Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Obat Herbal


__ADS_3

" Euhhh...!" Terdengar suara lenguhan seorang wanita yang baru saja mengerjapkan matanya menetralisir cahaya yang masuk ke dalam retinanya


" Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Naya" ucap Mayang yang dikejutkan saat baru datang ke ruangan Ken melihat Freya yang tiba-tiba jatuh pingsan


" Iya Frey, kita semua sangat mengkhawatirkan keadaan kamu tadi yang tiba-tiba aja pingsan" ucap Nina


" Maaf sudah membuat kalian khawatir!" ucap Freya dengan wajah sendu


" Tidak perlu meminta maaf ya terpenting sekarang kamu sudah sadar" sahut mba Mayang


Nina mencegah pergerakan Freya yang hendak beranjak dari tempat tidurnya


" Kamu mau ngapain Freya?" tanya Nina menahan pergerakannya


" Aku mau bangun, aku mau melihat keadaan mas Ken" sahut Freya


" Jangan sekarang Frey, sebaiknya nanti saja kalau kondisi kamu sudah baikkan, kamu tuh masih butuh istirahat !" cegah Nina


" Tapi_"


" Freya demi anak kalian, menurut lah!" pinta Nina lagi


" Iya Nay, tunggulah sebentar jika dokter sudah mengizinkan kamu untuk turun dari tempat tidur, nanti kamu bisa menemui suami kamu Nay" tutur Mayang


" Aku sudah tidak apa-apa mba Mayang, Nina... !" ucap Freya meyakinkan keduanya


" Iya kami tahu Nay kamu merasa sudah baikkan sekarang tapi bagaimana dengan bayi yang ada di dalam kandungan kamu, dia juga butuh perhatian dari kamu Nay, setidaknya tunggulah sampai dokter memeriksa keadaan kamu lagi" tutur Mayang memberi pengertian kepada sahabat baiknya


" Iya mbak" ucap Freya akhirnya mengalah


Setelah dokter menyatakan kondisi Freya sudah stabil dan kondisi janinnya pun sehat dan kuat akhirnya Freya kembali ke ruangan dimana Ken tengah berbaring dengan selang infus menancap di punggung tangannya


" Mas!" Freya tidak pernah bosan memanggil namanya


Hampir setiap hari Freya mengajak Ken berbicara, ia menceritakan kesehariannya dan juga keadaan kandungannya


Sudah hampir 2 Minggu Ken masih belum sadarkan diri, para sahabatnya pun merasa kasihan melihat keadaan sepasang suami isteri itu terutama melihat Ken yang masih belum juga sadarkan diri


Papanya Ken tuan Pramudya pun memutuskan untuk datang menjenguk putra satu-satunya bahkan pria paruh baya itupun merasa sangat sedih melihat kondisi yang menimpa putranya itu, sungguh ia merasa menyesal karena pernah berencana menjodohkan Ken dengan Sarah wanita yang tidak berhati itu

__ADS_1


Melihat Freya yang sungguh telaten merawat dan menjaga Ken membuat Pramudya merasa terharu dan akhirnya memilih mengalah demi kebahagiaan putra semata wayangnya, Pramudya memutuskan untuk merestui hubungan keduanya dan jika Ken sadar nanti dia pun berjanji tidak akan memaksakan kehendaknya lagi pada Ken


Pramudya sadar harta yang paling berharga yang ia miliki hanyalah Ken, dia tidak punya siapa-siapa lagi kecuali putranya Kendrick


Meskipun pria paruh baya itu sudah menikah lagi dengan wanita yang sudah menggeser kedudukan almarhum isterinya itu tetap saja ia merasa kesepian karena sang isteri terlalu banyak menuntut dan selalu memojokkan dirinya yang membuat hubungan dirinya dengan sang putra semakin memburuk


Pramudya akhirnya mengambil keputusan yang cukup besar, pria paruh baya itu memberi pilihan kepada sang isteri mau menganggap dan memperlakukan Ken seperti anaknya sendiri dan tidak akan banyak menuntut apapun lagi pada dirinya atau memilih jalan masing-masing dalam artian berpisah


Wanita yang sudah menikah dengan Pramudya itupun akhirnya dengan berat hati memilih untuk mengalah dan berusaha untuk menerima Ken seperti putranya sendiri dan berjanji tidak akan lagi mengusik kehidupannya dari pada ia harus hidup kembali sebagai orang miskin


Lagi pula Veronica yang merupakan keponakannya itu pun sudah memilih untuk melanjutkan karirnya di dunia modeling dari pada ia harus mengejar cinta Ken yang sudah tidak mungkin ia miliki lagi


Freya pun merasa bersyukur karena sang mertua akhirnya sudah mau menerima dirinya sebagai menantu di keluarga Pramudya


" Mas, cepatlah bangun mas apa kamu tau papah sudah menerima ku dan juga anak kita mas, apa kamu tidak merindukan aku dan anak kita lagi mas, kenapa kamu betah banget si mas tidur terus, hiks.... hiks...!"


