Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Kombinasi


__ADS_3

Waktu seakan berjalan begitu cepat itu yang dirasakan oleh Hans dan ceisya yang melihat tubuh kembang putri cantiknya yang semakin terlihat karakter dan kepribadiannya.


Kalau di ibaratkan Q sebuah kue yang di sajikan di meja makan,dia adalah kue yang kombinasi perpaduan dari karakter Hans dan ceisya,dari kepribadian Q lebih dominan ke sang ayah yang diam tapi mengamati sedangkan tindakan Q lebih ke bundanya yang serba bisa dan ingin mencoba dalam hal apapun.


Untuk kecerdasan dia sangat cerdas maklum saja gen kedua orangtuanya memang orang yang pandai dan cerdik dalam pemikiran.


Soal paras Q sangat cantik menurut ukuran gadis seusianya dengan hidung mancung dan mata indah serta rambut panjang hitam miliknya,ditambah dengan postur tubuh tinggi semampai menurun dari sang ayah.


Tapi ada yang berbeda dalam pola didik Q yang Hans berikan,Q di berikan kebebasan bersekolah di luar dengan teman sebayanya berbeda dengan bundanya yang tidak di perbolehkan berinteraksi dengan dunia luar saat masa-masa mengenal pendidikan.


Tapi masih dalam pengawasan yang Hans siapkan tanpa orang diluar sana tahu kecuali ceisya yang sangat tahu,hal apa saja yang disiapkan untuk keamanan putri semata wayangnya.


Hans sebagai ayah memberikan bekal kemampuan fisik pada Q dengan mengikuti pendidikan bela diri sejak awal dan berkuda juga memanah yang sangat sukai oleh sang putri.


Kecantikan yang di miliki sang putri tidak ingin membuat Q jadi gadis yang sombong apalagi merendahkan orang lain, karena itu Hans juga memberikan pendidikan agama dan mendekatkan putri semata wayangnya dengan orang-orang tidak seberuntung dengan dirinya dengan cara mengunjungi panti dan anak-anak jalanan.


Ceisya tidak keberatan dengan cara Hans memberikan pendidikan pada putrinya, bahkan ceisya mendukung sebab putrinya tidak ingi seperti dirinya yang tidak mandiri bahkan sangat manja.


Berkat didikan Hans sang putri sangat sopan dan mandiri membuat ceisya malu bila mengingat masa lalunya yang selalu melibatkan asisten dirumahnya hanya untuk sekedar menyisir rambutnya.


Rima asisten yang setia ikut dengan ceisya kini sudah berkeluarga dan dia sangat tahu seperti apa ceisya yang dulu, sangat berbeda dengan sang putri.


Tapi itu ceisya yang dulu,sekarang dia seorang ibu yang memberikan ilmu yang baik untuk buah hatinya dengan harapan akan jauh lebih baik dari dirinya yang dulu.


"Assalamualaikum..bunda"suara ramahnya memberikan salam saat masuk rumah.


"Waalaikum salam,maaf non nyonya ada di taman belakang"salah satu asisten rumah menjelaskan.


"Terimakasih mbok, cukup panggil Q saja seperti bunda dan ayah,ok"pinta Q dengan ramah pada asisten rumah yang kebetulan membersihkan ruangan depan.


"Iya..non,eh Q"dengan malu asisten memenuhi keinginannya nona mudanya.

__ADS_1


"Ini yang Q suka"Q mencium tangan asisten yang menurut dirinya perlu di hormati.


"Non..eh Q,mbok ga pantas"dengan gugup asisten menolak tangannya di cium tanda hormat oleh Q.


"Mbok lebih tua dari Q dan pantas untuk di hormati"dengan senyum manis Q menjelaskan.


"Mbok bukan siapa-siapa loh Q,hanya lah pesuruh di rumah ini"asisten rumah menjelaskan siapa dirinya.


"Di mata tuhan kita sama loh mbok,Q ke tempat bunda dulu dah"langkah kecilnya berlari menuju taman belakang.


Perlakuan yang Q berikan cermin dari kedua orangtuanya yang mendidik dengan baik yang tidak boleh membedakan status dan harus hormat pada orang yang lebih tua dari dirinya.


