
Waktu terus berjalan, tidak ada hal yang lebih penting selain menikmati dan menggunakan waktu sebaik mungkin, begitulah prinsip yang diterapkan Freya saat ini.
Gadis yang sudah berstatus sebagai seorang isteri itupun tidak ingin membuang waktunya dengan percuma apalagi terus-menerus meratapi nasibnya.
Freya dengan menggunakan nama Naya kini sudah mulai bangkit, keceriaan gadis itu yang sempat meredup pun kini sudah kembali.
Nina sebagai seorang sahabat yang selalu setia mendampingi dan mensuport nya pun merasa senang melihat perubahan Freya yang sudah mulai kembali ceria dan tidak bersedih lagi
" Freya!" cicit Nina saat melihat penampilan sahabatnya itu terlihat berbeda dari biasanya
" Kenapa, aneh ya aku berpenampilan kayak gini?" tanya Freya sambil memutar tubuhnya
" Bukannya aneh tapi sumpah deh Frey kamu cantik banget, aku sampai pangling loh" decak kagum Nina melihat Freya yang kini berpenampilan menarik dan sedikit modis.
Rambut yang biasanya di kuncir dua kini ia gerai, kaca mata yang selalu bertengger di hidungnya pun ia lepas, gaya pakaiannya pun terlihat lebih menarik, Freya belajar banyak memadukan pakaian dari Nina sehingga sekarang penampilan gadis itu jauh lebih menarik dari biasanya.
" Masa sih Nin?" Freya jadi malu sendiri di puji sahabatnya
"Aku suka kamu kayak gini Frey, meskipun kamu ingin merubah image Freya menjadi Naya tapi buat aku kamu masih Freya yang dulu, Freya sahabat aku"
" Tetaplah menjadi Freya yang baik hati dan kuat!" tutur Nina
Dengan perasaan haru Freya langsung berhambur memeluk Nina sahabat baiknya yang selalu ada untuknya dalam keadaan suka maupun duka
" Terima kasih Nina, aku bisa seperti ini juga karena ada kamu yang setia disamping aku dan udah banyak banget membantu aku, tanpa kamu aku enggak tahu akan seperti apa Nin" ucap Freya setelah mengurai pelukannya
" Kita itu sahabatan jadi sudah sepantasnya kita saling membantu dan juga saling mendukung satu sama lain, yang terpenting sekarang kamu itu harus bahagia Freya lupakan kesedihan kamu dan biarkan waktu yang menjawab bagaimana kisah rumah tangga kamu yang hingga kini masih belum ada titik terang itu" tutur Nina dan Freya menganggukkan kepalanya
" Udah jangan nangis lagi, nanti penampilan cantik kamu rusak" Freya tersenyum lalu mengusap sisa air matanya
" Sudah sana berangkat, nanti telat" Seru Nina
" Iya, aku berangkat sekarang, assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Freya kini sudah bekerja di sebuah cafe milik Mayang teman baik Nina sementara Nina sendiri bekerja di restoran yang ada di hotel milik keluarga Mayang
__ADS_1
Meskipun Mayang anak orang kaya tapi gadis itu tidak pernah bersikap sombong, dia suka berteman dengan siapa saja tanpa menilai latar belakang orang tersebut.
