
Perlakuan hans akhirnya sampai juga ke telinga indra lewat orang kepercayaannya, tapi kali ini seperti ada pengecualian yang orang kepercayaan indra rasakan, indra hanya diam dan mengangguk seperti tahu apa yang saat ini hans lakukan pada cucu kesayangannya, walaupun ibunda ceisya menangis tidak terima anaknya di perlakuan seperti itu oleh hans hanya balas lembut yang indra ucapkan pada ibunda ceisya.
"Tugas hans bukan hanya menjaga ceisya saja tapi negeri ini tanggungjawabnya juga, biasakan putri mu menerima hal ini" ucap indra dengan mengusap punggung ibunda ceisya berharap tenang.
"Tapi pa, sya baru saja menikah harus di tinggalkan begitu saja hanya secarik kertas yang mewakilinya" ucap ibunda ceisya meluapkan kekesalan pada papanya yang telah menjodohkannya.
"Ini kemauan papa untuk putriku !!" ibunda ceisya semakin meluapkan apa yang dirasakan dalam dadanya selama ini di pendamnya.
"Semua akan baik-baik saja kenapa harus kamu besar-besarkan !" indra tidak mau disalahkan dalam ini sebab dia memiliki harapan yang baik untuk ceisya dengan menikah dengan hans pikirnya.
"Papa egois, aku berharap papa tidak menyesal di kemudian hari" ibunda ceisya berucap dengan tegas dan keluar dari kediaman indra dengan masih memendam kemarahan pada indra.
Ceisya yang merasa tersakiti memilih meninggalkan kediaman indra, untuk menghilangkan rasa sakit yang ceisya rasakan dengan menetap di salah satu villa milik indra di luar kota yang hanya di dampingi oleh rima dan beberapa orang penjaga villa yang sudah ada sebelum ceisya datang dan beberapa asisten yang mengurusi villa walaupun tidak ada yang berkunjung.
"Kita akan selamanya di sini non ?" tanya rima pada ceisya yang menikmati petang dengan secangkir teh hangat dan beberapa potong kue yang telah di siapkan asisten villa.
"Kamu bosan disini rim ?" tanya ceisya dengan tidak memandang rima.
"Ga, non hanya bertanya saja ?" ujar rima santai tanpa memikirkan apa yang akan ceisya ucapkan balik padanya.
"Kalau kamu merasa bosan,bakmi boleh balik rim, aku masih ingin di sini lebih lama lagi !!" ucap ceisya dengan tegas membuat rima menyesal bertanya pada nona mudanya.
Rima cukup mengerti dengan apa yang ceisya rasakan belum juga mengenal pasangannya sudah harus di tinggalkan dengan alasan yang terbilang tidak masuk akal buat seorang keturunan indra yang bisa meminta penolakan tugas untuk hans selaku suami dari cucu indra.
Ceisya makin senang menyendiri setelah kejadian itu, keceriaannya seakan terampas secara paksa tapi kehidupan terus berjalan dirinya tidak ingin terus terpuruk.
Waktu terus berputar sudah beberapa bulan ceisya tinggal di villa indra selaku kakeknya tapi tidak sedikitpun ada kabar dari keluarganya yang menjelaskan keberadaan hans yang akan mengunjungi dirinya yang sudah beberapa bulan ditinggalkan tampa ada kabar yang pasti untuk kelangsungan hubungannya.
"Non, tidak baik melamun apa ga sebaiknya ikut kami ada pekan raya di alun-alun sangat ramai loh non" ucap asisten villa pada ceisya yang termenung memandang langit sore.
__ADS_1
"Oh, ya ajak saya dong " balas ceisya dengan muka berbinar terlihat senang.
"Bener non mau ikut ?" tanya asisten villa pada ceisya yang tidak percaya mendengar permintaan nonanya.
"Iya lah saya akan bersiap" balas ceisya yang langsung melangkah ke dalam kamar miliknya.
Ceisya terlihat gembira menikmati apa pun yang di suguhkan di pekan raya, ini hal baru baginya yang menikmati kebebasan dalam kehidupannya bisa sesuka hati melakukan apapun tanpa ada yang melarangnya.
Rima juga turut serta, dia sibuk menuruti apa yang ceisya minta dari permainan sampai makanan yang selama ini belum pernah dia nikmati di cobanya walaupun hasilnya banyak yang tidak sesuai dengan lidahnya dalam soal rasa meskipun penampilannya memikat dirinya tapi berbeda setelah dia merasakannya.
Waktu bergulir begitu cepat itu yang ceisya rasakan tapi ada satu permainan yang ingin di lihatnya seperti atraksi sulap yang saat ini sedang berlangsung dan asisten villa sudah memintanya untuk pulang.
"Ayo non, ini sudah menjelang malam" pinta asisten pada nonanya yang di bantu rima membujuknya untuk kembali ke villa.
"Please satu lagi boleh yah" rengek ceisya yang meminta pada asistennya dan rima.
Ceisya tidak menyadari kehadiran beberapa orang yang tidak jauh dari posisinya yang sudah siap untuk menculiknya sebab sudah beberapa hari orang suruhan ini mengawasi gerak-gerik di kediaman villa yang ceisya tempati, yang jelas orang suruhan ini lawan dari indra yang merasa indra sudah lebih dulu melangkah dalam permainan bisnisnya dan kesempatan ini tidak ingin di sia-siakan untuk menekan pihak indra tentunya.
Ceisya terlena dengan permainan yang di suguhkan oleh pesulap yang membuat seseorang mengambil kesempatan dalam kesempitan, dan tanpa sadar ceisya sudah sedikit hilang kesadarannya tapi masih bisa memanggil nama rima.
