
Setibanya di apartemen milik Ken, Freya langsung membantu mengobati luka-luka Ken
Beruntung saat itu ia membawa obat-obatan di dalam tasnya
" Apa kau selalu membawanya di dalam tasmu?" tanya Ken saat Freya mengeluarkan obat-obatan yang ia miliki dari dalam tasnya
"Sedikit buat berjaga-jaga saja" Jawab Freya lalu berjalan ke arah dapur
Freya mengambil panci lalu diisi dengan sedikit air dan di letakkan di atas kompor, sebelum menyalakan api kompor Freya memasukkan sedikit ramuannya ke dalam panci tersebut
Setelah air mendidih Freya menuangkannya ke dalam gelas
" Ini minumlah!" Freya menyodorkan gelas yang berisi ramuan racikannya sendiri kepada Ken
" Terima kasih" ucap Ken
" Jangan lupa olesi juga luka mu itu dengan salep ini" Freya memberikan salep tersebut pada Ken
" Aku tidak bisa memakainya" ucap Ken sedikit manja
" Alasan" Cibir Freya
" Aku tidak bisa memakainya sendiri, apa kau tidak mau menolong ku?" Tanya Ken dengan wajah memelas
__ADS_1
Freya memutar bola matanya jengah, calon ayah dari anak yang dikandungnya berlagak bak anak kecil
" Baiklah, akan aku bantu mengolesi" Freya mengambil kembali salep yang tadi dia berikan kepada Ken
Setelah Ken meminum ramuan obat yang khusus diracik sendiri oleh Freya, pria itu langsung dibuat menegang saat tangan lembut Freya menyentuh wajahnya untuk mengolesi salep
Netra itu bertemu dan saling bersirobok menyelami perasaan masing-masing hingga tanpa tersadar keduanya pun telah mengikis jarak
Cup
Entah siapa duluan yang memulainya, dua inisan itu kini telah menyatu, merasakan kehangatan dan kelembutan satu sama lain
Pagi menyapa Freya terjaga dari tidurnya, saat netranya menyapu keseluruh ruangan betapa terkejutnya dia saat sadar dirinya tidak berada di dalam kamarnya sendiri
Setelah mengingatnya Freya pun membelalakkan matanya " Ini tidak mungkin!" sanggahnya
" Apanya yang tidak mungkin?" suara bariton yang terdengar dari arah pintu pun mengejutkan Freya
" Sudahlah sayang, jangan tegang seperti itu!" ucap Ken seraya meletakkan nampan yang dibawanya ke atas kasur
" Sarapanlah dulu, biar tenaga mu terisi kembali!" Ken menyerahkan nampan yang berisi nasi dan lauk pauknya kepada Freya
" Aku tidak lapar" jawab Freya ketus
__ADS_1
Ken tersenyum, pasti isterinya saat ini merasa malu dan juga canggung berada di dekatnya setelah apa yang mereka lakukan semalam
" Jangan berbohong, aku tadi mendengar perut mu berisik banget minta diisi jadi aku buru-buru bangun dan membuatkan mu sarapan" tutur Ken membuat Freya dengan refleks langsung memegang perutnya
Ken tergelak melihat reaksi Freya yang dengan polosnya malah memegangi perutnya sendiri
" Jika kamu belum mau makan sebaiknya mandilah dulu, baju gantimu sudah ada di dalam lemari itu, kau pilih saja yang mana kau suka" tutur Ken pada Freya seraya melirik ke arah lemari besar yang ada di dalam kamar tersebut
Freya hanya bisa pasrah saat melihat kondisi dirinya sendiri yang terlihat sungguh memalukan
" Baiklah aku akan keluar dulu, jika ada perlu apa-apa panggil aja!" Ken tahu kalau istrinya itu masih sangat malu belum terbiasa jadi pria itu pun memakluminya
Setelah Ken keluar dari kamar tersebut dengan gerakan perlahan Freya beranjak dari tempat tidur dengan tubuh yang berbalut dengan selimut
" Kenapa aku bisa semudah itu menerima sentuhannya, sungguh memalukan!" batin Freya kesal dan merutuki dirinya sendiri
Freya dengan cepat membersihkan dirinya setelah selesai ia pun keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya
Dengan ragu-ragu Freya membuka pintu lemari kayu yang cukup besar dan mewah yang ada di hadapannya
Seketika mata Freya membeliak melihat susunan baju baju wanita yang berjejer di dalam lemari tersebut
Baju-baju itu terlihat sangat anggun dan elegan , bahkan harganya pun sangat fantastik sungguh tidak mungkin bagi Ken menyimpan rahasia tersebut
__ADS_1