Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Masih ada dendam


__ADS_3

Sinar mentari terasa membakar kulit bersih ceisya yang saat ini berada di barak pengungsian untuk membantu korban gempa,dia tidak sendiri bersama beberapa istri-istri prajurit di kesatuan hans yang di membawa beberapa keperluan pengungsi terutama makanan dan beberapa keperluan yanga lain termasuk perlengkapan bayi.


Mungkin ini bukan hal yang biasa bagi ceisya,bisa jadi ini hal yang baru bagi ceisya bisa terlibat dalam misi membantu korban gempa secara langsung.


Ceisya terlihat sangat senang bercengkrama dengan anak-anak yang terlihat polos seperti tidak merasakan saat ini berada di barak pengungsian.


Ceisya membagikan beberapa makanan kecil dan permen yang sengaja di bawahnya dari rumah,dia di temani sopir dan rima sengaja tidak ikut rombongan mobil istri-istri prajurit sebab ceisya banyak membawa barang yang sengaja di bawahnya ke pengungsian.


Anak-anak terlihat senang menerima pemberian dari ceisya,dengan polosnya mereka langsung membuka dan menikmatinya.


Gadis kecil menghampiri ceisya,tanpa bicara hanya memberikan makanan kecil pada ceisya,awalnya ceisya bingung dengan pemberian gadis kecil ini.


"Kenapa ini untuk mu sayang" ucap ceisya membalikkan makanan itu pada gadis kecil itu.


Gadis kecil itu tetap diam hanya memandang ceisya dan makanannya ditangan ceisya.


"Mau ibu bantu membukanya ?" tanya ceisya dan hanya diam jawaban dari gadis kecil itu.


Ceisya membuka bungkus makanan dan di kembalikan pada gadis kecil itu yang terlihat senang walaupun masih tetap tidak bersuara.


Ceisya menghampirinya dan gadis kecil itu duduk di pangkuan ceisya dengan santai menikmati makanan yang membuat ceisya senang sekaligus haru.


Terlintas di benaknya seandainya saja dirinya tidak mengalami keguguran mungkin akan sama usianya dengan gadis kecil dipangkuannya.


"Enak..mau lagi?" tanya ceisya pada gadis kecil yang masih menikmati makanannya.


Hanya anggukkan kepala yang gadis kecil berikan pada ceisya,rima memberikan beberapa makanan kepada ceisya.


"Siapa namamu sayang" tanya ceisya ingin tahu.


"Arumi..bu" jawab lelaki paru baya yang datang menghampiri ceisya.


"Namanya cantik secantik anaknya,putri bapak ?" tanya ceisya pada lelaki paru baya itu dengan sopan.


"Dia cucu saya..kedua orang tuanya tidak selamat karena tertimbun bangunan" lelaki paru baya itu menjelaskan dengan raut wajah sedih.


"Maafkan saya,saya turut berduka" ucap ceisya dengan mengusap lembut kepala arumi.


Ada rasa haru yang ceisya rasakan,dia teringat kedua orang tuanya yang telah meninggalkan dirinya dan berpikir bagaimana dengan arumi yang masih membutuhkan belaian kasih sayang serta perhatian dari orang yang mengharapkan kehadirannya.


Rima sepertinya mengerti dengan apa yang ceisya rasakan,dipeluknya ceisya dari belakang seperti memberikan semangat dan memberikan dukungan bahwa dia tidak sendiri ada dirinya di dekatnya.


Ceisya merasakan rasa rindu yang sangat dalam akan sosok hans yang sudah sangat lama meninggalkan dirinya karena tugas yang harus di jalankannnya.


Hampir menjelang petang ceisya berserta istri-istri prajurit meninggalkan barak pengungsian jalan yang sulit di lalui dengan pemandangan reruntuhan bangunan bekas gempa masih terlihat sepanjang jalan.


