Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Dibalik Pesona Qiandra Mettasha


__ADS_3

Pribadi mandiri sudah terbentuk sejak dini pada diri Qiandra yang saat ini sudah bersiap diri untuk mengikuti pelatihan OSIS sesuai jadwal yang membuat ceisya khawatir karena putri semata wayangnya untuk pertama kalinya harus bermalam di luar rumah untuk mengikuti kegiatan sekolah.


"Yah..apa tidak sebaiknya Q ijin saja"pinta ceisya pada Hans yang mendekap tubuhnya.


"Sayang..biarlah Q belajar untuk bertanggungjawab dengan apa yang di pilihannya"Hans menyakinkan ceisya untuk kebaikan putrinya.


"Tapi kan..nanti bagaimana makannya,tidurnya terus bagaimana tempatnya terus.."Hans menghentikan ceisya berbicara untuk mengkhawatirkan putrinya dengan satu jari telunjuknya tepat di bibir ceisya.


"Stop..beri kepercayaan pada Q sayang,dia tidak selamanya akan bersama kita, akan ada waktunya dia jauh dari kita,kini kita yang harus mulai belajar untuk terbiasa tanpa kehadirannya disisi kita.. percayalah Q bisa menjaga dirinya.." Hans menjelaskan dengan bahasa yang bisa di mengerti oleh ceisya yang mengkhawatirkan putrinya.


Sarapan pagi saat ini dilakukan lebih awal tidak seperti biasanya sebab sesuai permintaan Q dirinya harus berada di lingkungan sekolah pukul 6.30 sebab akan ada persiapan lainnya,Hans tidak ingin putrinya sarapan seorang diri dan Hans selalu menikmati sarapan pagi bersama tanpa terkecuali selama semua anggota keluarga berada di rumah.


Pagi ini ada sesuatu yang berbeda, biasanya Q diantar ke sekolah bersama pak Dul hari ini langsung diantar oleh Hans dan ceisya yang ikut serta ke sekolah karena ceisya tidak ingin melepaskan putrinya.


Qiandra membawa beberapa barang pribadi untuk digunakan selama mengikuti pelatihan biasanya ceisya mengantarkan hanya di gerbang rumahnya dan Hans memenuhi keinginan ceisya untuk mengantarkan sampai ke sekolah Q.


Banyak pesan ceisya yang harus Q dengarkan tanpa ada bantahan yang membuat Hans tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena melihat sikap ceisya pada putrinya yang begitu khawatir.


"Iya..bunda Q dengar dan akan Q ingat juga sesuai permintaan bunda"tanpa bantahan Q menjawab permintaan dan perintah ceisya.


"Mohon ijin Q masuk dulu"pinta Q yang mencium dan memeluk ceisya dan Hans bergantian.


"Ingat pesan bunda ya..sayang"ceisya masih saja mengingatkan putrinya membuat Hans membalikkan tubuh ceisya untuk meninggalkan lingkungan sekolah.


"Iya..bunda.."teriak Q yang sudah masuk kedalam gerbang sekolah.


"Ayo..sudah,kita pulang.."ajak Hans pada ceisya masih terlihat mengkhawatirkan putrinya.


Kedua orang yang di cintai dan di hormati Q sudah meninggal lingkungan sekolah tepatnya di jalan menuju ke istana kecil miliknya.


Berbeda dengan Q yang sudah masuk dalam barisan untuk menerima instruksi dari Dean,bersama anggota OSIS lainnya.


Menuju tempat pelatihan 🚌


Kedatangan anggota OSIS sudah di sambut dengan teriakan yang khas yang biasanya Q dengar bila berada di lingkungan pelatihan ajudan ayahnya.


"Lari...lari jangan malas ayo... tunjukkan semangat pagi mu..!!"perintah seorang lelaki dengan berbadan tegap dengan pakaian lapangan yang biasanya Q lihat, milik ayahnya.


"Langsung berbaris di lapangan !!" perintah dari orang yang berbeda pada anggota OSIS yang kini sudah berada di lapangan luas dengan sinar mentari yang sudah menampakkan sinarnya dengan sedikit malu namun terlihat indah.


Semua anggota OSIS yang ikut pelatihan memenuhi lapangan untuk berbaris sesuai instruksi pelatih dari anggota bataliyon yang membantu untuk membentuk pribadi yang disiplin dan bertanggungjawab untuk menjadi seorang pemimpin dalam berorganisasi.


"Sebelum kegiatan berlangsung mohon kerjasamanya..untuk mengumpulkan ponsel milik kalian selama mengikuti pelatihan ini" perintah lelaki tegap yang memili kulit sawo matang dengan gigi gingsul membuat manis terlihat dia adalah Cleon nama yang dimiliknya.


