
Freya, Derry dan Martin baru saja sampai di restoran 99 tempat dimana Mayang, Nina dan Gery menunggunya
" Lama banget sih?" Keluh Nina saat melihat sahabatnya yang baru saja sampai
" Ya sorry tadi masih ada pekerjaan" jawab Freya beralasan
" Pekerjaan apa di gangguin oleh dua cecunguk ini ?" tanya Gery sambil melirik Derry dan Martin bergantian
" Enak aja mengganggu, kita berdua tuh justru terlalu lama menunggu keputusannya yang masih belum percaya pergi dengan kami berdua" ucap Derry
Mayang menautkan alisnya memandang Freya begitu juga dengan Gery
Freya yang ditatap seperti itu pun hanya cengengesan
" Ya harap di maklum lah, mereka itukan serigala berbulu domba jadi wajar saja kalau Fre.. maksudku Naya takut pergi sama mereka" ucap Nina
Ucapan Nina seketika mengundang gelak tawa Gery
" Ha..ha... rupanya Naya takut dengan kalian, pantas saja kalau kalian masih saja jomblo tampang kriminal gitu" ledek Gery
" Wah.. pelanggaran Mart, bisa-bisanya dia menghina kita" oceh Derry
" Ya memang itu kenyataannya kan, aku dan Mayang sebentar lagi menikah begitu juga dengan Ken dan Vero, mereka juga sebentar lagi menikah lalu kalian kapan?" ledek Gery lagi pada kedua sahabatnya itu
" Masih menunggu hilalnya yang belum nampak" jawab Derry ngasal
" Oiya, Ken mana tumben tuh anak akhir-akhir ini enggak kelihatan batang hidungnya?" tanya Derry yang jadi keingat sahabatnya itu
" Entahlah, mungkin sibuk kali untuk mempersiapkan acara pernikahannya" jawab Gery sekenanya
Mendengar Jawaban Gery yang belum tentu kebenarannya tetap saja mampu membuat hati Freya terasa begitu sakit seperti di remas-remas
Padahal dia sudah bertekad untuk melepaskan tapi kenapa hatinya selalu berkhianat dan tidak bisa lepas dari pria itu
Sebisa mungkin Freya menahan perasaannya yang berkecamuk dan meronta-ronta ingin meluapkan semua perasaan benci dan marahnya itu.
Dan sikap Freya itu pun ternyata tidak lepas dari pusat perhatian seorang Nina
Nina yakin kalau Freya sebenarnya sudah memiliki rasa pada suaminya itu, jika tidak mana mungkin dia bertahan sampai sejauh ini.
" Lepaskan dan lupakan!" Bisik Nina pada Freya
Deg
Freya langsung menoleh ke arah Nina " Loe pasti bisa, dan tentukan kepastiannya sebelum terlambat" lanjutnya
Freya menarik napas dalam-dalam setelah itu dihembuskannya kasar
" Aku selalu berusaha semampu ku!" sahut Freya dengan berbisik juga
" Kalian sedang membicarakan apa, sepertinya serius banget?" tanya Mayang yang ternyata sedang memperhatikan Freya dan Nina
" Ah.. tidak membicarakan apa-apa, cuma menanyakan soal pekerjaan aja kok" Elak Freya
__ADS_1
Tidak berapa lama, ketika semuanya tengah menikmati makan malam mereka, tiba-tiba saja datang sepasang kekasih yang sebenarnya ingin sekali Freya hindari
" Akhirnya kalian datang juga!" ucap Gery saat Ken dan Veronica baru saja datang
Sebenarnya Ken menolak ajakan Veronika yang ingin ikut kumpul-kumpul dengan Mayang dan Gery namun saat Gery menelponnya dan mengatakan kalau disana juga akan ada Freya tanpa pikir panjang lagi Ken pun mengiyakan untuk datang
Namun sial nya kedatangan Ken bertepatan dengan Veronica yang juga baru saja datang ke restoran tersebut
Ken mengumpat dalam hati sementara Veronica justru bersorak kegirangan
Melihat tangan Veronica yang tidak lepas dari lengan Ken membuat Freya merasa jengah berkali-kali ia membuang pandangannya
Gery yang sejak kedatangan Ken tiba-tiba saja mulai memperhatikan pergerakan Freya dan juga sahabatnya itu
Ada rasa penasaran yang begitu besar setiap kali melihat interaksi keduanya, apalagi terlihat dengan jelas kalau Ken selalu mencuri pandang pada Freya
" Kapan kalian akan menikah?" tanya Gery tiba-tiba membuat Ken dan Freya seketika menoleh ke arahnya
" Aku dengar kalian akan segera menikah" ucapnya lagi
Freya mengeratkan genggaman tangannya pada gagang gelas yang baru saja diminumnya
