Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Jatuh cinta sejatuh jatuhnya.


__ADS_3

Saat seseorang jatuh cinta diliputi rasa senang yang luar biasa, begitupun dengan Ayres yang semakin ingin bertemu dengan Qiandra tapi sayang wanita pujaannya bukan wanita biasa,dia bertalenta dengan segala kesibukannya yang bermanfaat untuk orang banyak.


Ayres teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat ibunya berkunjung ketempat dinasnya,ada kejadian yang membuat dirinya tidak ingin melupakan kejadian itu.


Karena kejadian itu membuat dirinya jatuh cinta bahkan jatuh sejatuhnya pada Qiandra karena memiliki kepribadian yang sangat baik.


Flash black on


"Ibu tidak apa-apa ?" dengan rasa khawatir gadis itu bertanya pada seorang ibu yang terjatuh.


"Sedikit pusing nak" ucapannya dengan memegang kepalanya.


"Maaf..apa ada yang bisa saya bantu?" tanya sang gadis dengan memberikan senyuman tulus dan membantunya.


"Terimakasih" sekilas ibu itu terpesona dengan sikap yang diberikan sang gadis muda.


"Di minum dulu Bu" pinta Qiandra yang memberikan botol minuman yang baru saja di bukanya.


"Terimakasih" hanya ucapan itu yang bisa si ibu berikan dengan rasa semakin mengagumi sosok manis di depannya.


"Boleh saya tanya, sebenarnya ibu mau kemana?" tanya Qiandra setelah si ibu menghabiskan minuman yang tinggal setengah dia teguk.


"Ehm..ke tempat anak saya, kebetulan saya tidak sama supir karena dia berhalangan datang ke rumah" si ibu menjelaskan dengan tangan mengusap kepalanya mungkin masih pusing pikir Qiandra.


"Oh..bisa saya antar Bu ?" Qiandra menawarkan diri dengan tersenyum sopan.


"Terimakasih,biar saya hubungi putra saya dulu biar dia saja yang menjemput saya di sini" Qiandra bisa mengerti dengan penolakan si ibu yang mungkin tidak ingin merepotkan dirinya.


"Boleh saya temani ibu sampai putra ibu datang menjemput ?" ucap Qiandra meminta persetujuan.


"Tapi ibu takut merepotkan nona" dengan sedikit malu si ibu menjelaskan.


"Tidak..Bu tidak merepotkan, panggil saya Qiandra" balas Qiandra yang merapikan barang-barang milik si ibu yang kebetulan masih tercecer.


"Maafkan ibu yang sudah merepotkan,non..eh Qiandra dan terimakasih sudah menolong ibu" si ibu memberikan senyuman pada Qiandra.


"Mengapa ibu harus minta maaf..saya hanya bermaksud menolong bukan kepada ibu saja seandainya orang lain pun akan saya tolong, saya harap ibu tidak perlu berterimakasih bukankah kita wajib saling tolong menolong" ucap Qiandra yang mengusap punggung tangan si ibu yang terlihat sudah lebih baik.


Tidak lama datang mobil yang cukup di kenal oleh Qiandra,dan sang pemilik keluar dengan tergesa tanpa menyadari seseorang di dekat seorang wanita paruh baya yang sangat di cintai dan dihormatinya.


"Assalamualaikum,mam..ga apa-apa kan?" tanya lelaki itu dengan memeriksa bagian tubuh wanita paruh baya itu dengan rasa khawatir.


"Waalaikum salam"jawab kedua wanita yang bedah usia itu.


"Apa..sih dek,mami ga apa-apa cuma tadi sedikit pusing jadi mami hampir saja jatuh untung saja ada Qi.." belum sempat wanita paru baya itu menjelaskan yang sebenarnya pada putranya,sang putra sudah sibuk dengan urusan hatinya.


"Q..kenapa ada disini sama mami ?" tanya Ayres yang menunjukkan rasa senang sekaligus ingin penjelasan dari Qiandra.


"Dengarkan dulu,ibu bapak menjelaskan ga sopan pak memotong pembicaraan orang tua"tegur Qiandra yang membuat Ayres menggaruk kepalanya sekaligus malu.


"Kalian saling mengenal ?" tanya wanita paruh bay itu dengan muka senang sekaligus penasaran.


"Ya..mam, kenalkan ini Qiandra ehm..wanita spesial di hati Ade" Ayres menjelaskan dengan malu.