Agenda awal semua anggota OSIS di perkenalkan dengan kegiatan baris berbaris pastinya sangat melelahkan tatapan ada jeda hingga tiba waktu untuk beristirahat.


Waktu istirahat siang berasa begitu cepat berlalu hanya digunakan untuk makan siang dan sholat dhuhur tidak lebih,yang membuat sebagian siswa mengumpat dalam keadaan kesal.


"Gila..belum juga makanan yang gue makan turun,sudah harus kumpul lagi di lapangan" gumam salah satu siswa dengan muka kesalnya.


Semua siswa harus kembali mengikuti agenda hari ini,pada awalnya mereka membayangkan akan menyenangkan tapi kenyataannya tidak, mereka sepertinya harus membuang bayangan yang indah itu sebab saat ini mereka harus mengikuti kegiatan yang menunjukkan tingkat kedisiplinan yang luar biasa menurut mereka.


"Busyet..deh kita bakalan dibantai sampai habis nih!"ujar salah satu siswa yang terdengar pelan setelah melewati beberapa agenda yang melelahkan.


Keringat hampir mengucur dari tiap siswa-siswi yang masih bisa mengikuti kegiatan dengan muka yang sedikit memerah menahan panas mentari yang semakin terik terasa membakar kulit.


"Busyet..makin manis aja tuh anak.."ucap salah satu lelaki berambut cepak pada salah satu kawannya memperhatikan Q.


"Bukan hanya manis..tapi memang ayu"balas rekannya.


"Iya..kan dan?"tanya lelaki tegap itu pada komandannya yang baru saja datang karena dirinya baru sampai disebabkan ada tugas yang harus diselesaikannya.

__ADS_1


"Hmm.."seakan tidak yakin dengan jawaban yang diberikan oleh komandannya rekannya kembali meminta ketegasan.


"Apa definisi cantik menurut komandan hanya hmm."protes lelaki tegas sebagai anggota dinasnya pada komandannya yang tergolong masih sangat muda tapi memiliki segudang prestasi.


"Bukannya..komandan free?" tanya yang lain pada komandannya yang memang seharusnya dia libur karena baru saja menyelesaikan tugasnya bersama kawan dinasnya di negara konflik untuk misi kemanusiaan.


"Ya..seharusnya free tapi mau pulang juga tidak ada ortu mereka pergi keluar mengunjungi kakak perempuan yang baru saja melahirkan.." penjelasan komandannya membuat rekan dan anggota dinasnya cukup mengerti dan memahami.


"Mendingan disini dan..kita bisa dapat hiburan dan menikmati yang masih seger..juga bening" tambah yang lain membuat komandannya membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengarnya.


"Seger dan bening, seperti minuman yang kita pesan di kantin dong sama bu Mar "balas komandan disambut tawa rekan dinasnya.


"Masih..kuat kalian..!!"tanya salah satu lelaki tegap pada anggota OSIS dengan suara sedikit ragu.


"Siap kuat !!"jawab anggota OSIS bersamaan.


"Kuat..kuat tapi kenapa tidak kompak !!"perintah lelaki tegap yang lain yang sengaja membuat kesal anggota OSIS.


"Siap kuat..!!"kini suara lantang terdengar bersama yang membuat senang lelaki tegap yang berada di depan lapangan memimpin.


"Ok..kita santai sejenak, istirahat di tempat gerak !"perintah lelaki tegap pada anggota OSIS yang kini hanya tersisa beberapa siswa-siswi termasuk Q yang masih bisa bertahan bisa di maklumi fisik Q telah terlatih.


"Perkenalkan komandan kami.."yang memperkenalkan komandannya tapi terlebih dahulu dia memperkenalkan siapa dirinya yang memiliki nama Nayaka (secara garis besar dia memiliki mata hampir mirip orang Jepang ditambah dari nama berbau negara sakura dengan warna kulit putih walaupun di tempa sinar matahari, memiliki pesona serupa oppa-oppa korea yang digandrungi gadis-gadis muda).


Lelaki yang dipanggil komandan itu langsung memasuki lapangan dan memperhatikan sekeliling dan memperkenalkan dirinya dengan terlihat santai tapi sopan.


"Nama saya Abhivandya Ayres,salam kenal untuk kalian semua mohon kerja samanya dengan harapan kita bisa bersama-sama menyelesaikan tugas ini dengan baik sampai selesai sesuai harapan"terdengar tegas tapi dalam keadaan santai dengan sorot mata tajam yang terlihat seperti elang yang siap menyergap lawan.