" Mas bangun dong mas... hiks...hiks... coba kamu rasakan mas anak kita ingin bermain sama papanya, dia bergerak terus mas ingin kamu mengelusnya, hiks...hiks..." Freya kembali terisak ia tidak sanggup melihat keadaan Ken yang masih setia menutup matanya


Gery dan Martin yang ada di ruangan itupun ikut menitikkan air matanya mereka sungguh tidak tega melihat keadaan Freya yang jadi sering banyak menangis akhir-akhir ini


Pramudya yang sejak tadi berada di ruangan itupun sama sedihnya dengan apa yang Freya rasakan, ia ingin putranya cepat-cepat sadar dan ingin sekali mengatakan maaf kepada putranya yang sering ia perlakukan dengan buruk


Atensi semua orang yang ada di ruangan itu pun beralih pada sumber suara


Begitu pun dengan Freya yang langsung menoleh ke arah pintu yang baru saja terbuka dan melihat Iwan yang datang bersama Nina sambil membawa sebuah kotak yang tidak asing lagi di matanya


Melihat kotak tersebut mata Freya membulat sempurna dan langsung beranjak dari tempat duduknya


" Ini!" Iwan menyerahkan kotak tersebut kepada Freya yang langsung diambilnya dengan tangan yang sedikit bergetar


Kenapa ia sampai melupakan kotak tersebut, melihat kondisi Ken membuat ia tidak bisa berpikir dengan jernih, untung saja Iwan dan Nina mengingatkannya


" Terima kasih!" ucap Freya


Dengan cepat Freya membuka kotak tersebut dan semua mata menatap ke arahnya


Mayang dan Derry yang baru datang pun tidak berani bersuara saat melihat wajah Freya yang nampak serius dengan beberapa peralatan yang ada di hadapannya yang tadi dia keluarkan dari dalam kotak yang dibawa oleh Iwan


Freya meminta tolong pada Nina untuk merebus beberapa obat herbal racikannya sendiri

__ADS_1


Sahabatnya itu memang sungguh cekatan dan tau apa yang Freya butuhkan, mereka membawa semua peralatan yang biasa Freya gunakan ketika mengobati orang-orang yang membutuhkan pertolongannya


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu nampak tercengang dengan apa yang sedang Freya lakukan


Ia melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ia racik sendiri


Setelah siap ramuan herbal tersebut pun diminumkan pada Ken


" Tunggu dulu, apa sebenarnya yang sedang kamu lakukan?" tanya Pramudya takut apa yang diberikan Freya membahayakan putranya


" Tuan tenang saja, sahabat saya ini mengerti dengan dunia kesehatan mungkin karena panik ia sampai melupakan hal ini jadi biarkan dia berkonsentrasi untuk menyembuhkan pak Ken!" ucap Nina menjawab pertanyaan dari Pramudya


" Om tenang saja serahkan semuanya kepada Naya, tidak mungkin kan Naya mencelakakan suaminya sendiri ayah dari anak yang dikandungnya!" ucap Martin yang diangguki oleh Gery membenarkan


" Apa yang dikatakan tuan Martin itu benar tuan, Freya dulu juga pernah mengobati Ken ketika dia mengalami perampokan di desa kami !" ucap Iwan


Disaat semua tengah menjelaskan pada Pramudya, Freya tetap menjalani pengobatannya kepada Ken


Dengan perlahan dan dibantu oleh Gery yang mengangkat sedikit tubuh Ken agar memudahkannya meminumkan obat herbal racikannya itu


Setelah selesai diminumkan obat herbal tersebut Gery kembali merebahkan tubuh Ken dengan sangat hati-hati


Sekitar 15 menit mereka pun dikejutkan dengan pergerakan kecil yang terjadi pada jari Ken


Pramudya yang tengah duduk di samping Ken pun sedikit terkejut, Freya sendiri saat itu tidak berada di ruangan Ken, dia bersama Nina, Iwan dan Mayang sedang berada di kantin untuk mengisi perutnya yang sudah terasa lapar


Melihat ada pergerakan pada jari Ken membuat Pramudya tersentak dan langsung beranjak dari tempat duduknya


" Ken apa kau sudah sadar nak!" ucap Pramudya mendekatkan wajahnya pada wajah Ken


Pria paruh baya itu nampak berbinar melihat ada pergerakan pada jemari sang putra


Martin, Gery dan Derry yang duduk di sofa pun sontak beranjak dari tempat duduknya setelah mendengar suara Pramudya yang memanggil nama Ken.


" Apa Ken sudah sadar Om?" tanya Gery dan mereka bertiga terkejut sekaligus lega setelah mendapat jawaban anggukan kepala oleh Pramudya


" Cepat Gery panggilkan dokter!" ucap Pramudya


Gery pun bergegas memanggil dokter dan tidak berapa lama dokter pun masuk untuk memeriksa kondisi Ken

__ADS_1


Freya yang baru saja kembali dari kantin bersama Mayang, Nina dan Iwan dibuat tercengang ketika baru saja membuka pintu ruangan tersebut


__ADS_2