
'Hukuman sial dimana matahari ☀️ tepat diatas kepala...' inilah umpatan yang ada dalam benak siswa kelas IPA unggulan.
Semua siswa kelas IPA unggulan harus berlari mengelilingi lapangan sebanyak dua puluh kali plus berdiri di tengah lapangan di siang bolong dengan panas matahari tepat di atas kepala yang sangat menyengat membuat ubun-ubun seakan mendidih,dan hukuman di berikan tanpa pengecualian termasuk Q dan semua siswa perempuan yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang.
Hanya Q yang terlihat santai dengan hukuman yang di berikan oleh panitia MOS, mereka mendapatkan hukuman hanya karena salah satu siswa kelas unggulan terlambat masuk kelas dikarenakan memenuhi hajat ke kamar mandi.
Bagi siswa laki-laki hal seperti ini biasa tapi tidak dengan siswi perempuan akan tetapi ada pengecualian untuk seorang Q yang hanya terlihat pipinya memerah karena panas matahari, untuk soal fisik Q sudah terbiasa menghadapi pelatihan fisik seperti bela diri yang sudah mencapai tingkat pelatih (apapun itu maaf kurang faham).
Hanya hitungan menit satu-satu siswi perempuan jatuh pingsan yang membuat Dean Bramastyo (ketua OSIS) yang sebagai penanggung jawab sedikit khawatir.
Dean Bramastyo adalah remaja yang tampan, smart dan supel,dia memiliki darah campuran Jawa dari sang ayah dan Inggris dari ibunya, dengan postur tubuh yang terbilang diatas rata-rata serta warna rambut sedikit kecoklatan.
"Gila..hanya dia yang masih kuat bertahan" ujar Arka dengan rasa sedikit khawatir.
Terdengar suara langkah kaki orang berlari menuju lapangan dan langsung memberikan perintah untuk menyudahi hukuman.
"Komando saya ambil alih,siap gerak bubar barisan jalan !" Dean turun langsung untuk menyudahi hukuman.
'Hemm.."Q melepaskan napas kasar dan bersikap menuju kelas.
"Sha..gue salut sama loe,lihat teman-teman loe semua tumbang"ujar Alton yang berjalan di belakang Q.
"Jangan bilang kalau loe wonder women" Alex mulai usil asal ngomong.
"Saya setengah alien" Q dengan asal membalas ucapan temannya.
"Ga..gitu Sha gue,salut aja gitu" Alex menyamakan langkah dengan Q.
"Kalau aliennya secantik ini gue mau dong jadi pacarnya" goda Alton dengan merangkul bahu Alex.
"Memang kalian pernah melihat alien"Q membalikkan omongan.
"He..he lihat di film"dengan polosnya Alex memberikan jawaban pada Q.
"Percaya sama film..musyrik kamu"ucap Q yang membuat Alton dan Alex hanya bisa diam.
__ADS_1
Semua siswa di perbolehkan beristirahat untuk makan dan sholat Dzuhur, begitupun dengan Q selepas menjalankan sholat memilih melihat keadaan Ina yang ada didalam perawatan UKS.
"Na..gimana keadaan kamu?" Q duduk di samping Ina yang masih terlihat lemas.
"Kepala saya masih pusing Sha"Ina menjelaskan keadaannya.
"Aku bawa bekal kamu mau?"Q langsung membuka bekal miliknya untuk di bagi kepala Ina.
"Bukannya kamu juga belum makan?" Ina menolak secara halus.
"Tenang tidak akan habis bila aku makan sendiri..bunda yang siapkan"Q sepertinya tahu Ina akan menolaknya.
'Gila makanannya enak-enak,rugi besar bila harus menolaknya' mata Ina membulat karena bekal yang di bawah Q makanan sultan.
"Ayo..ini makanan bukan untuk di lihat saja tapi untuk di makan"pinta Q yang menarik tangan Ina untuk mengambil bekal yang di bawahnya.
"Serius saya boleh makan bekal makan siang kamu?"sebenarnya Ina malu sebab makanan yang di bawah Q menu yang biasa dia lihat di restoran mahal.
"Kalau ga boleh kenapa juga saya tawarkan ke kamu"Q menyuapi Ina dengan sosis bakar madu yang terlihat lezat.
Di ruangan lain👉
Brak..!!