Abhivandya Ayres (tubuh tinggi, wajah tampan dengan lesung pipi disalah satu pipinya, memiliki kulit putih bersih sepertinya dia berdarah campuran ditambah sorot mata yang tajam dan hidung mancung juga irit bicara).


Selepas perkenalan semua anggota OSIS diberikan waktu untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat ashar dan beristirahat sejenak sebab agenda selanjutnya akan dilaksanakan selepas sholat magrib untuk mengefisienkan waktu.


Agenda kegiatan dihentikan tepat adzan sholat isya berkumandang, baik peserta mampu pembina menjalankan sholat bersama terkecuali yang berhalangan di minta menunggu di ruangan untuk makan malam bersama dan akan dilanjutkan dengan waktu istirahat.


Sebelum makan malam dilaksanakan ada pemberitahuan untuk semua anggota pelatihan yang diminta duduk bersama dengan anggota kelompoknya,ada perintah yang tidak boleh dilanggar dan bila dilanggar sangsi akan jatuh pada kelompoknya bukan pada individu yang bersangkutan.


"Kalian..harus menghabiskan semua makanan yang telah disiapkan tanpa sisa dan ingat waktu makan kalian akan diberi waktu jadi manfaat waktu sebaik mungkin..ingat bila ada sisa hukuman akan kalian terima bersama anggota kelompok kalian"ucap lelaki tegap yang kali ini bernama Arga (dengan kulit sawo matang hidung mancung dan sedikit genit)


Ada hal yang mencuri perhatian Abhivandya Ayres yang sering dipanggil Ayres saat di luar dinas kerena faktor usia dia yang masih muda dibandingkan rekan dinasnya,hanya ditempat dinas dipanggil komandan.


Mata Ayres tertujuh pada Q yang bertidak curang dia tidak menghabiskan makan malamnya yang seharusnya dia dihukum untuk tindakan curang yang dilakukannya, sebab Q tahu hukumannya bukan hanya untuk dirinya tapi kelompoknya juga akan menanggung akibat dari perbuatannya.


Akal cerdiknya berjalan hal itu diketahui oleh Ayres yang hanya bisa menggelengkan kepalanya, sepertinya dia tahu apa tujuan yang Q lakukan.


Pemeriksaan dilakukan dan semua lolos termasuk Q yang tertunduk merasa bersalah karena kecurangan yang dilakukannya.


Semua anggota OSIS sudah memasuki tempat istirahat terkecuali Q yang ditemani Ina masih terlihat cemas sebab Q belum bisa memberi kabar pada ayah dan bundanya yang selalu memberi tahukan seputar kegiatannya.


"Kenapa kalian berdua masih berada di luar..!" tegur lelaki tegap pada keduanya yang tidak mendengarkan perintahnya.


"Apa..kalian berdua tidak dengar..?"tambah lelaki tegap yang lain bernama Helmi yang Ina lihat dari huruf di dada sebelah kanan.


"Boleh saya meminta ponsel milik saya pak.. untuk menghubungi orang tua saya..hanya lima menit saja"pinta Q yang memberanikan diri dengan ragu.


Muncullah ide gila Helmi yang terkenal iseng,apalagi yang meminta bantuan seseorang yang saat ini jadi pusat perhatian seluruh rekan dinasnya hanya Ayres yang sepertinya cuek tidak memperhatikan gadis spesial ini.


"Penting banget..?!"goda Helmi pada Q yang tidak disadarinya.


"Pastinya untuk apa juga saya sampai memohon pada bapak"jawab Q dengan muka sedikit serius dan tegas.


'Kenapa kamu begitu berbeda..kamu begitu percaya diri' Helmi yang iseng sesaat memperhatikan Q yang tidak terlihat gugup.

__ADS_1


"Ok..kamu temui lelaki yang berdiri disana..yang bernama Ayres,kamu bisa meminta ponsel milik mu untuk menghubungi orang tua mu,bilang padanya mohon bantuannya.." perintah Helmi pada Q yang langsung disanggupi.


"Hey..hey kamu cukup disini saja biar dia sendiri saja,kamu masuk kedalam !"tegur Helmi pada Ina yang hanya bisa menurut tanpa bisa protes.


Dengan langkah tergesa Q menemui Ayres yang saat ini sedang berbincang-bincang dengan rekan dinasnya yang pasti Q tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Mohon maaf bisa saya bertemu pak Ayres.." tidak ada rasa gugup yang Q perlihatkan karena dirinya ingin sekali menghubungi orang tuanya yang pasti mencemaskan dirinya yang belum mengirimkan kabar seharian ini.


