Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Masa remaja yang indah


__ADS_3

Putri semata wayang Hans kini bukan anak kecil lagi dia sudah menjelma menjadi remaja yang aktif di lingkungan sekolah dan kegiatan sosial lainnya yang membuat ceisya cukup khawatir karena waktu istirahatnya berkurang.


Berbeda dengan Hans yang memberikan kebebasan tapi tetap bebas yang bertanggungjawab yang di berikan pada Q, lebih dikenal diluar rumah dengan nama Shasha entah siapa yang memulainya tapi Q nyaman-nyaman saja dengan nama panggilan itu yang membuat ceisya hanya bisa geleng kepala.


Bagi Q panggilan Sha bagian dari nama belakangnya jadi untuk apa di perdebatkan yang jelas panggilan nama Q untuk orang terdekatnya,bisa juga untuk pembeda saja dan kenapa tidak menurut Q.


Seragam putih biru akan Q tanggalkan selepas Masa Orientasi Siswa di sekolah lanjutannya, yang banyak memberikan kesan untuk siswa baru termasuk Q yang sangat berantusias untuk mengikutinya diawal pagi ini.


"Sayang..pelan-pelan ayah pasti akan menunggu mu"ceisya mengingatkan Q yang terlihat tergesa-gesa menghabiskan sarapan paginya.


"Q ga mau terlambat bunda..katanya ada hukuman buat yang telat"ucapan Q cukup dimengerti tapi tidak dengan sang bunda yang merasa kenapa tidak ada pengecualian untuk putrinya sebagai putri pemilik sekolah yang tanpa Q ketahui.


"Ayah..!"ceisya seakan protes pada suaminya tanpa menjelaskan karena ada putrinya.


"Bunda,biarlah kita ikuti saja prosedurnya" balasan dari Hans membuat ceisya menekuk mukanya karena tidak sepaham dengan Hans.


"Tenang bunda Q bisa ko..melewati semua ini"Q menenangkan bundanya yang sudah menghabiskan sarapan paginya.


"Ok..putri ayah sudah siap"Hans mengusap pipi Q yang halus.


"Siap jendral.."balas Q yang sudah menggendong tas punggungnya yang sudah disiapkan.


"Q pergi dulu,mohon doanya bunda semoga dilancarkan urusannya"pinta sang putri pada bundanya dengan mencium tangannya.


"Doa bunda selalu menyertai Q dimana dan kapan pun,hati-hati ingat sholat dan jangan lupa makan,bunda sudah siapkan bekal"ceisya mencium kedua pipi dan ujung kepala putrinya.


"Siap laksanakan bunda sayang, assalamualaikum.."dengan lambaian tangan Q berpamitan pada bundanya.

__ADS_1


"Waalaikum salam.., sayang pulang nanti pak dul yang akan menjemput dan ingat semua pesan bunda Q sayang !"balas ceisya pada putrinya yang menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Sayang mas pergi dulu,baik-baik di rumah jangan terlalu cape, assalamualaikum"kini Hans yang berpamitan pada ceisya untuk berdinas dan mengantarkan sang putri,Hans tidak lupa mencium ceisya.


Dalam perjalanan ke sekolah putri cantik Hans lebih banyak diam sepertinya dia merasa gugup,Hans bisa memahami sebab ini pengalaman baru untuk putrinya yang akan memasuki gerbang baru untuk sekolah lanjutan.


Sebenarnya lingkungan sekolah ini bukan lingkungan yang baru bagi Q, karena dari TK, SD,SMP dan sekarang akan melanjutkan ke SMA masih dalam satu naungan yayasan pendidikan,tapi tidak semua siswa lulusan kembali melanjutkan di sekolah ini.


Bisa jadi ingin mencari situasi yang baru, berbeda dengan Q yang sudah nyaman dengan fasilitas yang disediakan di sekolah ini yang menurut Q berstandar internasional,hanya saja setiap jenjang pendidikan tidak dalam satu gedung walaupun satu area dan ada pembatas yang tidak bisa dengan mudah keluar masuk, dapat di artikan siswa TK tidak mengenal kakak tingkatnya begitupun sebaliknya.