"Oh..ya, kebetulan sekali kenapa ga dikenalkan sama mami dek.., sampai kapan mau di sembunyikan Ade mami ga suka ya dek, apalagi Qiandra baik anaknya.."Ayres mendapatkan jeweran di telinganya.


"Maaf,mam..Ade sibuk saat ini baru rencana bulan depan Q akan Ade bawah ke rumah untuk di kenalkan" Ayres menjelaskan dengan malu karena perlakuan maminya.


"Maafkan putra mami ya, Qi..pasti kamu lebih sering di cuekin dari pada diperhatiin" mami Ayres mengusap punggung Qiandra.


"Tidak perlu minta maaf Bu..sebab kami sama-sama sibuk hanya momen tertentu kami bisa bersama, mungkin itu cara kami bisa dekat"Qiandra menjelaskan berharap tidak ada salah paham antara ibu dan anak.


"Mau tunggu apa lagi dek..Qi begitu mengerti kamu"tegur sang mami pada putranya yang di buat malu.


"Iya..mam, secepatnya disahkan" balas Ayres tanpa meminta persetujuan dari Qiandra.

__ADS_1


"Oh..ya mam,kenapa datang ga kabarin dulu..jadi gini nih"tanya Ayres yang masih ingin penjelasan dari maminya.


"Mas Wiro tidak bisa datang karena istri sakit,tapi mami sudah terlanjur ingin mengunjungi kamu jadi terpaksa naik kendaraan umum sebab mami ga ngerti naik kendaraan yang pakai aplikasi" mami menjelaskan dengan serius.


"Terus kenapa turunnya disini ?" tanya ayres lagi dengan tidak sabar.


"Mami berniat membeli keperluan lain untuk di bawah ke tempat kamu dek..eh malah mami pusing dan hampir saja jatuh untuk ada Qiandra yang menolong" penjelasan mami membuat Ayres semakin cinta pada Qiandra.


"Terimakasih ya..Qi,sudah menolong mami" ucap mami Ayres lagi.


"Sama-sama Bu,saya tidak melakukan apapun kok" balas Qiandra deng sopan.


"Kok..ibu, panggil mami sama seperti Ade,maaf Ayres maksud mami" pinta mami dengan mengusap punggung tangan Qiandra.


"Maaf..mami,bisa saya bicara dengan pak Ayres sebentar" pinta Qiandra dengan malu.


"Ya.. silakan,mami mengerti kok" mami menunjukkan senyumnya.


Ayres dan Qiandra bergeser beberapa langkah dari maminya yang terus memperhatikan sika keduanya dengan rasa senang karena baru pertama kalinya melihat sang putra memiliki teman wanitanya.


"Sudah ga sabar ya..tenang akan ada waktu kita ngobrol berdua" goda Ayres dengan tersenyum.


"Bukan itu poinnya pak, gimana sih bapak tega sama ibunya datang sendirian apalagi dengan barang bawaan sebanyak itu..dimana hati nurani bapak sebagai anak,Q marah pokoknya sama bapak.."dengan tatapan tajam Qiandra mengingatkan Ayres yang tidak bisa mengelak dari kemarahan Qiandra yang untuk pertama kalinya sejak mengenalnya.


"Maaf,aku juga ga tahu kalau mami mau datang ke tempat ku, sekali lagi maaf Q,jangan marah aku takut beneran aku takut lihat kamu marah" dengan tertunduk Ayres mengakui kesalahannya.


Qiandra meninggalkan Ayres,memilih mendekati maminya Ayres untuk berpamitan karena mobil yang di kendarai mas Joko sudah terlihat menunggu.


"Maaf..Bu,maaf mami Q mohon ijin pamit karena mami juga sudah ada yang menjemput dan Q juga harus pulang, ga enak mas Joko sudah datang menjemput" Qiandra menjelaskan dan berpamitan.


"Kenapa ga sama Ayres aja Q yang mengantar sampai rumah" tanya mami Ayres pada Qiandra, dengan sejuta tanya siapa mas Joko.


"Terimakasih mam,biar pak Ayres membawa mami untuk istirahat dan kebetulan mas Joko sudah menunggu"Qiandra menunjukkan sosok mas Joko yang masih terbilang tampan.


"Pak..Q pulang dulu"pamit Qiandra dengan mode masih marah pada Ayres.


