Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Pesona Qiandra Mettasha


__ADS_3

Hembusan angin di pagi menjelang siang ini membuat nyaman siapapun yang baru saja menyelesaikan pelajaran olahraga.


Keringat masih terlihat jelas membasahi wajah ayu milik Qiandra yang menambah pesona pemiliknya,yang tanpa disadari seseorang memperhatikan dirinya dari jarak yang tidak begitu jauh darinya.


"Jadi kita ke kantin Sha.."Ina bertanya selepas berganti seragam pada Q yang masih berada di ruang ganti.


"Yap...tunggu sebentar" suara Q terdengar dari balik ruang ganti.


Di ruang ganti masih ramai oleh siswa-siswi yang berganti seragam, sesekali terdengar canda gurau dari mulut mereka atau sekedar obrolan santai.


Kantin masih terlihat sepi maklum saja siswa-siswi belum waktunya istirahat,hanya siswa yang punya kepentingan atau memang sengaja ingin menghindari pelajaran yang mereka tidak sukai.


"Mau pesan apa Sha..?"Ina berinisiatif bertanya pada Q yang masih merapikan seragam olahraga miliknya.


"Minuman yang segar saja.."balas Q yang masih pada posisi semula.


"Gue boleh nitip dong.." Alex yang datang langsung memilih meja yang sama dengan Q dan Ina.


"Ga..saya bukan asisten kamu..pesan sendiri!"Ina berlalu meninggalkan Alex yang langsung mendekati Ina.


"Ya..gue tahu kamu bukan asisten gue tapi calon dari ibunya anak-anak gue.."goda Alex yang membuat Ina kesal.


"Ogah banget punya suami kayak kamu"sewot Ina yang membuat Q dan Alton tertawa.


"Jangan menolak jodoh loh..nanti susah jodoh" goda Alex lagi dan lagi pada Ina yang manyun dengan cemberut.


"Bodoh..!"balas Ina yang menutup telinganya dengan kedua tangannya tidak mau mendengar gombalan dari Alex.


"Kalian berdua bener-bener persis Tom and Jerry" Alton menambahkan yang membuat Q hanya menggelengkan kepala.


Sebab dimana ada Ina dan Alex pasti ujung-ujungnya ribut yang tidak jelas tapi ini momen yang akan dirindukan suatu saat nanti.


"Berbaik hatilah pada calon ayah dari anak-anak kita" Alex masih saja menjaili Ina yang tidak mau mendengar.


"Berisik..tahu"omel Ina pada Alex lagi yang tersenyum sebagai balasan.


"Bukannya suara gue akan kamu rindukan bila jauh dari gue" Alex kembali menggombali Ina.


'Ueh..' Ina menirukan suara orang yang muntah.


"Rasanya saya ga kuat Sha..ingin muntah mendengar orang yang kelewat pede.."kini Ina membalas yang membuat Alton tertawa lepas.


"Ayo..Sha,ibu tagihan Alex yang bayar" ucap Ina pada pemilik kantin yang membuat Alex terkejut.


Sebelum Ina dan Q menjauh masih bisa mendengar Alex berceloteh membuat dua gadis itu tertawa puas, terutama Ina yang puas membalas Alex.


"Orangnya ga mau tapi duitnya doyan..dasar calon bini..!" ucap Alex yang membuat Alton tertawa juga mengejek Alex.


"Udah loe jadiin aja..biar ga disambar orang,cantik loh dia sebenarnya cuma sayang mulutnya pedes..perlu tambah gula biar manis"Alton memberi komentar.


"Ya..dia akan manis setelah gue buktiin kalau gue sayang sama tuh anak.."Alex membalas dengan tatapan seperti membayangkan gadis pujaannya.


Waktu beranjak tanpa terasa membuat penghuni sekolah tidak menyadarinya,saat ini tempat-tempat favorit ramai di kunjungi siswa-siswi karena waktu istirahat siang.


Ada banyak hal yang mereka lakukan dari sekedar ngobrol didepan kelas,jajan di kantin Bahkan ada yang memilih perpustakaan sebagai tempat favorit mereka,dan tidak terkecuali toilet yang bisa beralih fungsi bersaing dengan Mading,banyak coretan disana dari sekedar curhat sampai menyampaikan surat cinta pada seseorang (yang toilet sekolahnya seperti itu dan pernah melakukan hal itu jangan tahan senyum lepaskan saja,takut ketawanya lewat bawah).


