Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Kecurigaan Martin


__ADS_3

"Hentikan!"


Teriak seseorang yang baru saja menghampiri mereka dengan tatapan tajam menatap keduanya bergantian


Pria itu dengan perlahan melangkah ke arah mereka berdua dengan tatapan tajam


" Apa-apaan kalian ini, sudah merasa sok jagoan, iya?" tegur nya


" Apa yang kalian perebutkan? seorang wanita, iya?


" Bukankah kalian sudah tahu dengan jelas kalau wanita yang sedang kalian perebutkan itu sudah memiliki suami, dan kau tuan muda Kendrick Narendra Pramudya, apa kau sadar dengan apa yang sudah kau lakukan hah? sebentar lagi kau akan menikah dengan Veronica dan sekarang kau malah bertengkar memperebutkan wanita yang bahkan berstatus isteri orang, di mana jalan pikiran kalian hah?" ucapnya lagi dengan geram


Ken dan Martin hanya terdiam, kata-kata yang diucapkan sahabatnya itu yang tidak lain adalah Gery membuat keduanya bungkam


" Apa yang kalian mau sebenarnya hah? aku tidak akan membiarkan kalian berdua mempermainkan Naya apalagi sampai menyakitinya"Gery menatap tajam kepada kedua sahabatnya itu


" Naya adalah sahabat baik Mayang dan aku tidak mau jika gara-gara perbuatan kalian yang menyakiti Naya membuat Mayang ikutan sedih, dan jika kalian sampai berbuat nekat apalagi membuat Naya menangis karena ulah kalian berdua maka aku tidak akan tinggal diam begitu saja" tegas Gery


" Aku tidak mungkin menyakiti Naya, bagiku Naya sudah aku anggap seperti adikku sendiri, kalian juga tahu kan bagaimana nasib Naya selama ini, dengan status pernikahannya yang tidak jelas itu sudah cukup hidupnya menderita, karena itu aku tidak ingin Ken atau siapapun itu menyakitinya termasuk laki-laki pengecut yang tidak bertanggung jawab itu, aku akan mencarinya lalu menghajarnya, akan aku beri dia pelajaran dan menyuruhnya untuk melepaskan Naya, dari pada mereka terikat dengan ikatan yang tanpa kepastian" ungkap Martin dengan emosi yang berkobar-kobar membayangkan laki-laki yang berstatus suami Naya


Karena itulah Martin meminta pada Ken untuk menjauhi Naya dan jangan lagi mempersulit kehidupan gadis itu, sudah cukup pria berengsek yang berstatus suaminya itu saja yang telah menyakitinya jangan sampai mereka menambah luka dihati Freya lagi, karena kini bagi Martin Freya adalah pengganti adiknya yang hilang, mengingat usia mereka yang sama membuat hatinya tergerak untuk melindungi gadis itu.


Ken hanya bisa mengepalkan tangannya kuat saat Martin mengatakan dirinya pria berengsek yang tidak bertanggungjawab walaupun pada kenyataannya memanglah begitu adanya


Dia juga tidak akan melepaskan Freya begitu saja apalagi setelah mereka berdua pernah melewati malam panjang bersama


" Kau tidak tahu apa-apa Martin begitu juga dengan mu Gery, jadi kalian sebaiknya jangan terlalu banyak bicara dan ikut campur dengan urusan orang lain" ucap Ken dingin


Gery dan Martin saling menatap satu sama lain, kalimat yang dilontarkan Ken membuat keduanya terlihat bingung


" Apa maksudmu bicara seperti itu, apa yang tidak aku dan Martin tidak ketahui Ken?" tanya Gery


Ken tidak menjawab, pria dingin itu lebih memilih untuk pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang dibuat penasaran dengan ucapannya


Gery terus saja memanggil Ken namun yang namanya dipanggil justru tidak merespon apa-apa dia terus melangkahkan kakinya, Martin dan Gery pun dibuat geram dengan sikap Ken yang sok misterius itu


" Ken apa maksud ucapan mu tadi?" teriak Gery namun tetap saja teriakan Gery tidak menghentikan langkahnya


