
Setelah pulang dari kediaman papanya, Ken tidak langsung pulang ke apartemennya
Pria itu lebih memilih untuk menemui Freya yang masih berada di cafe tempatnya bekerja
Setelah menunggu 2 jam di dalam mobil Ken akhirnya bisa melihat Freya yang baru saja keluar dari cafe tersebut
" Frey!"
Freya yang merasa namanya di panggil pun langsung menoleh
" Mas Ken?" Freya terkejut melihat keberadaan Ken di tambah lagi dengan wajahnya yang nampak lebam dengan sudut bibirnya yang terlihat sedikit robek
" Apa yang terjadi dengan wajahmu ini?" tanya Freya seraya mengulurkan tangannya menyentuh wajah Ken
" Awwsss... " Desis Ken merasa sedikit nyeri saat Freya menyentuh lukanya
" Maaf " ucap Freya merasa bersalah
" Tidak apa-apa" sahut Ken tersenyum tipis
" Kenapa bisa sampai lebam-lebam seperti ini mas?" tanya Freya " Kamu berkelahi?"Ken menggelengkan kepalanya
" Tidak " jawab Ken singkat
" Apa bisa kita bicaranya di tempat lain saja? jika berada di sini terus bisa-bisa rekan kerjamu melihat kita"
Freya menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah kaki Ken yang berjalan lebih dulu ke arah mobilnya
" Masuklah!" Ken membukakan pintu mobil untuk Freya
Sekarang sudah tidak ada lagi penolakan dari Freya, sadar di dalam rahimnya tengah tumbuh calon bayi dari laki-laki yang berada di hadapannya, Freya pun mencoba berdamai dengan keadaan
" Kita mau ke mana mas?" tanya Freya setelah mobil yang dikendarai Ken melaju membelah jalanan ibu kota
" Emm... bagaimana kalau kita pergi ke apartemen ku saja, badanku terasa sakit semua " pintanya terdengar sangat lirih
Freya memutar bola matanya malas " Kalau tahu sedang tidak enak badan kenapa malah datang menjemput ku, seharusnya kamu itu pergi ke rumah sakit bukan mencari ku" ketusnya
" Karena dokter yang paling ampuh dan dapat menyembuhkan luka-luka ku ini tidak ada di rumah sakit" sahut Ken dengan entengnya
" Itu hanya alasan konyolmu aja mas!" sanggah Freya
" Memang itu kenyataannya, dokter di rumah sakit hanya bisa menyembuhkan luka lebam di wajahku saja tapi tidak dengan luka di hatiku" Ken memukul-mukul dadanya pelan
__ADS_1
" Memangnya apa yang membuat hatimu itu bisa sampai terluka? apa karena kamu gagal menikah dengan kekasihmu itu?" Freya memicingkan matanya menatap Ken dengan lekat
" Omong kosong, siapa juga yang mau menikah dengan wanita itu, memangnya jika aku menikah dengannya kamu rela gitu di madu?" Ken menarik turunkan alisnya
Freya tidak menjawab, ia malah memalingkan wajahnya ke arah lain
" Aku terluka karena papa lebih memilih wanita itu dibandingkan aku!" ucap Ken mengungkapkan isi hatinya
Freya kembali menoleh ke arah Ken menatap pria itu dengan lekat
Ken menarik napasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar
" Aku bertengkar dengan papa, wanita itu yang selalu mempengaruhi papa untuk memaksaku menikahi Vero!" ungkap Ken
" Wanita siapa yang kau maksud?" tanya Freya dengan kening yang mengkerut
" Wanita itu yang sudah merebut papa dari ku, sejak papa menikah dengan wanita itu papa menjadi orang asing bagiku" jawab Ken lalu memilih menepikan mobilnya
" Maksudmu wanita itu ibu tirimu?" tanya Freya dan Ken menganggukkan kepalanya
" Tapi aku tidak pernah mengakuinya seperti itu, wanita itu tidak akan pernah bisa menggantikan mamaku, dia adalah wanita yang licik aku membencinya" Ken mencengkram stir mobilnya
" Mengapa kau bicara seperti itu?"