Qiandra Mettasha memilih duduk didalam kelas untuk membaca buku yang sengaja di bawahnya dari rumah,berbeda dengan Ina yang pergi ke toilet untuk memenuhi hajatnya.


Beberapa bulan yang lalu Q dan Ina menjadi perwakilan dari ekskul yang dipilihnya untuk mewakili menjadi anggota OSIS di bagian seksi konsumsi,yang sebenarnya Q menolaknya dengan alasan dirinya masih anak baru tapi menurut kakak kelas mereka sudah tidak bisa mengikuti kegiatan OSIS yang banyak menyita waktu sedangkan mereka akan fokus pada ujian sebab ekskul tata boga lebih banyak pesertanya dari siswi kelas XII.


"Sha..hari Jum'at,Sabtu dan Minggu kita akan ikut kegiatan pelatihan dari OSIS.."dengan berlari Ina memberikan kabar pada Q yang hanya bisa diam.


"Santai dulu..nona"ujar Alex memberikan botol minuman pada Ina.


"Apaan sih..nona,nona"sewot Ina pada Alex.

__ADS_1


"Gimana Sha..kita ikut atau kita beralasan saja.."Ina menunggu Q untuk menjawab.


"Ehm..kalau kita tidak ikut bisa diartikan kita tidak bertanggungjawab tapi bila harus ikut saya belum bisa masak yang banyak gitu..gimana dong na ?" Q bertanya balik pada Ina yang lebih terlihat santai.


"Soal masak saya ga masalah..tapi jangan suruh saya untuk hal-hal aneh..saya penakut" Ina menjelaskan siapa dirinya.


"Tenang sayang babang Alex akan ada disaat di butuhkan?" seperti biasanya Alex menggombali Ina.


"Hus..hus sana,bisa ga sih menghilang sesaat" ujar Ina sewot pada Alex yang langsung mengusirnya pergi.


"Sayang masa sih babang disamain sama anak kucing"rengek Alex yang sudah di luar kelas menuruti permintaan Ina.


"Memang ada acara seperti itu di acara pelatihan OSIS..na?" dengan rasa ingin tahu Q bertanya ada Ina.


"Ga..tahu juga, takutnya ada seperti di film-film gitu.."Ina seperti membayangkan.


"Ina..Ina kebiasaan nonton film..sih jadi mikirnya aneh-aneh" balas Q yang sudah duduk manis karena waktu belajar akan segera dimulai kembali setelah waktu istirahat tadi.


Menjelang sore waktunya pulang sekolah, hampir semua siswa berhamburan pulang terkecuali siswa-siswi yang akan mengikuti pelatihan OSIS akan di berikan arahan untuk besok mengikuti pelatihan.


Dean selaku ketua OSIS memberikan penjelasan secara terperinci struktur dan susunan acara yang diawali besok pagi,dan semua peserta pelatihan wajib datang tepat waktu tanpa pengecualian hanya surat ijin orang tua dan dokter bagi yang berhalangan ikut pelatihan itu yang Dean sampaikan pada pertemuan ini.


Dan tanpa di duga beberapa lelaki berjalan tegap berpakaian santai tapi dari penampilan bisa dilihat mereka bukan lelaki biasa, dengan pakaian yang rapi ditambah kaca mata hitam melengkapi penampilan mereka memberikan kesan macho dan gagah plus keren pada semua mata yang memandangnya.


Tanpa menunggu lama Dean memperkenalkan siapa mereka dan ada kepentingan apa mereka ada disini,dengan didampingi pembina OSIS mereka di perkenalkan.


Sedikit banyak banyak yang mengangumi sosok yang saat ini memperkenalkan diri siapa mereka dan dari mana mereka berasal,saat ini yang hadir lima orang lelaki yang menurut mereka hanya mewakili rekannya yang saat ini tidak bisa hadir karena satu dan lain hal tentunya.


Kami semua di kumpulkan dalam aula yang bisa di gunakan untuk pertemuan atau kegiatan yang memerlukan tempat yang luas.


"Perfek ya..Q" Ina mengagumi pesona mereka tapi tidak dengan Q yang lebih berkesan biasa saja sebab hanya ayahnya lah lelaki yang perfek menurut Q yang dia tahu.


