
Langit terlihat teduh disiang hari ini seakan semesta ikut berduka atas berpulangnya tuan besar pemilik kekuasaan, Indra Kusuma Atmaja menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama dua hari dikarenakan faktor penyakit yang dideritanya di usia senjanya.
Rumah besar milik Indra di penuhi oleh kerabat juga kolega yang melayat yang memberikan penghormatan terakhir pada pemilik kekuasaan yang terkenal dermawan.
Ceisya terlihat sangat terpukul dengan kepergian sang kakek,dia tidak mau jauh dari sisi kakeknya yang sudah tertutup kain kafan, kedua mata ceisya nampak sembab karena lama menangis.
Indra salah satu orang yang sangat penting dalam kehidupan ceisya seperti kedua orangtuanya,dan hanya Indra satu-satunya yang menjadi tempat bergantung setelah kepergian kedua orang tuanya ditambah Indra sangat memanjakan ceisya maklum saja hanya ceisya cucu perempuan satu-satunya yang dia miliki Indra.
Selepas prosesi pemakaman Indra,satu persatu kerabat dan keluarga besar Indra meninggal rumah besar milik Indra terkecuali yang masih mempunyai kepentingan termasuk ceisya yang masih enggan meninggalkan istana Indra dimana banyak meninggalkan kesan indah bersama Indra yang terukir manis dalam benak ceisya.
"Apakah kita akan bermalam disini sayang?" Hans bertanya pada ceisya yang terkejut dengan suara Hans yang tidak didengar langkahnya masuk kedalam ruang kerja Indra kakeknya, dengan mengendong Q buah hatinya yang tenang dalam gendongan sang ayah.
"Mas,aku masih merasakan kakek masih ada disini"Hans tahu ceisya sangat kehilangan atas kepergian Indra.
"Kakek sudah tenang sayang disana,lewat do:a kita terhubung dengan kakek" Hans mengusap lembut kepala ceisya yang merebahkan kepalanya di atas meja kerja Indra beralaskan salah satu tangannya.
"Kenapa kakek harus meninggalkan aku mas?" ceisya kembali menegaskan air matanya dari sudut matanya.
"Ini sudah jalan Tuhan sayang,kita tidak bisa melawan takdir"Hans memeluk ceisya yang masih duduk di kursi kebesaran Indra.
"Kepada siapa aku harus Bermanja?"dengan polosnya ceisya bertanya membuat Hans tersenyum.
"Masih ada mas disini sayang"Hans berharap ceisya sadar dirinya bukan lagi anak kecil yang selama ini dimanja Indra,saat ini sudah ada Q yang juga membutuhkan dirinya.
Ceisya kembali menangis dan Hans menenangkannya yang membuat Q terbangun dari tidurnya dalam gendongan sang ayah,dan membuat ceisya menyadari ada sosok yang tidak berdaya yang masih bergantung pada dirinya saat ini.
__ADS_1
"Sayang akan bunda lapar ya?"Hans menatap wajah polos putrinya dengan mulut yang mengecap tanda dia lapar.
"Bunda Q lapar"Hans menyerahkan Q pada ceisya yang sepertinya dia lebih tahu kondisi putrinya.
"Q lapar sini..kasihan anak bunda sampai lapar"ceisya seakan lupa akan kesedihan yang dirasakannya begitu melihat buah hatinya memerlukan dirinya.
Hans menatap kedua wanita terkasihnya yang saling berinteraksi tanpa bisa di mengerti oleh Hans yang jelas itu bahasa kasih hanya keduanya yang dapat menjelaskan.
Di ruangan lain
Sepupu dan saudara laki-laki ceisya masih berbicara atau apapun itu yang pasti Hans tidak ingin ingin melibatkan diri untuk membahas kepemilikan dari Indra yang sudah tertulis dalam surat wasiat yang saat ini di beritahu pengacara Indra yang akan di bacakan sesuai waktu yang di tentukan.
Hans hanya ingin ceisya yang ke istana kecil bukan di istana Indra yang menurut Hans tidak nyaman, seperti Hans sudah cukup tahu sepeninggal Indra akan muncul konflik perebutan kekuasaan yang Hans tidak mau tahu soal itu.
