Sehangat Dekapan Mentari Pagi

Sehangat Dekapan Mentari Pagi
Dibalik pesona Qiandra Mettasha (2)


__ADS_3

Embun pagi masih membasahi pucuk daun begitu pula dengan menteri pagi yang masih enggan menampakkan dirinya sehingga menambah dinginnya malam,tapi tidak dengan anggota OSIS yang mengikuti pelatihan sudah berada di tempat pelatihan yang untuk bekerja sama mencari bendera yang masing-masing bendera memiliki poin nilai berbeda.


Kegiatan ini menuntut kerja sama semua anggota kelompok,tidak bisa bergerak sendiri-sendiri dari sini kita mendapatkan pelajaran kita harus mau mendengar pendapat orang dan mengenyampingkan sifat egois kita.


Jarak pandang yang minim membuat Ina ketakutan dan memegang erat tangan Q yang menenangkan Ina dan menyakinkan semua baik-baik saja tidak perlu di takutkan.


"Sha..jangan tinggalin aku ya.."rengek Ina pada Q yang membuat kawan yang lain sengaja menjaili Ina.


"Tengok sebelah kanan kamu na..apa tuh seperti putih-putih.."salah satu anggota kelompok menjaili Ina.


"Tuh..bener kan Sha, aku takut"rengek Ina lagi yang membuat Q semakin iba pada Ina.


"Na.. ketakutan itu sebenarnya dari dalam diri kamu sendiri"Q menunjukkan letak pikiran dan hati Ina yang hanya bisa menghela napasnya.


"Tapi aku takut Sha.."untuk kesekian kalinya Ina menjelaskan keadaannya.


"Kamu tidak sendirian disini..kami semua ada bersama mu na.."Q menyakinkan Ina yang pada akhirnya mau mengerti.


Kelompok Qiandra sudah memperoleh beberapa bendera dan bersiap untuk mencari jalan pulang, karena minimnya pencahayaan membuat salah satu anggota kelompok Q terperosok jurang yang sebenarnya tidak curam, dan butuh pertolongan beberapa orang dewasa untuk menolongnya.


"Gimana nih..kak?"tanya yang lain pada kakak kelas yang lebih dituakan.


"Kita tenang dulu.. bagaimana kalau kita bagi tugas, beberapa orang dari kita tetap melanjutkan perjalanan untuk mencari bantuan sesuai peta dan sebagian tetap disini untuk menjaga keberadaan kawan kita"kakak kelas menjelaskan dan mendapatkan persetujuan dari semua anggota kelompok,dan sesuai kesepakatan kelompok di bagi dua.


"Na..kamu mau ikut kelompok yang tetap disini atau mau ikut melanjutkan perjalanan..?"tanya Q yang memilih diam ditempat kejadian untuk menemani kakak yang terperosok jatuh.


"Aku bareng kamu saja Sha.."pilih Ina yang masih bersama Q.


Ada akhirnya sebagian kelompok Q mulai melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan empat anggota lainnya yang masih menunggu bantuan datang.


"Kak..ada yang terluka..?"tanya Q pada kakak yang jatuh.


"Sepertinya kaki ku susah digerakkan.."balasnya yang terdengar seperti menahan sakit.


"Aku turun ya..kak"ucap Q yang di larang oleh yang lain.


"Jangan disana berbahaya..!"perintah kakak yang lain pada Q.


"Tenang kak..saya akan hati-hati"Q menyakinkan kakak yang melarangnya berharap bisa mengetahui bagaimana keadaan kakak yang terluka disana ditambah minimnya cahaya.


Qiandra yang serba bisa dan memiliki sedikit kemampuan tindakan pertolongan pertama,sudah berada di samping kakak yang terluka dan memeriksa keadaannya dengan mengambil barang yang diperlukan didalam tas miliknya.


"Kita coba kak..mana yang sakit ?"tanya Q pada kakaknya berharap meringankan dan mengetahui keadaannya.


"Aow,disitu Sha.. sakit "rintihnya Q bisa mengerti dengan apa yang dirasakannya.


Qiandra memanfaatkan keadaan sekitar dengan mematahkan dahan untuk membuat penopang pada kedua bagian yang sakit dengan dua buah dahan sebagai penyangga dan diikatkan pada kaki untuk membantu mengurangi rasa sakitnya (mohon maaf bila salah dalam penyampaian untuk hal ini,tolong definisikan sendiri sesuai imajinasi).