"Jangan terlalu lama memandangnya..nanti nafsu" goda yang lain pada teman di sampingnya,yang membuat Q tertunduk tersenyum malu.


"Gila..gue sampai ga sadar memandanginya" balas yang lain dengan pelan berucap.


Pada akhirnya tawa pun pecah mendominasi ruangan yang membuat Q makin tertunduk malu karena candaan yang luar biasa di layangkan pada orang yang tepat duduk di samping Q dan Ina.


Memang hal seperti ini biasa di kalangan teman-teman hanya saja Q malu untuk menertawakan orang lain dan bukan kebiasaan dirinya yang selalu diajarkan santun oleh ayah dan bundanya.


Wajah ayu Q nampak memerah karena menahan tawa yang saat ini jadi perhatian lelaki gagah yang berbisik pada temannya.


Suara Dean masih mendominasi menjelaskan pada anggota OSIS yang di pimpinannya, sesekali dari kelima lelaki gagah itu mengantikan menjelaskan apa saja yang akan dilakukan besok selama tiga hari.


Kelima lelaki gagah itu dari kesatuan bataliyon yang di minta bantuannya untuk memberikan pelatihan pada anggota OSIS dimana Q bersekolah saat ini,dan hal seperti ini adalah agenda rutin yang selalu diadakan oleh pihak sekolah untuk mendisiplinkan siswa.


"Gila tuh..mata ga bisa lihat yang bening.." gumam Arka yang kesal pada lelaki gagah yang melirik Q.


"Harap di maklumi bang.. mereka biasa liat yang satu macam.."yang lain menambahkan.


"Tapi gue ga habis pikir saja tahu aja sama yang spesial"Arka masih mengomel kesal sendiri.


"Makanya tuh cewek diumpetin dulu aja bang"jail yang lain ikut menambahkan.


"Gila loe..anak orang loe suruh gue bikin ngilang" protes Arka pada temannya.


"Lah..biar tuh anak ga ada yang naksir Bambang" ujar yang lain pada Arka yang hanya bisa mengacak kepala pemberi ide gila.


"Loe yang kudu ngilang dari gue..ide loe sesat" ucap Arka yang kembali mengacak kepala temannya.


Salah satu lelaki tegap itu menjelaskan acara besok akan berlangsung bukan di lingkungan sekolah tapi lingkungan bataliyon sebab disana telah disiapkan segala keperluan kegiatan selama tiga hari itu dengan harapan lebih maksimal.


Sedikit banyak Q tahu tempat itu tapi bukan tempat kedinasan sang ayah sebab ayah Q berdinas di pusat angkatan darat itu yang Q tahu dan ayah Q tidak banyak bercerita untuk urusan kerjaan sebab sedikit banyak berkaitan dengan rahasia negara tentunya yang Q tahu dari bundanya.


Hans hanya berbagi hal-hal yang sebatas keluarga rekan dinas atau cerita lucu seputar perjalanan dinasnya juga tingkah lucu rekan dinasnya saja itu yang sering Q dengar dari mulut sang ayah.

__ADS_1


Rasa gelisah menghantui Q yang sesekali melihat jam yang ada di tangan kirinya yang menandakan dirinya seharusnya sudah berada di rumahnya saat ini,Q mengirimkan pesan via WA baik pada pak Dul yang sudah berada di tempat parkir sekolah juga pada sang bunda yang isinya memberikan tahukah kalau dirinya masih berada di lingkungan sekolah karena ada pemberitahuan perihal OSIS.


"Masih lama ga sih na.."bisik Q pada Ina yang berada duduk disampingnya.


"Kenapa gitu..?"dengan rasa ingin tahunya Ina bertanya.


"Kasihan pak Dul,na..dia lama menunggu" menjelaskan pada Ina yang kembali heran.


"Saya heran sama kamu Sha..siapa yang majikan sih sebenarnya,serba ga enak"Ina meminta penjelasan pada Q.


"Saya ga terbiasa membuat pak Dul menunggu, na..kasihan menunggu itu membosankan itu yang saya rasakan.."Q menjelaskan pada Ina yang memandang Q terlalu baik.


"Hai..kalian berdua sudah paham penjelasan yang saya sampaikan..!"salah satu lelaki tegap itu bertanya pada Ina dan Q yang langsung gugup karena ditegur, ketahuan mengobrol.