"Biar aku antar sampai mobil" ucap Ayres tapi lebih dulu di tolak secara halus oleh Qiandra.


"Sudahlah pak, kasih mami sudah lama dia menunggu bapak, cepat bawah mami ke tempat bapak" terdengar tegas di telinga Ayres walaupun cukup pelan Qiandra berucap.


"Baiklah..bila itu membuat Q tidak marah lagi"balas Ayres dengan suara pelan.


"Mas, hati-hati bawahnya.. terimakasih"ucap Ayres pada mas Joko yang membalasnya dengan memberikan jari jempol.


Flash black off


Selepas kepergian Qiandra,Ayres di hujani banyak pertanyaan dari sang mami yang berhubungan dengan Qiandra yang membuat Ayres sedikit kuwalahan sebab maminya pertanyaan maminya di luar ekspektasi dan belum pernah dia lakukan dengan Qiandra selama mengenalnya.


Ayres berharap maminya sudah tidak banyak bertanya lagi soal Qiandra setelah kepergian rekan dinasnya yang menyerahkan laporan pada dirinya ke rumah dinas.


"Dek..kok mau Q sama kamu yang sedingin kulkas" goda sang mami.


"E..jangan salah mam, walaupun dingin tapi bisa menyejukkan hati bidadari loh" balas Ayres dengan merangkul maminya.


"Iya..kamu yang menang banyak, Qiandra yang rugi besar" balas sang mami dengan mengacak kepala Ayres.


"Apa rugi banyak..ga salah mam,dia untung loh,aku tampan, jabatan bisa di banggakan dan siap untuk menyenangkan juga melindunginya" balas Ayres lagi dengan percaya dirinya.


"Ya,mami tahu tapi dia juga masih bisa cari yang lebih dari kamu sebab dia masih muda yang mami lihat ditambah dia juga penuh pesona dan dia gadis yang sepertinya multi talenta yang mami lihat,dan bukan dari keluarga sembarangan itu yang mami lihat dengan jelas, walaupun dia tidak tunjukkan" entah dari mana mami Ayres bisa menilai mungkin karena faktor usia dia bisa menilai siapa dan bagaimana latar belakangnya.


"Mam,mami aku itu bukan paranormal yang sosok tahu latar belakang seseorang, Qiandra memang gadis spesial tapi bukan hanya dimata aku hampir semua yang mengenalnya,dia sosok yang berbeda dan selalu membuat nyaman berada didekatnya itu yang aku rasain" Ayres sedikit menjelaskan pada maminya.


"Oh..ya, mumpung mami ga lupa siapa tuh mas Joko,jangan bilang orang terdekatnya ya..dek" tegur sang mami seperti penasaran.


"Oh..mas Joko,ih mami jadi kepo..mas Joko itu supir yang antar jemput Q mam,sebab Q g pernah boleh bawah kendaraan sendiri oleh ayahnya" penjelasan Ayres semakin membuat maminya ingin tahu lebih soal Qiandra.

__ADS_1


"Kenapa bukannya Q sangat sibuk,wajar bila membawa kendaraan sendiri" ujar mami dengan pendapatnya.


"Q anak semata wayang mam, ayahnya sangat khawatir apabila beliau orang yang sangat sibuk wajar bila putrinya dipercayakan pada supir untuk antar jemput" Ayres kembali menjelaskan pada maminya.


"Gimana ayahnya ?"tanya mami pada Ayres.


"Baik mam,malah sangat baik walaupun masih sedikit ada rambu-rambu yang tidak bisa di langgar tapi aku senang sebab menunjukkan Qiandra dia gadis yang di jaga dengan baik oleh keluarganya" pernyataan Ayres membuat maminya jail.


"Ya.. kasihan anak mami berarti belum cium-cium dong" goda sang mami dengan tersenyum jail.


"Apaan sih mam,pegang tangan aja anaknya suka ga mau mam,apa lagi cium bakal langsung ga mau ketemu mam,paling tanpa sengaja atau yang benar-benar darurat,dia memang istimewa deh mam" balas Ayres.


"Udah ya..mam,Ade ngantuk nih" ucap Ayres yang pura-pura menguap.


"Ya..udah sana tidur" usir sang mami pad Ayres yang langsung masuk kamar miliknya.


"Selamat istirahat mam" ucap Ayres sebelum menutup pintu kamarnya.