"Bagaimana kak.. sedikit lebih baik?"tanya Q padanya dan anggukan kepala yang kakak berikan ada Q.


"Tenang ya..kak.."Q memenangkan kakak kelas berharap dia merasa nyaman dan tidak sendirian saat ini.


"Terimakasih..ya Sha.."ucapnya yang dibalas senyum manis Q.


Qiandra mengeluarkan makanan dalam isi tasnya yang selalu dibawanya dan dibagikan kepada kakak yang terluka dan sebagian lagi Q lempar ke atas untuk anggota lain yang menunggu diatas.


"Sha..kamu bawa kantong Doraemon..?" canda kakak yang terluka pada Q yang mengeluarkan minuman dan obat luka.


"He..he kak bisa saja,ayah yang menyuruh aku bawa semua ini.."Q menjelaskan dengan mengeluarkan isi dalam tasnya yang komplit apa saja yang saat diperlukan.


"Oh.. sepertinya ayah kamu tahu semua apa saja yang diperlukan disini"ucapan dari kakak kelas membuat Q teringat akan sosok ayahnya yang sangat menyayanginya.


"Ayah sangat tahu apapun yang menyangkut putrinya"Q senang ayahnya mendapatkan pujian cari orang lain yang menandakan bukan hanya dirinya yang mengagumi ayahnya.

__ADS_1


Selama menunggu pertolongan Q saling berbagi cerita untuk mengusir rasa jenuh juga sedikit khawatir menanti datangnya pertolongan,pada akhirnya pertolongan datang sebelum masuk adzan subuh.


Beberapa lelaki tegap dengan sigap dan cekatan memberikan pertolongan,ada saat akan melakukan tindakan pertolongan pertama mereka terkejut dengan apa yang sudah dilakukan oleh Q yang membuat kagum beberapa lelaki tegap.


'Sebenarnya siapa sih nih anak,bikin penasaran' dalam pikiran beberapa lelaki tegap yang telah membantu penyelamatan.


Selepas sholat subuh semua anggota OSIS di kumpulan kembali untuk olahraga pagi dan dilanjutkan dengan memberikan penilaian dari lomba mencari bendera yang melibatkan kelompok.


Kelompok dari regu Q tidak merasa kecewa tidak dapat menjadi pemenang yang terpenting keselamatan anggota dan mereka berpelukan saling menguatkan dengan senyum bahagia karena mereka juara di hati mereka dan kelompoknya.


"Kita yang terbaik"ucap ketua kelompok yang di sepakati oleh anggotanya.


"Ya..kita yang terbaik..!"ucap yang lain bersamaan dengan senyuman bahagia.


Agenda berjalan dengan baik sampai menjelang malam dikarenakan malam ini malam terakhir sebagai tanda ucapan rasa syukur kegiatan berjalan dengan baik dalam beberapa hari ini, sebagai penutupan baik anggota OSIS sebagai peserta latihan dan anggota bataliyon sebagai pelatih diadakan acara api unggun.


Acara api unggun berjalan dengan baik, beberapa orang dengan suka rela unjuk kebolehan yang disambut gembira oleh semua yang hadir dalam acara ini.


Kabut malam mulai terasa membuat tubuh kedinginan,Q memeluk Ina yang kedinginan karena lupa membawa sweater miliknya yang tertinggal di tenda begitu pun dengan Q yang lupa memakai sweater miliknya, sehingga membuat keduanya berpelukan.


"Sha.. pakai lah.."pinta Dean pada Q yang terkejut.


"Maaf kak...Ina yang membutuhkannya"dengan sopan Q menjelaskan pada Dean.


"Ya..pakaikan saja untuk Ina"sebenarnya Dean sedikit kecewa tapi dia tidak ingin Q mengetahuinya.


Dengan senang hati Ina menerima jaket milik Dean yang dipakaikan langsung oleh Q,wangi parfum milik Dean dengan aroma maskulin masih bisa Ina menciumnya yang tertinggal di jaket yang saat ini Ina pakai.