"I..iya pak paham.."jawab Ina dengan gugup menjawab.


"Gimana dengan kamu..?!"tanya lelaki tegap itu pada Q yang terlihat santai tanpa ada rasa gugup.


"Iya pak paham..!"suara tegas Q terdengar.


"Paham..paham coba apa yang baru saja saya jelaskan..!"perintah lelaki itu tegas (yang sebenarnya ingin menjaili dan ingin tahu lebih dekat dengan Q ).


"Kena..dah"gumam Arka lagi yang terlihat kesal.


"Tenang..Bambang" goda yang lain pada Arka yang mengepalkan tangannya.


"Coba jelaskan dengan berdiri..!"pinta salah satu lelaki tegap yang lain yang bermaksud sama dengan yang lain.


"Kami semua akan di bagi menjadi empat kelompok,dari setiap kelompok ada satu orang yang akan bertanggungjawab atas kelompoknya, untuk tugas lainnya akan diterima pada saat di lapangan nanti.. apa ini sudah cukup pak" ucap Q tanpa ada keraguan.


'Sial niatnya mau ngerjain malah di kerjain balik,siapa sih nih anak,gila dikirain ga fokus malah sangat fokus' gumam lelaki yang pertama meminta Q untuk menjelaskan apa yang dia jelaskan.


"Good..job !" ucap lelaki gagah itu menepis rasa penasaran pada Q.


"Emang enak..kena batunya "sindir Arka yang di dengar oleh Dean yang kebetulan baru duduk disampingnya.


"Memang siapa yang lempar batu?"tanya Dean ada Arka yang terkenal playboy.


"Mau tahu aja.."balas Arka yang Dean tidak suka dari ucapan Arka.


"Ok.. sampai disini ada yang belum paham dari penjelasan saya" tanya lelaki tegap itu tegas.


Ada sebagian siswa yang bertanya seputar kegiatan apa saja yang akan berlangsung disana ada juga yang bertanya seputar pribadi lelaki tegap itu, seperti sudah punya pacar belum sampai berapa nomor ponsel serta statusnya saat ini.


Lelaki tegap itu bergantian menjawab tapi tidak membuat Q tertarik akan hal seperti itu yang menurutnya tidak penting untuk soal pribadi, pendidikan adalah fokus utamanya saat ini.


"Seharusnya kalian yang tukar nomor ponsel dengan kami"ucap salah satu lelaki tegap itu yang langsung direspon oleh beberapa siswi tapi tidak dengan Q yang lebih fokus memerhatikan jam ditangan miliknya.


"Sha..kamu ga mau membagi nomor ponsel pada mereka ?"tanya Ina yang melihat Q masih memperhatikan jam ditangannya.


"Ga..mereka bukan siapa-siapa ku dan pesan ayah jangan berbagi hal privasi dengan orang-orang yang baru kita kenal dan tidak ada kepentingan dengan ku"ujar Q yang membuat Ina terdiam memperhatikan dengan serius.


"Sha..kamu bener-bener anak ayah bunda ya..nurut banget sih sepertinya kamu sudah terprogram jadi anak baik "Ina menepuk pundak Q yang masih gelisah.


Hampir menjelang malam aktivitas di bubarkan dan tarikan napas keluar dengan kasar yang Q lakukan, setelah berpamitan pada Ina yang masih duduk seperti masih enggan meninggalkan bangku yang didudukinya.


"Na..aku duluan kasihan pak Dul,bye..dah Ina sayang"ucap Q yang setengah tergesa berlari kecil meninggalkan Ina.


Karena Q tergesa-gesa sehingga membuat beberapa bukunya bercecer jatuh dari tas yang belum ditutup dengan sempurna.


"Hati-hati nona.."ujar salah satu lelaki tegap pada Q yang hanya tersenyum datar.


"Kenapa Sha..?"tanya Dean yang langsung mendekati Q dengan tatapan ingin membantu.


"Ga..kak" Q sudah merapikan bukunya dan berniat kembali melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan sekolah.

__ADS_1


"Duluan kak.."pamit Q yang membuat beberapa lelaki hanya bisa menatap kepergiannya.


Entah apa yang ada didalam benak semua lelaki yang masih menatap jauh Q yang hampir menghilang di ujung lorong sekolah yang meninggal pesona dimata semua orang yang melihatnya.


__ADS_2