing di telinga ku dan kalau pun benar dia orangnya dari mana mereka mengenalnya' dalam diam Q berbicara dengan dirinya yang tidak sengaja curi dengar apa yang saat ini mereka bicarakan.


"Coba kita tanya saja sama Q" pinta salah satu anak sepupu ceisya pada Q yang langsung tersedak karena terkejut.


"Santai Q kita semua ga meminta makanan mu" canda yang lain dengan tawa.


"Maaf.."balas Q dengan mengusap mulut mengambil minuman.


"Ternyata kamu lucu Q..,kita hanya bertanya bukan merebut makanan mu"masih dengan tawanya mereka memperhatikan tingkah Q.


"Boleh kita tanya sesuatu Q..?"kali ini Q lebih terlihat santai dan siap mendengarkan apa yang mereka tanyakan pada dirinya.


"Selama aku tahu akan aku jawab..tapi bila tidak tahu ya..maaf" terdengar Q menjawab keingintahuan mereka.

__ADS_1


"Kamu kenal Dean..kalau ga salah dia ketua OSIS di sekolah kamu Q" mereka dengan serius menunggu Q menjawab dengan penuh penasaran,mohon di maklumi mereka lebih banyak mengenal orang terdekatnya saja, apalagi ada hal di luaran sana yang spesial didengar oleh mereka akan membuat rasa penasaran mereka bangkit dan siap mencari tahu.


"Oh..kak Dean.." singkat balasan dari Q yang membuat mereka merengek pada Q untuk menjelaskan lebih spesifik lagi pada mereka siapa itu Dean.


"Ko..cuma kak Dean,apa yang kamu tahu tentang dia Q ?" rengek mereka pada Q yang menggoyang-goyangkan tubuh Q dengan harapan Q menjelaskan lagi tentang Dean


"Memang hanya itu yang Q tahu,dia kakak kelas Q ga lebih yang Q tahu"jawaban Q tidak memuaskan keinginan tahu mereka.


"Maksud kita,Dean itu setampan apa menurut kamu,dan punya pacar ga terus dimana rumahnya..gitu loh Q" mereka menjelaskan pada Q yang hanya bisa mengangguk saja bingung.


"ko malah diam"tegur yang lain pada Q yang harus jawab apa sebab tidak tahu.


"Habis harus Q jawab apa,Q ga tahu apapun tentang kak Dean" Q menjelaskan apa adanya yang membuat mereka kecewa.


"Awas ya..Q setelah ini kamu cari tahu siapa Dean !"dengan ketus salah satu cari mereka menyudutkan Q.


"Maaf..itu buka diri ku,soal kak Dean memang Q ga tahu dan tidak mau tahu, menurut Q masih banyak hal yang lebih penting dari seorang Dean didalam hidup Q "dengan tegas Q menjelaskan pada anak sepupu bundanya yang tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.


"Maaf..permisi "pada akhirnya Q meninggalkan mereka yang melihat tidak suka pada Q yang bersikap masa bodoh.


Ingin rasanya Q menghilang saja secepat kilat dari situasi yang tidak membuat dirinya tidak nyaman ini,tapi tidak sopan bila melakukan hal itu yang akan berdampak pada kedua orangtuanya yang seperti tidak mendidik dirinya dengan baik karena sikap semaunya.


Pada akhirnya Q mengalah untuk tetap berada dalam acara pertemuan keluarga kakek buyutnya,yang lebih banyak berbicara basa basi yang Q lihat, membosankan yang Q rasakan.


"Sendiri..?"sapa lelaki yang biasa dipanggil kak Ken oleh semua kerabat seusia Q,yang tidak mau tahu siapa nama lengkapnya sebab dia lelaki yang sangat sibuk sehingga jarang berinteraksi dengan kerabatnya itu yang Q tahu.


"Ga..lah berdua" balas Q malas tanpa memandang lawan bicaranya.


"Mana..?"tanya Ken pada Q yang tidak mau menjawab.


"Cantik..cantik sendiri,ga takut,kenapa ga gabung sama yang lain" Ken banyak bertanya membuat Q kesal.


"Laki-laki ko cerewet ya..banyak tanya lagi" balas Q yang membuat Ken tertawa.


"Jinak memang Q binatang buas,kenapa sih kak Ken harus kesini.. ganggu Q saja tahu" ucap Q dengan muka cemberut.


"Bukan buas tapi hampir punah..,memang kamu perlu di ganggu Q" Ken tertawa puas menjaili Q yang manyun karena kesal.


"Hus..hus sana.."usir Q pada Ken yang masih tertawa melihat muka lucu Q.


"please..kita damai,ga ganggu Q kok..hanya ingin duduk santai saja"Ken menyudahi tawanya, menetralkan keadaan.


"Kenapa ga gabung sama yang lain Q..?" dengan rasa ingin tahu Ken bertanya.


"Malas saja..!"Q masih dengan muka malasnya menjawab.


"Bukannya anak cewek lebih suka berbagi cerita dengan yang lain,apa jangan-jangan kamu bukan cewek"Ken hanya menerka-nerka.


"Setengah alien..gitu"balas semakin kesal.


"Mana alien..semanis Q.."tanpa sadar Ken memuji Q yang memang manis.


