
Ken benar-benar menepati janjinya, ia mengantarkan Freya pulang ke rumahnya yang dia beli bersama Nina
Rumah kecil yang cukup nyaman untuk mereka berdua tinggali
" Apa kau tinggal di rumah ini?" tanya Ken setelah sampai di depan rumah kecil berwarna biru langit
" Iya kenapa, sangat kecil dan tidak sepadan dengan rumah mu kan?" Ketus Freya
" Buatku itu bukanlah masalah, kecil atau pun besar yang terpenting adalah kenyamanan di dalamnya" sahut Ken
" Ah sok bijak" Gumam Freya pelan
" Sudahlah, ini sudah malam aku mau masuk dan istirahat sebaiknya kau pulang sekarang!" usir Freya secara halus
" Dosa mengusir suami sendiri" celetuk Ken
" Suami yang seperti apa dulu" balas Freya
" Apapun alasannya tetap saja aku ini adalah suamimu"
Freya memutar bola matanya jengah " Lalu mau mu apa, aku tidak mungkin mempersilahkan mu masuk ke dalam rumahku karena aku tidak tinggal sendiri di sini"
" Apa? kau tidak tinggal sendiri di sini? lalu kau tinggal bersama dengan siapa?" cecar Ken yang merasa penasaran sekaligus harap-harap cemas
" Ya tentu saja dengan Nina, memangnya kau pikir dengan siapa lagi, laki-laki begitu?" sarkas Freya
" Bukan begitu maksud ku, ya aku hanya penasaran saja"
" Sudahlah, sebaiknya kau pergi saja sekarang". Freya kembali mengusir Ken
" Baiklah aku pulang sekarang, tapi ingat kau tidak boleh menghindari ku lagi dan tolong jaga baik-baik calon anak kita" Setelah mengucapkan itu Ken mengedipkan matanya membuat Freya mendengus kesal
" Jangan sembarangan bicara, dasar gila aku tidak mungkin mengandung anakmu"
Ken tidak menanggapi ucapan Freya, pria itu lebih memilih masuk ke dalam mobilnya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya sejak bersama Freya
" Terserah kau mau bilang apa, tapi ingat pesan ku tadi jaga dirimu baik-baik dan juga Kendrick junior". Teriak Ken yang sudah berada di dalam mobilnya hanya kepalanya saja yang menyembul keluar
" Dasar stres!" umpat Freya dan Ken hanya menanggapi dengan kekehan
Freya akhirnya masuk ke dalam rumah setelah memastikan mobil Ken sudah melesat meninggalkan rumahnya
Ceklek
" Freya, apa kamu baik-baik saja,? pria gila itu tidak menyakiti mu kan? apa dia sudah berbuat sesuatu pada mu? ayo Freya cepat katakan jangan membuat ku khawatir seperti ini?"
Nina yang sejak tadi menunggu kepulangan Freya seketika langsung berdiri menghampirinya saat wanita itu masuk kedalam rumah dan Nina pun memberondong Freya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sejak tadi membuatnya gelisah dan tidak tenang
Freya mengajak Nina untuk duduk dan menyuruhnya memenangkan diri terlebih dahulu
" Kau ini bertanya atau apa sih, aku jadi bingung harus menjawab pertanyaan mu yang mana" keluh Freya
" Kau membuat ku khawatir karena mau saja dibawa oleh laki-laki itu" kesal Nina
" Aku bisa apa, dia memaksaku pergi begitu saja menolak pun tidak bisa" sahut Freya
" Apa dia menyakitimu?" Nina menelisik seluruh tubuh Freya memutar tubuhnya kekiri dan ke kanan
" Aku tidak apa-apa, dia tidak menyakiti ku tapi_!" Freya menjeda kata-katanya
" Tapi apa?"
Freya menghembuskan nafasnya kasar " Dia meminta ku untuk memberinya kesempatan "
Nina mengerutkan keningnya " Kesempatan untuk apa?"
