Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Terbebani menyandang nama besar sang kakek buyut


__ADS_3

Siang menjelang sore disalah satu cafe yang tidak ramai pengunjung sebenarnya tapi pesona dari seorang Qiandra tidak bisa membuat beberapa pengunjung laki-laki ingin mencari tahu siapa sebenarnya dirinya.


Sebenarnya Q enggan memenuhi keinginan Ina yang meminta padanya yang menikmati saah satu menu favorit cafe yang sedang buming di kalangan anak muda.


"Memang harus ya na,kita harus mencoba sesuatu yang lagi ramai di bicarakan orang?" Q meminta penjelasan dari Ina.


"Ga juga sih,cuma ada yang kurang greget aja..dari pada penasaran ujung-ujungnya kita cuma ngebayangin aja ga asyik Sha.."dengan bahasanya Ina mejelaskan.


"Ina..Ina kamu korban iklan.." Q menepuk jidatnya dengan tersenyum pada Ina.


"Menurut mu gimana rasanya Sha ?" tanya Ina yang sudah menikmati minuman kekinian yang ada bola-bola di dalamnya.


"Ya..es susu aja ga ada bedanya cuma ada ini.." Q menunjukkan bola-bola kecil dalam minuman.


Seragam putih abu-abu yang masih Q dan Ina pakai sedikit banyak menjadikan beberapa pasang mata memandangnya.


"Sha..kamu merasa ga kalau kita saat ini jadi pusat perhatian..pengunjung cafe"dengan suara pelan Ina berkata dan meminta pendapat dari Q.


"Dari tadi kali na.." Q menjelaskan dengan mata pura-pura menunduk.


"Serius..Sha"balas Ina yang seakan malu Dey menggaruk kepadanya yang tidak gatal.


"Ih.. belum mandi ya.." goda Alex yang datang tanpa di duga bersama Alton dan beberapa teman lainnya.


"Duralex...!!" teriak Ina yang menolak kedatangan Alex.


"Jangan-jangan ada kutunya.."goda Alex lagi yang semakin membuat Ina memukul lengan Alex.


"Bisa diam ga sih.. jelek"Ina kembali sewot pada Alex.


"Sttt..udah na,malu liat apa kita jadi bahan tontonan pengunjung disini"tegur Alton pada Ina yang masih sewot pada Alex.


Pada akhirnya Ina dan Alex diam tapi masih dengan keadaan belum kondusif tentunya, ngomongin soal kutu Alton tersenyum sendiri membuat salah satu temannya bertanya pada Alton.


"Al.. jangan-jangan loe membayangi yang jorok ya..?"tegur teman lelaki Alton.


"Itu mah pikiran loe aja yang kejauhan.."balas Alton dengan menyindir balik.


"Terus mikir apa loe,senyum-senyum sendiri gue perhatiin" kembali Alton diminta menjelaskan.


Pada akhirnya Alton menjelaskan apa yang membuatnya tersenyum,Alton membayangkan diatas kepala pak Fuad yang licin karena faktor kebotakan bila ada penghuninya pastinya akan ada pertandingan futsal atau saling berseluncur ria karena licin.


Tanpa menunggu aba-aba tawa pun pecah yang kembali membuat pengunjung cafe memperhatikan meja Ina dan Q karena kehebohan dari tawa yang menggelegar.


"Kualat loe Al..ghibah guru"ucap yang lain dengan masih ikut tertawa.


"Bukannya loe juga ikutan.."balas Alton masih dengan tawanya.


"Kenapa sampai bisa licin gitu ya..?" Alex sepertinya membayangkan kepala pak Fuad yang licin.


"Kerena kebanyakan mikir rumus kimia dengan angka-angka yang berbaris menyesuaikan unsur untuk menjadi satu formula" ujar yang lain menjelaskan.


"Ogah bener gue harus jadi botak" yang lain menambahkan.


"Masih untung ga keluar asap tuh kepala karena kebanyakan mikir "Alex kembali memberikan komentar.


"Gila loe ya..loe kita kepala pak Fuad presto yang bisa meledak bila dibuka mendadak" yang lain ikut mengomentari.


"ngomong-ngomong ga ada yang mau pesan nih, tenggorokan gue udah kering nih" Alton bertanya pada kawan-kawannya yang datang bersamanya.


