
Suara tangis kecilnya memecahkan kesunyian istana yang terbilang cukup megah,di malam yang sepi tetapi tidak menyurutkan sang ayah memberikan senyum manis untuk menenangkan putri mungilnya.
"Q..sayang ayah ada didekat mu" Hans menenangkan putri cantiknya.
Qiandra Mettasha (Perempuan secantik mutiara) dua kata yang di berikan oleh Hans untuk nama buah hatinya yang berparas cantik dan manis.
Kehadiran Qiandra memberikan kebahagiaan bukan hanya untuk kedua orangtuanya tapi juga kakek buyutnya yang semakin menua, tapi masih aktif dan sesekali menghadiri undangan-undangan penting yang seharusnya bisa saja diwakilkan oleh orang kepercayaan beliau.
Hans sendiri masih sibuk seperti biasanya menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, sebenarnya kakek ceisya sangat berharap Hans untuk mengantikan dirinya untuk menggeluti bisnis yang dimilikinya yang semakin berkembang pesat, hanya penolakan halus yang selalu saja Hans berikan kepada lelaki yang sudah memasuki usia senjanya.
Menurut kaca mata Hans dunia bisnis begitu kejam tanpa belas kasih bahkan hubungan darah pun tidak ada toleransi,hal ini yang bertolak belakang dengan prinsip seorang Hans yang penuh welas asih walaupun dia di besarnya oleh seorang ayah yang bukan ayah kandungnya.
Begitupun dengan ceisya yang memiliki darah bisnis tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Hans yang sudah di kenalnya selama menjadi istrinya,untuk mengikuti keinginan kakek ceisya menjalankan bisnis miliknya.
Ceisya lebih mengikuti apa yang menjadi keputusan Hans tanpa ikut campur sebab bagi ceisya keputusan ada ditangan Hans,dia seorang lelaki yang penuh pertimbangan baik buruknya dan ceisya yakin apa pun yang Hans putuskan itu yang terbaik.
Hans tidak membatasi ruang lingkup ceisya untuk berhubungan baik dengan keluarga besarnya tapi ceisya yang memilih membatasi diri, bisa jadi ceisya belajar dari kejadian masa lalunya yang sedikit banyak menggoreskan luka.
Ceisya lebih fokus pada keluarga kecilnya, hanya sesekali dirinya kumpulan bersama itupun dalam momen-momen penting dan Hans pun ikut serta terlibat didalamnya.
Ceisya bersyukur dimiliki dan memiliki Hans, seorang lelaki yang terbilang sempurna secara fisik juga hangat dalam keluarga serta peduli sesama.
Hans tidak segan turut membantu dalam membesarkan putri kesayangannya yang lebih sering di sapa Q, terlihat sepele tapi berarti dimata ceisya sebagai istri.
Seperti malam ini Hans masih menenangkan putri kecilnya dalam dekapannya, yang sedikit tidak tenang dalam tidurnya malam ini, sepertinya Q lebih nyaman tidur dalam dekapan sang ayah dari pada di ranjang empuk miliknya.
"Mas,biar aku gendong"pinta ceisya yang terbangun karena waktunya memberikan asi pada putrinya.
"Istirahat saja biar mas yang menjaganya"Hans mengusap kepala ceisya.
"Tapi waktunya aku memberikan asi"ceisya menjelaskan pada Hans dengan mengusap pipi putrinya berharap terbangun, karena pabrik susunya merasakan penuh yang membuat dirinya tidak nyaman.
Hans mengerti dan menyerahkan putri kecilnya dalam pangkuan ceisya tapi masih belum terbangun yang membuat ceisya merengek pada Hans.
"Mas.. gimana nih,aku sedikit sakit nih"rengek ceisya pada Hans yang paham apa yang dimaksud istrinya.
__ADS_1
"Boleh mas gantikan Q?"Hans bermaksud menggoda ceisya.
'Ih..mas, serius nih"ceisya menunjukkan miliknya yang sepertinya berisi penuh yang harus di habiskan oleh putrinya saat ini.
"Iya mas juga serius"Hans merapat posisinya lebih dekat lagi dengan ceisya dam membuat ceisya protes.
"Ih..mas"ceisya merasa malu karena candaan Hans yang masih menggodanya.
"Ayo..Q putri ayah bangun kita habiskan asi milik bunda,Q mau yang nama kiri atau ayah yang kanan"goda Hans pada putrinya yang sudah membuka matanya.
Sepertinya Q mengerti ucapan sang ayah,dia menempelkan pipinya pada salah satu asi yang saat ini terlihat full isinya.
"Sayang,sepertinya Q mau berbagi dengan sang ayah..memang anak ayah pinter, terimakasih cantik"goda Hans yang melihat sang putri mulai menghisap sumber kehidupan yang di berikan bundanya.
"Memang itu maunya mas"balas ceisya yang malu dengan memilih fokus pada sang putri.
Hans hanya tersenyum mendapatkan balasan dari ceisya, sedangkan Q merasa nyaman dalam dekapan bundanya masih dengan posisi menghabiskan sumber kehidupan yang terlihat nikmat oleh ayahnya.