Terdengar suara dari seseorang yang memukul meja sepertinya dalam kemarahan yang besar yang pasti ada hubungannya dengan hukuman di lapangan,bukan soal hukumannya tapi banyaknya siswa baru yang jatuh pingsan dari hukuman itu.
"Kalian tahu apa yang akan terjadi karena tindakan konyol kalian, pasti ada dari salah satu siswi yang mengadu pada orang tuanya karena tindakan yang kalian lakukan..apa kalian tidak pikiran terlebih dahulu apa akibatnya nanti..!!" ucap tegas pak Dhaniswara selaku pembimbing OSIS kepada semua panitia penerimaan siswa baru tanpa terkecuali.
"Maaf atas tindakan kami..pak,kami hanya spontan tanpa memikirkan baik buruknya, sekali lagi kami mohon maaf atas tindakan gegabah kami"Dean dengan gentleman mengakui kesalahan yang dilakukan kawan-kawannya selaku panitia siswa baru dan tidak menyalakan orang lain tapi dirinya sebagai ketuanya.
"Saya ingatkan dan saya mau tindakan seperti ini untuk pertama dan terakhir tidak ada lagi hukuman fisik yang membuat lelah apalagi sampai terjadi kejadian seperti ini lagi..!!" Pak Dhaniswara langsung menunjuk Dean.
"Siap pak..saya pastikan ini yang terakhir"Dean memberikan keyakinan pada pak Dhaniswara.
"Ok..akan saya pegang janji kamu!"balas pak Dhaniswara yang memandang intens Dean.
__ADS_1
Selepas kepergian pak Dhaniswara membuat lega semua panitia MOS tanpa menyalahkan siapapun terutama Dean yang sebenarnya dia tidak tahu dengan kejadian pemberian hukuman pada siswa baru.
"Busyet kenapa kita jadi yang kena.." Excel membuka suara sepertinya dia kesal sendiri.
"Ini pelajaran buat kita untuk jadi lebih baik lagi"kawan yang lain menyemangati Excel.
"Hanya satu yang membuat gue kagum sama satu anak..dia cewek apa jadi-jadian kuat amat fisiknya..man cantik ga ketulungan dengan kulit mulus"Arka sepertinya hafal betul dengan apa yang melekat di tubuh Q.
"Sadar buaya..buntung,siapa loe!"pukul Excel pada Arka tepat di kepalanya.
"Gue..sadar sebagai buaya,boleh dong untuk menambah koleksi"dengan percaya diri Arka menjelaskan siapa dirinya.
"Maaf gue ga faham dengan apa yang kalian omongin"Dean sepertinya penasaran dengan pembahasan yang seru menurut teman-temannya.
"Untuk bapak yang satu ini lebih baik tidak tahu saja sebab dengan kesibukan bapak tidak akan berpengaruh juga ada atau tidaknya seseorang itu"Tia menjelaskan dengan gayanya yang jelas dia menaruh hati pada Dean yang lebih memilih menyibukkan diri.
"Memang apa sih yang kalian omongin makin gue ga faham aja?Dean mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa loe..ga lihat anak unggulan yang loe bubarkan tadi?"Excel berusaha mengingatkan Dean tentang siswa unggulan.
"Ya..terus dimana masalahnya?Dean masih belum faham.
"Masalahnya loe ga memperhatikan diantara mereka cuma ada satu cewek yang masih bisa bertahan dari hukuman yang kami beri itu masalahnya..Bambang!"dengan kesal Excel menjelaskan pada Dean yang selalu saja tidak memperdulikan persoalan yang sepele.
"Baguslah..tandanya dia ga mau diremehkan dengan tindakan konyol kalian"balas Dean yang membuat Tia sedikit kesal Dean memuji siswi
baru yang memang cantik.
"Ih.. gimana sih loe malah menyalahkan kita"protes Arka yang mencium gelagat mencurigakan dari Dean yang biasanya cuek.
"Ga..ada gue menyalahkan siapapun yang jelas ini salah kita bersama..dan soal cewek itu cukup sampai disini saja"Dean dengan jelas mengingatkan semuanya.
Dalamnya hati siapa yang tahu memang benar, dalam hati dan pikiran Dean di buat penasaran dengan sosok yang jadi pusat perhatian teman-temannya, dengan banyak pertanyaan dalam otak Dean akan sosok itu.
Sebesar apa rasa penasaran Dean akan sosok Q?
__ADS_1