Hans mengajarkan sikap rendah hati pada sang putri,bagi Hans merendahkan diri bukan berarti kita direndahkan tapi membuat orang lain akan menghargai kita tanpa kita sadari.


"Assalamualaikum,bunda ada yang bisa Q bantu"sapa Q pada bundanya yang merapikan tanaman hiasnya.


"Waalaikum salam, cantiknya bunda sudah pulang, istirahat saja pasti Q lelah"ceisya tahu putrinya baru saja selesai latihan bela diri.


Ceisya hanya tersenyum membayangkan sosok Q seperti Hans yang selalu ada untuk dirinya tanpa mengenal dirinya lelah bahkan tidak pernah menunjukkan rasa lelahnya di hadapan ceisya.


"Kenapa bunda ko diam ada yang salah?"Q memperhatikan bundanya yang menatap dirinya.


"Sayang kenapa sih kamu persis ayah?"Q hanya diam bingung dengan pernyataan bundanya.


"Q salah ya bunda?" dengan polos Q bertanya pada bundanya.


"Ga..ada yang salah sayang,ayah yang salah"ucap Hans yang datang tanpa diketahui oleh kedua bidadari yang sibuk menata taman.


"Q jadi makin bingung"masih dengan polosnya Q memperhatikan kedua orangtuanya.


"Jangan dengerin ayah Q"ceisya tahu kemana arah ucapan Hans yang ingin menggoda ceisya.

__ADS_1


"Memang kenapa bunda dengan ayah?"Q sepertinya semakin penasaran dan perlu penjelasan dari salah satu orangtuanya.


"Maksud bunda,Q seperti ayah nak tidak ada yang salah kan,yang salah karena ayah sangat mencintai bunda" Hans menjelaskan membuat Q memeluk bundanya.


"Q anak bunda dan ayah"dengan hangat Q memeluk bunda dan ayahnya bergantian.


Disaat kebersamaan terdengar suara perut sang putri yang membuat Hans tertawa dan menggendongnya ke ruang makan.


"Ada yang lapar.."ucap Hans yang menggendong putrinya di ikuti oleh ceisya dari belakang.


"Ayah..Q sudah besar pasti ayah tidak kuat"Q protes pada ayahnya.


"Siapa bilang ayah tidak kuat,bunda saja suka ayah gendong"hans langsung mendapat cubitan dari ceisya tepat di lengannya.


"Maaf.."dengan tersenyum Hans berucap pada ceisya yang malu karena pernyataan Hans pada putrinya.


"Sayang mau sama apa,bunda ambilkan"ceisya membantu putrinya memilih menu yang sudah disiapkan oleh asisten rumahnya.


"Apapun Q suka bunda"Q memang bukan seorang pemilih untuk soal makanan.


"Makan yang cukup biar tubuh Q cukup untuk beraktivitas"Hans menjelaskan pada putrinya.


Saat makan hening tanpa ada pembicaraan yang mereka lakukan,hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring yang terdengar.


Kini mereka sudah berpindah ke tempat yang santai untuk menikmati makanan ringan dengan obrolan seputar aktivitas Q yang lebih menarik menurut kedua orangtuanya.


Hans dan ceisya sangat bangga diusia yang masih muda Q sudah banyak terlibat dalam kegiatan sosial yang biasanya tidak disukai anak seusia Q yang lebih nongkrong dan hura-hura bermain dengan teman sebayanya.


Sebenarnya Hans sangat tahu kemana pun putrinya pergi tapi dia tidak ingin sampai putrinya tahu selama ini dalam pengawasannya sebab akan membuat sang putri tidak nyaman untuk berinteraksi dengan siapapun yang pasti bukan dengan orang jahat.


Hans dan ceisya senang putrinya sangat terbuka dengan kedua orangtuanya dalam hal apapun,hal seperti ini menunjukkan Q merasa nyaman dengan keluarga yang dimilikinya.

__ADS_1


Hans selalu mengingatkan sang putri keluarga adalah segalanya dan akan selalu ada untuk dirinya, keterbukaan Q membuat ceisya tenang dan tidak khawatir di luaran sana.


__ADS_2