Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Pergi ke kota


__ADS_3

Sudah 7 purnama terlewati dan Freya masih belum mendapatkan kabar dari Ken yang masih berstatus suaminya.


Freya tidak tahu bagaimana keadaan laki-laki itu, sehat kah, masih hidup kah atau sudah mendapatkan wanita yang sepadan dengannya


Hampir setiap hari gadis itu melamun memikirkan nasib pernikahannya yang tidak ada kepastian, hati Freya berkecamuk memilih melepaskan atau tetap setia menanti tanpa sebuah kepastian yang berarti


" Sudah jangan melamun terus, enggak baik anak gadis ngelamun" tegur Nina yang hampir setiap hari datang mengunjungi Freya


" Anak gadis yang sudah bersuami tapi hanya sekedar status tanpa arti" Lirih Freya membuat Nina menghela nafas berat mendengar kata-kata yang Freya lontarkan


" Kamu yang sabar Frey, jika berjodoh dia pasti akan kembali padamu, tapi jika tidak berjodoh kamu harus bisa mengikhlaskannya Frey" ucap Nina berusaha menguatkan sahabatnya itu


Awalnya Nina tidak percaya saat mendengar kabar pernikahan Freya tapi setelah banyak warga yang memperbincangkan tentang Freya yang ditinggal begitu saja setelah sehari pernikahannya membuat gadis itu merasa iba dengan nasib Freya


" Aku butuh kepastian Nin, jika dia memang tidak menginginkan pernikahan ini setidaknya lepaskan aku dengan cara baik-baik jangan menggantungkan status ku tanpa kejelasan seperti ini" ungkap Freya merasa lelah dan juga sangat kecewa dengan Ken, karena laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu banyak orang yang menggunjing dirinya yang mengakibatkan bapaknya jatuh sakit dan akhirnya meninggal.


Nina mendesah, ia tidak tahu harus berbuat apalagi untuk membantu sahabatnya, hatinya juga ikut sakit melihat kesedihan Freya


Senyum yang selalu merekah, keceriaan yang selalu menghiasi wajahnya kini seakan lebur oleh keadaan


Freya bahkan semakin dilanda kesedihan saat tahu sahabatnya yang selama ini selalu menemaninya akan kembali ke kota tempat dimana ia bekerja


Kedatangan Nina ke rumahnya sore itu memang ingin berpamitan pada Freya kalau ia akan kembali ke kota besok pagi dan hal itu tentu saja membuat Freya semakin sedih, ia merasa sendirian dan tidak ada lagi orang yang menyayanginya


" Freya bagaimana kalau kamu ikut saja dengan Nina ke kota, siapa tahu kamu bertemu dengan suami kamu disana, jika kamu bertemu dengannya kamu kan bisa meminta kepastian tentang status kamu" Ucap Bu Seno yang sempat mendengar pembicaraan Freya dan Nina di depan teras rumahnya


Freya bergeming dan sedikit berpikir tentang usulan bu Seno

__ADS_1


" Boleh juga tuh Freya, setidaknya jika kamu ikut aku ke kota kamu bisa melupakan kesedihan kamu disini, ya siapa tahu juga kamu bisa bertemu dengan suami kamu yang bernama Ken itu" tutur Nina yang setuju dengan usulan Bu Seno


" Bagaimana?" tanya Nina memastikan


Setelah lama berpikir dan mempertimbangkan segalanya akhirnya Freya pun memutuskan untuk ikut Nina ke kota


Guntur yang mendengar kabar kalau Freya akan pergi ke kota untuk mencari suaminya nampak begitu kesal, pasalnya jika wanita itu pergi dari desa tempat tinggalnya membuat Guntur tidak lagi bisa melihat wanita pujaannya itu


___


Iwan mengantarkan Nina dan Freya pergi ke kota, sepanjang perjalanan begitu banyak wejangan yang diucapkan oleh Iwan untuk Freya


" Tenang aja mas, aku pasti akan menjaga Freya di sana dengan baik, nanti aku juga akan mencarikannya pekerjaan pasti tidak sulit bagi Freya karena banyak keahlian yang dimilikinya" ucap Nina yang tahu dengan baik kelebihan yang dimiliki sahabatnya itu


" Kamu terlalu banyak memuji, aku tidak sehebat itu Nin" sahut Freya


" Ayok Frey masuk!" ajak Nina dan nampak Freya tengah mengamati kesekeliling rumah kontrakan tempat tinggal Nina


" Hai Nina kamu baru pulang dari desa ya?" tanya Maya tetangga Nina yang kebetulan baru saja keluar dari dalam rumahnya yang bersebelahan dengan kontrakan Nina dan hendak pergi bekerja


" Eh, iya mba Maya." jawab Nina seraya membuka pintu kontrakannya


" Siapa Nin?" tanya Maya melirik ke arah Freya kalau dengan Iwan wanita itu sudah mengenalnya karena sering mengantar dan menjemput Nina setiap kali pulang kampung


" Kenalin mba ini saudara aku dari kampung namanya_" ucap Nina memperkenalkan Freya pada mba Maya namun diselak oleh Freya


" Naya" ucap Freya menyebutkan namanya sendiri membuat Nina dan Iwan saling melempar pandangan

__ADS_1


" Na.. Naya, iya namanya Naya mba Maya" ucap Nina yang masih bingung dengan nama yang disebutkan oleh Freya


Setelah Maya dan Freya memperkenalkan diri masing-masing, Nina pun mengajak Freya untuk masuk ke dalam rumah kontrakannya dan mba Maya sendiri pun sudah berangkat ke tempat kerjanya sedangkan Iwan harus segera kembali ke desa karena masih banyak pekerjaan yang harus di urus termasuk ladang milik pak Angga yang dititipkan kepadanya oleh Freya


Nina memilih beristirahat terlebih dahulu baru menanyakan pada Freya yang tiba-tiba mengganti nama panggilannya menjadi Naya


Malam telah tiba dan keduanya memutuskan untuk mencari makan di luar


" Frey" panggil Nina saat keduanya tengah makan di sebuah kedai pecel ayam


" Iya Min ada apa?" tanya Freya sambil mengunyah makanannya


" Kenapa kamu mengganti nama panggilan kamu?" tanya Nina yang merasa penasaran kenapa Freya mengganti nama panggilannya


Freya menghentikan kegiatan makannya lalu meneguk segelas air putih yang berada di hadapannya


" Aku rasa tidak ada salahnya kan aku menggunakan nama belakangku, Kanaya" terang Freya


" Aku ingin membuka lembaran baru di kota ini Nin, biarkan orang-orang mengenalku sebagai Naya bukan Freya gadis yang berstatus isteri tapi seperti janda, dicampakkan dan hanya sekedar di nikahi" tutur Freya seraya menghapus air matanya dengan kasar


" Frey!"


" Naya, panggil aku Naya" pinta Freya


" Baiklah, semoga di kota ini kamu bisa menjadi diri kamu yang baru Frey sorry maksudku Naya, lupakan semua hal yang membuat mu sakit hati, kau berhak bahagia jadi bahagiakan dirimu Naya dan aku akan selalu ada untuk mu " ucap Nina


" Terima kasih Nina, kamu memang sahabat terbaikku" Freya merasa bersyukur karena masih memiliki sahabat sebaik Nina

__ADS_1


Keduanya lalu kembali menikmati makan malam mereka sambil bercerita satu sama lain.


__ADS_2