Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Satu orang dua nama


__ADS_3

Hari ini hari penutupan MOS yang sangat dinantikan semau siswa baru yang sudah sangat muak dengan sikap semaunya dari kakek panitia MOS yang terkadang di luar nalar.


Seperti siang menjelang sore ini mengharuskan siswa baru mengumpulkan tanda tangan dari kakak senior yang harus memiliki bulan kelahiran sama dengan siswa yang meminta tanda tangan,bukan soal sulit mencari tanda tangan hanya saja tidak masuk akal saja permintaan mereka.


"Sorry kalau gue harus di rendahkan seperti ini..! protes Alton kesal dengan membanting alat tulis dengan kasar.


"Gimana dengan loe Sha?"tanya Alex dengan muka sama dengan Alton.


"Saya..akan ikut permainan mereka" Q terlihat santai membalas pertanyaan Alex.


"Gue..ogah banget..! memang ga ada hal yang lebih masuk akal gitu ?!"Alton terlihat makin kesal.


"Udah kita ikuti saja..kali aja ada sesuatu yang menarik nanti" Ina mengedipkan matanya yang membuat Alex tidak berkedip.


"Maaf..lex,loe bukan tipe gue..jadi tolong kondisikan mata loe !"protes Ina yang mengusap muka Alex kasar.


"Sial cewek ga ada lembut-lembutnya..,loe kelewat bar-bar..Ina.."teriak Alex dengan suara kerasnya.


"Kalau gue bar-bar..loe, predator !"Ina tidak mau kalah sama Alex.


"Kapan sih kalian berdua akur?" teriak Alton yang masih kesal dengan permintaan kakak panitia MOS.


"Ayo..na,ikut saya" Q menarik tangan Ina yang hany bisa pasrah.


"Hey..kita belum kelar ya..!"teriak Alex pada Ina yang menjulurkan lidahnya membalas ucapan Alex.


"Awas loe ya..gue jadiin bini baru tahu rasa" gumam Alex yang di dengar Alton.


"Bener jadiin aja tuh anak bini loe,biar kayak Tommy and jerry ga tahu akur !" Alton dengan seenak hatinya berucap yang membuat Alex membulatkan matanya.


"Gila..loe bisa ga tuh mulut doain yang baik buat kita berdua"protes Alex yang memilih duduk di pinggir lapangan basket yang adem karena di bawah pohon rindang.


"Maksud gue baik lagi kali aja kalau loe jadiin tuh anak bini jadi manis,gitu pikiran loe aja yang kelewat negatif mulu" Alton bersandar di bahu Alex.


Qiandra Mettasha dan Reina sudah berusaha memenuhi tugas kakak panitia MOS walaupun itu tidak mudah dari harus menyanyi,menggombal, sampai harus merayu terlebih dahulu untuk mengetahui bulan lahir mereka tapi tidak ada kata menyerah untuk Qiandra Mettasha, berbeda dengan Reina yang sesekali merengek pada Q untuk menyudahi tugas yang menurut keduanya sangat berat.


"Siapa lagi Sha..gue udah kesel mereka semaunya"rengek Ina yang memilih duduk.

__ADS_1


"Sha..Sha kakak itu belum kita tanya"Ina menunjuk seseorang yang berbicara dengan salah satu guru.


"Takut ga sopan na.." Q yang tahu diri rasanya tidak pantas harus menanyakan sesuatu hal yang pribadi pada seseorang yang sedang berbicara.


"Namanya juga usaha,kita coba aja dengan minta izin baik-baik Sha.."Ina menarik tangan Q yang hanya bisa pasrah.


"Maaf pak..kak mengganggu"Ina lebih dulu membuka suara sedangkan Q tertunduk sepertinya dia merasa segan sekaligus tidak sopan ya g ada dalam benaknya.


Guru laki-laki itu sebenarnya kepala sekolah dan tahu betul Q putri dari Hans sedangkan laki-laki muda itu Dean yang menjelaskan persolan yang berhubungan dengan OSIS.


"Ada yang bisa di bantu.." ucap kepada sekolah sopan dengan tersenyum ramah, begitupun dengan Dean memberikan senyuman yang biasanya jarang di perlihatkan.


"Sebelumnya mohon maaf,boleh kami tahu bulan kelahiran kakak..untuk memenuhi tugas dari panitia"kini giliran Q yang membuka mulutnya untuk bertanya.


Kepala sekolah tertawa dengan apa yang baru saja didengarnya,bukan aneh tapi dapat ide dari mana mereka memberikan tugas pada adik kelasnya yang menurutnya tidak biasa.


