
" Cukup!" bentak Freya
Nina menatap Freya dengan tatapan penuh tanda tanya, begitu juga dengan David yang menatap bingung ke arah keduanya
" Oke, aku tidak akan banyak bicara lagi, tapi kamu harus ikut dengan ku sekarang!"
Tanpa menunggu persetujuan dari Freya tangan Ken dengan cepat sudah menarik pergelangan tangan Freya dan membawanya pergi begitu saja membuat Nina dan David membeku di tempat melihat keduanya yang sudah berlalu dari hadapan mereka
Sesampainya di depan mobil miliknya, Ken langsung memaksa Freya masuk kedalam mobil
" Siapa yang bilang aku mau ikut denganmu, minggir!" Freya memberontak hendak keluar lagi dari dalam mobil namun berhasil dicegah oleh Ken
" Duduk dan diamlah kalau tidak aku bisa berbuat lebih!" ancam Ken
" Dasar stres!" umpat Freya
Ken dengan gerakan cepat memutari mobilnya dan langsung masuk, tanpa menunggu lama mobil itu kini sudah melesat membelah jalanan
ibu kota
" Kau mau membawaku kemana? ini sudah malam aku mau pulang" Ketus Freya
Ken hanya meliriknya sekilas tanpa menjawab pertanyaan Freya lalu fokus kembali pada kemudinya
" Kenapa kau tidak menjawab, dasar menyebalkan"
" Jika aku tahu sejak awal kau orang yang sangat menyebalkan dan sangat jahat tentu saja aku pasti akan menolak menikah dengan mu" cerocos Freya
" Bapak sudah sangat percaya padamu dan aku... aku pun sudah begitu percaya dengan pilihan bapak tapi ternyata kami telah salah menilai orang" ungkapnya dengan jujur
Ken hanya mendengarkan tanpa berniat menimpali
" Hiks... Hiks... pak maafkan Freya, karena menikahkan Freya dengan pria yang salah sudah membuat bapak jatuh sakit dan meninggalkan Freya sendirian, hiks...hiks... Freya sudah lelah pak !" lirih Freya saat teringat kembali dengan mendiang bapaknya dan merasa sangat bersalah
Ckiiiitttttt
Mobil pun berhenti seketika saat Ken tidak sengaja menginjak pedal rem
Deg
Degup jantung Ken berdetak sangat cepat, dadanya bergemuruh hebat matanya menatap lurus ke depan menahan sakit akibat dentuman keras yang menghantam hatinya oleh perkataan yang diucapkan Freya
Ken menoleh dan menatap pilu kearah gadis tak berdosa yang sudah banyak ia sakiti akibat keegoisan dan sikap pengecutnya
" Kenapa? kenapa kau lakukan ini padaku hiks...hiks .., apa salah ku dan juga bapak padamu sampai kau tega melakukan hal sekejam ini pada kami?" Freya menoleh kearah Ken dan menatap Ken dengan derai air mata yang sudah mengalir deras
Ken semakin dibuat terhenyak melihat air mata yang meluncur dengan bebasnya di pipi Freya
" Ma..maaf!" Ken mengulurkan tangannya mengusap air mata Freya yang masih mengalir
" Maafkan aku!" ucapnya lagi
Freya menatap dalam manik mata Ken begitu juga dengan sebaliknya, keduanya bersirobok menyelami perasaan masing-masing
Deg
Deg
Deg
Jantung keduanya berdegup sangat kencang, bak musik disko yang jedag jedug bersahut-sahutan
" Kenapa kau lakukan ini padaku? jika kau tidak mencintai ku , tidak menginginkan pernikahan ini kenapa kau tidak melepaskan ku saja? aku butuh kejelasan status ku, aku mohon padamu lepaskan aku, ceraikan aku!" lirih Freya menangis tergugu
Ken terdiam, ada seonggok daging yang bernama hati terkoyak mendengar permohonan gadis yang masih berstatus isterinya
" Maafkan aku Freya, tapi aku tidak bisa menceraikan mu apa pun yang terjadi"
__ADS_1
Freya melotot mendengar ucapan Ken yang tidak mau menceraikannya
" Kamu egois!" marah Freya
Ken merengkuh kedua bahu Freya dan menatap dalam-dalam manik matanya
" Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan pernikahan kita, aku akui aku sudah melakukan kesalahan besar padamu, mungkin kata maaf pun tidak akan pernah cukup untuk menebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu dan juga bapak"
Ken menjeda kata-katanya, menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar
" Tapi aku mohon mari kita perbaiki lagi semuanya, kita mulai semuanya dari awal!" pinta Ken yang merasa sangat bersalah
Freya terdiam sejenak matanya balas menatap dalam-dalam manik mata Ken, mencari ketulusan dan kejujuran pria yang masih berstatus suaminya
" Itu tidak mungkin, aku tahu posisi ku, kita terlalu jauh berbeda. Aku juga tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan mu. kau akan menikah dengan Veronica dan aku tidak mau dikatakan sebagai pelakor!"