Setelah menghadapi perdebatan yang cukup pelik, ketiganya pun kini sudah kembali masuk ke dalam restoran, Mayang mengerutkan keningnya saat melihat kedatangan Ken lalu disusul di belakangnya Gery dan juga Martin dengan wajah-wajah yang tidak bersahabat apalagi wajah Ken yang terlihat dingin dan datar dengan tatapan menghunus tajam mengarah pada Freya yang nampak begitu akrab dengan Derry


" Ada apa dengan mereka?" batin Mayang yang tengah menatap calon suaminya dan juga kedua sahabatnya


Veronica dengan tidak tahu malunya menyambut Ken dengan sikap manjanya, ia melingkarkan tangannya di lengan Ken yang baru saja mendudukkan dirinya di sampingnya


" Sayang, kamu dari mana saja, kok lama banget sih perginya" Veronica bahkan berani menyentuh dada bidang Ken dengan jari-jari lentiknya


" Nona Ve' tolong jaga sikap anda!" ucap David yang tidak suka melihat tingkah calon isteri atasannya itu


Veronica tidak menggubris ucapan David tangannya masih bermain-main di dada bidang Ken


Bukannya marah Ken hanya diam saja namun tatapan matanya mengarah pada Freya dan juga Derry


Martin dan Gery yang juga sudah duduk di tempatnya masing-masing mantap Ken dengan tatapan penuh tanya, ucapannya tadi seakan Ken tengah menyembunyikan sesuatu dari mereka


" Kalian dari mana saja?" tanya Derry memecah keheningan, dia juga merasa penasaran karena di tinggalkan oleh ketiga sahabatnya itu begitu saja apalagi mendapat tatapan tidak bersahabat dari Ken

__ADS_1


" Ada apa sebenarnya, kenapa tatapan Ken begitu dingin?" batin Derry


" Tadi ada urusan sebentar" jawab Martin asal


"Urusan apa?" tanya Derry yang masih penasaran, apalagi dengan sikap mereka bertiga yang terlihat tidak seperti biasanya


" Bukan apa-apa nanti juga kau akan tau sendiri "ucap Martin membuat Derry memutar bola matanya malas


Ken tidak melepas tatapannya dari Freya, walaupun disampingnya Veronica terus melancarkan aksinya, bersikap manja dan menggodanya, Ken sendiri tidak mempedulikannya sama sekali dan sikap Ken itu tentu saja tidak lepas dari pusat perhatian Martin yang sedari tadi tengah menatapnya


" Apa sebenarnya yang Ken ketahui tentang Naya? apa Ken tahu siapa suami Naya atau jangan-jangan_?" Martin bergelut dengan pikirannya sendiri


Freya sendiri sadar tengah diperhatikan oleh Ken dan dia lebih memilih bersikap biasa seolah-olah tidak mengetahuinya, dia juga bersikap seolah tidak peduli dengan tingkah Veronica yang seperti tengah sengaja memanas-manasi dirinya


Freya sadar sekarang atau pun nanti hubungannya dengan Ken pasti akan berakhir juga, jadi sebisa mungkin ia harus belajar mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti, meskipun hal itu sangatlah menyakitkan apalagi jika ia kembali teringat dengan kejadian satu malam itu membuat Freya merasakan semakin merasa terluka, ingin bertahan namun itu tidaklah mungkin baginya, tidak mungkin ia mau berbagi suami yang tidak mencintainya sama sekali bahkan telah mencampakkannya begitu saja


Veronica tersenyum sinis melihat Freya yang terlihat dengan jelas di matanya tengah menekan perasaannya sendiri untuk tidak terlihat cemburu, ada rasa marah dan juga geram saat menyadari Ken yang ternyata tengah menatap Freya dengan tatapan yang berbeda


" Naya!' panggil Veronica membuat Freya yang sedang berbicara dengan Nina pun menoleh ke arahnya


