Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Sindrom Cauvade


__ADS_3

Freya dibuat galau pasalnya sudah 2 hari ini Ken menghilang begitu saja bak di telan bumi bahkan mengirim pesan seperti biasanya pun tidak dilakukannya


Tapi ada satu rutinitas yang tidak pernah ditinggalkan pria itu yaitu mengirimkan makanan untuk Freya termasuk susu hamil yang sebenarnya tidak di minum oleh Freya karena dia sama sekali tidak merasa sedang hamil


" Kenapa keliatannya galau gitu, apa ada yang sedang mengganggu pikiran mu?" tanya Mayang yang saat ini sedang mengunjungi cafe miliknya


" Tidak ada, aku hanya lelah saja" Elak Freya


" Benarkah?"


Freya mengangguk dan Mayang pun percaya dengan apa yang dikatakan Freya apalagi memang keadaan cafe saat itu cukup ramai


" Hai sayang!" Sapa Gery yang baru saja masuk ke dalam ruangan Mayang yang juga ruangan Freya berada


" Hai mas, baru datang?" Mayang menghampiri Gery yang berjalan ke arahnya


" Iya, kalian sedang apa?" tanya Gery menatap keduanya bergantian


" Tidak ada, hanya obrolan biasa" sahut Mayang lalu merangkul lengan calon suaminya itu


" Apa kau datang sendiri?" tanya Mayang


" Tidak, aku datang bersama para pembuat onar" sahut Gery


Mayang dan Freya tentu sudah tahu siapa yang dimaksud Gery para pembuat onar itu


" Mereka sudah berada di ruangan biasa" tambah Gery


" Apa si tuan muda arogan itu juga datang?" Mata Mayang dan Gery langsung menatap ke arah Freya, mereka tahu siapa yang dimaksud oleh Freya


" Tidak, dia tidak datang" jawab Gery menatap Freya dengan tatapan penuh selidik


" Kenapa memangnya, tumben dia tidak ikut, apa dia sedang sibuk mempersiapkan hari pernikahannya dengan Vero?" tanya Mayang yang justru jadi penasaran dengan ketidak datangannya Ken dan pertanyaan itu pun sedikit mengusik hati Freya


" Bukan, dia justru sudah membatalkan rencana pernikahannya dengan Vero" jawab Gery dengan santainya


Kedua wanita yang ada di ruangan itu seketika membulatkan matanya, walaupun Freya sudah mendengar sendiri dari Ken tetap saja wanita itu tidak mudah percaya begitu saja tapi setelah mendengar dari Gery sepertinya wanita itu harus berpikir ulang


" Batal? yang benar saja?" Mayang nampak begitu terkejut


" Iya, Ken sendiri yang mengatakannya padaku kemarin sewaktu aku datang ke apartemennya" terang Gery


Freya diam saja menyimak pembicaraan sepasang kekasih yang ada di hadapannya saat ini


" Dan karena hal itulah papanya marah besar pada Ken dan memukulnya, bahkan sudah 3 hari ini Ken tidak masuk kerja " Tutur Gery


Freya tercenung mendengar penuturan Gery yang mengatakan Ken bertengkar dengan papanya


" Apa dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya, apakah dia tidak berbohong ingin memperbaiki kembali hubungan pernikahan kami?" batin Freya


" A..apa dia sakit?" tiba-tiba Freya dengan sedikit rasa gugup bertanya tentang Ken pada Gery karena dia penasaran dan ingin memastikan bagaimana keadaan pria itu saat ini


Mayang menyipitkan matanya menatap Freya dengan lekat " Apa kau mengkhawatirkannya?" tanya Mayang yang seketika membuat Freya menjadi salah tingkah dibuatnya


" Ti... tidak , bukan begitu maksudku, a..aku hanya sekedar bertanya saja, ya sudahlah tidak penting juga " sahut Freya sedikit gugup dan memilih untuk meninggalkan mereka berdua


" Ada apa dengannya?" Tanya Gery pada Mayang yang tengah fokus menatap punggung Freya yang sudah menghilang di balik pintu


" Entahlah, tapi aku merasa ada yang aneh dengan Naya, dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu" sahut Mayang


Gery sependapat dengan Mayang, sikap Freya memang sedikit aneh tidak seperti biasanya


" Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, nanti juga kalau Naya merasa jauh lebih baik pasti dia akan menceritakannya padamu!" imbuhnya


Mayang mengangguk lalu tersenyum " Iya, semoga Naya akan baik-baik saja!"


Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut dan menghampiri Derry dan Martin yang sudah menunggunya di tempat biasa mereka berkumpul


" Oh kau sudah di sini Naya!" ucap Mayang saat melihat Freya sedang mengobrol dengan Derry


" Iya" Sahut Freya


Saat mereka semua tengah asik mengobrol Freya justru diam saja, wanita itu terganggu dengan kata-kata yang Gery tadi katakan tentang Ken apalagi Derry dan Martin juga membenarkan atas ucapan Gery itu bahkan Martin mengatakan Kalau Ken saat ini sedang sakit dan berada di apartemennya


" Kau kenapa Naya, apa kau sedang sakit?" tanya Derry yang melihat Freya diam saja


" Ah tidak aku baik-baik saja" elak Freya seraya mengulas senyum di wajahnya


" Emmm... bagaimana kalau sekarang kita pergi ke apartemen Kendrick?" usul Gery


Freya yang tadinya tengah menunduk sambil memainkan sedotan yang ada di dalam gelasnya seketika menoleh ke arah Gery


" Aku setuju" sahut Mayang


" Baiklah aku juga setuju" Derry pun ikut menimpali


" Kita berangkat sekarang saja!" Martin sudah lebih dulu berdiri


" Ayo Nay!" Mayang menarik tangan Freya


" Eh? A..aku tidak ikut !" Tolak Freya yang bertentangan dengan isi hatinya


" Sudahlah Nay kamu ikut kami saja, tidak ada penolakan!" Seru Martin sedikit memaksa


Mau tidak mau Freya akhirnya ikut juga dengan mereka semua


Freya memilih ikut dengan mobil Mayang dan Gery sementara Derry ikut di mobil Martin


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya mereka tiba di apartemen Ken


Pada saat mereka hendak menaiki lift tanpa sengaja mereka berpapasan dengan David


" Kalian datang ke sini?" sapa David


" Ya, kami ingin melihat keadaan Ken" sahut Gery


David mengangguk lalu melirik sekilas ke arah Freya sebelum masuk lebih dulu kedalam lift

__ADS_1


Lift bergerak menuju lantai 25 tempat apartemen milik Ken berada


Tingg


Setelah pintu lift terbuka Freya dan Mayang yang berdiri paling depan sudah keluar lebih dulu lalu di susul oleh para pria


Ting tong


David menekan bel apartemen Ken tidak berapa lama pintu pun terbuka dari luar


Ceklek


" Masuklah!" Setelah membuka pintu Ken langsung berbalik badan saat melihat kedatangan David tidak menyadari keberadaan orang-orang yang berdiri di belakang David


Ken mendudukkan dirinya di sofa bersandar dengan mata yang terpejam


" Ini bos rujak pesanannya" seru David meletakkan bungkusan yang ada di tangannya ke atas meja


" Terimakasih!" ucap Ken tanpa membuka matanya


" Rujak?" ucap Gery dan juga yang lainnya secara bersamaan


Sontak suara-suara itu membuat Ken langsung terperanjat dan membuka kelopak matanya


" Kalian?"


Ken terbelalak apalagi ketika netranya menangkap keberadaan wanita yang beberapa hari ini sangat ia rindukan


" Kau itu sakit apa ngidam? kenapa malam-malam begini makan rujak?" tanya Derry yang merasa aneh dengan sahabatnya itu


Ken tidak menjawab karena pandangan matanya kini tertuju pada wanita yang tengah memalingkan wajahnya dari tatapan Ken


" Bagaimana keadaan mu Ken?" tanya Gery yang sontak membuat Ken seketika terkesiap dan langsung menoleh ke arahnya


" Buruk" jawabnya asal


" Buruk?" Beo Mayang yang menatap heran pada laki-laki yang wajahnya masih terlihat bekas lebam


" Apa begitu keras sampai wajahmu jelek begitu?" ejek Martin


" Ish, walaupun wajahku lebam tapi tidak mengurangi kadar ketampanan ku" ucapnya jumawa


" Ya..ya .. ya... terserah kau sajalah!" Martin enggan menimpalinya lagi


Ken dengan santainya membuka bungkusan yang ada di atas meja dan seketika matanya berbinar tanpa menunggu lama dan basa basi menawarkan orang-orang yang ada disekitarnya pria itu langsung melahapnya


" Apa aku tidak salah lihat?" gumam Derry


" Dia sedang kerasukan" Martin ikut menimpali


" Mungkin, atau bisa jadi pukulan dari papanya begitu keras hingga otaknya sedikit terganggu" tambah Gery


Ken tidak peduli dengan suara-suara sumbang yang tengah membicarakannya, ia memilih menikmati rujak buah yang dibeli oleh David


" Sejak kapan bos mu bertingkah seperti itu?" tanya Gery pada David


David berpikir sejenak sebelum menjawab


Mayang menutup mulutnya yang sempat menganga saking terkejutnya dengan apa yang di dengarnya dari cerita David