"Maaf..kak"dengan malu Q hanya bisa tertunduk.


"Tidak masalah..saya lahir bulan Juni" sebenarnya Dean merasa sungkan memberikan data pribadinya,tapi apa mau dikata saat ini dirinya bersama kepala sekolah.


"Maaf nama kakak siapa ya..?" tanpa malu Ina kembali bertanya pada Dean.


"Dean.." Dean memperkenalkan dirinya dan membuat kepala sekolah heran kepada kedua siswa di depannya tidak mengenal Dean.


"Kalian tidak tahu siapa Dean?" kepala sekolah bertanya untuk memastikan dirinya salah menduga.


"Maaf pak kami tidak siapa kakak Dean?" dengan sopan Q menjelaskan pada kepala sekolah.


"Kenapa kamu belum memperkenalkan diri kamu pada adik kelas mu!" tegur kepala sekolah dengan menepuk pundak Dean.


"Maaf pak rencananya penutupan MOS nanti saya akan memperkenalkan diri"dean menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan tersenyum seperti orang malu.


"Saya ketua OSIS sekolah ini" dengan sedikit malu Dean menjelaskan kalau dirinya salah satu orang penting di sekolahnya.


Qiandra dan Reina tidak bisa berkata-kata hanya bisa bengong seperti orang bingung dan hanya diam yang keduanya lakukan.


Semua siswa di minta berkumpul di lapangan sesuai perintah dan semua siswa tidak mengetahui apa rencana dari panitia MOS.

__ADS_1


Tepuk tangan dari siswa siswi baru menyambut perkenalan Dean terutama siswi baru yang mengagumi sosok Dean berbeda dengan Q yang hanya biasa saja bahkan Q lebih menarik mendengarkan Alex menggombali Ina dan berharap Ina mau membalas gombalannya.


Pada akhirnya penutupan MOS berlangsung hingga menjelang petang, siswa siswi baru meninggalkan sekolah berbeda dengan panitia MOS yang masih berada di lingkungan sekolah.


"Kamu belum pulang?"tanya Dean pada Ina yang terlihat gelisah.


"Menunggu Mettasha kak"Ina menjelaskan pada Dean yang mengangguk.


"Sayang ayo..mama ga bisa lama kasihan Tante menunggu" permintaan mama membuat Ina bingung sebab sahabat meminta dirinya menunggu.


"Kak..bisa tolong Ina..ini tas punya Mettasha,dia sedang di kamar mandi dan dia menunggu jemputan,tolong ya kak bilang sama Sha maaf saya harus pulang mama ada perlu, terimakasih ya kak" Dean tidak bisa menolak permintaan Ina sebab Dean tidak di berikan kesempatan berbicara Ina yang langsung pergi hanya meninggalkan tas milik Q yang di titipkan padanya.


Tidak beberapa lama datang lelaki yang terbilang tidak terlalu tua tentunya dengan fisik yang tegap sepertinya mencari seseorang.


"Ada yang bisa saya bantu pak?"dengan sopan Dean bertanya.


"Maaf mas kelasnya Mbak Q sudah pulang belum ya?" tanya lelaki itu dengan sopan.


"Maaf mas mbak Q,siapa ya?"Dean tidak mengenal nama Q.


"Oh..maaf mas, mbak Qiandra maksud saya" pak dul menjelaskan dengan tersenyum.


Dean masih di buat bingung dengan nama yang di sampaikan pak dul,Q sudah menyapa pak dul dengan sopan.


"Maaf membuat pak dul menunggu" Q yang langsung menggendong tas miliknya.


"Ga..mbak,pak dul baru bertanya pada masnya"pak dul menjelaskan pada Q yang tersenyum ramah.


"Maaf kak,Ina mana?"Q merasa kehilangan Ina yang tidak ada diantara mereka.


"Oh..Ina sudah pulang mamanya sudah menjemputnya"Dean menjelaskan.


"Ok..terimakasih kak sudah menjaga tas saya,saya permisi pulang duluan dan sekali lagi terimakasih" Q melangkah keluar lingkungan sekolah menuju area parkir.


"Saya permisi dulu mas, terimakasih sudah menjaga mbak Q"pak dul berpamitan ad Dean yang masih bingung dengan nama panggilan yang Ina dan pak dul berikan untuk gadis manis yang telah hilang di hadapannya.


'Sebenarnya siapa namanya Q atau Sha atau orang yang sama dua nama'🤔

__ADS_1


__ADS_2