
Cafe Mayang siang ini nampak begitu ramai pengunjung dan rupanya bukan hanya Ken yang datang ke cafe tersebut lagi-lagi dua sahabatnya pun kini sudah kembali muncul di tempat Freya mengais pundi-pundi uang untuk menghidupi dirinya sendiri yang hanya hidup sebatang kara
Freya yang tidak sengaja melihat kedatangan Derry dan Martin pun hanya bisa mendengus kesal karena dia tahu kedua manusia itu pasti akan memintanya untuk menemui mereka
" Naya" panggil Dora yang melihat Freya baru saja masuk ke area dapur
" Ada apa Dora?" tanya Freya menoleh ke arah gadis itu
" Ada yang meminta mu ke ruang VIP" terang Dora
" Siapa? apa dua orang yang tadi pagi datang ke sini lagi?" tanya Freya menebak-nebak
" Bukan, tapi seorang pengusaha muda yang sangat tampan dan keren abis pokoknya" Freya mengerutkan keningnya
" Ah kamu ini setiap ada cowok yang tampan pasti bilangnya seperti itu, Siapa sih memangnya?"
" Tuan Kendrick"
Deg
Freya bergeming, nama yang disebut oleh Dora langsung menusuk hingga menembus ke ulu hati
Rasanya sungguh belum siap dirinya bila harus bertemu dengan orang yang sudah menorehkan luka, entah kenapa ia ingin sekali menghindar untuk sementara, belum sanggup bila harus merasakan sakit kembali dari luka yang belum sepenuhnya sembuh
Freya ingin menata hatinya kembali dengan baik agar ia bisa mempersiapkan diri untuk berbicara dengan pria yang masih berstatus suaminya itu, untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan rumah tangga mereka yang harus segera ingin ia akhiri
" Nay... Naya, kok malah ngelamun sih?" tegur Dora yang melihat Freya melamun
" Eh iya Dora maaf?" Freya terkesiap dari lamunannya
" Kamu pasti sedang melamunkan tuan Kendrick ya? pasti sedang membayangkan kalau kamu bisa menikah dengan pria setampan dan sekeren tuan Kendrick, pria tajir melintir pula?" goda Dora membuat Freya seketika mendengus kesal mendengar ucapan rekan kerjanya itu
" Ngawur, aku justru tidak mau bertemu dengannya" pungkas Freya
" Loh kenapa memangnya? apa kamu takut jatuh cinta ya terus tidak kesampaian dan berakhir sakit hati?" lagi-lagi Dora menggodanya
" Aku justru sudah merasakan lebih dari itu Dora asal kamu tahu saja, laki-laki itu tidak sebaik yang kau pikirkan, dia adalah laki-laki yang tidak bertanggungjawab dan sangat aku benci" ucap Freya yang hanya bisa ia katakan dalam hati
" Jatuh cinta dengan siapa?" tanya Resa salah satu pegawai yang bekerja di cafe itu juga
" Tuan Kendrick pengusaha muda yang tampan dan banyak di sukai para wanita itu" sahut Dora
__ADS_1
" Jangan terlalu berhayal terlalu tinggi kalian berdua, tuan Kendrick itu bukan orang sembarangan sudah pastilah seleranya juga cukup tinggi, kalian itu tidak masuk kriterianya jadi jangan bermimpi deh!" ucap Resa sedikit meremehkan
" Mungkin melihat wajah kalian saja tuan Kendrick akan merasa mual" Tambahnya lagi penuh cibiran
Dora mencibikan bibirnya mendengar kata-kata kasar yang Resa lontarkan padanya dan juga ke Freya. Dora sungguh merasa dibuat sangat kesal oleh wanita yang sok kecakapan itu yang merasa paling cantik dan paling menarik di antara mereka
" Jangankan bermimpi, berminat melihat wajahnya saja pun aku enggan, jika kau mau tolong gantikan aku untuk pergi ke ruang VIP tempat tuan Kendrick yang kamu bilang seleranya tinggi itu" telak Freya membuat Resa menganga mendengar kata-kata yang Freya lontarkan
" Sombong betul kamu, kamu pikir tuan Kendrick tertarik gitu dan mau menemui cewek macam kamu, dasar cewek kampung yang enggak tau diri!" ucap Resa penuh umpatan
Freya memutar bola matanya malas menghadapi orang seperti Resa lebih baik di abaikan saja dari pada diladeni yang ada malah semakin menjadi-jadi
Dengan langkah lebar Freya memilih pergi meninggalkan Resa yang masih menatapnya penuh emosi
" Hei... aku belum selesai bicara dengan mu, hei gadis kampung!" teriak Resa
Saat keluar dari arah dapur Freya yang sedang kesal pun tidak memperhatikan langkah kakinya sehingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang
" Aww...!"
