
Setelah lama di nanti pada akhirnya dirinya mendapatkan pertolongan dari pihak yang ceisya sendiri tidak begitu tahu yang dia tahu dirinya di minta keluar dan di persilakan meninggalkan tempat yang sebenarnya bukan penjara tapi menghalangi kebebasan dirinya.
Tidak ada seseorang pun yang ceisya kenal saat ini walaupun dengan seragam yang sama biasanya hans kenakan,kerinduan akan hans semakin terasa yang ceisya rasakan saat ini.
Kalau saja tidak ada orang di sekitarnya ingin rasanya dirinya berteriak dan menangis sekeras-kerasnya untuk mengeluarkan beban hatinya dan mengeluarkan kerinduan akan kehadiran hans disampingnya saat ini dirinya membutuhkan sosoknya yang selalu menenangkan dirinya dan butuh pelukan hangatnya yang membangkitkan semangat saat dirinya merasa rapuh tidak berdaya.
Dari banyaknya pasukan yang ada di kediaman elang semuanya bersenjata lengkap dan terlihat tatapan serius dan tajam seakan siap menerkam lawan tanpa ampun.
Sebelum bisa menyelamatkan ceisya pasukan yang di pimpin oleh hans langsung sudah melakukan perlawanan sengit banyak korban yang berjatuhan dari pihak elang bisa dilihat banyaknya bercak darah yang masih segar terlihat di beberapa tempat dan selongsong peluru yang berserakan tertinggal,terlihat menyeramkan tapi ceisya tidak tahu itu dia hanya sedikit samar mendengar suara peluru dia pikir hanya latihan biasa seperti yang biasanya penjaga dari pihak elang melakukan latihan rutin yang tidak tentu waktunya yang ceisya tahu.
Tapi ceisya tidak mendengar tentang elang yang dia dengar hanya tentang tiara yang di larikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan dan melahirkan dini hanya itu yang ceisya dengar.
Ceisya masih terlihat bingung dengan situasi yang terlihat tidak nyaman untuk dirinya saat ini,langkah kaki yang terdengar tidak asing membuat dirinya berusaha mencari dari mana asal suara itu dengan terus mencari di setiap sudut dan betapa senang rasa hati ceisya melihat sosok yang sudah sekian lama meninggalkan dirinya nyata di depan matanya walaupun masih terlalu jauh dari dirinya.
Dengan berlari sekuat tenaga yang ceisya miliki berharap bisa secepatnya memeluknya dengan erat sebagai bentuk melepas kerinduan setelah sekian lama.
Ceisya seperti anak kecil yang langsung memeluk erat dengan posisi kaki naik seperti dalam gendongan di belakang punggung tapi kali ini di dada hans yang membuat hans hanya bisa tersenyum dan sesekali mengecup pipi juga kepala ceisya berulang-ulang yang membuat pasukan yang hans pimpin merasa iri di buatnya.
"Gue..juga mau" bisik salah satu pasukan pada yang lain dengan pura-pura mencium membuat kawannya merasa risih.
"Ih..ih geli gue lihatnya !!" balasnya dengan mendorongnya pelan berharap menjauh dari dirinya.
"Ih..mau" godanya lagi yang membuat tawa kawan yang lain dan meninggalkan hans dan ceisya,seperti mereka mengerti apa yang keduanya butuhkan saat ini.
"Mas jahat deh..ga kangen sama sya" rengek ceisya yang tahu kini dirinya hanya berdua saat ini.
"Mas ga jahat..siapa bilang mas ga kangen" abalas hans yang memeluk ceisya didadanya.
Ceisya merasa nyaman dalam pelukan hans dan ceisya menatap intens wajah tampan hans yang terlihat sedikit kurus dan tidak terawat yang membuat ceisya melepaskan diri dari pelukan hans yang membuat hans terkejut dan heran ada apa dengan ceisya.
"Mas ga makan dengan baik yah?" protes ceisya pada hans yang kini tersenyum mendengar protes ceisya yang menurutnya lucu.
"Makan sayang kalau ga makan mas bisa mati dan ga bisa ada disini bersama tersayangnya mas" hans kembali bermaksud memeluk ceisya tapi mendapatkan penolakan.
"Tapi mas kurusan"ceisya menangkup wajah hans dan berulang kali di lihatnya yang menurut dirinya hans banyak berubah jadi lebih tidak terurus.
"Sya sedih melihat mas seperti ini" ceisya sudah berkaca-kaca dan hans mencium kedua mata ceisya bergantian.
Dan bulir bening itu jatuh di sudut mata ceisya berlahan dan hans menghapusnya dan berbisik lembut pada ceisya "mas akan makan banyak lagi dan mas akan terlihat seperti bola" hans ingin ceisya terhibur.