" Apa kau serius?" Tanya Mayang dan David mengangguk


" Sudah di periksa ke dokter?" Tanya Gery


" Sudah" jawab David


" Hasilnya?" Mayang penasaran


" Tidak sakit apa-apa" jawab David lagi


" Aneh sekali " Sahut Martin yang ikut menyimak pembicaraan mereka


" Apa kalian sudah selesai membicarakan ku?" Setelah menghabiskan satu porsi rujak buah yang tadi di beli David kini Ken baru menyerukan suaranya


" Kau gi*A rujak sebanyak itu sudah habis kau makan sendiri!" Derry yang tadi tengah asik bermain ponsel dibuat terkesiap saat melihat bungkusan rujak yang ada di hadapan Ken bersih tak tersisa


" Aku rasa dia ini benar-benar kesurupan" Tambahnya lagi seraya melirik ke arah teman-temannya yang lain


Sementara Freya yang sejak tadi diam saja merasakan ada sesuatu yang janggal, entah kenapa ia pun jadi takut sendiri ketika pikiran-pikiran itu berseliweran di benaknya


" Ini tidak mungkin?" Gumam Freya pelan namun masih dapat di dengar semua orang karena saat itu suasana hening


" Tidak mungkin apa?" tanya Mayang menyenggol bahu Freya


" Eh? iya apa?" Ucap Freya yang terkejut saat di senggol Mayang


" Apanya yang tidak mungkin?" Kini Gery yang kembali menegaskan ucapan Freya


" Ya..?oh itu.. emm... tidak mungkin kesurupan, iya itu maksud aku tidak mungkin tuan Ken kesurupan di zaman seperti ini" ucap Freya sedikit salah tingkah


" Apanya yang tidak mungkin, lihat saja tingkahnya saja aneh begitu?" Gery menunjuk ke arah Ken dengan ekor matanya dan seketika Freya membulatkan matanya saat melihat tingkah seorang Ken yang saat ini sedang merengek pada David agar David mau membuatkan nasi goreng untuknya


" Bos aku tidak bisa memasak, jangan memaksa ku seperti itu nanti yang ada kau masuk rumah sakit setelah makan masakan ku" tolak David yang memang tidak bisa memasak


" Der sebaiknya kita pulang saja, sebelum manusia yang satu ini merengek pada kita" ucap Martin yang kini sudah beranjak dari tempat duduknya


" Kalian mau kemana?" tanya Gery ketika melihat Derry dan Martin sudah berdiri


" Tentu saja pulang, sebelum ketularan anehnya " Sahut Martin melirik Ken


" Sialan Kau" umpat Ken


" Sebaiknya kau itu segera di ruqyah!" cetus Derry


" Kau kira aku kesurupan" Ketus Ken


" Ya mungkin saja"

__ADS_1


Martin dan Derry sudah pergi meninggalkan apartemen Ken, awalnya mereka mengajak Freya untuk pulang bersama mereka tapi wanita itu menolak dengan alasan akan pulang bersama Mayang


Setelah Derry dan Martin pergi kini tinggal Mayang, Gery, Freya dan juga David yang masih tertinggal di apartemen Ken


" Bos jangan paksa aku memasak, aku benar-benar tidak bisa, biar aku belikan saja diluar ya!" bujuk David


Entah kenapa memang tingkah Ken malam itu jadi sedikit aneh, pria itu tiba-tiba matanya berkaca-kaca setelah sekian kali David menolak memasak untuknya


" Pak Gery bagaimana ini ?" David meminta pendapat pada sahabat bosnya itu


" Sayang, kenapa dia jadi aneh begini?" Gery bukannya menjawab pertanyaan David malah sibuk bisik-bisik dengan Mayang


" Aku rasa papanya terlalu keras memukul bagian kepalanya" timpal Mayang menatap aneh pada Ken yang terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk


" Apa benar aku hamil dan dia yang mengalami ngidamnya atau ini hanyalah akal-akalannya saja?" batin Freya menatap Ken dengan tatapan menyelidik


" Biar aku saja yang memasak untuk mu!" ujar Freya yang kini sudah beranjak dari duduknya


Ken yang tadinya murung seketika langsung berbinar apalagi jika yang memasak untuknya adalah Freya


" Apa kau serius?" Ken nampak tak percaya apalagi saat melihat Freya menganggukkan kepalanya


Hati Ken seketika berbunga-bunga, sungguh bahagia yang kini ia rasakan


" Di mana dapurnya?" tanya Freya


Ken langsung bergegas mengantarkan Freya ke dapur yang ada di apartemennya


Sementara Mayang dan Gery saling melempar pandangannya melihat Ken dan Freya yang berjalan menuju dapur


Freya memulai aksi memasaknya, dengan lincah tangan mungil itu memotong, menumis dan menggoreng nasi yang sudah diberi bumbu tentunya


Mencium aroma nasi goreng buatan Freya seketika selera makan Ken meningkat begitu juga dengan David, Mayang dan juga Gery mereka jadi ingin ikut menikmati nasi goreng buatan Freya


Setelah nasi goreng ala Freya sudah matang kini wanita itu mulai menggoreng telor ceplok untuk menikmati nasi gorengnya


Namun baru saja satu telor yang dimasukkan ke dalam wajan tiba-tiba Freya dikejutkan dengan reaksi Ken yang langsung berlari ke arah kamar mandi


Hoekkk...Hoekkk...