" Kesempatan untuk memperbaiki hubungan pernikahan kami"
" Apa?" teriak Nina nampak syok mendengar jawaban Freya
" Duh Nin, kamu tuh ya ngagetin aja sih"
Nina cengengesan " Ya maaf, aku tuh syok aja dengarnya"
" Terus apa kamu mau memberinya kesempatan lagi?" tanya Nina
__ADS_1
Freya pun akhirnya menceritakan apa yang sudah ia bicarakan dengan Ken.
Nina sempat terkejut saat mendengar cerita Freya yang mengatakan Ken sangat mengharapkan dirinya hamil
Freya lalu menceritakan semuanya pada Nina termasuk satu malam yang pernah ia lewati bersama Ken tanpa ada lagi yang ditutupi
" Jadi kemungkinan itu pasti ada Freya?" ucap Nina
Freya menghela nafasnya panjang " Aku yakin itu tidak akan pernah terjadi, kami hanya melakukannya sekali jadi kemungkinannya itu sudah pasti sangat kecil" sahut Freya
" Tapi tidak ada yang tidak mungkin" sahut Nina
Freya tidak ingin membahas soal anak lagi, dia pun memilih berdiri lalu berjalan menuju kamarnya
" Aku mau bersih-bersih sebaiknya kau tidur, ini sudah malam!" ucap Freya sebelum masuk ke dalam kamarnya
" Iya, kau juga harus istirahat!" balas Nina
"Hem,!" Keyra pun mengangguk
Selesai membersihkan diri, Freya pun masuk kembali ke dalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur, karena merasa tubuh dan pikirannya sudah sangat lelah hari ini Freya pun berniat untuk tidur
Freya membanting tubuhnya ke kiri dan ke kanan tapi tetap saja matanya tidak dapat terpejam
Kata-kata Ken begitu mengganggu pikirannya hingga membuat dia tidak bisa tidur
" Apa mungkin aku hamil anaknya? ah... tidak... tidak ... tidak...." Freya menggelengkan kepalanya menepis segala kemungkinan yang ada
" Itu tidak akan pernah terjadi, aku tidak mungkin hamil anaknya!"
Freya mendudukkan dirinya di atas kasur dan melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 2 pagi
" Bagaimana ini, kenapa aku jadi tidak bisa tidur seperti ini" Freya akhirnya memilih mengambil satu buku yang ada di atas nakas lalu membaca buku tersebut berharap ia akan mengantuk lalu tertidur
Setelah hampir jam 4 pagi Freya baru bisa memejamkan matanya namun baru 1 jam ia merasakan nyenyaknya tidur pintu kamarnya sudah di ketuk dari luar
" Freya bangun ini sudah pagi!" teriak Nina dibalik pintu kamar Freya
Dengan mata yang masih mengantuk Freya pun memaksakan tubuhnya untuk bangun
Ceklek
Freya membuka pintu kamarnya dengan mata yang masih sayu dan sedikit terpejam
" Ada apa sih Nin?" tanya Freya berdiri bersandar pada dinding
" Ishh.. ini anak bukannya melek dulu!" Nina geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu yang tidak seperti biasanya
" Memangnya kamu itu tidur jam berapa sih Frey sampai susah melek gitu tuh mata?"
Freya mengucek-ngucek matanya lalu menguap
" Hoaaammm!" Freya menutup mulutnya
" Aku baru juga tidur satu jam sudah kamu bangunin aja!" keluh Freya
" Apa ? satu jam? ngapain aja memangnya kamu sampai bisa tidur pagi seperti itu?"
" Aku hanya tidak bisa tidur" sahut Freya
" Yaudah sekarang cepat sana mandi, biar aku yang membuat sarapan!"
Freya tersenyum, karena seharusnya pagi ini adalah jatahnya membuat sarapan untuk mereka
" Terima kasih Nin, maaf jadi merepotkan mu!"