"Sudah sampai tujuan tuan putri"suara Hans menambah gugup Q.


"Yah..Q pamit, terimakasih sudah mengantar, assalamualaikum..hati-hati yah,Q sayang ayah"ucap Q yang memeluk dan mencium pipi Hans dan berganti mencium tangan lelaki yang memberikan cinta pertama putrinya.


"Kembali kasih sayang,ya..ayah akan hati-hati, waalaikum salam,ayah juga sayang Q"Hans melepas pelukan putrinya.


"Jangan sok cantik jalannya..kalian masih dalam masa percobaan belum sah jadi siswa disini!!" ucap kakak perempuan dengan lantang membengkakkan telinga siswa baru.


"Ayo..ayo,go..go jangan malas masih pagi manis,mana energi mu!!" kini giliran kakak laki-laki yang berteriak.


"Langsung kumpul di lapangan, masuk barisan tidak ada yang memerintahkan untuk masuk kelas!!"suara lelaki lain yang memerintah siswa baru untuk berkumpul.


Semua siswa baru mengikuti apa yang perintahkan oleh kakak kelas yang masih dengan suara kerasnya mengunakan pengeras suara yang membuat sakit telinga.


"Hai..kamu kenapa masuk barisan cowok.."tegur kakak laki-laki yang Q tidak tahu namanya.


"Maaf kak,saya tidak fokus"dengan berpindah haluan Q mencari barisan.

__ADS_1


"Wih..ayu tenan..! ucap salah satu siswa satu angkatan Q pada yang lain.


"Siapa suruh kalian ngobrol..!!"tegur kakak kelas yang berdiri samping siswa yang mengagumi Q,yang terkejut dengan teguran kakak kelas.


"Ada apa bro..?"tanya teman kakak kelas yang ingin tahu.


"Biasa ada yang ingin dihukum"kakak kelas yang lain menjelaskan.


Semua siswa baru di kumpulan di lapangan untuk di berikan pengarahan kegiatan selama MOS beserta peraturan yang wajib di taati selama MOS berlangsung.


Siswa-siswi baru sudah memasuki kelas sesuai dengan tes dasar kemampuan dan minat siswa pada awal masuk sekolah dan Q termasuk kelas IPA unggulan yang lebih dominan anak laki-laki.


Perkenalkan pertama membuat seisi kelas terkesima dengan pesona Q yang memperkenalkan diri di depan kelas.


"Perkenalkan saya Qiandra Mettasha,hobi membaca dan mengukur jalan,alamat rumah masih numpang sama orang tua, tanggal lahir cukup orang tua saja yang tahu sebab tidak ingin menerima kado, status masih milik ayah bunda,cita-cita ingin meraih bintang di langit,Missi mencerdaskan bangsa,hal yang tidak di sukai di bohongi..bila ada yang ingin ditanya hubungi ayah saya"dengan santai Q menjelaskan siapa dirinya.


"Serius, seumur-umur gue baru tahu ada cewek memperkenalkan diri dengan sesantai ini,mana cantik ga ketulungan, busyet deh"ucap salah satu kakak kelas yang bernama Arka tertulis di dada sebelah kanan seragam yang di kenakannya.


"Emang dasar play boy.. tidak boleh lihat sesuatu yang bening dikit,mau dikemanakan itu Ranti" tegur kawan di samping Arka,yang bernama Excel dengan menepuk pundak Arka.


"Cuci mata dikit boleh lah"dengan tanpa bersalah Arka berucap.


Proses perkenalan yang berlangsung santai tapi berkesan untuk siswa kelas unggulan,yang Q sedikit tahu siapa saja tema satu kelasnya dan Q memilih duduk dengan Reina yang lebih suka di panggil Ina.


Pesona kecantikan serta pembawaan apa adanya yang dimiliki Q menjadi buah bibir kakak kelas yang menjadi panitia penerimaan siswa baru, yang sedikit banyak membuat penasaran dengan sosok Q.


Bahkan membuat kakak panitia cewek cemburu dengan performa yang ada pada diri Q,tapi sebaliknya Q lebih santai dan membiarkan orang sekitarnya mencari tahu siapa dirinya.

__ADS_1


__ADS_2