Dan benar saja tidak lama ceisya tersenyum walaupun dengan sangat terpaksa karena membayangkan seperti apa hans bila dalam keadaan gemuk menyerupai bola.
Kebersamaan keduanya harus segera berakhir karena situasi sudah kondusif dan kasus sudah di alih tugaskan pada pihak yang lebih berhak menjalankannya.
Pasukan yang hans pimpin harus bersiap kembali begitupun dengan hans dan ceisya yang harus kembali pulang ke kediamannya hanya saja hans harus menyelesaikan beberapa tugas yang harus hans kerjakan salah satunya melaporkan pada komandan besarnya sebelum pulang dan ceisya harus pulang diantar ajudan hans yang di temani beberapa orang untuk pengawalan demi keselamatan ceisya tentunya.
Setibanya di rumah disambut dengan suka cita terutama oleh indra maklum saja ceisya saat ini hanya memilki indra dan kakak lelakinya yang orang terdekatnya sepeninggal kedua orang tuanya.
Indra dan kakak lelaki ceisya bergantian memeluk serta mencium ceisya dalam keharuan yang dalam disaksikan asisten rumah ceisya yang turut senang juga bercampur haru atas kepulangan ceisya kerumah.
"You ok..sayang" ucap indra yang menggandeng ceisya untuk duduk di dekatnya.
"Ya..sya baik-baik saja" balas ceisya dengan tersenyum dan bersandar di dada kakeknya manja.
__ADS_1
Indra mengusap lembut kepala ceisya terlihat lelaki tua itu dalam kesedihan yang dalam seperti berpikir jauh yang ceisya tidak bisa menjangkau apa yang kakeknya pikirkan saat ini.
"Kakek sehat..sya kangen kakek" dalam dekapan tangan hangat indra ceisya masih mengkhawatirkan keadaan kakeknya dan merasa beberapa hari yang lalu merindukan lelaki tua yang sayang pada dirinya.
"Kakek baik-baik saja..sama kakek juga kangen sayang" terlihat di sudut mata lelaki tua itu tertahan benda bening yang tidak ingin ceisya tahu dari dirinya sangat berduka atas kasus yang menimpah dirinya beberpa hari yang lalu, terbayang betapa menderitanya cucu kesayangannya untuk menjadi sandra seseorang yang berniat jahat pada dirinya.
"Mana hans?" tanya kakak ceisya yang merasa tidak melihat sosok hans sekembalinya ceisya yang dia pikir akan bersama ceisya.
"Mas masih harus memberikan laporan" jawab ceisya yang di mengerti oleh kakak ceisya.
"Kek..apa tidak sebaiknya kakek meminta pada komandan hans untuk pindah tugas kebagian yang bisa fokus di dekat sini" permintaan kakak ceisya sebenarnya sedang dalam pemikiran indra setelah kejadian yang menimpa ceisya.
"Gimana sayang?" tanya indra pada ceisya yang meminta persetujuan darinya sebagai istri dari hans.
"Sya..hanya bisa ikut kata mas hans saja" balasan dari ceisya membuat kakeknya senang sebab ceisya sudah jadi pribadi yang taat akan suami.
"Baiklah akan kakek bicarakan dengan komandan besar hans,kakek harap dia mau berpihak pada kita" indra cukup mengerti dengan permintaan kakak ceisya.
Tidak lama indra dan kakak lelaki ceisya berpamitan untuk pulang ke tempat asalnya kembali meninggal ceisya bersama asisten rumahnya yang bersiap menjalankan tugas dan membantu ceisya membersihkan diri setelah sekian lama tidak memanjakan dirinya dengan perawatan yang biasanya dia lakukan.
Aroma terapi tercium dari ruangan yang menjadi tempat beristirahat juga aktifitas kedua insan untuk menyalurkan hasratnya sebagai pelepas kerinduan.
Hans paham betul dimana saat ini orang tersayangnya berada saat ini,dan benar saja dia terlihat memejamkan matanya setelah membersihkan diri setelah melakukan perawatan yang membuat dirinya rileks setelah beberapa hari lalu mengalami ketegangan dalam situasi yang tidak diharapkan dalam hidupnya terbayang pun seperti tidak ada dalam benaknya.
"Selamat beristirahat sayang" bisik hans yang mencium lembut kepala ceisya yang hans pikir ceisya terlelap.
Sebaliknya ceisya bisa mencium aroma khas dari tubuh hans yang sangat ceisya rindukan setelah beberapa waktu lalu dipisahkan dari sosoknya.
