Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Bersama om-om


__ADS_3

Keluarga kecil Hans beberapa hari kedelapan disibukkan dengan acara ulang tahun beberapa anak panti tapi ceisya tidak dapat membantu karena bersamaan acara penggalangan dana untuk korban gempa dan banjir yang diadakan di kedinasan Hans yang menjadi ketua donatur ceisya,pada akhirnya Hans yang saat ini tidak memiliki kesibukan turun langsung membantu putri semata wayangnya untuk menyiapkan pesta ulang di panti.


"Sayang bunda tidak bisa membantu tapi ayah yang akan membantu ok..maafkan bunda sayang" ceisya berucap sebelum berpamitan pada putrinya yang menghabiskan sarapan paginya.


"Bukannya ayah ada kerjaan hari ini bunda ?"Q meminta penjelasan pada ceisya.


"Tidak sayang..ayah hari ini hanya memeriksa tugas sebentar,jadi bisa membantu keperluan di panti.."ceisya kembali menjelaskan pada Q.


"Terus bunda sama siapa perginya, sedangkan ayah membantu Q?" Q kembali meminta penjelasan pada bundanya.


"Pak Dul yang akan menemani bunda sayang" balas ceisya pada Q yang sudah menghabiskan sarapan paginya.


"Bunda pergi dulu sayang,hati-hati jangan lupa makan siang"pinta ceisya pada putrinya.


"Siap bunda.." balas Q dengan mencium pipi ceisya.


"Mas,aku berangkat dulu..maaf sudah merepotkan mu" ceisya mencium pipi Hans dan membalas dengan mengusap lembut kepala ceisya.


"Mengapa harus minta maaf..tidak ada yang direpotkan sayang" Hans seperti biasanya berucap lembut pada ceisya.


"Hati-hati..di jalan sayang" pinta Hans pada ceisya yang sudah ditunggu pak Dul di luar.


"Ya..i love you, assalamualaikum.."ucap ceisya sambil meninggalkan Hans dan Q yang hanya bisa memandangi kepergian ceisya.


"I love bunda.. waalaikum salam.."balas Q yang akan bersiap diri.


Begitupun dengan Hans membalas ucapan ceisya "I love sayang, waalaikum salam" kembali duduk menunggu sang putri untuk mengambil perlengkapan sekolahnya.


Dalam perjalanan ke sekolah 🏫


Hans yang mengendarai mobil dengan santai dan mendengarkan sang putri berbicara tentang persiapan pesta untuk anak-anak panti dan apa saja yang harus di belinya sepulang sekolah nanti.


Karena sibuk membicarakan urusan pesta perjalanan ke sekolah yang biasanya terasa lama kini tanpa Q rasakan.


"Waktunya putri ayah turun untuk mencari ilmu.."tegur Hans pada Q yang sepertinya malas turun dari mobil ayahnya.


"Rasanya Q ingin ikut ayah deh"rengek Q pada Hans yang hanya tersenyum.


"Assalamualaikum..ayah Q sekolah dulu, Q sayang ayah..dah" ucap Q mencium pipi dan tangan selepas itu melambaikan tangannya.


Hans membalas dengan penuh rasa sayang pada putrinya "waalaikum salam, ayah sayang Q, hati-hati jaga diri.." Hans memberikan senyum yang selalu dirindukan putrinya yang terlihat masih melambaikan tangannya pada sang ayah.


Seperti biasanya Q banyak berinteraksi dengan Ina teman sebangkunya yang tidak tahu banyak tentang Q sebab Ina bukan tipe seorang teman yang mau tahu dia hanya tahu sebatas yang dia lihat dan dengar langsung dari Q tidak lebih.


Ina hanya tahu Q anak perempuan satu-satunya di keluarganya dan Q selalu diantar jemput oleh pak Dul,Q tahu rumah Ina tapi Ina tidak tahu kediaman Q yang Ina tahu Q tinggal di kawasan hunian elite.


Menurut Ina,Q teman yang menyenangkan dalam keadaan apapun dan baik hati walaupun Q tinggal di hunian elite tapi tidak merubah dirinya menjadi teman yang lebih menunjukkan apa adanya siapa dirinya.