Ken menggelengkan kepalanya pelan " Aku tidak pernah mengatakan kalau aku akan menikah dengan Vero, semua itu hanya rencana papaku dan keluarga Vero, aku sudah menolaknya." terang Ken
Freya mendengus, walaupun itu rencana orang tua mereka tetap saja mereka akan segera menikah dan apalah artinya pernikahan mereka yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya
" Kalau begitu lepaskan aku!" pinta Freya
" Tidak akan" tegas Ken
" Orang tuamu sudah menentukan pernikahan kalian berdua jadi untuk apa kau pertahankan pernikahan kita yang bahkan sejak dulu pun tidak pernah kau anggap ada?" tekan Freya
" Aku_" Ken tercekat
" Untuk apa pernikahan ini di paksakan, bukankah tidak pernah ada cinta didalamnya? jika kita paksakan yang ada hanya akan saling menyakiti!" tungkas Freya
" Aku akan berusaha untuk tetap mempertahankan pernikahan kita, setuju tidak setuju kau akan tetap menjadi isteriku dan ingat hanya kau satu-satunya yang akan menjadi isteriku!" tegas Ken
" Kenapa kau itu keras kepala sekali, untuk apa memaksakan sesuatu yang tidak ada artinya apa-apa, dasar egois" geram Freya
Ken yang sudah siap menyalakan mesin mobilnya kembali menoleh ke arah Freya
Deg
Freya seketika melotot mendengar ucapan Ken yang sungguh mengejutkannya
" Apa maksudmu? jangan bicara omong kosong, siapa yang tengah mengandung anakmu!" dengus Freya
Ken tersenyum menatap Freya dengan intens
" Apa kau lupa, kita sudah melakukannya dan bukan hal yang tidak mungkin jika saat ini salah satu dari benihku sedang berkembang dalam rahimmu"
Glek
Freya menelan salivanya dengan kasar
" Ka..kau jangan asal bicara, kita hanya melakukannya sekali dan itupun karena kau yang telah memanfaatkan keadaan ku jadi tidak mungkin aku hamil" ucap Freya sedikit terbata
" Memanfaatkan keadaan kata mu?" Ken memicingkan matanya
" Aku tidak memanfaatkan keadaan tapi aku justru menolong mu, jika tidak mungkin kau sudah dipakai secara paksa oleh mereka!"
" Dan tidak ada yang tidak mungkin, meskipun kita hanya melakukannya sekali jika tuhan sudah menghendaki tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, benarkan?" tambahnya lagi
Deg
Hati Freya terasa tercungkil, memang benar Ken telah menyelamatkan dirinya dari para penjahat itu tapi kenapa Ken justru melakukan hal itu kepadanya
" Aku suamimu, dan aku juga yang berhak atas dirimu, jadi aku bukan memanfaatkan mu saat kau dalam keadaan lemah, aku tidak mungkin membiarkan mu tersiksa karena pengaruh obat laknat itu" tutur Ken
" Aku pun berterima kasih kepada mu karena kau sudah menjaganya untuk ku, aku bahagia karena aku menjadi yang pertama untuk mu!" ucap Ken membuat wajah Freya seketika berubah merah
Freya tertunduk, antara malu dan marah menjadi satu.