Tangan jail ceisya memeluk lembut wajah tampan yang dalam posisi mencium yang otomatis setengah membungkukkan tubuh gagahnya yang akan dengan mudah terjatuh karena dalam keadaan tidak siap dan benar saja hans hampir saja jatuh menindih tubuh kecil ceisya.
Senyum senang ceisya tampakkan tanpa berpikir dirinya akan jadi korbannya bila hans tidak sigap dan akan sampai jatuh mendidih tubuhnya.
"Ih..sudah nakal yah" goda hans yang menatap ceisya serius tapi dengan senyum yang membuat ceisya menutup wajahnya dengan batal tanda malu.
Keduanya saling membalas candaan tanpa melihat sekeliling dan keduanya terkejut dengan suara seseorang yang berniat bertanya pada ceisya namun membatalkan diri,yang menurut asisten rumah ceisya hanya bercanda biasa sebab pintu dalam keadaan pintu kamar terbuka.
"Eem.." asisten ceisya langsung menutup pintu dan meninggalkan kamar ceisya seperti dia mengerti tanpa bertanya apapun.
Hanya tawa dari keduanya yang kembali bersenda gurau merasa waktunya sedikit terganggu tapi masih dalam keadaan kondusif sebab hanya sekedar bersenda gurau tanpa melakukan aktivitas di luar batas.
"Ih..mas sya geli..mas" protes ceisya yang sudah tidak bisa menghidar dari hans.
"Menyerah..atau mau lagi" pinta hans pada ceisya yang dalam pelukan hans lemas.
"Yah..sya menyerah" pinta ceisya yang sudah merasa pasrah.
Kamar sudah berubah layaknya kapal terkena badai selimut dan bantal tidak lagi dalam keadaan rapi sudah berpindah posisi berhamburan dari tempat asalnya.
Hans yang merasa menang telah membalas keusilan ceisya dan merebahkan diri di lantai berdua ceisya yang merasa lemas setelah beberapa kali melakukan perlawanan.
"Makanya jangan jail..sayang"hans mengusap pipi ceisya yang kenyal lagi lembut.
"Iya..maafin sya yah" pinta ceisya pada hans yang membuat hans ingin menciumnya gemas.
__ADS_1
"Tapi mas suka ko..sayang sekarang lagi juga boleh" pinta hans yang membuat ceisya heran dengan ucapan hans.
"Ih..mas" balas ceisya yang membuat hans menaikan tubuh ceisya berada diatas tubuhnya terlihat wajah cantik ceisya walaupun dengan rambut hanya di ikat asal tapi tetap terlihat manis dan cantik semakin menarik hasrat yang selama ini keduanya pendam.
"Mau..?" tanya hans pelan pada ceisya yang terlihat malu tapi ada rasa yang sama yang hans tahu itu.
Hans langsung membawa ceisya ke dalam kamar mandi untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum penyatuan jiwa itu yang selalu jadi pemahaman hans yang di pahami juga oleh ceisya.
Setelah berdo'a dan sedikit usapan juga bisikan lembut hans berikan pada ceisya membuat keduanya semakin larut dalam suasana yang hanya bisa keduanya rasakan dalam penyatuan jiwa yang setelah sekian lama terpisah.
Setelah membersihkan diri hans tahu istrinya pasti lapar setelah aktivitas yang sedikit banyak mengeluarkan energi apalagi setelah sekian lama tidak melakukan aktivitas itu.
Hans meminta asisten rumah menyiapkan beberapa menu yang ceisya suka dan membawakannya ke dalam kamar sebab ceisya terlihat masih ingin berbaring dengan malas di tempat tidurnya.
"Mau mas suapin" pinta hans yang sudah membawakan piring besar berisikan beberapa pilihan untuk ceisya.
Dan tanpa menunggu persetujuan hans menyuapi ceisya perlahan bergantian menyuapi dirinya sebagai penganti nutrisi setelah aktivitas yang melelahkan.
Ceisya merasa senang di perlakuan manja oleh hans setelah sekian lama tidak bersama,begitupun hans merasa senang bisa memanjakan ceisya setelah lama bertugas.
"Mas dapat jatah libur mau kemana kita..sayang"tanya hans pada ceisya yang masih mengunyah makanan dalam mulutnya.
"Mas mu ajak sya kemana?" sepertinya ceisya ingin ikut apa kata hans.
"Bener nih mas yang tentukan" hans seperti meminta persetujuan dari ceisya.
"Iya..sya ikut kata mas saja" ceisya memang tidak ada pilihan lain selain hanya ingin ikut apa kata hans kali ini.
"Kalau kita di rumah saja gimana,sebab mas rindu rumah tapi kita liburkan semua asisten, kita hanya berdua saja" permintaan hans terdengar aneh buat ceisya yang biasa mengandalkan asisten rumah.