Di pertengahan jalan yang sudah mulai gelap dengan penerangan yang bisa disebut minim,tiba-tiba di kejutan dengan kedatangan gerombolan begal yang hendak melakukan tidakkan yang sangat tidak pantas di lakukan.


"Turun..!!" perintah lelaki yang terlihat sangat sangar pada supir rombongan istri-istri prajurit.


Tindakan yang mereka lakukan membuat takut istri-istri prajurit,begitu pun dengan mobil ceisya juga mengalami hal yang sama sopir ceisya di perintahkan untuk turun.


Mereka sepeti tidak berpikir dengan siapa mereka berhadapan,sedangkan yang ada di dalam mobil hanya wanita dan hanya sopir yang lelaki dari rombongan istri-istri prajurit dan sopir ceisya.


Terdengar jeritan histeris dari istri-istri prajurit yang merasa ketakutan dari di todong senjata berupa pistol yang terlihat siap di tembakan.


"Diam..!!" bentak lelaki yang wajahnya tidak bisa di kenali karena tertutup masker.


Seketika suara hening,semua di kumpulkan di suatu tempat yang sangat terpencil hanya terlihat padang rumput yang tumbuh subur tinggi menjulang dan gubuk yang jadi tempat istri-istri prajurit dan ceisya berikut rima dan kedua sopir.


"Sandra sudah bisa kita pindahkan bos?" tanya seseorang yang tidak di ketahui sebab berada di luar gubuk.


Tidak lama lelaki bertubuh gemuk masuk dan memeriksa satu-persatu sandra yang membuat semua semakin ketakutan hanya ceisya yang terlihat tenang.


"Anda ikut saya !" lelaki gendut itu memerintah ceisya dengan wajah sangar.

__ADS_1


"Saya..?" ceisya bertanya dan menunjuk dirinya.


"Apa anda tidak dengar..yah anda !!" bentak lelaki gendut itu pada ceisya yang membuat rima memegang tangan ceisya sepertinya rima tidak ingin di pisahkan dengan ceisya.


Ceisya berdiri dan mengikuti perintah lelaki gendut itu dan sopir ceisya berusaha bertanya pada lelaki itu.


"Mau di bawah kemana nyonya saya?" tanya sopir pada lelaki gendut itu dengan mengejar dari belakang.


"Ini nyonya mu..!!" saut lelaki lain yang langsung menonjok sopir ceisya yang langsung tersungkur ke lantai dan terlihat darah mengalir dari ujung bibirnya.


"Kenapa harus melakukan kekerasan bukannya saya sudah menuruti perintah mu !!" protes ceisya dengan suara lantang dan sangat marah.


Sopir ceisya berdiri di bantu rima dan sopir istri-istri prajurit yang sebenarnya ingin melakukan perlawanan tapi istri-istri prajurit melarangnya dan takut terjadi yang tidak di harapkan sebab mereka hanya wanita pikir mereka yang tidak bisa melawan.


Terdengar suara deru mobil yang meninggalkan gubuk yang berarti ceisya di bawah mereka pergi entah kemana yang jelas ceisya harus berpisah dengan istri-istri prajurit juga sopir dan rima yang sudah menangis merasa bersalah karena kepergian ceisya.


Dan tidak lama seseorang lelaki memerintahkan sandra untuk berjalan meninggalkan gubuk dan kembali masuk kedalam kendaraan yang meraka tumpangi dan seperti tidak bersalah menyuruh meninggalkan tempat secepatnya sebelum berubah rencana.


"Cepat..cepat naik dan tinggalkan tempat ini sebelum kami semua berubah rencana !!" perintah lelaki yang mengacungkan senjata laras panjang ke atas langit.


Sopir dan rima masih sedikit bingung harus kemana mencari nyonyanya sebab ini tanggung jawab dirinya untuk menjaganya mau bertanya juga takut karena mereka bersenjata dan tidak sendiri.