Hans bukan tidak berambisi memiliki sesuatu hal untuk jaminan masa depan keluarganya tapi Hans lebih nyaman dengan mencarinya sendiri tanpa mengandalkan orang lain.
Hans juga selalu menolak dengan halus permintaan Indra untuk menerima menjalankan bisnis miliknya,Hans merasa bisnis bukan dunianya dan tidak ingin terjadi sesuatu bila di jalankan oleh dirinya yang bukan seorang bisnisman.
Usaha yang Hans rintis bergerak di bidang dunia pendidikan yang menurut dirinya ingin memajukan generasi muda dan mencerdaskan bangsa dan Indra tahu begitu pula sepupu ceisya yang merasa tidak tersaingi dengan cara Hans bergerak di bidang pendidikan bukan dunia bisnis yang selama ini di jalankan Indra dan penerusnya.
Ceisya pun sejalan dengan Hans yang ingin mencerdaskan bangsa bukan menggeluti bisnis seperti kakek juga keluarga besar kakeknya,yang didalamnya tercium persaingan yang terkadang tidak memperdulikan hubungan darah dan di luar logika.
Menjelang malam ceisya akhirnya meninggalkan istana megah kakeknya untuk kembali pulang, mengingat dirinya harus mengurus buah hatinya.
Hans yang penuh pengertian berusaha membuat ceisya tenang dengan harapan tidak berpengaruh dengan buah hatinya yang masih bergantung pada ceisya.
__ADS_1
"Sayang istirahatlah..esok akan lebih baik"Hans mengusap kepala ceisya yang berbaring di samping Q yang menikmati sumber kehidupan milik ceisya.
"Mas,ga kemana-mana kan?"Hans cukup mengerti dengan pertanyaan ceisya ya g masih cemas akan keadaan dirinya sepeninggal sang kakek.
"Mas ada disini sayang"Hans memberikan senyum hangatnya pada ceisya.
"Mas,aku takut"dengan mata berkaca-kaca ceisya berucap.
"Ada mas disini sayang"Hans memeluk ceisya dari belakang untuk menenangkan.
"Semua akan baik-baik saja,mas akan selalu ada untuk keluarga kecil kita"Hans mencium kepala ceisya berulang-ulang.
Bayangan masa lalu terlintas di benak ceisya yang menolak keinginan kakek dan ayahnya untuk menjodohkan dirinya dengan Hans yang menurut dirinya Hans seorang lelaki arogan tanpa belas kasih, apalagi untuk mencintai dirinya yang belum di kenalnya.
Kini ceisya menyadari maksud dan keinginan dari kakek juga sang ayah, ternyata Hans seorang yang tepat untuk mendampingi dirinya dengan penuh kasih dan sangat menyayangi ceisya.
Perhatikan Hans melebihi rasa yang dulu di berikan oleh seseorang yang dulu mencintai dirinya, bahkan Hans rela mengorbankan nyawanya untuk seorang ceisya dan Hans begitu sabar menunggu ceisya mencintai dirinya walaupun dengan penolakan yang sering kali membuat Hans hanya tersenyum dengan sikap yang ceisya tunjukkan dimata Hans terlihat lucu,ceisya yang manja karena didikan keluarganya yang selalu memanjakannya.
Sikap sabar seorang Hans dalam menghadapi ceisya membuat kagum orang terdekat ceisya,kini bentuk cinta dari seorang Hans bisa ceisya rasakan walaupun melalui proses yang tidak lama.
"Terimakasih mas, sudah hadir dalam kehidupan aku"dalam isak ceisya berucap.
"Sama-sama sayang mas juga bersyukur di satukan dengan wanita istimewa yang mencintai mas dengan cara yang unik"Hans menciumi kepala ceisya.
"Terimakasih kasih untuk sabar mencintai dengan cara ku"ceisya seperti menyalahkan dirinya.
__ADS_1
"Tidak ada yang salah dengan cinta apapun caranya, terimakasih atas cinta yang tulus untuk mas"Hans memeluk kedua orang kesayangannya dengan tangannya yang kekar menghangatkan.
Ceisya merasa beruntung dihadirkan dalam hidupnya lelaki hebat seperti Hans yang sabar dan memahami dirinya,bukan hanya kasih sayang untuk dirinya tapi untuk Q Hans siap ada waktunya dan lelaki sempurna dimata ceisya.