" Jika aku cerita apa kau tidak akan marah dan membenciku?" tanya Ken
" Karena apa yang aku ceritakan ada kaitannya dengan pernikahan kita" jawab Ken
" Cerita aja kalau mau cerita, kalau enggak pun ya enggak apa-apa" ucap Freya
Freya memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga Ken, dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang laki-laki yang berstatus suaminya itu tapi dia juga tidak bisa memaksa Ken untuk bercerita
" Baiklah aku akan ceritakan, terserah bagaimana kamu nanti menanggapinya, mau marah atau tidak aku hanya bisa pasrah karena aku hanya ingin mengatakannya dengan jujur kepadamu" tutur Ken
Ken lalu mulai menceritakan tentang wanita yang kini telah menjadi ibu tirinya pada Freya bahkan yang mengatur perjodohan dengan Veronica pun wanita itu juga dengan cara membujuk papanya
Sebenarnya Ken sudah merasa tidak nyaman lagi bersama Veronica, perasaannya terhadap wanita itu pun ternyata sudah tidak ada, kebersamaannya dengan Veronica hanya sekedar perasaan penasarannya saja karena hubungannya yang putus tanpa sebuah kepastian
Dulu Veronica memang wanita yang sangat dia cintai, namun demi karier wanita itu dengan teganya pergi meninggalkan Ken begitu saja
Setelah beberapa tahun menghilang Veronica tiba-tiba muncul kembali dan meminta balikan pada Ken, entah karena memang masih mencintai wanita itu atau hanya karena perasaan penasarannya saja yang membuat Ken dengan mudahnya menerima Veronica kembali tapi yang jelas perasaannya terhadap wanita itu kini sudah hilang tidak tersisa
" Maafkan aku karena kemunculan Vero membuat ku sampai melupakan mu begitu saja" ucap Ken merasa bersalah
__ADS_1
Freya tersenyum getir " Kalau kau masih mencintainya kenapa kau memutuskan perjodohan itu, bukankah seharusnya kau merasa senang karena bisa menikah dengan wanita yang kau cintai dan pernikahan kalian pun mendapatkan restu dari kedua keluarga jadi buat apa kau membatalkannya?" Cerocos Freya panjang lebar
" Jangan karena aku dan kehamilan ku ini membuat mu terpaksa melepaskan kebahagiaan mu, aku tidak perlu kau kasihani aku masih bisa menghidupi diriku sendiri dan juga anakku ini" Freya mengelus perutnya yang masih rata
" Papa mu pasti tidak merestui pernikahan kita bukan?" Freya tersenyum kecut
" Jika luka mu itu disebabkan karena papamu yang tidak merestui pernikahan kita dan lebih menginginkan mu menikah dengan Veronica jadi sebaiknya kau lepaskan aja aku, apalagi diantara kita memang tidak pernah ada cinta, jadi kau tidak perlu merasa bersalah lagi dan aku rela jika kau memilih dia wanita yang kau cintai sebagai isterimu, karena aku tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan mu!"
Ken menajamkan matanya dan rahangnya pun mengeras semakin kuat mencengkram stir mobilnya
" Sudah sampai sejauh ini kau masih tidak mempercayai ku?" Ken tersenyum getir
" Aku membatalkan perjodohan itu bukan karena kau tengah mengandung anakku tapi karena aku memang tulis mencintai mu Freya Kanaya!" tegas Ken
" Aku rela bertengkar dengan papa karena aku memang ingin memperjuangkan pernikahan kita, jika papa memang tidak mau merestuinya aku sama sekali tidak peduli karena papa saja menikah tanpa persetujuan ku" ucap Ken lagi
" Kau itu seorang anak, setuju ataupun tanpa persetujuan mu papa mu berhak mencari kebahagiaannya sendiri" ucap Freya
" Lalu aku? apa aku tidak berhak mencari kebahagiaan ku sendiri?"
Freya terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi
" Aku juga ingin mendapatkan kebahagiaan ku sendiri, dan kebahagiaan ku ada pada dirimu!"
Deg
Wajah freya seketika memerah, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang
" Mulai sekarang jangan lagi menghindari ku, tolong temani aku memperjuangkan pernikahan kita ini, jangan biarkan aku berjuang sendirian menghadapi rintangan yang kapan saja bisa menggoyahkan rumah tangga kita" Tutur Ken
" Ishh..." Ken berdesis karena tiba-tiba merasakan sakit dan nyeri pada wajahnya
" Kau kenapa?" tanya Freya yang melihat Ken tiba-tiba meringis kesakitan
" Wajahku sakit sekali" Ken menyentuh pelan wajahnya
Freya mencibikkan bibirnya " Makanya kalau tidak mau babak belur seperti itu, terima saja permintaan papamu itu" Ucap Freya
" Cih, isteri macam apa itu menyuruh suaminya menikahi wanita lain bukannya mengobati malah berkata hal yang menyakitkan hati?" gumam Ken namun masih dapat di dengar oleh Freya
" Apa katamu barusan?"
" Ah tidak ada, kita ke apartemen ku aja ya dan kali ini tidak ada penolakan"
__ADS_1
Ken langsung menghidupkan mesin mobilnya lalu melaju ke apartemen miliknya
Freya hanya bisa pasrah, kali ini ia memilih mengalah saja karena bagaimanapun Ken terluka disebabkan karena ingin memperjuangkan pernikahan mereka