"Kenapa juga harus berputar-putar untuk sekedar mengakui kalau Q memang manis kak..K**en**"dengan percaya diri Q membalas pada Ken dengan puas.


"Ya..memang ku akui kamu memang manis Q.." ucap Ken dengan tersenyum tulus.


"Terimakasih,kak orang yang ke..sekian yang mengakui kalau Q manis" balasan dari Q membuat Ken mengusap kepala Q yang tidak terima dengan perlakuan Ken.


"Ih..kakak, Q bukan bocil.." tolak Q yang berusaha menghindar dari Ken yang tertawa dengan tingkah Q.

__ADS_1


"Kalau bukan bocil ga usah ngambek..cantik" kembali Ken menggoda Q yang berlari mendekati bundanya yang bingung dengan sikap manja Q yang langsung memeluk bundanya dengan erat.


"Kenapa sayang..?"ucap ceisya terdengar pelan.


"Kak..Ken bun.."rengek Q pada bundanya.


Ceisya hanya tersenyum sebab tahu Ken hanya menjaili Q yang tidak nyaman dijahili oleh Ken mungkin karena tidak terbiasa yang ceisya tahu, memang Q lebih suka berinteraksi dengan orang tertentu terutama yang memiliki niat baik dan juga tidak menuntut lebih Q untuk jadi yang mereka suka, jadi diri sendiri lebih nyaman menurut Q.


"Hayo..bunda kita pulang.."pinta Q pada ceisya yang mengusap punggung Q.


"Coba ajak ayah..sayang "pinta ceisya pada putrinya yang terlihat sudah bosan.


Dengan malas Q melangkah kakinya menghampiri Hans yang masih bercengkrama,lebih tepatnya menjadi pendengar yang baik saat ini Hans.


"Apa sayang..?"Hans mengecup kepala Q yang memeluk satu tangan Hans.


"Ayo..pulang, Q mau pulang" bisik Q pada Hans yang di setujui oleh Hans.


"Iya..sayang,ayo.."Hans menuruti keinginan putrinya yang terlihat lelah.


"Kenapa Q..?"tanya mas Adhiatama pada Q yang terlihat manja pada Hans.


"Maaf mas sebelumnya kami mau pamit undur diri sebab Q harus istirahat" Hans dengan sopan berpamitan.


"Bukannya disini banyak kamar, istirahat saja disini.. tinggal pilih mau kamar yang mana Q.."mas Adhiatama menjelaskan seperti memberikan solusi.


"Terimakasih pak dhe,Q istirahat di rumah saja.."senyum ramah Q berikan pada lelaki tang di sapa pak dhe.


"Susah mas kalau sudah maunya"Hans beralasan sebab dirinya juga bosan berada ditempat ini untuk waktu yang lama.


"Ya..sudah, sesekali mainlah ke rumah Q..kak Ken akan senang Q.."mas Adhiatama meminta pada Q.


"Akan Q usahakan ya..pak dhe"dengan sopan Q menjawab permintaan mas Adhiatama.


'Siapa juga yang mau ketemu cowok rese ga ketulungan..malas banget' Q bergumam dalam hati yang bisa di baca oleh Hans.


"Ga..baik mengumpat seseorang, sayang"Hans mengusap kepala putrinya, dengan berjalan meninggalkan lelaki penerus Indra.


"Maaf.."Q memeluk badan gagah Hans dari samping.


"Ya..jangan diulangi lagi ya nak"pinta Hans pada putrinya.


Setelah berpamitan keluarga kecil ini berjalan untuk pulang ke istana yang selalu dirindukannya,sebab didalamnya penuh kasih sayang dan kehangatan.


"Ayah lihat dari jauh Q berbicara dengan seseorang, siapa sayang?" pertanyaan dari Hans membuat muka Q berubah.


"Itu Ken..yah"ceisya mewakili putrinya yang enggan menjelaskan pada ayahnya.


"Oh..tidak biasanya Ken hadir.."Hans merasa tida bisa dengan kehadiran keponakan dari istrinya.


"Mungkin dia tidak lagi sibuk,yah"ceisya hanya menebak-nebak.


"Bunda besok-besok Q ikut.. disaat Q ga nyaman" Q hanya mengungkapkan apa yang saat ini dia rasakan.


"Ga..baik sayang memutuskan silaturahmi, sekedar datang saja.. bagaimana pun mereka masih kerabat kita"Hans menjelaskan pada putrinya yang Hans mengerti bagaimana situasi saat berinteraksi dengan kerabat dari bundanya.


"Mereka rese..Q ga suka,yah" dengan malas Q menjelaskan.


"Ayah tahu sayang..tapi ayah pesan jangan sampai putri ayah memutuskan ikatan persaudaraan ini..lihat ayah tidak memiliki kerabat rasanya tidak enak sayang"Hans memposisikan dirinya dengan harapan Q tidak menilai buruk hal apa pun yang berkaitan dengan hubungan persaudaraan.

__ADS_1


"Keinginan bunda cuma satu,Q jangan terlalu dekat tapi jangan terlalu jauh juga yang biasa-biasa saja ya.. sayang" pinta ceisya pada Q yang bisa di pahami olehnya.


Hans cukup paham dengan ucapan yang disampaikan oleh ceisya pada putrinya,tanpa harus Hans meminta penjelasan pada ceisya yang terbilang cerdas tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk putrinya.


__ADS_2