"Terus sya gimana?" hans mengerti apa yang ceisya sampaikan pada dirinya.
"Mas akan gantikan tugas mereka semua" ucapan hans cukup membuat ceisya mengerti tapi kenapa harus meliburkan mereka ini pertanyaan yang ceisya masih belum paham.
"Mas ingin kita berdua tanpa ada orang disekitar kita selama mas libur..pokoknya percaya sama mas..ok sayang"hans berusaha menyakinkan ceisya yang masih bingung.
Dan benar adanya hans memberikan penjelasan pada semua asisten rumahnya tanpa terkecuali dan mereka senang sebab bisa menghabiskan beberapa waktu bersama kelurga setelah beberapa lama bekerjasama dengan ceisya tanpa ada libur dengan keluarga.
Hans yang tahu di kediamannya hanya ada dirinya dan istri memasang beberapa titik cctv untuk pengawasan selama dirinya dan istri tanpa penjaga rumah walaupun hans tahu selam ini aman sebab masih dalam lingkungan komplek keluarga indra tapi hans memperkecil kemungkinan yang tidak diharapakan.
Begitu pun dengan keperluan rumahnya dari keperluan dapur,cuci sampai mandi dan keperluan perawatan ceisya hans penuhi selama dirinya ingin intens menghabiskan aktivitasnya dirumah dengan istrinya selama masa liburnya dan hans menonaktifkan ponselnya setelah memberi tahukan kalau dirinya beralasan ada perjalanan dengan istrinya ke luar kota untuk beberapa hari tentu saja atas persetujuan komandan besarnya.
Ceisya senang dengan ide hans ada saja yang hans lakukan untuk membuat ceisya senang memang rumah terlihat sepi karena tanpa asisten tapi membuat keduanya bebas melakukan hal-hal konyol yang hanya keduanya saja yang bisa melihatnya apalagi ceisya semakin manja membuat hans mudah sekali ingin membangkitkan keinginannya pada ceisya.
Sebenarnya kebersamaan berdua membuat keduanya makin nyaman dan banyak menghabiskan waktu bersama dalam banyak hal yang biasanya ceisya selalu mengandalkan asistennya kini ceisya mau sedikit membantu hans walaupun pada akhirnya membuat hans harus mengulang kembali kerjaan itu karena ceisya bukan membantu tapi membuat kacau,tapi hans senang dirinya dan ceisya makin dekat tanpa ada jarak serta semakin intim berdua dalam banyak hal.
Momen berdua semakin membuat ceisya tahu kalau hans begitu memanjakan dirinya yang ternyata banyak memiliki kekurangannya tapi tidak membuat kekurangan itu sesuatu yang hans tidak suka tapi berusaha membuat hans merasa di butuhkan oleh ceisya.
Dan ceisya semakin tahu kalau hans begitu mencintainya dengan begitu tulus padanya hampir semua pekerjaan rumah hans yang mengerjakan selama dirinya menghabiskan waktu berdua tugas ceisya hanya melayani hans dalam urusan menyenangkan hanya itu yang hans mau saat ini.
Ceisya di buat senyaman mungkin oleh hans yang sebenarnya hans ingin ceisya bisa menghilangkan pikirannya akan perlakuan selama dirinya dalam penyanderaan bisa jadi terapi secara tidak langsung oleh hans hanya caranya hans lebih menghabiskan waktu berdua dan dengan memanjakan ceisya secara intens tanpa ada keterlibatan dari asisten rumah berharap melupakan kenangan tidak menyenangkan beberapa hari lalu.
Memang sangat nyaman yang ceisya rasakan mungkin terlewat nyaman sebab ceisya tanpa sungkan meminta hal-hal yang biasanya ceisya merasa risih walaupun sesama asisten wanitanya tapi pada hans ceisya tanpa malu meminta bantuannya yang membuat hans hanya bisa menahan karena tergoda.
__ADS_1
Ceisya memang begitu menggoda bebarapa hari ini bersama hans tanpa asisten rumah dari penampilan bahkan pakai yang ceisya kenakan membuat hans tidak bisa untuk tidak tergoda cuma pesan hans boleh mengunakan pakaian ini tapi hanya saat berdua tidak ada pengecualian dan ceisya senang hans begitu posesif pada dirinya untuk soal fashion yang biasanya ceisya sesuka hati untuk mengunakannya tanpa ada larangan dari siapapun orang terdekatnya.
Ceisya faham betul ini semua untuk kebaikan dirinya karena tidak selamanya hans ada disisinya alangkah bijak bila dirinya mengikuti keinginan hans selaku kepala keluarga dan ceisya adalah tanggungjawab sepenuhnya ada di tangan hans.