"Loe sih Al ngajak kita ghibah jadi lupa sama tujuan kita kemari "Alex kembali tertawa.


"Maaf..maaf,ok apa pesanannya mau gue samain ?" dengan berat hati Alton memanggil weather untuk memesan menu di cafe.


"Ga..masalah kita ikut aja sama loe" jawab salah satu kawan Alton yang mewakili.


Bincang-bincang masih berlangsung membuat tawa dan canda ringan masih mereka lakukan, sampai tidak menyadari seseorang sengaja menghampiri meja mereka.


"Sayang kok masih pakai seragam..sudah ijin bunda?" lelaki tampan itu mengusap kepala Q yang menolaknya.


Adegan ini bukan hanya membuat teman Q terkejut dan menimbulkan banyak pertanyaan di benak mereka begitupun dengan pengunjung lain,sebab lelaki yang menghampiri Q berpenampilan cukup memikat dengan pesona ketampanan diatas rata-rata.


"Kak Ken..!!" Q protes sebab Ken selalu mengusap kepala Q bila bertemu.


"Ya.. cantik"balas Ken seperti biasanya masih ingin menggoda Q.


"Ih.."protes Q membuat Ken senang sebab terlihat manja.

__ADS_1


"Mau tambah..cantik ?"tanya Ken yang melihat gelas minuman Q telah kosong.


"Ga, terimakasih" Q merasa tidak nyaman dengan kehadiran Ken.


"Tenang kak Ken traktir" ucap Ken dengan tersenyum.


"Kita-kita juga kan kak?"tanya Alex iseng pada kak Ken yang masih berpenampilan kemeja kerja dan cool khas CEO muda.


"Ya..silahkan asalkan dihabiskan disini sepuasnya"kesanggupan Ken menurut Q terdengar memperjelas siapa dirinya.


"Terimakasih kak"balas teman lelaki Alton yang terlihat senang.


"Sama-sama, santai aja.."Ken tidak datang sendiri melainkan dengan beberapa teman lelakinya.


"Dia Abang loe..Sha?"tanya salah satu teman lelaki yang sepertinya tahu siapa Ken.


"Ya..tepatnya anak dari kakak sepupu bunda" dengan malas Q menjelaskan.


"Berarti loe salah satu pewaris Indra group ?" tanya yang lain yang sebenarnya membuat Q terbebani.


"Ehmmm..."dengan malas Q memberikan balasan.


"Tapi yang gue lihat loe nyaman berteman dengan siapa aja"ujar Alex memberikan penilaian.


"Saya tidak memiliki apapun,yang memiliki itu kakek buyut..,saya sama seperti kalian" Q berusaha membuat situasi santai.


Pada akhirnya sesuatu yang Q tutup-tutupi di ketahui teman terdekatnya,yang berpikiran jauh di atas awan sepertinya membayangkan yang enaknya jadi pewaris Indra.


Di meja yang lain.


Salah satu dari teman yang datang bersama Ken di buat penasaran dan bertanya "Siapa Ken..?" dengan rasa ingin tahu.


"Cewek loe..?" tanya yang lain pada Ken yang belum memberikan penjelasan.


"Maunya...tapi sayang masih ada hubungan kekerabatan, andaikan saja tidak ada hubungan itu sudah gue boking tuh anak untuk jadi ibunya anak-anak gue"penjelasan Ken membuat penasaran kawan-kawan Ken.


"Serius dengan ucapan loe..gue lihat dia masih bau kencur Ken !!"terdengar ada penekanan dari ucapan teman Ken karena mereka tahu Ken tidak mudah jatuh cinta.


"Emang loe lihat gue main-main !"dengan sedikit emosi Ken membalas.


"Bikin gue penasaran "balas yang lain yang langsung berjalan mendekati meja Q yang pura-pura lewat, padahal mengambil foto Q diam-diam dan Q tahu.


"Gila bener...daun muda banget plus bening bener,berhubungan loe ga bisa dapatin itu anak, bagaimana kalau gue aja..setuju Ken ?"pinta teman Ken yang menaik turunkan alisnya.


”Gila loe ya, sebelum loe kenalan sama tuh anak udah gue bikin muka loe babak belur " semua kawan Ken faham dengan ucapan yang keluar dari mulut Ken yang terdengar penuh penekanan dan serius tidak terlihat ada main-main, sebab seseorang yang meminta persetujuan Ken itu terkenal cowok Casanova.


