Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Teringat


__ADS_3

Keadaan cafe Mayang kini sudah mulai ramai, benar saja teh yang dibuat oleh Freya menjadi minuman favorit di cafe tersebut


Bukan hanya para mahasiswa yang datang ke tempat itu sebagai tempat kongkow-kongkow tapi juga para pengusaha pun ada yang menjadi cafe tersebut sebagai tempat pertemuan.


Cafe tersebut pun sudah banyak perubahan, Mayang semakin memperbesar cafe tersebut bahkan sudah membuat ruang VVIP untuk para pembisnis yang ingin mengadakan pertemuan


" Naya, terima kasih banyak ya atas kerja keras kamu " ucap Mayang pada Freya di saat cafe tersebut sudah tutup


" Sama-sama mbak, ini semua juga kan berkat kerja keras mba Mayang sendiri, aku mah cuma peracik teh aja" ucap Freya di selingi kekehan


Mayang tersenyum merasa sangat menyukai sikap gadis yang ada di hadapannya saat ini


" Tapi berkat teh buatan kamu itu cafe ini bisa menjadi sebesar ini Nay, aku bahkan tidak menyangka loh sebelumnya" ungkap Mayang


Nina pun datang untuk menjemput Freya membuat perbincangan mereka pun terhenti sejenak " Duh semakin hebat aja kamu Mau!" puji Nina


" Alhamdulillah Nin, aku juga sangat berterima kasih loh sama kamu berkat kamu juga cafe ini bisa berjalan selancar ini" ungkap Mayang


" Di mana letak peran aku Mayang? kamu ini ada-ada aja aku kesini aja cuma jemput Fre_ maksudku Naya aja kok" ucap Nina


Mayang pun mengatakan pada Nina kalau karena dia sudah memperkenalkan Naya dan merekomendasikan gadis itu bekerja di cafenya lah yang sudah membatunya dalam melancarkan cafe tersebut


Ketiga gadis itu pun tertawa bersama mereka merasa sangat senang karena kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang maksimal


Nina juga bahkan merekondisikan Freya untuk bekerja di restoran hotel milik Mayang, awal gadis itu menolak tapi berkat bujukan Mayang lagi-lagi gadis itupun tidak menolak apalagi ia hanya bekerja dengan jadwal yang sudah di tentukan hanya datang pada saat acara-acara tertentu saja


Freya merasa sangat senang dengan kesibukan yang dia jalani saat ini setidaknya dia bisa melupakan kesedihannya dan tidak lagi memikirkan nasib perbaikannya yang tidak jelas itu, dia pun sudah memutuskan jika suatu hari bertemu dengan Ken dia akan meminta keputusan untuk berpisah


Meskipun Freya tinggal di kota dia selalu mendapat kabar dari Iwan kalau laki-laki yang hanya sekedar menikahi dirinya itu hingga saat ini pun belum juga datang ke rumahnya, hal itulah yang membuat Freya yakin untuk berpisah dengan suami yang tidak pernah menganggapnya


Bruk


Tanpa sengaja Freya menabrak seseorang ketika hendak masuk ke dalam sebuah mall


" Maaf " ucap Freya merasa bersalah


" Tidak apa-apa" ucap seorang pria tampan dengan penampilan yang begitu gagah dan berkarisma


Pria itupun melangkah tegas masuk ke dalam mall dan Freya menatap punggung laki-laki itu dengan tatapan sendu


Entah kenapa ia tiba-tiba saja teringat dengan laki-laki yang beberapa bulan lalu menikahi dirinya

__ADS_1


" Kenapa rasanya sesakit ini ya" Freya pun melangkahkan kakinya dengan gontai


Sementara di tempat yang berbeda laki-laki yang baru saja muncul pikiran Freya tengah asik bermesraan dengan seorang wanita yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya kembali


Sikap lembut dan pesona kecantikan seorang Veronica telah berhasil meluluhkan hati seorang Kendrick, meskipun pernah merasa di sakiti tapi entah kenapa laki-laki bisa dengan mudah menerima wanita itu kembali menjadi kekasihnya bahkan sampai melupakan statusnya yang sudah beristri


" Sayang bagaimana kalau malam ini kamu menginap di apartemen ku?" bujuk Veronica bergelayut manja di lengan Ken


" Tidak untuk sekarang Vero, aku takut khilaf jika hanya berduaan dengan mu" tolak Ken


" Bukankah kita juga nanti akan menikah jadi kalau khilaf pun aku rasa itu tidak jadi masalah sayang" Veronica terus saja memancing Ken


Mendengar ucapan Veronica membuat Ken hanya geleng-geleng kepala dan merasa gemas dengan kekasihnya itu


" Kamu jangan memancingku Vero!" Ken mencubit gemas hidung Veronica


Sampai akhirnya kegiatan mereka terganggu saat mendengar suara pintu ruangannya di ketuk dari luar