__
" Naya, ini beneran kamu ?" tanya Mayang saat tengah meninjau keadaan cafenya yang belakangan nampak begitu sepi
" Iya mba Mayang, kenapa enggak cocok ya?" Freya masih belum percaya diri dengan penampilannya walaupun tadi rekan kerjanya yang lain sudah memujinya dan mengatakan ia sangat cocok dengan penampilannya yang sekarang
" Justru kamu terlihat tambah cantik dan juga menarik" puji Mayang
" Masa sih mbak?" Freya nampak malu-malu
" Kamu ini lebih cocok seperti ini Nay"
" Terima kasih mba"
" Oiya, bagaimana keadaan cafe?" tanya Mayang karena terlihat keadaan cafe nampak semakin sepi pengunjung
" Sepi mbak"
" Mba Mayang kenapa?" tanya Freya melihat wajah lesu bosnya
" Aku bingung Nay, jika cafe ini tidak ada perubahan dan semakin sepi pengunjung dengan terpaksa cafe ini akan ditutup" lirih Mayang membuat Freya dan pegawai cafe yang lainnya yang mendengar ucapan Mayang nampak terkejut
" Aku harus bagaimana lagi Nay agar cafe ini tidak sepi pengunjung?" tanya Mayang
Freya hanya bisa menarik napas panjang bingung harus menjawab apa
" Aku jangan enggak tahu mba" Mayang menjatuhkan kepalanya di atas meja dan Freya yang melihat atasannya itu nampak lesu merasa kasihan lalu ia pun berinisiatif untuk membuatkannya minum
" Emmmm... mbak Mayang aku buatkan minum ya?" tanya Freya dan Mayang menjawab hanya dengan anggukan kepala
Freya lalu pergi meninggalkan Mayang untuk membuatkannya minum, setelah beberapa menit Freya sudah kembali dengan membawa secangkir teh buatannya sendiri dan tidak lupa dengan cemilan yang memang sengaja ia buat khusus untuk atasannya itu
" Mba Mayang silahkan di minum, semoga setelah minum teh ini mba Mayang bisa merasa lebih baik" ucap Freya
" Terima kasih ya Nay" Mayang pun meraih cangkir teh yang ada di hadapannya dan langsung meneguknya
__ADS_1
Sedetik kemudian Mayang merasakan sensasi yang lain setelah meneguk teh yang dibuat Freya
" Nay, teh ini?"
" Kenapa mba dengan teh nya, mba enggak suka ya?"
" Bukan, bukan begitu maksudku. teh ini kamu sendiri yang buat?" tanya Mayang dan Freya mengangguk
" Iya mba" jawab Freya
Seketika Mayang muncul ide untuk membuat cafe itu kembali ramai, teh yang dibuat Freya sangat berbeda dengan teh yang selama ini ia minum, Mayang sangat tertarik dengan rasanya , jika cafe tersebut menyajikan teh yang sensasinya bisa membuat orang yang meminumnya menjadi rileks pasti akan membuat para pengunjung cafe tertarik dan juga menyukai teh buatan Freya
" Nay, kamu mau enggak bantu aku buat cafe ini bangkit kembali dan ramai pengunjung?" tanya Mayang penuh harap
Freya mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud pertanyaan Mayang, bagaimana bisa ia membangkitkan cafe tersebut karena dia saja tidak tau caranya
" Ya mau mbak, tapi kan aku enggak tahu caranya" Freya nampak bingung sendiri bagaimana bisa Mayang memintanya untuk membantu membangkitkan cafe miliknya yang kini sangat sepi
" Teh yang kamu buat ini rasanya sungguh menarik Nay dan aku sangat suka" ucap Mayang menjeda ucapannya
"Kalau kamu mengizinkan, aku ingin menambahkan teh buatanmu ini sebagai menu baru di cafe ini, bagaimana?" Mayang sangat berharap Freya menyetujui keinginannya itu karena dia sudah tidak punya ide apa-apa lagi untuk meramaikan cafenya itu
" Bagaimana ya mba" Freya nampak berpikir
" Ayolah Nay tolong cafe ini agar bisa kembali ramai pengunjung" pinta Mayang
" Memangnya bisa ya mba, teh yang aku buat itu kan hanya teh biasa?" ucap Freya yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Mayang atasannya itu
" Jika tidak di coba bagaimana kita bisa tahu Nay, tapi aku percaya kok Nay teh buatan kamu itu pasti akan banyak di sukai para penikmat teh" sahut Mayang dengan penuh semangat
"Tapi bagaimana kalau_"
Mayang langsung memotong ucapan Freya
" Naya, kita harus optimis apapun nanti hasilnya, setidaknya kita sudah mencoba" tutur Mayang
Freya pun akhirnya menyetujui permintaan atasannya itu, walaupun ia tidak begitu yakin dengan hasilnya tapi seperti apa yang Mayang bilang jika tidak mencoba maka mereka tidak akan tahu
__ADS_1