
Suasana di ruang VIP cafe milik Mayang nampak sedikit tegang
Veronica yang tidak tahu malunya langsung mengatakan tentang sikap Freya yang bersikap buruk terhadapnya pada Mayang
Freya sendiri lebih memilih untuk diam saja, gadis itu sangat malas meladeni orang yang suka memutar balikkan keadaan
Gery yang sempat melihat keributan keduanya pun akhirnya angkat bicara karena Mayang tunangannya terlihat bingung menghadapi kedua wanita yang sama-sama sahabat baiknya
Meskipun belum begitu lama mengenal Freya tapi Mayang yakin sahabatnya itu adalah gadis baik-baik dan tidak pernah mencari keributan
" Aku rasa masalah ini hanyalah masalah kecil, dan tidak perlu di perpanjang lagi" ucap Gery
" Masalah kecil? sayang apa kau dengar itu, sahabatmu bilang ini masalah kecil oh ya ampun" Veronica tertawa sumbang
" Sayang kenapa kamu diam saja sih calon isteri kamu diperlakukan tidak menyenangkan seperti ini" ucap Veronica dengan lantang dan menekankan kata calon isteri membuat Ken sontak menoleh pada Freya
Deg
Freya merasa seperti dijatuhkan sejatuh jatuhnya saat mendengar kata calon isteri yang tertuju pada pria yang masih berstatus suaminya itu
" Sudahlah Vero, kamu itu masalah sepele aja pakai acara dibesar-besarkan segala!" ucap Martin yang sudah bergabung dengan mereka dan menatap malas pada wanita yang berstatus calon isteri dari sahabatnya itu
" Betul itu, aku sih yakin Naya itu bukan orang yang seperti kamu katakan" ucap Derry menimpali ucapan Martin
" Ken sebaiknya kamu bawa pergi aja gih calon isteri kamu itu dari sini dan jangan ajak dia kesini lagi" ucap Martin yang sontak membuat Ken melotot kearahnya dan bukan hanya dia reaksi Freya pun sama gadis itu pun membelalakkan matanya dan menatap ke arah Ken dengan tatapan yang sulit diartikan saat mendengar kata calon isteri disebut kembali
" Calon isterimu itu mungkin cemburu Ken dengan Naya" Gery pun akhirnya ikut bersuara
Ken mendengus kesal merutuki kebodohannya sendiri yang tidak bisa mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri hubungannya dengan Veronica dan menyangkal ucapan teman-temannya yang selalu mengatakan Veronica adalah calon isterinya
Sebenarnya saat diperjalanan menuju cafe Ken sudah berencana akan mengakhiri hubungannya dengan Veronica setelah mereka kembali ke kantor nanti namun belum lama mereka sampai di cafe tersebut tuan Pramudya papanya Ken menghubunginya
__ADS_1
Ken terkejut ketika papanya itu mengatakan kalau dirinya sudah membicarakan tentang rencana pernikahan Ken dengan kedua orang tua Veronica dan tuan Pramudya sangat mendukung hubungan Ken dengan Veronica dibandingkan dengan Sarah yang sudah berkhianat di belakangnya
Kedua orang tua mereka yang saat ini masih berada di luar negeri dalam waktu dekat akan kembali ke tanah air untuk membicarakan persiapan pernikahan mereka berdua
Kesalahan Ken adalah belum menceritakan tentang pernikahannya dengan Freya karena terlalu terbawa perasaan setelah kemunculan Veronica kembali ke dalam kehidupannya
Ken yang memang dulu begitu mencintai Veronica dan bisa dikatakan gagal move on dari wanita itu langsung menerima begitu saja saat mantan kekasihnya itu mengajak balikkan
Freya yang merasa kupingnya terasa panas mendengar kata calon isteri yang terus berkali-kali didengarnya, ia pun memilih untuk pamit pergi karena sudah merasa muak dengan sikap Ken yang sama sekali tidak menyangkal ucapan dari teman-temannya tentang status Veronica sebagai calon isterinya
" Apa yang loe harapkan pada laki-laki yang tidak pernah menganggap pernikahan itu ada Freya, sadar diri dan ingat siapa kamu dan siapa dia?" batin Freya
" Pernikahan ini memang sejak awal tidak seharusnya terjadi, kenapa kamu begitu percaya diri sekali bahkan sempat menaruh hati kepadanya"
" Lupakan Freya, hapus laki-laki itu dari kehidupan kamu dan minta cerailah padanya sebelum laki-laki menikah dengan Veronica"
" Kamu mau kemana Naya?" tanya Martin yang melihat Freya sudah beranjak dari tempat duduknya
Ken bagaikan tertusuk bilah pisau saat melihat tatapan tajam Freya
" Naya kenapa kamu berbicara seperti itu?" ucap Mayang sendu