Veronica yang tengah duduk di pangkuan Ken pun langsung turun saat Ken mengangkat tubuhnya


" Masuk!" teriak Ken


" Ada apa?" tanya Ken saat melihat tatapan tidak suka David pada Veronica


David memang tidak suka saat mengetahui Ken kembali lagi menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya itu, entah kenapa pria itu merasakan ada sesuatu pada Veronica yang tiba-tiba muncul kembali kedalam kehidupan atasannya itu


Pria itu sudah menjelaskan pada Ken akan rasa kecurigaannya itu terhadap Veronica namun Ken yang sudah dibutakan oleh cintanya itu tidak mengindahkan sama sekali ucapan David


" Maaf tuan, anda ada janji temu klien di cafe Mayang siang ini!" ucap David memberitahu


" Oke, aku bersiap sekarang kamu tunggu saja di mobil"


" Baik tuan" David membungkukkan badannya lalu pamit undur diri


Veronica menghentakkan kakinya merasa kesal karena Ken harus pergi dan meninggalkan dirinya


" Kenapa cemberut hem?" Ken menoel hidung Veronica


" Kau mau meninggalkan ku kan?" Ken tergelak mendengar ucapan Veronica


" Aku ada pertemuan dengan klien hari ini, kau ini seperti aku akan meninggalkan mu jauh saja, lagi pula besok kita masih bertemu kan"

__ADS_1


Veronica memasang wajah cemberut dan hal itu membuat Ken terkekeh " Sudahlah jangan cemberut seperti itu, nanti cantik mu hilang"


" Kau ini bukan membujukku tapi malah membuat ku semakin kesal"


" Maaf, aku harus pergi sekarang. ayo aku antar kamu sampai bawah"


" Tapi malam ini kamu datang ya ke apartemen ku" pinta Veronica dengan wajah memohon


" Aku tidak janji tapi akan aku usahakan" ucapnya


Setelah drama perpisahan yang memuakkan di mata David akhirnya pria itu pun kini sudah berada di sebuah cafe yang David katakan tengah viral dan banyak para pengusaha yang datang kecafe tersebut hanya untuk sekedar minum teh


Ken dan David kini sudah memasuki cafe tersebut, keduanya pun di sambut hangat oleh tuan Marvel yang menjadi rekan bisnis PT KNP grup


Pertemuan pun berjalan lancar keduanya juga sudah menandatangani kontrak kerjasama


" Jangan terburu-buru tuan Ken, sangat disayangkan jika sudah berada di cafe ini tapi tidak menikmati suguhan teh yang tengah viral itu" ucap tuan Marvel pada saat Ken hendak undur diri


" Teh disini sangat terkenal dan saya juga sudah membuktikannya rasanya yang sungguh luar biasa, membuat siapapun yang meminumnya pasti ingin terus menikmatinya lagi dan lagi " tutur tuan Marvel


David yang merasa penasaran pun membujuk atasannya itu agar mencobanya terlebih dahulu baru pergi


" Tuan tidak ada salahnya jika kita mencobanya terlebih dahulu, jika rasanya seperti yang tuan Marvel katakan bukankah bagus jika kita bisa merekomendasikan tempat ini untuk pertemuan selanjutnya" usul David membuat Ken berpikir sejenak dan detik kemudian ia pun menyetujui usul David


Setelah beberapa menit menunggu seorang pelayan pun masuk ke dalam ruangan VVIP tersebut dan menyajikan teh disertai dengan kue sebagai pendampingnya


Tuan Marvel nampak begitu menikmati teh tersebut, ia terus memuji pembuat teh tersebut yang dinilai begitu hebat bisa menyajikan teh seenak itu.


Ken dan David pun turun mencoba teh tersebut, David yang memang tidak terlalu paham dengan rasa teh merasa teh itu memang sangat enak tapi tidak memiliki kesan apa pun tapi jauh berbeda dengan reaksi laki-laki yang berada di sampingnya.


Ken membulatkan matanya saat teh yang baru saja ia teguk sampai di tenggorokannya, rasanya begitu mencekik lehernya saat tiba-tiba bayangan wajah seseorang melintas di ingatannya


" Teh ini?" gumam Ken lirih


" Bagaimana menurut mu dengan rasa teh ini tuan Ken ?" tanya tuan Marvel yang melihat reaksi sedikit aneh pada rekan bisnisnya itu


Ken bergeming pikirannya masih tertuju pada pembuat teh tersebut


" Freya"


Tiba-tiba jantung Ken berdegup begitu kencang saat mengingat kembali gadis yang hanya sekedar ia nikahi dan tanpa perasaan ia tinggalkan begitu saja

__ADS_1


__ADS_2