Sesuai janji Hans sudah berada di lingkungan sekolah Q tepatnya kantor kepala sekolah, maklum saja Hans pemilik sekolah dimana putrinya bersekolah.


"Sayang.."sapa Hans yang keluar dari pintu kantor kepala sekolah pada Q.


"Ada keperluan apa ayah bertemu kepala sekolah ?" dengan rasa ingin tahunya Q bertanya pada Hans.


"Untuk menanyakan apakah putri ayah membuat ulah..selama beberapa bulan di sekolah ini ?"goda Hans yang merangkul putrinya berjalan menuju mobil miliknya yang berada di parkiran.


"Ayah..Q tidak akan membuat malu ayah, yakinlah pada putri mu yah.."balas Q yang masih di rangkul Hans.


"Ha..ha ayah percaya pada putri ayah.."balas Hans dengan tertawa puas menggoda putrinya.

__ADS_1


Beberapa pasang mata memandang dengan rasa tidak suka bahkan seperti mencemooh Q yang menurut mereka Q terlihat berjalan bersama lelaki yang pantas di panggil ayah atau om oleh Q.


Penampilan Hans yang selalu perfek disesuaikan dengan suasananya apalagi berjalan dengan putri semata wayangnya yang cantik,Hans tidak ingin membuat putrinya malu jalan bersama dengan dirinya.


Faktor usia tidak banyak merubah seorang Hans yang masih terlihat terawat didukung dengan style yang mengikuti perkembangan jaman,wajar saja tidak banyak membuat dirinya banyak berubah seiring bertambahnya usia pada dirinya.


"Kita kemana dulu yah..?"tanya Q pada Hans dengan manja.


"Ada tidak yang kita perlukan didekat sini.. seperti toko kue,toko mainan atau apapun itu untuk keperluan pesta..?"tanya Hans sebelum mobil miliknya bergerak keluar dari gerbang sekolah.


"Setahu Q biasanya bunda membeli beberapa perlengkapan pesta yah di toko sebelum lampu merah..yang didekat sini" Q memberi tahukan pada Hans yang langsung paham.


Setibanya di toko Q memeriksa daftar barang apa saja yang harus dibelinya sesuai keperluan pesta atas persetujuan bundanya.


Pelayan toko yang sudah mengenal Q cukup bisa memaklumi kedekatannya dengan Hans yang saat ini menemaninya,tapi tidak dengan beberapa orang ibu yang saat ini sibuk memilih barang biasanya untuk pesta atau syukuran yang saling bergosip ria dengan sorot mata sinis memandang Q dan Hans.


"Kelakuan anak remaja jaman sekarang.. lelaki yang pantas di panggil ayahnya malah dijadikan pacarnya.."bisik salah satu ibu yang terlihat tidak muda lagi.


"Iya..jeng,urat malu mereka sudah pada putus sepertinya.."balas ibu yang berbadan kurus dengan mata yang tidak kalah tajam pada Q.


"Kasihan..orang tuanya yang susah payah mendidiknya..berharap jadi anak yang baik,eh diluaran rumah bikin malu dengan tingkah lakunya yang tidak memikirkan nama baik orang tuanya " salah satu ibu yang lain menambahkan.


Bukan Hans tidak mendengar tapi masih bisa sabar untuk membalas perlakuan ibu-ibu yang menuduhnya tanpa bukti, apalagi situasi toko saat ini dalam keadaan ramai pengunjung.


Tanpa diminta salah seorang pelayan yang membantu merapikan barang belanjaan salah satu ibu-ibu menjelaskan siapa Q dan Hans.


"Maaf.. jangan salah menilai keduanya adalah anak dan ayah"ucap pelayan yang membuat ibu-ibu tertunduk malu.


"Saya kira mereka berdua pacaran.."ucap salah satu ibu yang kurus dengan rasa bersalah.


Beberapa pelayan membantu Q dan Hans membawakan barang-barang bawaannya untuk dimasukkan ke dalam mobil milik Hans.


Berbeda dengan Hans yang memberikan tips pada beberapa pelayan yang membantu membawakan barang ke mobil miliknya.