Acara masih berlangsung semakin malam semakin meriah dari unjuk kebolehan menyanyi, berjoget membaca puisi sampai adu gombalan baik dari anggota OSIS maupun dari pelatih yang beranggotakan lelaki tegap dari bataliyon yang tidak mau kalah.


Begitupun dengan kabut malam semakin menunjukkan kekuatan yang dimilikinya dengan rasa dingin yang semakin menusuk hingga tulang, panas dari api unggun tidak dapat mengusir rasa dingin yang disertai angin sepoi-sepoi.


"Pakailah.."perintah Ayres dengan suara pelan pada Q yang langsung menutupi tubuh Q dengan jaket miliknya dari belakang.


Ayres memilih untuk duduk di samping Q sedangkan Ina sudah bergabung untuk unjuk kebolehan dengan berjoget meniru gaya K-Pop yang saat ini sedang digandrungi anak seusianya bersama beberapa teman yang lain.


"Sama-sama,apa kamu tidak ingin menunjukkan kemampuan mu seperti yang lain?"Q cukup mengerti dengan apa yang ditanyakan oleh Ayres.


"Saya..ehm saya tidak bisa melakukan hal seperti itu"dengan tersenyum malu Q membayangkan dirinya berjoget seperti seseorang yang saat ini sedang menunjukkan kebolehannya.


"Bukankah anak seusia kamu paling suka melakukan hal seperti itu"Ayres sepertinya tahu apa yang saat sedang digandrung anak usia belia.


"Mana ada waktu saya untuk hal seperti itu pak" Q ingin menjelaskan tapi takut Ayres mengenal siapa dirinya saat ini.


"Maksud mu?" dengan rasa penasaran Ayres bertanya.


"Saya tidak banyak waktu itu hal seperti itu,dan saya tidak memiliki kemampuan untuk itu"Q masih ingin menutupi siapa dirinya.


"Tapi kamu bisa melakukan pertolongan pada teman mu,itu kemampuan dari mana kalau kamu tidak ikut pelatihan.."Q sangat terkejut dengan pertanyaan yang baru saja Ayres ucapkan.


"Oh..itu saat di SMP saya ikut PMR mungkin ini waktunya mempraktekkan ilmu yang sudah saya dapat..tapi hanya sekedar membantu itupun hanya asal..maaf sudah menyusahkan" dengan santai Q menjelaskan tapi membuat Ayres tidak puas.


"Kamu juga bisa main curang juga..ya"ucap Ayres yang membuat Q teringat sesuatu.


"Maaf,sebab saya tidak suka sayur kribo..ga enak rasanya"Q dengan jujur menjelaskan tanpa sungkan pada Ayres.


"Apa..sayur kribo ?"Ayres berpikir mana ada sayur yang di beri nama kribo yang dia tahu nama itu untuk rambut.


"Ya..dia sedikit keras dan bau juga rasanya aneh didalam mulut saya"dengan menjulurkan lidahnya seperti mengeluarkan sesuatu dari mulutnya yang Q tunjukkan pada Ayres.


"Masa..mana ada sayur macam itu?"Ayres masih belum tahu apa nama sayur itu dalam pikirannya.


"Ada..pak itu loh brokoli,ih bapak itu saja tidak tahu"Q menunjukkan muka kesalnya.

__ADS_1


"Oh..brokoli kenapa kamu harus menyebutnya sayur kribo,maaf saya gagal faham"Ayres tersenyum mengingat kata kribo.


"Terus kenapa kamu menyembunyikannya,tidak sportif saja menerima hukuman.."Ayres masih membahas kecurangan yang dilakukan Q.


"Kalau hukuman itu langsung untuk saya,saya akan bertidak sportif tapi untuk melibatkan kelompok saya..rasanya tidak adil karena mereka harus menerima akibat dari perbuatan saya"ucapan dari penjelasan Q membuat Ayres makin kagum,usia mudanya tidak membuat dirinya lupa akan rasa tanggungjawab.


"Oh..ya apakah malam ini sudah memberi kabar orang tua kamu seperti malam yang lalu..?"goda Ayres pada Q yang masih memperhatikan aktivitas didepannya yang masih menunjukkan kemampuannya.


"Belum, tapi saya sudah memberi tahukan kalau ponsel saya tidak boleh diaktifkan dan berada di tangan panitia, orang tua saya faham dan mengerti hal itu"sebenarnya Q sedih tidak bisa berbagi cerita sebelum tidurnya baik kepada ayah maupun bundanya yang sudah terbiasa melakukan itu.