Sedangkan Ken Pandangannya langsung tertuju pada sang isteri
Gery dapat dengan jelas menangkap kejanggalan di antara mereka, rasa penasarannya pun semakin kuat
" Dua bulan lagi, iyakan sayang?" Bukan Ken yang menjawab melainkan Veronica
" Wahh... cepat sekali, apa kau yakin akan menikah dengan pria dingin ini?" Tanya Gery meledek
" Tentu saja yakin, Ken memang terlihat dingin tapi sebenarnya dia orang yang sangat hangat kok" jawab Veronica
Freya yang mendengar Jawaban Veronica tersenyum getir
Karena tidak ingin mendengar hal-hal yang hanya akan membuatnya jauh lebih sakit hati lagi, Freya pun lebih memilih untuk berbincang-bincang dengan Derry dan Martin
Sementara Nina dan juga Mayang malah fokus memperhatikan Freya yang seperti sedang menyimpan sesuatu
" Nina, kamu merasa tidak sih kalau Naya itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu?" tanya Mayang
Nina menjadi salah tingkah, ia bingung harus menjawab apa
" Menurut kamu bagaimana?" bukan menjawab Nina malah kembali bertanya pada Mayang
" Ya jika aku lihat-lihat sih Freya seperti ada sesuatu deh dengan Ken?" Ucap Mayang berbisik
Deg
Nina langsung menoleh ke arah Mayang " Aku merasakan ada sesuatu dengan mereka" bisiknya lagi
" Apa kau merasa seperti itu?" tanya Nina
" Hem!" Mayang mengangguk pelan
__ADS_1
Mayang memang tahu kisah Freya tapi dia tidak tahu nama dari laki-laki yang sudah menikahi Freya
Martin menangkap gelagat aneh pada sahabatnya itu, karena sejak baru datang pandangan Ken terus saja tertuju pada Freya
Dari cara menatapnya, Martin sebagai sesama laki-laki pasti tahu kalau Ken menatap Freya dengan tatapan mendamba
Ada perasaan marah yang tiba-tiba muncul di hati Martin, entah kenapa dia sangat tidak suka dengan cara Ken menatap Freya seperti itu
" Ken !" panggil Martin membuat pandangan Ken pada Freya pun terputus
" Ada apa?" tanya Ken yang kini tengah menoleh pada Martin
" Ada yang ingin bicarakan sama loe, bisa ikut gue sebentar?" Martin sudah beranjak dari duduknya
Semua pandangan mata langsung tertuju padanya apalagi Martin terlihat begitu serius
" Ada apa sih?" tanya Derry pada Martin
" Enggak ada apa-apa, cuma urusan pekerjaan sedikit" jawab Martin berbohong
Ken pun berdiri mengikuti langkah Martin yang sedikit menjauh dari yang lain
" Ada apa?" tanya Ken setelah mereka berada di luar ruangan restoran tersebut
Martin tersenyum sinis menatap Ken yang nampak bingung dengan tatapan Sahabatnya itu
" Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya lagi
" Apa benar kau akan segera menikah dengan Vero?" tanya Martin yang seketika membuat Ken mengerutkan keningnya
" Ini bukan pertanyaan tentang pekerjaan, kenapa kau malah membahas hal ini?" Bukan menjawab Ken malah balik bertanya
Martin mengusap wajahnya kasar lalu menatap tajam pada Ken entah kenapa ia merasa marah setiap kali teringat tatapan Ken pada Freya
" Karena jika kau memang ingin menikah dengan wanitamu itu maka jangan sekali-kali kau memandang wanita lain dengan tatapan penuh damba seperti yang kau lakukan pada Kanaya?"
Glek
Ken membulatkan matanya sempurna begitu terkejut dengan ucapan yang baru saja dilontarkan sahabatnya itu
" Apa maksudmu?" tanya Ken
" Cih," Martin tersenyum sinis
" Kau pikir aku tidak tahu, sejak pertama kali kau bertemu dengan Naya tatapan mu padanya jelas sangat berbeda!" ucap Martin membuat semakin terkejut
" Dan hari ini aku pun melihat sikap kalian yang tidak biasa, jika kau memang serius menjalin hubungan dengan Vero ke jenjang pernikahan maka jangan pernah kau usik lagi kehidupan Naya!" tegas Martin
Ken tersenyum mengejek " Apa pedulimu, ini bukanlah urusan mu tidak perlu ikut campur urusan ku!" ucap Ken yang malah semakin membuat Martin bertambah emosi
"Kau_!" Martin hendak melayangkan tinju pada Ken namun suara seseorang menghentikan aksinya
" Hentikan!" Teriak seseorang yang dengan perlahan melangkah ke arah mereka berdua
__ADS_1