Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Apa Kau sudah menikah?


__ADS_3

Freya menundukkan wajahnya merasa bingung harus menjawab apa, pak Angga menganggap diamnya Freya sebagai sebuah jawaban


Guntur pun bersikap demikian, senyum pun tersungging di sudut bibirnya. Guntur merasa yakin kalau Freya pun merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan.


" Baiklah Freya bapak anggap diamnya kamu berarti iya"Ucap pak Angga penuh dengan penekanan pada setiap kata-katanya


Freya langsung mendongakkan kepalanya dan melihat seburat kekecewaan diwajah pak Angga


" Maafin Freya pak, Freya_" ucap Freya dengan mata yang berkaca-kaca namun belum selesai ia bicara pak Burhan sudah menyelaknya


" Kau dengar sendiri itu Angga? tidak ada wanita yang tidak terpesona dengan ketampanan putraku, termasuk putrimu yang tidak tahu diri itu" Ucap pak Burhan menghina Freya


Pak Angga hanya menghela napas berat dan menjatuhkan tubuhnya di kursi rotan yang ada di teras rumah


" Pak" Freya seketika panik dan langsung berjongkok di depan pak Angga


" Pak Freya_!" lagi-lagi kata-kata Freya terpotong


" Sudahlah Freya, bapak tidak apa-apa" Ucap pak Angga mengerti kekhawatiran Freya


" Sebaiknya nasehati putrimu itu Angga, suruh dia untuk berkaca, sadar siapa dirinya dan siapa Guntur, mereka sangat tidak sepadan" sarkas pak Burhan


" Pah" lirih Guntur


" Diam kamu!" bentak pak Burhan


" Dasar anak durhaka, apa kamu mau membela gadis tidak tau diri itu hah? ingat Guntur papa kuliahin kamu sampai lulus sarjana itu biar bisa membanggakan dan membahagiakan orang tua, bukan menjadi pembangkang seperti ini!" geramnya


Guntur hanya bisa diam, jika papanya sudah bicara seperti itu tidak ada yang bisa Guntur katakan lagi


" Jadi mulai sekarang kamu jauhi keluarga mereka, bikin malu saja" ucap pak Burhan memperingatkan putranya


" Papa sudah menjodohkan kamu dengan putrinya pak Warsa yang jauh lebih baik dibandingkan dia, gadis miskin dan tidak berpendidikan"


" Cukup pak Burhan yang terhormat, saya rasa anda sudah terlalu banyak bicara!" ucap Ken yang membuat semua orang menoleh ke arahnya


" Nak Ken sudahlah tidak usah di ladeni lagi"


" Tapi pak_"


Pak Angga mengangkat tangannya ke udara agar Ken tidak melanjutkan kata-katanya yang hanya akan memancing kemarahan pak Burhan


" Hei... kau anak muda sebaiknya jangan sok ikut campur,kau itu cuma menumpang di rumah pak Angga atau jangan-jangan kau dengan gadis tidak tahu diri ini_?" pak Burhan tersenyum miring dan menatap penuh selidik


" Jangan-jangan apa pak Burhan?" tanya salah satu warga

__ADS_1


" Kalian pikir saja sendiri, seorang laki-laki dan perempuan tinggal satu atap menurut kalian apa yang akan mereka lakukan di saat berduaan?" terang pak Burhan membuat pak Angga dan Freya melotot mendengar tuduhan tak bermoral itu begitu juga dengan Ken


Freya menggelengkan kepalanya berharap pak Angga mempercayai dirinya dibandingkan ucapan pak Burhan yang seenaknya


" Pak Burhan, bapak jangan asal bicara seperti itu tidak baik pak itu jatuhnya fitnah namanya" sahut salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari rumah pak Angga


" Fitnah? eh pak Tono saya itu bicara sesuai dengan logika saja, tidak mungkin mereka tidak ngapa-ngapain saat berduaan" pak Burhan masih menuduh Freya dan Ken yang tidak-tidak


" Secara logika pak Burhan mungkin saja seperti itu tapi saya sangat mengenal keluarga pak Angga terutama Freya, dia itu gadis baik-baik yang sangat menjunjung tinggi martabat keluarga" ucap pak Tono tetangga pak Angga


" Alahhh.... sok tau kamu, memangnya kamu tahu betul mengenai pemuda itu? bisa saja kan dia yang merayunya sehingga Freya pun luluh apalagi ya pemuda itu lumayan tampan meskipun lebih tampan putraku tentunya" ucap pak Burhan


Ken mengepalkan tangannya kuat mendengar kata-kata pak Burhan yang sudah sangat keterlaluan menurutnya


" Pak Burhan cukup, saya tahu betul siapa nak Ken dan saya sangat percaya nak Ken bukanlah orang seperti itu" sentak pak Angga


Ken menoleh ke pak Angga ada rasa haru di dalam hatinya karena pak Angga begitu mempercayai dirinya


" Saya juga bukannya sok tahu pak Burhan, tapi memang saya sangat tahu kalau setiap hari mereka tidak pernah berduaan di dalam rumah"


" Eh pak Tono dikasih apa kamu itu sampai membela mereka?"