"Selamat istirahat sayang"balas sang mami.


Didalam kamar Ayres merebahkan tubuhnya dengan memeluk guling dan memeriksa ponsel miliknya berharap ada ucap selamat istirahat dari sang kekasih.


"Sepertinya masih mode marah nih.."ucap Ayres pada ponsel miliknya.


📱"Assalamualaikum, selamat malam,sayang" tulis Ayres yang memulai lebih dulu.


Qiandra yang tahu Ayres mengirimkan pesan tanpa ingin membuka dan membalasnya.


Ayres masih menunggu tapi tidak ada balasan dari Qiandra walaupun sudah lewat dari setengah jam.


📱"Sudah tidur..?" tanya Ayres lagi lewat pesannya yang telah terkirim.


"Sudah tahu ga di balas mau tidur atau belum bukan masalah bapak" ucap Qiandra dengan tertawa sendiri,tanpa ingin membalas pesan yang Ayres kirim.


📱"Masih marah ya..jangan marah dong,aku takut kalau kamu marah,mendingan komandan aku marah sama aku dari pada kamu yang marah..bener aku takut kalau sampai kamu marah terus mendiamkan aku,seakan dunia ku tak berwarna tanpa kamu Qiandra Mettasha "tulis Ayres lagi dengan rasa sedih yang dia rasakan.


Qiandra hany bisa senyum-senyum sendiri membaca isi pesan Ayres,ingin rasanya tertawa puas mengerjai lelaki yang seorang komandan tapi bucin abis menurut Qiandra.


"Runtuh.. belum kiamat kali pak,dasar bucin parah..emang enak dikerjain bocah"ucap Qiandra dengan tersenyum puas.


Ayres masih menunggu tapi tidak kunjung ada balasan dari Qiandra,Ayres kesal sendiri dan mengacak rambutnya dengan kasar karena dia belum mendapatkan balasan dari Qiandra.


📱"Dengan cara apa aku harus menunjukkan kalau aku salah biar kamu ga marah lagi,aku ga mau disiksa dengan rasa ini Q,aku rindu bener aku rindu kamu"tulis Ayres lagi dengan tanpa malu menjelaskan rasa yang dia rasakan saat ini.


Sementara Qiandra makin senang membaca pesan dari Ayres yang di buat galau saat ini.


"Emang enak bang.. makanya jangan anggap aku bocah,kenakan batunya,rindu kasihan deh nikmat aja rindunya sendiri bang" ucap Qiandra makin tersenyum senang.


Ayres semakin di buat kesal dengan tidak kunjung ada balasan dari Qiandra walaupun sudah mampir dua jam dia mengirim pesan.


📱"Ayo..lah Q,ngomong apa dong jangan diamkan aku,ga kuat aku disiksa seperti ini, hukuman apa pun akan aku jalani asalkan kamu tidak marah lagi Q..aku mohon jangan diamkan aku" 😭 dengan tanpa malu Ayres mengirimkan pesan dengan menunjukkan gambar dirinya.


Sebenarnya Qiandra enggan membalas tapi bukan dirinya yang suka mempermainkan perasaan orang,dia didik untuk jadi jiwa yang rendah hati dan pemaaf.


📱"Sudah malam pak, waktunya tidur" tulis Qiandra dengan tersenyum.


Ayres yang sudah sedikit memejamkan matanya langsung membuka ponsel miliknya dan tersenyum senang walaupun hanya tulisan singkat dan tidak ada hubungannya dengan semua pesan yang Ayres kirim tapi tak apa bagi Ayres balasan dari Qiandra sudah menjadi obat rasa rindunya walaupun sesaat.


Berbeda dengan Qiandra yang merasa bersalah "Maaf pak,tidak ada maksud untuk mempermainkan perasaan bapak hanya ingin memberikan pelajaran sedikit untuk bapak,agar tidak mengulangi hal yang sama apalagi sama orang tua" seutas senyum Qiandra tunjukkan walaupun hanya seorang diri di kamar miliknya.


Menghargai seseorang bukan berarti kita merendahkan diri kita tapi bentuk dari siapa diri kita yang sebenarnya.


***Note*


Maaf bila lama menunggu ada hal yang tidak bisa di tinggalkan, sekali maaf dan terimakasih yang tak terhingga dari saya🙏🙏❤️**.

__ADS_1


__ADS_2