Di tempat yang terbilang mewah ceisya di turunkan dari mobil dalam keadaan tertutup matanya dan hanya bisa mendengar apa yang mereka rencanakan untuk dirinya.


"Hebat..memang bos ga salah pilih" ucap lelaki yang ceisya tidak tahu wajahnya sepertinya menyanjung seseorang yang merupakan otak di balik penculikan ceisya.


Ceisya cukup lama duduk dengan mata tertutup hanya kesunyian yang ceisya rasakan tanpa tahu dimana dirinya saat ini berada dan sesekali terdengar kicau burung memanggil nama seseorang begitu lantang terdengar.


Nama yang sedikit tidak asing tapi tidak begitu di kenalnya pikir ceisya yang masih terdiam dengan tangan yang masih terikat.


"Selamat datang cantik" sapa seseorang pada ceisya yang masih di tutup matanya dan suara itu mengejutkan ceisya.


"Apakah mereka memperlakukan mu dengan baik ?" tanya lelaki itu yang membuka tutup mata ceisya yang langsung terkejut sehingga membuat ceisya hampir terjatuh dari tempat duduknya.


"Maafkan mereka bila harus menjemput mu dengan cara yang tidak seharusnya" lelaki itu adalah elang yang dengan santai tersenyum seramah mungkin pada ceisya sebaliknya ceisya yang merasa jijik memandang elang.


"Kamu pasti belum makan..aku sudah siapkan makan malam untuk kita berdua" ucap elang yang berusaha mengusap pipi ceisya tapi lebih dulu ceisya menghindar.


"Ini yang ku suka dari mu..tegas dan liar di mata ku" elang semakin bertindak semaunya dan meminta ceisya menuruti apa maunya,elang ingin mengusap pipi ceisya dan ceisya berusaha menghindar dari tangan elang.


"Tidak usah takut aku akan memperlakukan mu dengan baik" ucap elang dengan senyumnya yang merasa bahagia.


Ceisya hanya bisa diam tampa perlawanan dengan tangan masih terikat,dan hanya bisa berpikir permainan apa yang elang lakukan padanya saat ini.


"Kedatangan mu akan menjadi bukti pada kakek tua itu bahwa permainannya akan kalah dengan princess di tangan ku,dan aku harap kamu bersedia mengikuti permainanku manis" elang kembali ingin menyentuh pipi ceisya dan kembali penolakan yang ceisya berikan.


"Ha..ha kakek ku tidak semudah itu untuk di kalahkan,kamu salah besar menilai kakek ku !!" ceisya tertawa dan berucap tegas juga keras terdengar yang membuat elang tersenyum sinis pada ceisya.


"Ok..kamu akan ku jadikan istri agar si tua bangka itu makin menderita karena princess kesayangannya ada dalam genggaman ku ha..ha" elang tertawa merasa senang akan rencananya untuk menghancurkan indra.


"Selicik itu kah permainan ku, lelaki apa kamu..lihat..lihat istrinya dan calon buah hati yang ada di dalam perutnya" ceisya menunjukkan tiara yang berada tidak jauh dari elang dan ceisya yang hanya bisa diam memandang dari jauh.


"Dia sudah tidak berguna lagi untuk apa ku pertahankan !!" ucapan elang membuat ceisya makin marah besar pada elang.


"Hey..dia mengandung buah hati mu yang akan jadi penerus mu,kau bilang tidak berguna..ternyata kau lebih rendah dari seekor binatang yang menyayangi anaknya !! ucap ceisya tegas yang memandang iba pada tiara.


Tapi tidak dengan tiara yang merasa senang ceisya menjadi sandra elang,tidak sedikitpun rasa ingin menolong ceisya yang masih terikat tangannya dan dia tidak ingin melibatkan diri hanya melihat dari jauh.


Ceisya masih terus membalas tiap kata yang elang lontarkan pada dirinya sepertinya ingin membuat ceisya merendahkan dirinya dan berharap elang akan menaruh iba padanya tidak untuk seorang ceisya.