"Terimakasih sudah membantu kami.."Hans memberikan beberapa lembar uang warna biru untuk dibagikan pada pelayan yang menolak pemberian Hans.


"Maaf pak kami tidak menerima ini..sudah kewajiban kami membantu pembeli "salah satu pelayan menjelaskan.


"Hanya untuk membeli air mineral saja ko.. jangan di tolak tida baik menolak rezeki "Hans memberikan lembaran yang warna biru pada beberapa pelayan


"Terimakasih..pak semoga yang berulang tahun di berikan kesehatan dan tercapai cita-citanya"ucap salah pelayan memberikan doa tulus pada Q yang hanya bisa tersenyum.


"Bukan aku mbak yang berulang tahun tapi anak-anak panti..kalau mbak dan mas mau datang dua hari lagi datang ke alamat ini..." Q memberi tahukan alamat panti.


"Oh..maaf saya kira mbaknya yang berulang tahun.."pelayan yang lain ikut berucap.


"Putri saya tidak pernah berulang tahun.. kami hanya makan bersama keluarga saja itu sebagai bentuk rasa syukur kami pada Tuhan.." Hans ikut menjelaskan pada pelayan yang kagum dengan sikap dermawan Hans dan Q.


Mobil Hans kembali menelusuri jalanan masih dengan kepentingan yang sama untuk mencari keperluan pesta,tapi suara perut Q terdengar membuat Hans tertawa.


"Ha..ha kasihan perut anak ayah lapar ya..,mau makan dimana sayang?" tanya Hans tanpa menunggu Q meminta.


"Tempat biasa aja yah.."pinta Q pada ayahnya yang langsung membawa mobilnya ke arah yang diminta oleh putrinya.


Seperti biasanya Hans memberikan kesempatan untuk Q yang memilih tempat duduk ternyaman,selalu pilihannya jatuh di sudut ruangan.


Kehangatan Hans yang selalu diberikan pada sang putri kembali membuat beberapa pasang mata yang menikmati menu makanan restoran menilai keduanya pasangan yang tidak wajar.


Termasuk beberapa lelaki tegap yang saat ini menaruh curiga pada keduanya yang sesekali berbicara dan tertawa juga tersenyum saat menikmati menu makanan yang keduanya pesan.

__ADS_1


"Yah..yang ini enak deh,cobain " Q menyuapi Hans yang menerima permintaan Q.


"Yang ini lebih enak sayang"balas Hans membalas menyuapi Q putrinya yang langsung senang karena benar apa yang ayahnya ucapkan.


"Iya..yah ini lebih enak,pantasnya ayah jadi juri pemilihan chef seperti di tv itu loh yah.."dengan senang Q memuji ayahnya yang hanya membalas dengan tersenyum.


"Sayang,bunda ga ikut kita jadi ga bisa mencoba menu baru ini..yah"Q memikirkan ceisya yang saat ini tidak berada bersama keduanya.


"Lain kali kita ajak bunda..ok "Hans menenangkan putrinya yang terlihat sedih.


Qiandra memeluk Hans dan meminta pada Hans untuk menepati janjinya untuk mengajak bundanya datang ke tempat ini lain waktu untuk mencoba menu baru yang sangat enak menurut keduanya.


"Janji ya..yah ajak bunda kesini "pinta Q pada Hans yang masih di peluk satu tangannya oleh Q dengan kasih sayang.


"Ayah janji..Q atur saja waktunya..ok"Hans mengusap kepala Q dan mendaratkan kecupan di ujung kepalanya.


Yang membuat beberapa lelaki tegap itu semakin kesal bahkan semakin menuduh yang bukan-bukan pada Q yang saat ini masih mengunakan seragam sekolahnya.


"Gila..tuh penyuka daun muda..apa tidak terpikirkan oleh dirinya gadis itu pantas untuk jadi anaknya atau cucunya.." sewot Arga dengan mengepalkan tangannya.


"Stop,kalau tidak salah bukan kah dia..Sha.."kini giliran Nayaka dengan mata sipitnya menatap intens pada keduanya dari jarak yang terbilang cukup jauh.