"Pakailah ponsel milik saya.."Ayres sepertinya tahu Q menyimpan kerinduan.


"Terimakasih..ayah sama bunda sudah beristirahat pak..ini jam berapa?"ucapan Q membuat Ayres menepuk kepalanya sendiri yang tidak menyadari waktu sudah menjelang tengah malam.


"Kamu selalu mengikuti kegiatan semacam ini ?"Ayres merasa ingin banyak tahu tentang Q dan merasa nyaman ada bersamanya.


"Ini untuk pertama kalinya.. sebab bunda selalu melarangnya"Q di perbolehkan mengikuti kegiatan sekolah disiang hari dan tidak ada acara bermalam di luar rumah.


"Serius..memang kamu kelas berapa?"Ayres seakan tidak percaya sebab Q begitu mandiri dan penuh percaya diri yang menandakan dirinya bukan anak rumah yang sangat patuh pada aturan orang tuanya.


"Ya..ini untuk pertama kalinya,saya kelas X memang kenapa bapak menanyakan hal itu?"kini giliran Q yang penasaran dengan Ayres yang bertanya.


"Ya..tuhan saya kira kamu sudah mau lulus.., dengan sikap dewasa yang kamu tunjukkan tidak sama dengan kawan seusia kamu yang lebih meletup-letup bahkan terlihat tidak bisa mengontrol emosinya yang tinggi dan mudah tersulut.."balas Ayres dari tiap ucap Arsenio tidak membuat Q besar kepala apalagi terlampau percaya diri.


"Jangan terlampau bapak memuji nanti bikin saya terbang tinggi susah untuk turun..apalagi kalau ada angin kencang bisa-bisa saya terbawa angin..bapak ga kasihan ya, kalau saya sampai lupa daratan sedangkan keluarga saya ada di darat bisa-bisa saya sendirian diatas sana,burung saja ada waktunya untuk pulang ke sangkarnya kalau saya bagaimana..bapak mau disalahkan ?"Q hanya berniat bicara biasa saja tapi membuat Ayres merasa senang berada disisi Q yang usianya sangat muda tapi berwawasan luas yang mengalir saja tanpa ada beban untuk mengungkapkan apa yang dia ucapkan tapi masih sebatas sopan dan tahu batasan.


"Bagaimana kalau saya bikin sayap biar kamu tidak sendirian diatas sana.."ucapan dari Ayres muncul begitu saja tanpa harus dirinya berpikir terlebih dahulu,yang selalu berpikir dahulu sebelum berucap.


"Kita berdua nanti dikira spesies langkah pak.. sebab malaikat bukan apalagi burung bukan juga..saya ga mau pak nanti jadi bahan eksperimen karena keanehan yang di miliki, biar saya jadi malaikat tak bersayap saja.." Q hanya bermaksud bercanda sebab Q melihat Ayres terlihat serius.


"Kamu ternyata asyik juga ya..orangnya" kini Ayres tanpa basa basi memuji Q.


"Bapak belum kenal saya..kalau tahu bapak ga akan mau dekat dengan saya karena bisa-bisa bapak tidak berdaya karena bisa (bisa ular) 🐍 yang saya miliki..memperdaya bapak,makanya bapak jangan dekat-dekat lihat dari jauh saja..lebih baik" Ayres kembali merasakan kenyamanan ada didekatnya.


"Benarkah..jadi ingin tahu seberapa berbisanya kamu siapa namamu..saya lupa"sebenarnya Ayres pura-pura lupa yang sebenarnya dia memang tidak tahu nama lengkap Q yang dia tahu dari Q langsung hanya nama panggilan 'Sha'.


"Bukankah pernah saya bilang panggil saya saja Sha..,lagian mana ada waktu bapak untuk mengenal saya dengan kesibukan yang bapak miliki" Q sangat tahu kesibukan seperti apa yang di lakukan ayahnya memang di waktu-waktu tertentu ada free bisa dihabiskan dengan berkumpul dengan keluarga.


"Soal waktu itu mudah saya akan atur waktunya untuk lebih mengenal kamu Sha.. bagaimana?" kini Ayres seperti anak panah yang melesat langsung kesasar tanpa menunggu kesiapan dari Q memberikan sinyal pada Ayres.