"Tega bener loe sama teman sendiri, seharusnya loe dukung gue dan loe tahu kalau muka gue salah satu aset paling berharga milik gue, kalau sampai kegantengan gue hilang.. hilang juga reputasi gue yang dikenal Casanova" dengan nyengir kuda teman Ken menjelaskan siapa dirinya dengan percaya dirinya.


"Apa sebegitu spesialnya itu cewek..yang gue lihat dari sini ehmm.. secara fisik ok lah sepertinya dia suka olahraga dengan postur tubuh tinggi juga ideal dibandingkan teman sebelahnya jelas dia lebih unggul" ucap salah satu kawan Ken membuat jiwa lelaki kawan-kawan Ken menjerit.


"Kalian baru sebatas fisik tapi gue lebih melihat secara kepribadian yang dimiliki dia"dengan mata berbinar Ken berucap.


"Maksud loe ?" masih dengan jiwa penasarannya kawan Ken meminta untuk Ken menjelaskan.


"Dia cewek rumahan banget yang sopan,lebih suka berpenampilan natural, tidak manja sangat mandiri padahal dia anak semata wayang" Ken menjelaskan dengan mata berbinar dan memandang kearah Q.


"Serius loe bro..tapi kenapa masih ada disini nongki-nongki bareng teman cowok.." sorot mata Ken tidak terima pada kawannya yang sepertinya menjatuhkan harga diri Q.


"Memang seperti itu yang loe lihat ?" kawan-kawan Ken tahu saat ini Ken tidak terima cewek yang saat ini jadi bahasan itu di jatuhkan.


"Memang itu faktanya..yang gue lihat saat ini" memang Ken tersulut emosi dan tidak terima.


"Loe..lihat gue sebelum masuk menyapa dua lelaki berpakaian seragam,loe tahu siapa dia? dia yang mengawal Q,dan cowok-cowok yang saat ini bersamanya itu kawan satu sekolahnya jangan loe kira dia disini tanpa ijin dari orang tuanya,dia bukan seperti cewek yang bisa loe goda seperti yang bisa loe bawa ke party lalu di tinggalkan di pinggir jalan seenak loe"untuk pertama kalinya Ken banyak bicara yang membuat kawan-kawannya malu sebab untuk pertama kalinya Ken membuka kartu as yang selama ini di sembunyikannya rapat-rapat.


"Sorry..bro,gue ga bermaksud seperti itu.. sekali lagi sorry bro.."dengan merangkul dan memberikan tos pada Ken kawan Ken meminta maaf.


"Gue maafin tapi sekali lagi loe merendahkan cewek dengan sangat menyesal gue ga terima" ucapan Ken masih terdengar menginterogasi.


"Ya..bro sorry.." balasnya lagi dengan senyuman yang dia tunjukkan berharap Ken melunak.


"Tapi yang gue lihat.. sepertinya anaknya santai dan tidak terbebani dengan statusnya sebagai pewaris Indra group..bener ga sih gue Ken" kawan Ken yang satu ini seperti belajar dari kawannya yang tidak ingin membuat Ken naik darah.


"Ya.. seperti itu lah dia, bersama dengan dirinya terasa nyaman" penjelasan Ken kembali membuat kawan Ken makin penasaran.


Karena perdebatan yang sengit Ken harus kehilangan Q yang sepertinya meluncur meninggalkan cafe karena waktu yang tidak lagi berpihak,Ken cukup tahu.


Kediaman Q yang saat ini telah bersantai.

__ADS_1


"Bagaimana aktivitas hari sayang ?" tanya ceisya pada putrinya yang duduk bersama selepas makan malam bersama.


"Cukup melelahkan tapi ada happy juga fan" Q menikmati cemilan yang di siapkan bundanya.


"Seperti itu kah sayang ?"balas ceisya yang mengusap punggung Q.


"Weekend kita kemana nih?" tanya Hans ada keluarga kecilnya.


"Enaknya kemana yah?" balas balik Q pada sang ayah.


"Memang sayang ga punya acara ?" ceisya tidak ingin putrinya meninggalkan janji dengan temannya.


"Memang putri ayah ga punya teman spesial ?" kini Hans yang bertanya.


"Bisa kan tanyanya satu-satu..biar Q bisa menjawabnya" permintaan Q membuat Hans mengacak rambut putrinya karena gemas.