"Jadilah ratu di istana ku" pinta elang dengan tersenyum penuh keyakinan.


"Cieh..apa yang akan kamu janjikan untuk ku ha..ha !!!" balasan ucapan ceisya membuat sakit telinga elang.


"Kebahagiaan tentunya !!" elang menunjukkan istana miliknya.

__ADS_1


"Kebahagiaan seperti apa yang akan kamu berikan padaku !!" ceisya semakin memancing emosi elang.


"Semua yang aku miliki akan jadi miliki mu !!" elang berusaha menyakinkan ceisya.


"Semua yang kamu miliki tidak sebanding dengan apa yang di miliki suami ku !!" ceisya semakin membuat elang kesal karena di bandingkan dengan hans.


"Apa yang dia punya hanya alat negara yang bisa makan alakadarnya tidak akan bisa membuat mu bahagia seperti ku..semua aku punya dan aku miliki !!" dengna yakin elang membanggakan dirinya.


"Ada satu yang tidak kamu miliki hati" ucap ceisya lagi yang semakin membuat elang membanting pintu.


Kemarahan elang membuat anak buahnya dan orang kepercayaannya menghadap elang tapi tidak berani bertanya hanya berdiri mematung menunggu perintah.


Elang menyuruh asisten wanita membantu ceisya untuk membersihkan diri sebab elang tahu ceisya merasa tidak nyaman dan terlihat ceisya tidak ada perlawanan yang berarti dia tidak akan berniat kabur.


Ceisya tahu bagaimana ketatnya penjagaan rumah elang dan hanya dengan mengikuti caranya ceisya bisa mencari jalan keluar dengan perhitungan yang matang tentunya.


Ceisya tidak ingin memberikan nyawanya terbunuh dengan sia-sia untuk seorang elang yang bukan apa-apa dalam hidupnya.


Elang memerintahkan seorang wanita untuk membantu ceisya membersihkan tapi tetap disekap dalam ruangan khusus yang hanya tertentu saja yang bisa masuk kedalam.


Ruangan ceisya di jaga sangat ketat tapi ada pengecualian untuk tiara yang bisa masuk tanpa sepengetahuan elang.


"Saya hanya ingin berterimakasih pada anda,anda lihat kan apa saya bahagia disini !!" tiara mengeluarkan semua beban hatinya pada ceisya yang jelas tiara menyalahkan ceisya karena harus menikah dengan elang.


"Terus apa masalahnya dengan saya" balas ceisya pada tiara yang terlihat kesal pada ceisya.


"Karena anda saya harus menerima perjodohan ini !!" tiara semakin menjadi-jadi mengeluarkan kemarahannya yang selama ini disimpannya.


"Dimana letak salah saya tia" ceisya masih bisa tenang walaupun sudah menerima kemarahan tiara.


"Karena anda tidak memberikan suami anda untuk menikahi saya" tiara menjelaskan pada ceisya yang membuat ceisya hanya bisa tertawa yang menurut dirinya tiara konyol.


"Yang menolak bukan saya tapi suami saya yang menolak untuk di nikahkan dengan mu tia,sudahlah tia sekarang bagaimana caranya saya bisa bebas sebelum polisi datang dan akibatnya kamu akan kehilangan suami saat anakmu lahir" pinta ceisya yang menurut tiara masuk akal tapi apa untungnya juga untuk dirinya yang hanya jadi pelampiasan elang selama ini bukan sebagai ratu di istananya sesuai janjinya pada orang tuanya saat menikahkan dirinya beberapa waktu lalu.


"Silahkan ada berjuang sendiri bukannya dulu anda juga membiarkan saya berjuang sendiri dan ini yang saya dapat !!" ucap tiara yang meninggalkan ceisya kembali sendiri.