"Bapak..saya ga mau di bilang perebut pacar orang ya..saya juga ga melakukan apa-apa loh sama bapak, apalagi menggoda bapak..saya ga mau disalahkan"Q sepertinya tahu arah tujuan Ayres,Q bukan gadis yang polos dia lebih cepat menebak kemana arah lawan bicaranya.


"Pacar..,saya lelaki bebas hanya tugas yang mengikat saya..siapa juga yang akan menyalakan kamu, bukannya orang tua kamu yang akan menyalahkan saya karena menyukai anaknya"Ayres makin memberanikan diri mengungkap rasa sukanya sebab Q yang sangat terlihat dewasa dalam pemikiran,berbanding terbalik dengan wajah imutnya dan postur tubuhnya yang tinggi,tegap dan sedikit berisi begitu ideal.


"Ha..ga salah pak,bapak baru loh melihat saya sudah bilang menyukai..bapak sudah salah orang" Q tidak ingin Ayres menilai sikap ramahnya menjadi sesuatu yang tidak diharapkan oleh Q yang masih ingin bebas dalam banyak hal diusianya saat ini.


"Memang saya suka sama kamu,saat pertama melihat kamu dan saya tidak salah orang nona Sha.."Ayres terlihat begitu bersungguh-sungguh tapi berbeda dengan Q yang dengan tegas mengambil sikap.


"Maaf pak saat ini saya hanya fokus pada pendidikan saya dan bapak perlu tahu bapak bukan tipe yang saya idam-idamkan.."Q tidak ingin memberikan harapan pada Ayres.


"Ya..saya tahu Sha kamu masih..fokus pada pendidikan mu,memang seperti apa sih lelaki idaman kamu kalau boleh saya tahu ?"Ayres tidak kecewa dengan apa yang Q sampaikan,malah di buat penasaran.


"Seperti ayah saya,bapak tidak akan pernah bisa menyamainya, seperti itu lelaki idaman saya"memang Q mengidam-idamkan lelaki seperti ayahnya yang sangat sempurna dimata Q dalam banyak hal.


"Bisa saya mengenal ayah kamu..Sha?"ucapan Ayres membuat Q kesal sepertinya Ayres tidak mau menyerah untuk dekat dengannya.


"Maaf pak ayah saya orang yang sangat sibuk dan sangat galak bisa-bisa bapak di telannya, buat apa bapak mau bersusah payah untuk mengenal ayah saya sedangkan waktu bapak juga sangat sibuk..sudahlah bapak ga penting juga bapak mengenal ayah saya, jangan buang-buang waktu bapak untuk hal yang tidak penting" Q berusaha menakut nakuti Ayres untuk berpikir sebagai pertimbangan.


"Kata kamu lelaki idaman kamu harus seperti ayah kamu, gimana saya tahu kalau saya tidak kenal sama ayah kamu..dari perkenalan itu saya jadi tahu apa kebiasaan ayah kamu,apa yang disuka dan yang tidak disuka, bagaimana ayah kamu memperlakukan kamu dan keluargamu dari situ saya jadi tahu dan bisa mendapatkan kamu..soal waktu saya sudah bilang dari awal dan kamu itu hal yang terpenting untuk saya"semakin jauh pembicaraan Ayres menurut Q.


"Ok..terimakasih untuk jaketnya sudah membuat saya hangat dari dinginnya malam dan satu lagi terimakasih untuk waktunya yang berharga untuk jadi teman ngobrol dimalam ini,selamat malam menjelang pagi dan selamat beristirahat..mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan saya hanya menempat diri sebagai peserta latihan yang mohon bimbingan tidak lebih,sekali lagi maafkan saya.."Q meyerahkan jaket milik Ayres dan langsung meninggalkan Ayres menuju tempat istirahatnya.


'Sepetinya pesona yang kamu miliki susah diraih siapapun, sebenarnya siapa kamu Sha'

__ADS_1


Ayres tidak bisa berkata-kata sepeninggal Q dia kembali pada pribadi yang irit bicara dan hanya bisa memandangi Q yang semakin jauh meninggalkan dirinya dengan rasa yang sepertinya tidak terbalaskan.


^^^"^^^


__ADS_2