"Busyet iya..ini tidak salah lagi..itu Sha,gila bener tuh anak dimanfaatin om-om apa dia yang memanfaatkan om-om.."Cleon langsung berucap tanpa basa basi.


"Jangan asal tuduh dulu..kali aja itu ayahnya atau omnya..jangan tuduh tanpa bukti kita bisa malu.."Helmi menambahkan masih dengan akal sehatnya.


"Ko..diam kasih komentar dong" tegur Arga pada Ayres yang tidak tahu harus berkata apa dengan apa yang dilihatnya tepat di depan matanya.


Kecewa pasti bila itu kebenaran yang tidak baik tapi bila itu kebenaran yang baik dalam hal ini Q bersama ayahnya,betapa dekatnya hubungan ayah dan anak sampai-sampai orang yang berada di sekitar keduanya menilai negatif dan positif.


"Kenapa harus memberi tanggapan memang sedekat apa saya dengan Sha.." pada akhirnya Ayres membuka mulutnya untuk menyembunyikan rasa kecewanya.


"Kali aja..dan, ada yang perlu di sampaikan dengan apa yang komandan lihat.."Cleon kembali membuat Ayres semakin kecewa.


"Sudahlah..itu hak privasi seseorang tidak baik kita ikut campur.."Ayres menepis pemikiran buruk tentang seseorang yang telah menganggu tidur malamnya.


"Bagaimana kalau kita pura-pura menyapanya..,gimana dan ?" pinta Helmi yang jail pada Ayres.


"Ga,ga tidak baik kita ikut campur urusan mereka..sudah lanjutkan makan kalian"perintah Ayres pada rekan dinasnya,yang sebenarnya ingin tahu kebenarannya.


"Ya..komandan penonton kecewa.." Helmi kembali berulah membuat suasana jadi riuh.


"Berisik..kita menggangu yang lain.."tegur Nayaka pada Helmi yang tertawa senang karena membuat rekannya sedikit tidak enak pada pengunjung restoran yang lain terganggu.


"Ternyata kalian tidak beda dengan ibu-ibu komplek bila berkumpul ramai" ucap Ayres yang membuat rekannya tidak percaya.


"Ternyata komandan kita kepo juga dengan ibu-ibu komplek"tegur Arga yang tertawa puas.


Tanpa mereka sadari Q dan Hans sudah meninggalkan keakraban mereka yang masih berada didalam restoran untuk melanjutkan kembali memenuhi daftar untuk persiapan pesta yang menyisakan daftar untuk memesan kue ulang tahun di toko kue langganan ceisya yang Q dan Hans tahu tempatnya.


Di toko kue pun sama Q dan Hans key mendapatkan penilaian jelek tentang kedekatan keduanya yang sebenarnya ada hubungan darah diantara keduanya.


Di saat Q melangkah menuju toko kue,Hans menggenggam tangan Q dengan erat tapi di tempat yang tidak jauh dari mobil Q sepasang mata memperhatikan seakan tidak percaya melihat kedekatan keduanya seperti sepasang kekasih yang beda usia.


Dia adalah Dean yang sama dengan Ayres terlihat kecewa pada apa yang di lihatnya dan berharap tidak melihatnya,sebab otaknya seakan berpikir negatif tentang Q padahal Dean sudah mulai menaruh rasa suka akan sosok Q yang apa adanya, mandiri dan tegas.


Berbeda terbaik dengan Q dan Hans yang senang bisa menghabiskan waktu bersama untuk memenuhi keperluan pesta dengan harapan anak-anak panti akan senang dengan pesta yang di siapkan oleh keluarga Hans untuk mereka yang tidak memiliki kerabat jangankan pesta ucapan selamat pun tidak pernah mereka dengar datang dari kerabatnya.


Hampir semua anak panti tidak mengetahui siapa kerabatnya karena itu pesta merupakan hal yang sangat langka bagi mereka,tapi dengan kehadiran keluarga Hans di antara mereka merasakan kehangatan keluarga dan pesta ulang tahun layaknya keluarga yang lain utuh dan lengkap.

__ADS_1


__ADS_2