"Ayah.."rengek Q pada Hans yang tertawa.


"Q ga ada acara bun..free, untuk soal some one hanya ayah bunda di hati Q saat ini" Q memeluk bunda dan tangan satunya memeluk Hans.


"Kasihan anak bunda..bukankah anak bunda cantik kenapa belum punya some one sayang?" ceisya hanya ingin menggoda.


"Karena belum ada yang seperti ayah bun" balas Q yang membuat Hans tertawa.


"Ayah Q itu limited edition sayang" ujar ceisya yang membuat Hans mengerutkan dahinya.


"Seperti itu kah sayang ?"Hans meminta ceisya menjelaskan.


"Ya..ayah Q adalah paket lengkap tidak akan ada lagi dan hanya Ceisya yang bisa memilikinya" kalimat yang ceisya ucapkan menegaskan kalau Hans hanya miliknya.


"Ya..gimana dong" terdengar tawa Hans dan ceisya bersamaan yang membuat Q bingung.


"Sebegitu mengidolakan ayah mu nak" ucap Hans yang memeluk Q.


"Q harus cari yang lebih baik dari ayah" Hans kembali menambahkan.


"Memang ayah ada kurangnya bunda?" tanya Q pada ceisya yang terlihat bingung.


"Ehmm,ada kurang senyum tapi itu dulu sayang" ceisya seperti mengenang masa pertama bertemu dengan Hans.


"Serius bun.." Q seperti tidak percaya ayahnya adalah lelaki dingin yang minim senyum.


"Coba tanya sama ayah.."pinta ceisya pada Q memperhatikan ayahnya yang saat ini tersenyum manis.


"Sepertinya Q tidak percaya deh bunda kalau ayah seperti itu"Q meminta penjelasan dari ayahnya.


"Kenapa ayah minim senyum sebab akan banyak wanita di luaran sana terpesona dengan senyuman ayah nak..dan siapa yang akan menjadi pendamping bunda.."goda Hans pada ceisya yang hanya tersenyum.


'Memang luar biasa lelaki ini bisa saja membuat alibi dengan harapan meyakinkan putrinya' itu arti dari senyuman ceisya.


"Ih..ayah narsis, kelewat percaya diri itu namanya ayah" ujar Q yang dihujani klitikan dari sang ayah.


"Itu faktanya ayah..ih ayah" Q berlari menghindari ayahnya yang sudah mengejarnya.


"Sudah pintar menggoda ayah ya.."Hans membalas Q yang menyerah memeluk bundanya.


"Q udah gede ayah.." Q meminta dirinya diakui kalau bukan lagi anak kecil.


"Ya.. putri ayah sudah gede dan ayah sudah tua gitu maksudnya.."goda Hans yang membuat Q tertawa bersama bundanya.


"Bukan Q ya..yah yang bilang ayah tua tapi ayah sendiri"masih dengan tawanya Q berujar.


Hans mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang "ayah tidak menyadari kalau putri ayah sudah bukan anak kecil ayah lagi".


"Tapi tetap Q adalah putri kecil ayah sampai kapan pun"Hans kembali menjelaskan yang membuat mata Q berkaca-kaca.


"Ayah.."Q memeluk Hans dengan haru.


"Kenapa jadi nangis.."ujar Hans pada putrinya.


"Q mau terus sama ayah bunda"rengek Q yang membuat ceisya teringat dirinya yang manja.


"Ayah bunda akan selamanya ada untuk Q dimana pun dan kapanpun sayang"Hans memberikan kehangatan pada putrinya lewat dekapannya.


Begitupun dengan ceisya yang ikut mendekap Q dengan rasa harunya,sebab teringat kedua orang tuanya dan beruntung dirinya memiliki Hans yang sangat menyayanginya hingga saat ini,yang sudah mengantikan sosok ayah untuk dirinya dengan penuh kasih sayang dan cinta tulus yang luar biasa.


Ceisya merasa dirinya wanita paling beruntung di dunia ini di miliki dan memiliki Hans yang selalu ada untuk dirinya yang penuh dengan kekurangan dalam hidupnya.

__ADS_1


'Terimakasih telah di miliki dan memiliki mu suami hebat ku' hanya ucapan yang tidak terucap dalam hati ceisya untuk Hans.


__ADS_2