" Saya bukan membela tapi menjelaskan apa yang ada di logika anda pak Burhan" sahut pak Tono


" Betul apa yang pak Tono katakan pak Burhan jika isteri pak Tono sedang tidak bisa maka isteri saya yang datang menemaninya sambil masak bareng" tutur pak Seno yang juga tetangga pak Angga


Pak Angga dan Freya pun bisa bernapas lega mendengar warga yang tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapan pak Burhan


" Kalian ini hanya ingin menutup-nutupi kebejatan mereka saja iya kan? dasar orang-orang bodoh!" maki pak Burhan


" Pak Burhan sebaiknya Anda pulang saja dan bawa putramun itu dari sini, semakin lama anda disini maka semakin banyak saja dosa yang kau perbuat dengan mulut kotor mu itu!" sarkas Ken dengan suara lantang


" Kau berani mengataiku, kurang ajar. tidak tahu kau berhadapan dengan siapa hah?" marah pak Burhan


" Pah, sudahlah, sebaiknya kita pulang sekarang!" Guntur memegang lengan pak Burhan dan mengajaknya pulang


" Kau ini, dasar tidak berguna" geram pak Burhan melepaskan tangan Guntur


" Eh Guntur sebaiknya bawa pulang sana bapakmu itu, semakin lama mulutnya tidak bisa di saring!" ucap Ken membuat pak Burhan semakin berang


" Iya nak Guntur ajak bapak mu pulang kasihan pak Angga dan Freya yang selalu mendapat hinaan dari bapak mu itu" ucap salah satu warga


Guntur yang merasa tidak enak dengan pak Angga terlebih lagi pada Freya akhirnya memaksa pak Burhan untuk pulang


" Papah belum selesai" marahnya

__ADS_1


" Pah, sudahlah jangan seperti ini. Guntur akan menuruti papa asal papa jangan bersikap seperti ini lagi dengan keluarga pak Angga" Mohon Guntur pada papanya


Akhirnya dengan terpaksa pak Burhan pun pulang dan semua warga bisa bernapas lega karena keributan itu redam juga


" Pak" lirih Freya


" Bapak tidak apa-apa Freya"


" Maafin Freya ya pak"


" Kamu tidak salah nak"


" Tapi Freya sudah membuat bapak malu dan dihina oleh pak Burhan"


" Sudahlah Freya, bapak tidak apa-apa tapi sebaiknya kamu buang jauh-jauh perasaan yang kamu miliki terhadap nak Guntur"


" Iya pak, Freya sadar diri kok pak dan sedikit pun Freya tidak pernah berniat mendekati mas Guntur , kalau pun kami bertemu itu hanya kebetulan saja pak"


Pak Angga tersenyum lalu mengusap lembut pucuk kepala putri satu-satunya itu


" Bapak percaya Nak" ucap pak Angga


" Tapi_"


" Tapi apa pak?"


" Usia kamu itu sudah cukup untuk berumah tangga nak tapi_" kata-kata pak Angga menggantung


" Pak, bapak kan tau sendiri pemuda disini kebanyakan pengangguran yang sukanya berfoya-foya enggak jelas, Freya enggak mau kalau imam dalam rumah tangga Freya memiliki kebiasaan buruk seperti itu" ucap Freya


"Ya bapak juga tidak mau lah Frey punya menantu seperti itu" ucap pak Angga membuat keduanya terkekeh sementara Ken hanya diam saja menyimak pembicaraan keduanya


" Nak Ken!" pak Angga beralih kepada Ken yang sedari tadi hanya diam saja


" Iya pak" sahut Ken


" Apa nak Ken sudah menikah?" tanya pak Angga tiba-tiba membuat Ken sontak terkejut mendapati pertanyaan seperti itu


" Belum pak" jawab Ken jujur


" Apa nak Ken mau menikah dengan Freya?"


Deg


Mata Ken membola begitu juga dengan Freya, keduanya pun saling melempar pandangan merasa sangat terkejut dengan pertanyaan pak Angga

__ADS_1


__ADS_2