Freya yang terkejut langsung mematikan kompornya dan menatap bingung pada Ken yang sudah menghilang di balik pintu


" Dia kenapa?" Tanya Freya


" Mungkin karena bau telor itu membuatnya mual" Sahut David menerka-nerka


Cukup lama Ken belum juga keluar dari dalam kamar mandi hingga membuat Freya jadi penasaran bercampur dengan sedikit cemas


Ceklek


Ken keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh sempoyongan dan wajah yang terlihat sangat pucat


" Kau kenapa Ken?" tanya Gery untuk dengan sigap memapah Ken berjalan menuju sofa


" Aku tidak kuat bau telor itu?" Ken sedikit mual kembali saat masih mencium aroma telor ceplok di ruangan apartemennya


" Mas David!" panggil Freya


" Iya nona, ada apa ?" tanya David


" Apa ada pengharum ruangan yang beraroma buah disini?" tanya Freya


" Sepertinya ada, sebentar aku ambilkan" David menuju lemari yang ada di ruang keluarga lalu mengambil botol pengharum ruangan yang diminta oleh Freya


" Ini!" David memberikan botol tersebut pada Freya


Freya menerimanya lalu menyemprotkan pengharum ruangan tersebut


Ken mulai menikmati aroma buah yang disemprotkan oleh Freya


" Bagaimana, apa sudah merasa baikkan?" tanya Freya yang entah kenapa di dalam hati kecilnya begitu mencemaskan keadaan Ken di tambah lagi melihat wajah Ken yang pucat setelah memuntahkan isi perutnya


" Sedikit lebih baik" jawab Ken


Mayang, Gery dan juga David dibuat menganga ketika melihat sikap Freya yang begitu perhatian pada Ken saat berada di meja makan.


Bahkan telur ceplok yang menjadi penyebab Ken muntah-muntah pun sudah ia singkirkan


Mereka semakin di buat tercengang saat Freya menyendokan nasi goreng buatannya ke piring Ken lalu menuangkan air minum untuknya, selesai makan Freya bahkan mengupaskannya buah, lalu setelah itu Freya pun membuatkan Ken obat herbal untuk mengurangi rasa mual yang masih di rasakan oleh Ken


Sikap Freya pada Ken membuatnya tidak sadar kalau saat itu dia seperti seorang isteri yang sedang menjalani kewajibannya melayani sang suami


" Kenapa mereka terlihat seperti pasangan suami isteri ya?" bisik Mayang pada Gery


" Aku juga merasakan hal yang sama, tapi bagaimana ini, Freya masih berstatus isteri orang bisa jadi masalah besar jika sampai papanya Ken tahu putranya berhubungan dengan isteri orang" Gery balas berbisik pada Mayang


" Semoga apa yang dikatakan dokter memang benar" ucap Ken tiba-tiba saat Freya hendak menaruh gelas ke dapur


" Apa?" Tanya Freya yang kembali mendudukkan dirinya di samping Ken


" Aku mengalami Sindrom Cauvade" sahut Ken


Sontak saja jawaban Ken membuat Freya melotot


" Jangan bercanda ini enggak lucu" ketus Freya kembali ke Freya yang jutek dan ketus


David mengernyitkan keningnya mendengar pembicaraan keduanya, ya memang dokter yang memeriksa kesehatan Ken pernah mengatakan itu pada Ken tapi menurut David itu hanya sebuah lelucon, bagaimana Ken bisa mengalami kehamilan simpatik jika menikah pun belum pikirnya


Tapi melihat raut wajah Freya yang menunjukkan sikap aneh membuat David sedikit curiga pada keduanya


" Ayolah sebaiknya kau periksakan dirimu besok ke dokter , siapa tahu benar saat ini kau tengah hamil dan aku yang mengalami ngidamnya" seru Ken


" Mak..maksud kalian apa?"


Deg


Freya dan Ken langsung menoleh ke arah sumber suara

__ADS_1


Keduanya lupa jika didalam apartemen itu selain David masih ada Mayang dan juga Gery


Freya menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kasar menatap dua orang yang kini seperti tengah menghakimi dirinya


__ADS_2