" Eh... maaf.... maaf... aku tidak sengaja!" ucap Freya
" Makanya kalau jalan itu pakai mata !" sarkas orang yang bertabrakan dengan Freya
" Maaf, aku sungguh tidak sengaja, lagipula ini adalah area karyawan kenapa kamu bisa berada di ruangan ini?" tanya Freya membuat wanita itu menatapnya tajam
" Aku mau ke toilet dan pelanggan itu adalah raja jadi kamu tidak pantas bersikap arogan seperti itu!" ketus wanita itu yang tiba-tiba berbicaranya tidak lagi berusaha padanya padahal di awal pertemuan mereka nampak begitu akrab
Arogan? Freya benar-benar tidak habis pikir dengan wanita yang ada di hadapannya ini
" Siapa yang bersikap arogan, bukankah tadi aku sudah meminta maaf?"
" Cih, jangan mentang-mentang kamu ini sudah dianggap sahabat oleh sahabatku Mayang ya, sehingga bersikap seenaknya, pelayan tetap saja pelayan tapi jangan jadikan cafe ini sebagai cafe plus-plus!" sarkas wanita yang tidak lain adalah Veronica
" Aku sungguh tidak mengerti apa maksud dari ucapan mu nona Veronica yang terhormat, tapi alangkah baiknya jika wanita yang berkelas seperti anda ini perbanyak belajar kembali dalam bertutur kata biar kosa kata yang keluar dari bibir anda adalah kata-kata yang bisa mencerminkan kepribadian anda sendiri"
Veronica wajahnya langsung memerah kata-kata Freya sungguh membuat wanita itu menggeram
" Jaga ucapan mu dasar wanita tidak tau dir_!"
" Ada apa ini?" kata-kata Veronika menggantung di kerongkongan saat mendengar suara bariton yang tiba-tiba muncul
__ADS_1
" Vero apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya pria yang kini tengah berdiri di hadapannya
" Aku hanya ingin pergi ke toilet tapi dia malah bersikap tidak sopan terhadap ku!" keluh Vero bersikap seolah ia yang tertindas
Freya hanya bisa memutar bola matanya malas, menghadapi wanita seperti Veronica harus bersikap hati-hati dan waspada
" Benarkah seperti itu?" Tanya pria tersebut menatap Freya dan Veronica bergantian
" Tentu saja benar, aku bicara apa adanya!" ucap Veronica dengan cepat
" Apa kamu tidak ingin berbicara sesuatu?" tanya pria tersebut menatap Freya
" Tidak ada" Jawabnya singkat lalu membuang pandangannya ke sembarang arah saat tiba-tiba ia teringat kembali kalau wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah calon isteri dari pria yang masih berstatus suaminya
" Tuh kau dengar sendiri bukan, dia sudah mengakui sikap buruknya itu" ucap Veronica merasa benar
" Apa wanita itu sudah tahu hubungan ku dengan Kendrick calon suaminya, sehingga sikapnya bisa berubah seperti itu?" batin Freya
" Sikap buruk apa?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri mereka membuat semua pandangan mata menoleh ke arahnya
" Mayang kebetulan sekali kau datang, pegawai mu yang satu ini sudah membuat ku sangat kesal hari ini!" keluh Veronica menunjuk-nunjuk ke arah Freya dan kembali berakting seolah ia yang diperlakukan buruk
Mayang menatap Freya dan Veronica bergantian, dia tidak bisa berkata apa-apa karena kedua-duanya adalah sahabatnya
" Ada apa ini?" terdengar suara bariton yang membuat kedua wanita yang tadi berseteru itu tiba-tiba langsung menoleh ke sumber suara
Deg
Freya langsung memutus tatapannya yang sempat bersirobok dengan pria yang sudah berdiri di antara mereka
Mayang yang melihat adanya ketegangan di antara sahabatnya dan juga pria yang berdiri disampingnya itu pun langsung menyuruh mereka untuk ikut dengannya
Awalnya Mayang tidak sengaja bertemu dengan pria dingin dan datar seperti sahabat dari calon suaminya itu
Dia yang baru saja keluar dari ruangan pribadinya tidak sengaja melihat Ken yang hendak menuju ke tempat karyawan berada
Ken pun lalu mengutarakan keluhannya langsung pada pemilik cafe tersebut karena sudah menunggu hampir satu jam lamanya ia belum mendapatkan pelayanan apa-apa
Mayang yang dibuat terkejut dengan laporan Ken pun langsung pergi menuju dapur cafe tempat dimana biasanya para pegawainya berada dan Ken mengekor di belakangnya
Derry dan Martin yang hendak pergi dari cafe tersebut pun di buat tercengang saat melihat Mayang, Veronica dan Freya yang mereka kenal sebagai Naya wanita yang dikaguminya itu berjalan masuk ke dalam ruangan VIP yang tepat berhadapan dengan ruangannya berada bersama kedua sahabatnya yang mengekor di belakang mereka
__ADS_1
Rasa penasaran keduanya pun muncul dan dengan langkah cepat mereka pun langsung berjalan ke arah ruangan tersebut