Terlihat wajah kesal tiara yang ceisya tahu dalam batinnya tiara masih menyimpan amarah pada dirinya karena perjodohan ini yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya juga hans dalam hubungan ini hanya keinginan tiara di luar akal sehat dan melibatkan keduanya dalam masalah pribadi tiara dan keluarganya juga elang yang ternyata menyimpan harapan yang di luar akal sehatnya.


Ceisya hanya bisa prihatin pada tiara dengan perut besarnya,ceisya yakin akan datang pertolongan untuk dirinya walaupun entah kapan waktunya akan datang yang pasti dirinya tidak ingin bertindak gegabah.


Kabar penculikan ceisya sampai di telinga indra juga hans tapi tidak bisa hans bertindak gegabah harus dengan pemikiran dan strategi yang matang.


Hans mengirimkan beberapa mata-mata yang menyamar untuk mencari tahu dengan sangat detail seluk beluk daerah dimana ceisya di sekap dan cari tahu siapa saja yang keluar masuk dari rumah besar serta mewah itu.


Misi ini terlalu berat untuk hans karena melibatkan orang tercintanya yang tidak ingin sampai terluka apalagi nyawa yang saat ini yang menjadi taruhannya.


Dengan cepat hans sudah bisa mendapatkan info yang sangat akurat tentang keberadaan ceisya dan betapa terkejutnya hans ternyata dalang di balik kasus penculikan ceisya adalah elang yang membuat indra marah besar telah di jebak oleh anak ingusan dan mau tidak mau harus ikut permainan yang dia mainkan dengan syarat ceisya yang jadi jaminannya ini sangat konyol menurut indra.


Begitupun dengan hans yang sangat mencintai ceisya tidak mudah untuk melakukan tindakan sebab ada ceisya yang akan tersakiti bila salah bertindak.


Elang benar-benar pandai dia bisa membaca situasi dimana dia bisa mengalahkan indra dengan mudah dengan cara merebut kebahagian dari orang tersayangnya.


Elang tidak asal bertindak dia sudah menyiapkan segala kemungkinan yang ada dan dia banyak meminta balasan dari kebebasan ceisya salah satunya kepemilikan saham yang di miliki indra di pasar bisnis yang lagi ramai di perebutan kalangan pebisnis,cara elang memang licik tapi hans lebih lincah dalam membaca situasi dan segudang strategi sudah tersusun di otaknya untuk secepatnya menyelamatkan ceisya yang saat ini jadi tahanan elang.


Ceisya seperti tidak takut dengan segala kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya bahkan bila harus nyawanya yang harus melayang sebagai taruhannya asalkan keluarga besarnya tidak menuruti keinginan licik elang.


Berbeda keinginan ceisya berbeda juga dengan hans yang sangat khawatir akan keselamatan ceisya adalah salah satu keutamaan dalam misi penyelamatan ini.


.


Karena rasa cinta yang besar hans miliki pada ceisya sedikit banyak membuat hans banyak melamun,berharap cepat di pertemukan secepatnya dengan ceisya yang sudah sangat lama tidak di bertemu.


Ceisya pun memilki rasa yang sama sangat merindukan hans yang sudah lama tidak di tinggalkan dalam tugas negara setelah beberapa waktu yang lalu di tambah dirinya harus menjadi korban elang untuk ambisi yang menurut ceisya di luar akal sehatnya.


Harapan ceisya hanya ingin hans baik-baik saja dalam tugasnya walaupun dirinya saat ini dalam keadaan tidak baik di tempat yang tidak bisa di bilang nyaman untuk dirinya walaupun terpenuhinya segala banyak keperluannya selama berada di tempat elang,tapi tidak ada kebebasan disini dalam hal dirinya hanya sebagai sandra untuk ambisi elang.

__ADS_1


Tapi satu keinginan keduanya bisa di pertemukan dalam keadaan baik-baik saja dalam rasa kerinduan yang dalam selama ini keduanya pendam karena terpisah jarak dan waktu yang bukan keinginannya.


__ADS_2