"Maaf..dek bukan saya tapi ini.."tunjuk seseorang yang menepuk pundak Ayres membuat Ayres menatap Q secara dekat.


'Subhanallah...ini bidadari jatuh darimana.." batin Ayres yang mengagumi secara fisik pada Q yang tepat berdiri didepan dirinya.


"Bukannya kamu harus beristirahat..?!"tegur Ayres pada Q yang masih menunggu di berikan kesempatan untuk berbicara.


"Seharusnya seperti itu pak,tapi saya harus menghubungi orang tua saya terlebih dahulu..saya mohon bapak memberikan ijin berikan ponsel milk saya untuk menghubungi orang tua saya.." pinta Q dengan sopan yang di perhatikan oleh beberapa lelaki tegap yang masih berada bersama Ayres.


"Bukankah orang tua mu tahu,saat ini kamu mengikuti kegiatan sekolah..?"Ayres makin mencari tahu.


"Ya,mereka tahu tapi..saya tidak bisa memberikan ucapan selamat malam..saya mohon pak,saya janji hanya lima menit saja"pinta Q yang saat ini sudah berubah terlihat sedih dengan tertunduk.


"Mohon maaf ini peraturan yang harus ditaati dan tidak ada pengecualian.."Ayres tidak ingin ada pengecualian pada Q.


"Baiklah.. terimakasih atas waktunya,saya permisi" Q merasa sedih dengan langkah malas meninggalkan Ayres.


Baru saja lima langkah kaki Q meninggalkan Ayres menyusulnya dan menepuk pundak Q yang membuat Q membalikkan tubuhnya.


"Pakailah.."Ayres memberikan ponsel miliknya untuk gunakan menghubungi orang tuanya.


"Serius pak..?"tanya Q yang terlihat senang.


"Ya..bicaralah seperlunya, ingat hanya lima menit sesuai janji mu"balas Ayres pada Q yang langsung mengambil ponsel Ayres dan menekan nomor bundanya.


Ayres bisa melihat raut wajah kebahagiaan yang terpancar dari Q setelah mendengar suara orang tuanya dan sesuai janji Q hanya lima menit tidak lebih Q sudah mengembalikan ponsel milik Ayres.


"Terimakasih pak..maaf sudah merepotkan" dengan sopan Q mengembalikan ponsel milik Ayres dengan memberikan senyum manisnya.


'Tuhan kenapa ada mahluk semanis ini Kau ciptakan tepat dihadapan ku' Ayres hampir tidak dapat berdiri dengan seimbang karena melihat senyuman milik Q.


"Boleh saya permisi untuk kembali ke tempat saya"Q berpamitan pada Ayres tapi lebih dulu Ayres mengungkapkan permintaannya pada Q.


"Hanya terimakasih saja yang kamu berikan pada saya?"goda Ayres yang membuat Q bingung.


"Maksud bapak apa ya..saya tidak paham?" ucap Q tanpa basa basi langsung pada intinya.


"Saya sudah berbaik hati meminjamkan ponsel milik saya,kenapa hanya ucap terimakasih saja yang kamu berikan pada saya?"kini Q paham dan langsung menanyakan apa keinginan Ayres.


"Oh..bapak mau balas lebih karena telah membantu,tolong bicara langsung saja..apa yang bapak mau kalau saya bisa penuhi akan saya penuhi..!"balas Q yang kini menunjukkan muka tegasnya tidak ramah pada Ayres.


'Busyet bisa tegas juga nih anak.. sepertinya dia tidak ingin dipermainkan' dalam batin Ayres bisa membaca pikiran Q yang terlihat tegas.


"Hanya berkenalan saja tidak lebih..saya Ayres" Ayres mengulurkan tangannya tanda memperkenalkan dirinya.


Wajah Q berubah menjadi lebih santai dan menerima perkenalan dari Ayres walaupun dengan hati yang masih terlihat belum nyaman karena perlakuan Ayres diawal.


"Teman-teman lebih sering memanggil saya Sha..."Q tidak ingin lelaki yang ada didepannya mengenal lebih dirinya.


"Hanya Sha..?"tanya Ayres di buat penasaran.


"Ya..Sha"Q membiarkan Ayres dengan rasa penasarannya.


Dari perkenalan ini Ayres semakin di buat penasaran dengan sikap yang Q tunjukkan sangat berbeda dengan beberapa orang yang pernah di kenalnya,Ayres bisa mencium banyak hal yang Q sembunyikan dan ini yang ingin Ayres cari tahu ada apa dibalik pesona yang dimiliki oleh Q.

__ADS_1


__ADS_2