" Ada apa?" tanya Freya dengan tatapan yang terlihat biasa saja


" Kau pernah bilang bukan kalau kau sudah menikah?" tanya Veronica secara tiba-tiba membuat Freya mengernyitkan keningnya menatap Veronica dengan penuh tanda tanya


" Kenapa kau menanyakan hal itu?" bukan Freya yang bertanya tapi Martin yang melihat Freya nampak tidak nyaman dengan pertanyaan yang Veronica lontarkan


" Aku hanya ingin memastikannya saja benar atau tidak, dan aku juga mengingatkan wanita yang sudah bersuami itu supaya sadar diri akan statusnya itu, jika dia benar-benar wanita yang sudah menikah dan sudah memiliki suami maka aku harap dia tidak pernah ada niatan untuk menggoda calon suamiku dan menjadi pengganggu hubungan orang lain!" sahut Veronica sinis


"Fokus saja pada suamimu sendiri jangan mencari perhatian pada calon suami orang" tambahnya lagi


" Terima kasih nona Veronica karena sudah mengingatkan, tapi yang harus anda ketahui adalah tidak sedikitpun aku berniat menjadi pengganggu hubungan orang lain apalagi mencari perhatian pada calon suami orang" ucap Freya dengan sikap anggun


"Jika pun laki-laki itu yang mencoba mendekati ku maka itu bukanlah salah ku nona, tapi salahkan orang itu sendiri, karena aku pun tidak pernah tertarik sama sekali dengan laki-laki yang sudah memiliki calon isteri apalagi pria beristri!" tegas Freya yang membuat Ken begitu terhenyak mendengar ucapannya


"Aku memang wanita bersuami nona Veronica tapi aku masih menjunjung tinggi kehormatan laki-laki yang masih berstatus sebagai suamiku, jadi mana mungkin aku berani bermain di belakangnya ya walaupun tidak tahu bagaimana dengan suamiku sendiri, masih setia atau mungkin sudah akan beristri lagi " Ucap Freya menyindir dengan mata melirik ke arah Ken


Deg


Degup jantung Ken berdegup semakin kencang, kata-kata Freya bak hantaman batu besar yang mengena di hati


" Oh sungguh malang nasib pernikahan mu, aku turut prihatin, tapi mungkin suamimu itu sudah sadar karena sudah menikahi wanita yang salah jadi dia memilih pergi dan mencari wanita yang lebih cocok dengannya lalu menikahinya" Ucap Veronica seraya mengejek


Freya tersenyum membuat Veronica dan yang lainnya mengerutkan keningnya


" Jika memang itu kenyataannya, aku justru turut berbahagia nona setidaknya aku bisa terlepas dari laki-laki pengecut yang tidak punya hati dan tanggung jawab itu, ingin aku bertemu dengannya lalu mengucapkan selamat padanya, setidaknya jika dia sudah menikah itu artinya aku bisa bebas dan meminta talak padanya" tutur Freya dengan senyum yang tidak lepas dari wajah cantiknya tidak memperlihatkan kesedihannya sedikit pun


Ken semakin mengeraskan rahangnya, matanya menatap tajam ke arah Freya


" Jadi anda tidak perlu khawatir nona Veronica, pastikan saja jika laki-laki yang akan menikah dengan anda adalah laki-laki yang tulus mencintai anda dan pastikan juga dengan benar jika laki-laki yang akan mengucapkan ijab qobul di hari pernikahan anda nanti adalah laki-laki yang bisa memegang tanggung jawabnya sebagai suami tidak seperti laki-laki yang menikahi ku, yang hanya sekedar menikahi lalu pergi dan tidak pernah kembali !" lanjut Freya


Brakk


Ken yang sejak tadi tengah menahan emosinya tiba-tiba menggebrak meja dengan keras membuat semua orang dibuat kaget terutama Freya