__ADS_1
Ingin rasanya menghajar pria yang ada dihadapannya saat ini karena sudah merenggut apa yang sudah dijaganya selama ini tapi bagaimana pun laki-laki itu adalah suaminya sendiri diapun berhak atas dirinya
" Sudahlah, biarkan aku yang menyelesaikan urusan ku dengan Veronica dan juga papa ku, aku hanya ingin kau bersedia memaafkan ku dan menerima pernikahan ini"
Freya tersenyum miring, memangnya selama ini siapa yang tidak menerima pernikahan ini dari awal bukankah dia yang justru menjadi korban keegoisan suaminya itu
" Kau bicara mudah sekali ya, seakan ini hanyalah masalah kecil" dengus Freya
" Setelah mencampakkan ku tanpa perasaan kini dengan mudahnya kau bilang agar aku menerima pernikahan ini? dari awal siapa memangnya yang tidak menganggap pernikahan ini ada? bahkan disaat aku menunggumu datang, kau malah asik bersenang-senang dengan wanita mu itu bahkan merencanakan pernikahan kalian!' marah Freya
Deg
Ken kembali tersentil oleh ucapan pedas Freya
Ken mengusap wajahnya kasar " Iya aku minta maaf, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu. Aku mengaku salah!" ucap Ken yang merasa sangat bersalah dan sudah menyesali semua perbuatannya selama ini terhadap Freya
Freya tidak menimpali ucapan Ken, dia memilih membuang pandangannya keluar jendela
Ken menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya kembali
" Aku mau pulang, antarkan aku pulang atau turunkan aku sekarang!" ucap Freya tampa menoleh
" Kita akan pulang tapi ke rumah ku!"
Freya langsung membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Ken yang justru bersikap sangat santai
" Jangan gila!" umpat Freya
" Apakah seorang suami membawa isterinya pulang ke rumahnya sendiri itu sesuatu hal yang GILA!" balas Ken dengan menekankan kata-katanya
Freya mendengus kesal " Isteri yang mana? isteri yang dibuang lalu ingin dipungut kembali begitu?"
Ken menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar " Jangan bicara seperti itu lagi, aku sudah mengakui kesalahan ku dan aku ingin memperbaikinya" Freya terdiam
" Aku tahu hatimu sudah terlanjur sakit atas perbuatan ku tapi apakah tidak ada kesempatan untuk aku memperbaikinya?" tanya Ken
Freya masih terdiam " Apa aku tidak pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua?" Ken nampak sendu
" Antar aku pulang" Freya mengabaikan ucapan Ken
" Baiklah aku akan mengantar mu pulang" ucap Ken
" Jika memang aku tidak pantas mendapatkan kesempatan itu, aku tidak akan memaksa mu lagi, kalau memang perpisahan ini yang kau inginkan, aku akan mengabulkannya tapi_!" Ken menjeda ucapannya
" Aku akan menceraikan mu sesuai dengan apa yang kau inginkan tapi setelah aku memastikan kau tidak mengandung anakku" Freya membulatkan matanya mendengar penuturan Ken
" Jika kau mengandung anakku maka perceraian itu tidak akan pernah terjadi, dan satu lagi jangan pernah membohongi ku" tegas Ken
" Bagaimana, apa kau setuju?" tanya Ken
Freya nampak berpikir sejenak setelah itu mengangguk pelan
" Baiklah, dan aku yakin aku tidak akan hamil anakmu" jawab Freya
" Aku justru berharap kau hamil anakku" Sela Ken
" Itu tidak akan pernah terjadi" ketus Freya
" Aku akan selalu berdoa semoga harapan ku menjadi kenyataan!" Freya melotot, kesal dengan pria yang ada di hadapannya saat ini
" Aku ingin kau menceraikan ku sebelum hari pernikahan mu diselenggarakan" tegas Freya
" Karena aku tidak akan rela jika di tengah pernikahan ku ada wanita lain, jadi secepatnya kau urus surat perceraian kita!" lanjutnya
" Siapa yang akan menikah lagi? sudah aku katakan hanya kau yang akan menjadi istriku tidak dengan Veronica" tegas Ken
Jlep
__ADS_1
Entah ia harus merasa senang atau justru sebaliknya, tapi yang jelas Freya tidak ingin mengulangi hal yang sama, karena terlalu percaya justru ia harus menanggung luka