"Rima tolong aku, rimaaa" teriak ceisya yang membuat rima dan assisten berusaha mencari sumber suara ceisya yang telah menghilang di balik keramaian.
"Aduh gimana ini, kita harus cepat lapor pada tuan dan nyonya" dengan gemetar rima bicara dengan asisten villa.
Setiba di villa penjaga villa berusaha mencari ceisya dengan kemampuan seadanya dan rima sendiri sudah memberikan kabar pada keluarga ceisya dan respon yang di dapat rima benar-benar disalahkan karena kecerobohannya yang menyebabkan ceisya di bawa oleh orang yang pasti bertujuan jahat padanya.
Rima dan beberapa asisten villa merasa bersalah karena kehilangan nona mudanya yang sampai saat ini belum ada titik terang dimana keberadaannya dan bagaimana keadaannya.
Indra yang mendengar langsung memerintahkan beberapa orang suruhannya yang biasa menyelidiki kasus dan terbiasa menyelesaikan hal-hal yang bersifat kekerasan diterjunkan langsung ke lapangan secara sembunyi-sembunyi.
__ADS_1
Begitupun dengan hans yang sudah lebih dulu mengetahui ceisya telah di culik dengan beberapa orang kepercayaannya langsung bertindak baginya ceisya adalah tanggungjawabnya dia sebagai suami berkewajiban penuh untuk menjaga dan melindunginya dari tangan-tangan yang berniat jahat padanya.
Hans dan timnya sudah terbiasa menyelusup mencari keberadaan musuh, tugas seperti ini baginya seperti bermain petak umpet layaknya permainan anak-anak.
Dan tindakan musuh sudah bisa hans lacak dengan posisi di tengah hutan yang sepertinya sudah di siapkan secara matang oleh penculik ceisya, terbukti dengan korban di perlakuan dengan senyaman mungkin walaupun ceisya terus memberontak dan terus berteriak meminta di lepaskan.
Ceisya dalam posisi dengan tangan di ikat dan duduk di kursi dengan mulut dan mata tanpa tertutup, ceisya bisa memperhatikan satu persatu siapa saja yang ada di dalam ruangan dimana dirinya di perlakuan seenaknya menurut ceisya dengan marah berteriak memaki beberapa laki-laki yang ada diruangan itu.
"Kamu tahu siapa saya, kamu akan menyesal melakukan ini kepada saya, lepaskan saya lepaskan, saya mau pulang !!!" teriak ceisya terdengar hingga keluar rumah yang terbuat dari bilik itu tapi sangat nyaman rumah ini walaupun dari bilik dan anyaman bambu.
Beberapa orang hanya tertawa mendengar celoteh dan teriakan dari mulut ceisya yang menurutnya tidak lucu, salah satu dari mereka membalas dengan membentak ceisya tapi seseorang sepertinya mengingatkan bahwa mereka tidak berhak melakukan balasan dari semua tiap ucapan yang keluar dari mulut mungil ceisya sebab bukan kapasitasnya untuk itu, mereka hanya di minta menyekap ceisya tampa ada untuk menyakiti apalagi melukainya sedikit pun.
Diantara lelaki yang menyekap ceisya sedikit tergoda dengan kemolekan tubuh ceisya yang mulus terlihat dengan tidak membuang kesempatan mendekat dan tangan kasarnya berusaha ingin mengusap pipi ceisya terlihat sangat mulus.
"Pantas bos besar menyukaimu" ucap lelaki itu yang akan mengusap pipi ceisya tapi lelaki lain lebih dulu menghalanginya dengan langsung menyodorkan pedang tapi lelaki itu lebih dulu menghindar alhasil pedang itu melukai lengan ceisya.
Darah mengalir dari lengan ceisya walaupun tidak banyak tapi membuat noda darah di lengan baju ceisya dan perih dari goresan pedang ceisya rasakan, kedua lelaki itu saling menyalahkan sehingga kehadiran dari tim hans yang datang tidak di ketahui dan siap menyergap serta menyelamatkan ceisya.
Dan benar saja dengan perhitungan yang matang dalam hitungan menit semua orang suruhan itu terkapar tidak berdaya dan salah satunya ada yang tewas karena terkena pedang kawanya sendiri yang akan menyerang tim hans.
Penyelamat ceisya berhasil tapi kondisi ceisya sangat memprihatinkan karena terlalu banyak mengeluarkan darah sehingga harus melakukan perawatan dan tempat terdekat hanyanya tempat dinas hans yang di bilang tidak semewah di kediaman milik indra naik di villa maupun rumah megah indra di kota.
Rumah dinas hans cukup untuk merawat ceisya sebab ada dokter yang sengaja di siapkan untuk melakukan pertolongan pertama sebelum melakukan tindakan lebih lahir lagi dan ini menurut hans cukup untuk memulihkan kondisi ceisya yang hanya luka ringan dan terkilir mungkin ceisya banyak melakukan perlawanan menurut dokter yang memeriksa ceisya yang menjelaskan pada hans dengan menggodanya.
"Bro, cukup liar juga kelinci manis ini" dengan menepuk pundak hans yang membalas dengan tinju pada dokter jaga itu.
"Mana ada kelinci manis liar, macan kali bro" balas hans yang berterima kasih padanya telah membantu memberikan pertolongan pada ceisya.
Dunia tidak selebar daun kelor pepatah itu benar adanya, sejauh mana hans meninggalkan ceisya tetap akan tuhan pertemukan dengan cara yang terbilang tidak terpikirkan oleh hans.
__ADS_1