" Ken ada apa denganmu?" tanya Martin menatapnya penuh selidik

__ADS_1


Ken mengabaikan pertanyaan Martin, tatapan begitu tajam mengarah pada Freya


" Kau jangan asal bicara nona Naya!" Ucap Ken dengan tatapan tajam


Freya yang bertemu netranya dengan Ken balik menatapnya tajam


" Aku tidak asal bicara tuan Kendrick Narendra Pramudya yang terhormat, aku hanya mengatakan apa yang aku alami, itu saja apa aku salah? dan aku juga hanya berharap nona Veronica tidak mengalami hal yang sama dengan apa yang aku alami, jika tuan adalah laki-laki yang bertanggung jawab tidak seperti suami ku itu untuk apa anda marah?" pungkas Freya


Jlep


Ken tidak bisa berkata-kata lagi, ucapan Freya membuatnya tercekat


Martin memperhatikan keduanya, ia semakin yakin dengan apa yang ada di dalam pikirannya apalagi melihat ada tatapan kebencian yang terpancar dari sorot mata Freya saat menatap Ken


" Kau jangan sembarang ya, calon suamiku sudah dipastikan tidak akan bersikap seperti suamimu itu, beda kelas dan beda level jadi kau jangan berani-beraninya menyamakan calon suamiku dengan suamimu yang pengecut itu!" ucap Veronica dengan bangganya


" Semoga saja!" bukan Freya yang menjawab tapi Nina


Sejak tadi gadis itu memang diam saja tapi dia pun merasakan kesal melihat situasi yang semakin tidak menyenangkan itu terutama untuk sahabatnya


Veronica menoleh ke arah Nina begitu juga dengan yang lainnya


" Nay, ini sudah malam sebaiknya kita pulang sekarang, besok kita harus bekerja!" ucap Nina yang sudah jenuh berada di antara mereka


" Kenapa harus buru-buru?" cegah Derry


" Kami hanyalah pegawai bawahan, punya jam kerja yang harus kami patuhi. ini sudah larut malam kami butuh istirahat agar besok bisa datang tepat waktu!" sahut Nina datar


Lagi-lagi ucapan Nina menarik perhatian semua orang


" Nina kenapa kamu bicara seperti itu?" ucap Mayang yang merasa tidak enak hati dengannya


" Maaf Mayang, aku dan Naya beda level dan beda kelas dengan kalian, kami harus sadar akan hal itu"


" Ayok Nay kita pergi sekarang!" Nina sudah beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan Freya


Freya tidak bisa menolak ajakan sahabatnya itu, walaupun sejak tadi sahabatnya itu diam saja Freya tahu kalau sebenarnya sahabat baiknya itu tengah menahan amarahnya.


Mayang pun ikut berdiri, dia melihat kemarahan Nina atas sikap dan ucapan Veronica terhadap Freya, dia semakin merasa tidak enak hati kepada kedua sahabatnya itu


" Nina, Naya tunggu kalian jangan pergi dulu!" cegah Mayang


" Maaf Mayang, kami harus pergi ini sudah malam, sampai bertemu besok!" ucapnya lalu menarik tangan Freya


" Mba Mayang aku pamit!" Ucap Freya yang mengikuti langkah kaki Nina


Ken menatap punggung Freya yang semakin menjauh


Veronica menatap Ken tidak suka, ada perasaan benci pada Freya setiap kali melihat sikap Ken yang sering memperhatikan Freya


" Aku percaya padamu kok Ken, aku yakin kamu itu tidak seperti suaminya Naya yang ber***sek dan tidak bertanggung jawab, lagian berani-beraninya ya Naya menyamakan mu dengan suaminya, ya jelas bedalah... pria macam apa sih yang sudah menikahi gadis itu membuat ku jadi penasaran saja bisa-bisanya Naya menyamakan mu dengannya!" ucap Veronica yang tanpa dia sadari ucapannya itu semakin memancing kemarahan Ken


Brakk


Lagi-lagi Ken menggebrak meja lalu pergi begitu saja meninggalkan Veronica dengan mulut menganga karena saking terkejutnya, begitu juga dengan yang lainnya mereka menatap heran pada Ken yang terlihat sedang marah besar

__ADS_1


David pun yang menyadari kemarahan atasannya itu dengan cepat langsung menyusulnya, dia pun tidak ingin mendapat amukan dari pria dingin dan arogan itu


__ADS_2