" Mba Mayang sudah tahu asal usul saya, dan seperti yang mba Vero bilang saya itu harus sadar diri jadi buat apa saya berada di sini mbak, meskipun saya itu hanyalah gadis kampung dan tidak miliki keluarga tapi saya masih punya harga diri mbak dan saya tidak mau harga diri saya dihina dan direndahkan" ucap Freya dengan lantang namun tatapan matanya tidak melihat ke arah Mayang justru tatapan matanya mengarah pada laki-laki tidak bertanggung jawab dan sangat pengecut
" Naya jangan bicara seperti itu, tidak ada yang merendahkan harga diri kamu, aku percaya kamu bukanlah wanita yang suka mencari keributan dan kamu itu adalah wanita terhebat yang aku kenal Nay, jika aku sebagai kamu mungkin aku sudah mati bunuh diri" ucap Mayang menarik tangan Freya agar kembali duduk di sampingnya menggenggam erat tangan sahabatnya itu
Ken terhenyak mendengar kata mati bunuh diri yang Mayang ucapkan, Ken menatap Freya dengan tatapan bersalah namun yang ditatap justru menatap Ken dengan tatapan kebencian
" Terima kasih karena sudah percaya dengan saya mba" ucap Freya lalu menoleh ke arah Veronica
" Mba Vero jika mbak Vero tidak suka dengan ku karena alasan cemburu sebaiknya buang jauh-jauh pikiran itu mba, karena aku tidak tertarik menggangu calon suami orang, aku ini wanita BERSUAMI mbak yang tidak mungkin menjalin hubungan dengan pria lain selama suamiku masih HIDUP dan belum menjatuhkan TALAK!" ucap Freya menekankan setiap kata-katanya
__ADS_1
Semua orang yang berada di ruangan itu terlihat terkejut saat mendengar kata wanita bersuami yang Freya katakan kecuali Mayang
David yang mengetahui kisah Freya hanya menghela nafas panjang, ia merasa kasihan dengan nasib wanita itu andai dia tahu siapa laki-laki yang berstatus suaminya mungkin ia akan memberinya sedikit pelajaran sudah menyia-nyiakan wanita sehebat Freya yang walaupun sudah disakiti tapi masih menganggap laki-laki tidak bertanggungjawab itu suami
Ken tidak kalah terkejutnya dengan yang lain namun Ken terkejut bukan karena mendengar Freya adalah wanita bersuami melainkan karena mendengar kata masih Hidup dan Talak.
Ken menatap tajam ke arah Freya, sungguh hatinya tiba-tiba terasa sakit saat mendengar dua kata itu keluar dari mulut Freya
Mayang yang tidak sengaja melihat tatapan Ken pada Freya semakin bertanya-tanya, kenapa Ken menatap Freya setajam itu seolah tidak menyukai kata-kata yang Freya ucapkan
Freya kini sudah pergi karena sudah tidak alasan lain lagi untuk tetap berada di ruangan itu
Martin dan Derry masih terlihat syok setelah mendengar pengakuan Freya sebagai wanita bersuami sementara Gery sudah pergi mengajak Mayang ke ruangannya dan ingin mempertanyakan lebih jauh lagi tentang Freya pada calon istrinya itu apalagi ia juga merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri sahabatnya itu seperti ada yang dia sembunyikan dari pertama kali bertemu dengan Freya
Ken kini sudah kembali ke kantor dan di sepanjang perjalanan menuju kantor, Ken semakin dibuat kesal oleh ucapan David yang terus saja mengumpat laki-laki tidak bertanggungjawab jawab yang berstatus suami Freya
David tidak tahu saja jika yang dia umpat dan dan dimaki-makinya berada di jok belakangnya kalau tahu pasti dia memilih lompat ke laut dari pada mendapat kemarahan dari laki-laki tersebut
Untung saja Veronica sudah di jemput oleh asistennya karena ada pemotretan dadakan sehingga ia tidak perlu repot-repot memberi tumpangan wanita yang masih berstatus kekasihnya itu dan akan segera mengakhirinya setelah orangtuanya kembali dari luar negeri
" Apa mulutmu tidak bisa berhenti mengumpat suami dari wanita itu?" geram Ken menahan kemarahannya
" Maaf bos, aku hanya tidak habis pikir saja bos kenapa ada ya suami setega itu pada nona Naya, kurang apalagi coba meskipun dia gadis dari desa tapi kemampuan yang gadis itu miliki kan luar biasa, seandainya boleh aku mau kok menunggu jandanya" ucap David seraya cengengesan
" Jangan mimpi kamu!" geram Ken sambil menendang jok yang David duduki
" Loh kok bos marah, jangan bilang bos juga naksir ya dengan non Naya?" tanya David membuat Ken menahan kesal
" Kita bersaing secara sehat aja bos, dan kita doa kan sama-sama semoga aja non Naya cepat bercerai dengan suaminya yang sudah sekejam itu terhadapnya"
Ken membelalakkan matanya mendengarkan ucapan dari asistennya itu, bagaimana mungkin dia mendoakan dirinya sendiri untuk bercerai dengan istrinya yang perlahan sudah masuk ke dalam kehidupannya
__ADS_1