"Hus..mas ga harus begitu juga melihatnya" tegur ceisya pada Hans yang memperhatikan putri mungilnya.
"Sepertinya enak,boleh coba?"tanya Hans yang membuat ceisya mengusap muka Hans dengan sengaja.
"Ga..usah malu, sekarang waktunya untuk anaknya" dengan tersenyum ceisya berucap yang membuat Hans semakin malu.
Putri cantik itu tertidur dalam dekapan ceisya,dan akan direbahkan dalam tempat tidur miliknya yang diletakkan bersampingan dengan tempat tidur milik ayah dan bundanya.
"Biar Q tidur bersama kita sayang"Hans meminta pada ceisya yang membatalkan merebahkan Q tidur di tempat tidurnya.
Terlihat jelas Q tumbuh sehat dari kedua pipinya yang berisi dengan warna putih kemerahan membuat Hans gemas melihatnya.
Ceisya membaringkan tubuhnya di samping Q yang sudah pulas dalam tidurnya, begitupun dengan Hans yang menyusul merebahkan diri di samping tubuh istrinya yang membelakangi Hans.
Hans memeluk tubuh ceisya yang selalu membuat nyaman berada di sisinya, apalagi saat ini sudah hadir dalam hidup keduanya buah hati yang telah lama di nanti menambah sempurna kehidupan keluarga kecil mereka.
Bahagia itu sudah pasti yang Hans rasakan tapi lebih dari rasa syukur yang Hans tidak bisa di ungkapkan selain semakin taat pada pemilik kehidupan akan semua nikmat yang sudah di limpahkan pada keluarga kecilnya saat ini.
__ADS_1
Keluarga adalah segalanya untuk seorang Hans yang tidak merasakan kehangatan serta kasih sayang yang sempurna dimasa kecilnya,kini rasa itu dia rasakan dan Hans begitu menikmati setiap momennya.
Proses tumbuh kembang Q tidak ingin dirinya lewatkan dan yang paling membahagiakan dirinya saat suara kecil Q memanggil dirinya yah..yah..yah,tanpa terasa mata Hans berkaca-kaca karena rasa haru dirinya di panggil dengan sebutan ayah oleh putri cantiknya.
Bila mengingat semua momen indah bersama dua bidadari yang nyata dalam kehidupan Hans ingin rasanya Hans menangis karena bahagia,seakan kebahagiaan yang Hans milik sudah lebih cukup yang Hans rasakan.
"Kenapa mas?" ceisya bertanya pada Hans yang tidak menyadari air mata membasahi tengkuk ceisya yang di peluk dari belakang oleh Hans.
"Hmm,ga sayang"Hans gugup membalas pertanyaan ceisya.
"Mas,ada masalah apa boleh aku tahu?" ceisya merasa khawatir dan penasaran dengan Hans.
"Tidak ada masalah apapun sayang,mas ok" Hans menormalkan keadaannya.
"Lantas kenapa mas menangis?"tanya ceisya yang akan membalikkan tubuhnya menghadap Hans.
"Mas bahagia memiliki kalian dalam hidup mas" ungkap Hans yang melarang ceisya merubah posisinya ingin menghadap Hans tapi lebih dulu melarangnya sebab Hans masih nyaman berada di tengkuk istrinya dengan mencium aroma wangi rambut dan tubuh ceisya yang hangat di peluk Hans.
"Seharusnya kami mas yang bahagia karena di miliki mas"Hans tahu ceisya tersenyum hangat pada dirinya yang saat ini tidak dipandanginya.
"Bukannya dulu aku menakutkan menurut mu sayang?" Hans menggoda ceisya yang langsung mencubit punggung tangan Hans.
"Ih..mas,aku kan..jadi malu"ceisya menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"Kenapa malu akui saja kalau suami mu ini sangat mempesona" canda Hans yang membuat ceisya tertawa.
"Ya..mempesona dengan muka datar tanpa ekspresi"ceisya menjelaskan keadaan yang sebenarnya tapi bikin Hans tersenyum.
"Tapi sayang suka kan?"hans tidak mau kalah membalas canda ceisya yang sebenarnya fakta.
"Dulu ga tapi sekarang suka banget"jawaban ceisya spontan membuat Hans memeluk erat ceisya dan mencium tengkuk ceisya berulang kali yang membuat ceisya protes karena geli.
"Mas..udah aku ga kuat geli"ceisya meronta-ronta karena geli yang dia rasakan.
"Tapi enak kan?"ungkap Hans yang menyudahi mencium ceisya.
__ADS_1
Hans bukan lelaki yang romantis tapi sikap yang dia tunjukkan lebih dari romantis yang ceisya rasakan,sebab ceisya pernah merasakan jatuh cinta dan di cintai itu dulu sebelum diperlukan dalam ikatan pernikahan dengan Hans.
Proses hidup memang indah bila kita mengikuti alurnya tanpa melawan arus,pada akhirnya akan menemukan apa yang menjadi rasa bahagia itu sendiri.