" Sudah biasa!" Ucap Nina lalu tertawa
Nina lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan sementara Freya masuk ke dalam kamarnya lalu bergegas mandi
Setelah rapih dengan pakaian kerjanya Freya pun keluar dari kamarnya
" Ayok sarapan dulu!" ucap Nina yang sudah duduk di meja makan
" Sorry ya aku cuma masak nasi goreng !" ucap Nina
__ADS_1
" Tidak apa-apa, aku justru yang minta maaf karena bangun kesiangan!" ucap Freya
Selesai sarapan mereka pun berangkat kerja bersama-sama, sebelum ke tempat kerjanya Nina mengantar Freya terlebih dahulu ke cafe dengan motor metiknya
Sesampainya di cafe Freya langsung turun dari motor metik Nina dan berpamitan pada sahabatnya itu sebelum masuk ke dalam cafe tersebut
" Naya!" Panggil Dora
Freya menoleh saat namanya di panggil " Iya ada apa Dora?"
" Ini ada kiriman buat kamu!" Dora menyodorkan kotak yang di perkirakan isinya adalah makanan
" Apa ini?" Freya mengerutkan alisnya
" Kurang tahu, tapi sepertinya ini isinya makanan deh buat kamu" sahut Dora
" Dari siapa?"
" Aku juga enggak tahu, tadi yang ngirim ini cuma bilang untuk Freya Kanaya!" tutur Dora
" Wihh.... ada kiriman nih, paket buat siapa tuh?" tanya Resa yang penasaran akut dan hendak merampasnya dari tangan Freya tapi dengan cepat di tepis oleh Dora
" Kamu apa-apaan sih Dora?" marah Resa yang tidak terima dengan sikap Dora kepadanya
" Maaf mba Resa tapi enggak pantas mba Resa mau main rebut aja, itu kiriman buat Freya "
Resa mendengus kesal dan menatap tajam pada Dora dan Freya
" Awas ya kalian baru juga dapat kiriman makanan aja sudah belagu" umpat Resa lalu pergi begitu saja
Freya dan Dora hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah angkuh Resa
" Tuh orang gak jelas banget ya!" ucap Dora
" Udahlah biarin aja, nanti juga dia capek sendiri" ucap Freya yang diangguki oleh Dora
" Yaudah, aku masuk dulu ya. terima kasih paketnya!"
" Iya sama-sama Nay!"
Freya masuk ke dalam ruangannya lalu meletakkan kotak yang tadi dibawanya di atas meja
Merasa sedikit penasaran Freya pun membuka kotak tersebut dan seketika matanya membulat sempurna saat melihat dikotak yang berisi makanan sehat itu ada susu kotak untuk ibu hamil
" Apa-apaan ini?" Kesal Freya
Freya lalu mencari tahu nama pengirimnya namun sayang tidak terlampir di situ
Lalu tiba-tiba ponselnya yang berada di dalam tas selempangnya berdering
Freya melihat nomor yang tidak dikenal awalnya ia mengabaikan begitu saja tapi lagi-lagi ponselnya kembali berdering
Merasa kesal Freya pun akhirnya mengangkat panggilan tersebut
[ Hallo, Assalamualaikum]
...[Wa'alaikum salam ibu dari anakku]...
[ Kau]
...[Bagaimana sudah kau makan sarapan yang aku kirim untuk mu?, ingat jangan sampai tidak dimakan ] ...
[ Kau ini benar-benar ya]
...[ Jangan marah-marah seperti itu, tidak baik untuk perkembangan calon bayi kita sayang]...
[ Dasar tidak waras, siapa yang mengandung anakmu?]
...[ Ya tentu saja kau isteriku]...
[ Stres]
Freya merasa kesal lalu mematikan sepihak panggilan telpon tersebut
Sementara Ken malah tertawa mendengar umpatan demi umpatan wanita yang sudah mengusik ketenangan hati dan pikirannya saat ini
__ADS_1